DPD PKS KOTA TEGAL

DPD PKS KOTA TEGAL

BERITA TERKINI

PKS Margadana Buka Posko Peduli Korban Banjir

PKS-KOTA TEGAL- KoranKu-Tegal-Musibah banjir yang dialami oleh sebagian warga kecamatan Margadana direspon cepat oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dengan membagikan 1.000 lebih paket nasi, Kamis (16/2/17).

Ketua DPC PKS Margadana, Zaenal Nurochman yang ditemui di posko swadaya PKS yang berada di Jl.H.Sriyono 16 Sumurpanggang Tegal mengatakan pendistrubusian paket nasi dilakukan oleh para relawan yang berasal dari 7 Ranting PKS Se-Margadana sejak Kamis pagi ini.

Warga yang menerima paket nasi dari PKS, merasa sangat terbantukan karena mereka kesulitan untuk memasak.Sampai dengan saat berita ini ditulis, PKS Margadana masih melakukan pendistribusikan paket nasi untuk makan siang warga di daerah Krandon, Kaligangsa, dan sekitarnya.

Dalam waktu yang sama, PKS juga menurunkan 1 unit perahu karet untuk mengevakuasi lansia di Kelurahan Kaligangsa yang rumahnya kebanjiran cukup dalam.

Ketua PKS Margadana menyeru kader dan simpatisan untuk turut serta membantu meringankan warga yang terkena dampak banjir.Bantuan logistik dari kader, simpatisan dan masyarakat, akan terus disalurkan oleh PKS kepada warga-warga yang membutuhkan hingga selesainya musibah ini.

*sumber : http://www.koranku.co.id/pks-bagi-ribuan-nasi-bungkus-dan-evakuasi-lansia-korban-banjir.html

PKS Margadana Adakan Turnamen Tenis Meja Tingkat Kecamatan

Dalam rangka ONE DAY ONE SPORT, pengurus mengadakan turnamen tenis meja bagi warga Margadana. "Turnamen diikuti 32 peserta dari beberapa kelurahan di Margadana bahkan dari Tegal Selatan ada yang mendaftar tetapi dengan berat hati menolak karena untuk sementara dikhususkan untuk warga Margadana dahulu", ujar Waryono sebagai ketua panitia turnamen.

Mengingat antusiasme dari para pendaftar, "Kedepanya akan mengadakan kembali insya Allah lebih besar cakupanya yakni tingkat kota", ujar Waryono. Acara dimulai pukul 08.00 WIB oleh pembawa acara dan dilanjutkan Ketua DPC PKS (Dewan Pengurus Cabang Partai Keadilan Sejahtera) Margadana, Zainal Nurohman untuk menyampaikan kata sambutan.


Turnamen ini diikuti dari berbagai macam usia, jenis kelamin, dan pelajar. Tujuan diselenggarakanya adalah sebagai wujud PKS berkhidmat untuk rakyat, ujar Zainal Nurohman. Total hadiah bernilai jutaan rupiah. Turnamen ini dihadiri oleh beberapa pengurus DPC PKS Margadana dan dari perwakilan DPD (Dewan Pengurus Daerah) PKS Kota Tegal Bayu Prakasa (Dewan Syariah) serta Iksan (Bendahara). Menjelang sholat asar turnamen selesai. Juara pertama dimenangkan Sunaryo dari Kaligangsa, juara kedua dimenangkan Agus Ma'sum dari Kaligangsa, juara ketiga dimenangkan Eko Mulyono dari Margadana.

*DPC PKS Margadana
Jl. Sriyono (Depan SMP N 17) Sumurpanggang Kota Tegal

Fikri Faqih Rangkul Komunitas Budaya Tegal Telusuri Jejak Ki Gede Sebayu

Gambar: Foto Bersama Fikri Faqih bersama Budayawan Kota Tegal


Fikri Faqih menyampaikan perlunya menelusuri sejarah Ki Gede Sebayu sampai tuntas. Menurutnya masih belum banyak yang mengenal tokoh pendiri Tegal tersebut secara utuh. Tokoh Kutil dalam Peristiwa Tiga Daerah jauh lebih dikenal dibandingkan dengan Ki Gede Sebayu. “Padahal peristiwa tiga daerah ini peristiwa pemberontakan,” ungkapnya dalam kesempatan reses bersama komunitas budaya.

Ia berharap ada yang turut ambil bagian, siapa saja, termasuk komunitas budaya untuk kembali menelusuri jejak Ki Gede Sebayu, dan mendokumentasikannya menjadi sebuah buku sejarah, yang bisa dijadikan sebagai muatan lokal di sekolah-sekolah.

Fikri mengatakan sejarah, seni, dan budaya adalah bagian yang tak terpisahkan dalam sebuah peradaban. “Ngeri kalau ternyata itu hilang. Seni budaya tidak diperhatikan. Kalau sebuah bangsa itu ingin dihilangkan, maka rusak dulu seni dan budayanya,” paparnya.

Ki Barep, Dalang Wayang Golek dari Sanggar Seni Sorban Ireng, menyampaikan pula kegelisan yang sama. “Jika ingin menghidupkan sejarah dan kesenian. Misalnya sanggar-sanggar, pemerintah turut punya peran yang besar untuk menghidupkan,” ucapnya. Ia tak bisa membayangkan kalau 30 tahun mendatang anak cucu kita tidak akan tahu apa itu wayang golek.

“Sejarah dan kesenian mesti diuri-uri. Kalau ingin tahu Ki Gede Sebayu, tanggap Ki Barep. Bisa tuntas dalam semalam,” kelakarnya. Tentang sejarah yang belum tuntas secara ilmiah, ia pun siap membantu memberikan referensi tentang sosok Ki Gede Sebayu.

Fikri Faqih Serap Aspirasi Guru Honorer dan Komunitas Seni Budaya

Gambar: Fikri Faqih ditemani anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS


Anggota DPR RI Komisi X Drs. H. A. Fikri Faqih, MM melakukan kegiatan reses bersama kalangan GTT dan Komunitas Seni Budaya di Hotel Plaza (6/5). Reses ini diselenggarakan sebagai media silaturahim dengan kalangan guru honorer dan komunitas seni budaya untuk menyampaikan aspirasi. Selain para guru honorer, reses itu juga diikuti beberapa komunitas budaya seperti TBM (Taman Bacaan Masyarakat), Komunitas Teater, Komunitas Musik Jalanan, dan beberapa Sanggar Seni.

Fikri menyampaikan reses kali adalah upaya pengenalan kepada masyarakat bahwa saat ini baru saja ditugaskan di komisi sepuluh. “Setidaknya ada sembilan anggota dewan di dapil ini. Tiga diantaranya orang Tegal dan Brebes. Selain saya ada Pak Agung Widyantoro dan Pak Bahrudin Nasori. Mereka pasti pulang ke daerahnya, jadi bisa dimanfaatkan kedatangannya,” ungkapnya.

Kesempatan itu pun dimanfaatkan oleh FTGHN (Forum Tenaga Guru Honorer Negeri) Kota Tegal yang menyampaikan aspirasinya dengan dengan melayangkan ke Mendiknas Anies Baswedan melalui Fikri Faqih.

Waryadi, salah satu guru SMK di Kota Tegal menyampaikan keresahannya tentang Kurikulum 2013 yang meniadakan pelajaran PKN dan Seni Budaya di kelas 12. Keresahan lain juga ia sampaikan tentang nasib guru-guru yang mengampu pelajaran Bahasa Arab, Al Qur’an Hadits, Akidah Akhlak, dan Fiqih yang tidak dianggap sebagai muatan pelajaran yang bisa diajukan untuk mendapatkan tunjangan setifikasi. “Kalau bisa jangan dijadikan mulok, karena tidak diakui sertifikasi,” ungkapnya.
Sementara dari komunitas budaya pertanyaan diwakili oleh Ki Barep dari Sanggar Seni Sorban Ireng. Ia menyampaikan salah satu bentuk pelestarian budaya butuh peran dan perhatian pemerintah. “Salah satu bentuk nguri-uri budaya Tegal, ya misalnya dengan sering memberikan ruang pentas kalangan seniman untuk mengekspresikan kreativitasnya.” Ia juga turut menyampaikan keprihatinannya terhadap generasi muda yang tidak lagi dekat dengan budaya lokal seperti wayang, misalnya. Untuk kasus ini ia pernah punya pengalaman, memberikan kesempatan untuk belajar mendalang, tapi tidak ada yang mendaftar, padahal gratis. Padahal dia mengingingikan keahliannya mendalang dapat terwariskan kepada generasi muda.

Meski baru mendapat amanah di komisi X, Fikri Faqih terus berupaya untuk melanjutkan aspirasi ke instansi terkait. “Insya Allah aspirasi ini akan kami sampaikan, dan saya minta komunikasi tidak berakhir sampai di sini, tapi masih tetap bisa kita lanjutkan, ” ungkapnya. Sebagai bentuk keseriusan memperjuangkan aspirasi, Fikri juga bahkan membagikan nomor kontak pribadinya, termasuk kontak person staf pribadinya yang mengakomodir wilayah Brebes, Tegal, dan Kabupaten Tegal.

Kajian Parenting Anak Spesial Resmi Dilaunching

Gambar: Narasumber KIPAS sedang memberikan materi

Bidang Pertahanan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) PKS Kota Tegal secara resmi meluncurkan Kajian Parenting Anak Spesial (KIPAS). Acara launching diwujudkan dalam sebuah seminar “Anak Spesial Lahir dari Ibu Spesial” yang diselenggarakan di Hotel Plaza Tegal (24/4)

Ketua BPKK Ma’muroh mengatakan KIPAS merupakan salah satu program untuk memberikan solusi atas permasalahan sosial di masyarakat, khususnya terkait anak berkebutuhan khusus. Ia mengamati bahwa sebuah lembaga yang konsen menangani anak berkebutuhan khusus belum begitu banyak dijumpai. Sehingga ia melalui BPKK tergerak untuk membuat program kajian ini.

“Kita sangat terbuka bagi siapapun yang memiliki problema yang berkaitan dengan penanganan terhadap anak berkebutuhan khusus,” ungkapnya. Dalam seminar itu, panitia menghadirkan Sri Murni, Bunda Faisal anak berkebutuhan khusus sekaligus penulis buku Faisal Sayang Mama Sampai Tua.

Sri Murni merupakan ibu anak berkebutuhan khusus yang bernama Faisal. Anak tersebut memiliki kelebihan bermain piano, bahkan sering diundang untuk mengisi berbagai kegiatan acara. Tidak hanya mahir bermain piano, Faisal juga memiliki kemampuan menghafal Al Qur’an yang melebihi kemampuan anak-anak pada umumnya.

Ia mengisahkan, suatu ketika Faisal mengalami peristiwa yang membuat dirinya trauma. Tapi sebagai ibu ia tidak larut dalam kesedihan, karena dia paham benar bahwa anak adalah anugerah dari Allah. Dari pengalaman itu ia beranikan diri untuk bangkit dan berjuang mendidik Faisal. 

Sementara A'yun Haifani menilai anak yang break the rule sejak dini, jika tidak ditangani dengan baik maka akan berdampak di kemudian harinya. Ketika memasuki usia remaja maka akan mudah terlibat dalam aktivitas yang tidak baik, salah satunya kriminalitas. Kemudian jika hingga dewasa maka akan menjadi Psikopat. “Penanganan ABK harus diperhatikan oleh semua pihak, dan ditangani secara komprehensif,” ungkapnya.

Humas PKS Kota Tegal Gandeng Radar dalam Workshop Menulis Features

Gambar: Relawan Humas PKS Kota Tegal Berfoto Bersama Pimpinan Redaksi Radar Tegal

Dalam upaya menggemakan semangat literasi kader, Bidang Humas PKS Kota Tegal menyelenggarakan Workshop Menulis Features dan Foto Jurnalistik di Meeting Room Radar Tegal, Ahad (24/4) 

Acara tersebut diikuti 20 peserta perwakilan masing-masing DPC. Mereka disiapkan untuk menjadi relawan yang melakukan kerja kehumasan diranah kecamatan. 

Kabid Humas PKS Kota Tegal Ali Irfan mengungkapkan workshop ini diselenggarakan dalam rangkaian Milad PKS ke-18. "Tujuan kami hanya satu, agar kader PKS melek media, dan cerdas berliterasi lewat kata dan gambar," ungkapnya. 

Ia menambahkan workshop ini menggandeng Radar Tegal. Pemimpin Redaksi Fathurohman tampil sebagai pembicara dalam sesi menulis features. Sedangkan dalam sesi fotografi diisi oleh Ade Zulfan, dari RPF (Relawan PKS Foto). 

Ia mengapresiasi kegiatan workshop yang digagas PKS ini. "Saya akui, untuk masalah media, PKS paling unggul dengan yang lain. Tinggal bagaimana menjaga para kadernya untuk senantiasa meningkatkan kapasitas," ungkap Pemred Radar Tegal. 

Ketua DPD PKS Kota Tegal Ustad Amirudin, Lc mengapresiasi positif kegiatan workshop ini. "Menjalin mitra dengan media merupakan langkah penting untuk kemajuan bersama," katanya. 

Ia berharap semua peserta workshop bisa mempraktekkan kemampuan menulis dan fotografinya. "Tim humas PKS Kota Tegal, siap memback-up sampai benar-benar bisa," pungkasnya.

Milad Ke-18, PKS Kota Tegal Diberi Wejangan Bunda Sitha

Gambar: Rombongan PKS Kota Tegal bertemu dengan Jajaran Pimpinan Pemkot Tegal

Ada kesamaan momentum hari jadi Kota Tegal yang ke-436 dengan PKS Kota Tegal. Keduanya lahir di bulan April. Jika kota Tegal sudah empat abad lebih, PKS baru merayakan miladnya yang ke-18.

Hal itu diungkapkan Amirudin, Lc pada satu kesempatan audiensi antara struktur PKS Kota Tegal dengan Walikota Tegal Hj. Siti Masitha Soeparno di Kompleks Pemkot Tegal, Jumat (22/4).

Kedatangan struktur PKS Kota Tegal selain dalam rangka menunaikan janji untuk memperkenalkan struktur pengurus partai, tapi juga menyampaikan ucapan selamat hari jadi Kota Tegal. 

Pada kesempatan audiensi tersebut, Bunda Sitha memberikan dua catatan penting kepada PKS Kota Tegal. Yang pertama tentang ajakan kepada PKS untuk menganut politik tanpa gaduh. "Bisa kita pahami bersama, politik adalah media untuk menyalurkan aspirasi rakyat, jadi sebisa mungkin partai juga harus punya upaya bagaimana mengoptimalkan program-program yang telah dicanangkan pemerintah, bukan dengan memperkeruh atau bikin gaduh," ungkapnya. 

Bunda Sitha juga berpesan agar pimpinan PKS Kota Tegal untuk senantiasa membina para kadernya agar bekerja sesuai dengan amanah baik dalam struktur maupun di parlemen. 

Bunda Sitha menegaskan mengkritik pemerintahan itu bagus, tapi harus berdasar, karena setiap kebijakan yang kami ambil itu sudah atas dasar untuk sebesar-besar kepentingan rakyat, dan yang paling penting jangan sampai mendiskreditkan pemerintah. 

"Jika tak ada harmoni dalam kebersamaan, bagaimana kita mau sampai tujuan bersama," katanya. 

Ia mengaku lebih senang bisa berkomunikasi langsung dengan PKS seperti ini, jika dibandingkan komunikasi lewat media. "Berpolemik di media itu tidak akan pernah ada habisnya," ungkapnya.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template | PKS PIYUNGAN
Copyright © 2011. DPD PKS Kota Tegal - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger