06. DWIDJO PRASETYO

TEGAL-Tetap tawakkal kepada Allah. Jadi atau tidak jadi, sudah ada ketentuan, dan Allah yang menentukan, tugas kita cuma ikhtiar, biarkan Allah yang menentukan.

Hal tersebut disampaikan Dwijo caleg yang juga Ketua RW senior di Slerok, yang dipercaya PKS untuk maju dalam kontestasi pemilu legislatif tahun ini, Selasa (12/3/19).

“Saya tidak pernah berdoa untuk menang. Yang saya panjatkan dalam doa, diberikan hasil terbaik atas pencalegan ini. Ikhtiar tetap saya lakukan,” kata Dwijo Prasetyo yang saat ini masih menjadi Ketua RW VI Kelurahan Slerok, Tegal Timur.

Menurut Dwijo yang lahir pada 14 Agustus 1968, dalam pemilu legislatif yang akan digelar pada 17 April 2019 nanti, PKS mestinya harus bisa meraih lebih banyak suara.

Pelibatan dirinya sebagai caleg eksternal,lanjut Dwijo, mestinya bisa menjadi pendongkrak sekaligus daya ungkit kemenangan PKS. “Saya percaya PKS bisa menjadi partai yang bisa diterima masyaarakat,” ungkapnya.

Majunya dirinya sebagai caleg, yang ia jual adalah prestasi. “Saya selalu bilang kepada warga, jadi atau tidak, kalau perolehan suara saya di lingkungan RW sendiri sedikit, saya siap mundur jadi Ketua RW. Kalaupun suara saya banyak tetapi kalah, jika masih dipercaya masyarakat, saya masih siap menjadi Ketua RW,” bebernya.

Bagi Dwijo, lingkungan tempat ia berkuasa sebagai RW adalah harga diri. Sebagai ketua RW beberapa prestasi telah ia torehkan mulai dari RW teladan se-Kota Tegal, Juara 1 K3, juara 2 lomba pemberdayaan masyarakat tingkat Kota Tegal, sampai lomba membuat gapra tingkat nasional dalam rangka peringatan HUT RI Ke-72 kemarin.

“Namanya kerja yang penting ikhlas. Jika sudah ikhlas yang namanya rezeki, termasuk prestasi itu pasti akan menyusul,” begitu prinsipnya.

“Saya memang tidak pernah berpikir menang, menang kalah itu urusan Allah. Saya menganggap majunya saya sebagai caleg dari PKS adalah sebagai sarana untuk memperluas dakwah yang lebih luas lagi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dwijo mengatakan, Ia ingin memastikan jika dirinya terpilih nanti, kemenangan yang diraih adalah kemenangan yang bebas dari money politik. Baginya menang tanpa money politik adalah sebuah seni yang harus diwujudkan. Ia ingin membuktikan itu.