Aksi kader PKS Kota Tegal Cegah Covid-19

Aksi kader PKS Kota Tegal Cegah Covid-19

Aksi kader PKS Kota Tegal Cegah Covid-19 tidak seperti aksi pada umumnya yang melibatkan banyak massa. Mereka bergerak senyap langsung mengenai sasaran.

Langkah PKS membentuk Pokja Covid-19 yang melakukan berbagai kegiatan kemanusiaan. Mulai dengan pembagian masker, dan Alat Pelindung Diri (APD) kepada tenaga medis, bagi-bagi makanan dan suplemen kesehatan, sampai penyemprotan disinfektan ke tempat-tempat publik seperti rumah warga, dan masjid-masjid.

Program ini sekaligus menjawab berbagai masukan buat PKS baik melalui Whatsapp maupun melalui sosial media. “Banyak pertanyaan masuk ke kami, misalnya masker langka, kapan PKS bisa bagi-bagi masker gratis? Apakah ada program Penyemprotan disinfektan dari PKS?,” kata Ketua DPD PKS Kota Tegal, Amiruddin, Lc.

Amiruddin menyampaikan dari banyaknya permintaan tersebut akhirnya PKS membentuk Tim Pokja Covid-19. “Saat ini yang baru bisa dilakukan adalah penyemprotan disinfektan, program lain masih kita upayakan pemesanannya, karena memang beberapa kebutuhan seperti masker saat ini sangat langka,”

Bantu Cegah Corona, Gaji 4 Anggota DPRD Kota Tegal dari PKS Didonasikan

Bantu Cegah Corona, Gaji 4 Anggota DPRD Kota Tegal dari PKS Didonasikan

Mata dunia saat ini terfokus pada Corona. Tenaga medis yang berada di garda terdepan, pemerintah melalui himbauan dan kebijakan, masyarakat pun diajak bekerjasama untuk menghentikan penyebaran corona. Baik melalui edukasi, maupun penggalangan bantuan.

Di Kota Tegal, ada 4 anggota DPRD dari PKS yang merelakan satu bulan gajinya untuk membantu penanggulangan penyebaran corona. Keempat anggota DPRD Itu adalah H. Amiruddin, Lc, Rachmat Rahardjo, Zaenal Nurohman, dan Bayu Arie Sasongko.

“Kami di fraksi, sudah sepakat untuk mengalokasikan gaji di bulan ini untuk membantu penanggulangan pandemi covid-19,” ungkap Ketua F-PKS Kota Tegal H. Amiruddin, Lc.

Menurut Amiruddin, alokasi ini gaji ini akan disalurkan melalui Tim Pokja Covid -19 yang baru saja dibentuk DPD PKS Kota Tegal. Adapun program yang dilakukan adalah pembagian masker, hand sanitizer, dan juga penyemprotan disinfektan, serta berupa suplemen, makanan, dan APD untuk tenaga medis.

“Melalui ikhtiar kecil ini, kami yang berada di luar berusaha mensupport dengan membantu semaksimal yang bisa kita usahakan melalui potong gaji sebagai anggota dewan,” jelas Amiruddin.

Amiruddin juga turut memberikan support kepada para tenaga medis saat ini berada di garda terdepan dalam menangani wabah. Mereka diibaratkan sebagai pahlawan yang rela berjuang siang malam untuk menangani pasien yang suspect atau pun terinfeksi corona covid-19.

“Tugas dan tanggung jawab mereka di garda terdepan berisiko tinggi. Semoga Allah melindungi memuliakan mereka,” jelas Ketua F-PKS Kota Tegal ini.

Amir juga mengingatkan tentang pentingnya kedisiplinan masyarakat untuk mengikuti himbauan pemerintah sehingga penyebaran corona dapat ditekan atau dihentikan.

Terkait dengan Pokjar Covid-19 yang dibentuknya, Amiruddin, yang juga merupakan Ketua DPD PKS Kota Tegal ini menekankan dalam menjalankan aksi pencegahan corona ini, memastikan tidak akan ada kerumunan massa. Semua logistik bantuan baik berupa barang maupun program akan didistribusikan langsung melalui kader-kader PKS kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kita berharap pandemi ini akan segera berakhir,” ujarnya. [ali]

Fraksi PKS Desak Pemkot Tegal Cegah Covid-19 Agar Lebih Sistematis dan Edukatif

Fraksi PKS Desak Pemkot Tegal Cegah Covid-19 Agar Lebih Sistematis dan Edukatif

“Pemkot Tegal harus menyiapkan skema pencegahan virus corona secara sistematis dan edukatif. Jangan sampai masyarakat abai dan tidak peduli karena minimnya pemahaman mereka tentang corona yang memiliki daya sebar yang cepat.”

Demikian disampaikan Sekretaris Fraksi PKS Kota Tegal Zaenal Nurohman menyikapi langkah Pemkot Tegal dalam mengantisipasi penyebaran virus Korona.

“Social Distancing misalnya, Pemerintah Kota Tegal harus melibatkan semua jajaran instansi pemerintahan mulai dari RT/RW, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama untuk memahamkan dan menyadarkan masyarakat tentang perlunya membatasi kerumunan massa.

Fraksi PKS juga menyoroti beberapa langkah kebijakan Pemkot yang dinilai terburu-buru. Menurut Zaenal, kebijakan lockdown harus didasari analisa matang dan punya skema yang terintegrasi dengah memperhatikan semua aspek, baik ekonomi, maupun sosial.

“Kami menyayangkan kebijakan Pemkot Tegal yang terkesan terburu-buru menerapkan lockdown saat ini. Kebijakan ini berpotensi membuat warga semakin panik,” kata Zaenal. Oleh karenanya, tandas Zaenal, Fraksi PKS mendesak Pemkot bisa lebih dulu menginventarisir dampak diterapkannya kebijakan lockdown ini.

Tidak hanya itu, Fraksi PKS juga mendesak
Pemkot Tegal untuk memastikan ketersediaan APD (Alat Pelindung Diri) di seluruh Fasilitas Kesehatan terutama Rumah Sakit rujukan penanganan pasien Covid-19 di Kota Tegal.

“Jangan sampai mereka yang berada di garda terdepan justru menjadi korban lebih dulu,” katanya. Bukan hanya kelengkapan APD, Fraksi PKS juga meminta Pemkot agar mengalokasikan insentif tambahan untuk tenaga medis.()

Gelar Khitanan, Pengamanan Libatkan Satgas PKS

Gelar Khitanan, Pengamanan Libatkan Satgas PKS

Ada satu pemandangan tidak biasa dalam sebuah acara khitanan Rasya Ahmad Baihaqi, di Halaman Rumah Almarhum Sudiryo, dekat SDN 4 Margadana, Kota Tegal. Dalam khajatan tersebut, digelar sebuah acara yang mengundang grup hadroh Al Munsyidin dari Pekalongan.

Layaknya acara pada umumnya, ada petugas pengamanan yang biasanya diambil dari kalangan hansip atau warga sekitar. Tetapi kali ini petugas pengamanan acara hajatan tersebut ternyata berasal dari kepanduan PKS.

Menurut Akhmad Fajri, tuan rumah yang punya hajat, sempat ditawari jasa pengamanan oleh satgas ormas tertentu, tetapi tuan rumah memilih satgas kepanduan PKS. Padahal PKS tidak pernah menawarkan diri, lagipula belum ada dalam sejarah kepanduan PKS bertugas melakukan pengamanan kegiatan-kegiatan ke-PKS-an.

Kejadian ini pun menjadi perbincangan publik di masyarakat. Bahkan salah satu kader PKS Ali Mubarok mendengar langsung, “Selesai ngajar di Sumur Panggang, yang dibicarakan sama warga ini ada hajatan dijaga satgas PKS,” katanya.
Rata-rata komentar warga menyampaikan, “Ternyata PKS punya Satgas.” Sementara warga ada yang menimpali, “Iya ora mung ngurusi banjir.”
Wah, tambahan amanah baru bagi Kepanduan PKS nih. Pengamanan hajatan. Hehehe…

PKS Minta Pemkot Tegal Bersikap Tegas Terhadap Maraknya Togel

PKS Minta Pemkot Tegal Bersikap Tegas Terhadap Maraknya Togel

Fraksi PKS Kota Tegal menerima banyak aduan dari masyarakat mengenai masih maraknya judi togel di beberapa titik di Kota Tegal. Bayu Arie Sasongko, dalam kesempatan pandangan umum meminta keseriusan Walikota Tegal dan jajaran Pimpinan Daerah untuk dapat melakukan penertiban terhadap praktek perjudian tersebut.

“Ini jelas merusak moral dan mental masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan di satu sisi, pemerintah tengah berupaya mengeluarkan program-program pemberdayaan. Tapi di sisi lain, Togel masih marak. Ini jelas menggambarkan ketimpangan.”

Yang membuat Bayu geleng-geleng kepala, maraknya Togel kini marak di semua level dan kalangan, baik bapak-bapak, ibu-ibu maupuan anak-anak. “Jika kondisi ini dibiarkan, bisa rusak masa depan masyarakat Kota Tegal,” ungkapnya.

Selain permasalahan togel, pemkot juga perlu melakukan pengawasan usaha Tempat Kost yang disinyalir masyarakat terjadi praktek prostitusi terselubung, penjualan minuman keras menjadi sorotan. “Kami meminta Dinas terkait agar benar-benar serius mampu menegakkan amanat peraturan perundangan agar terwujud lingkungan masyarakat yang bersih dari berbagai penyakit masyarakat,” kata Bayu.

Sikap Fraksi PKS Terhadap Raperda Pencabutan 3 Perda

Sikap Fraksi PKS Terhadap Raperda Pencabutan 3 Perda

Mencermati paparan Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono dalam rapat paripurna Fraksi PKS menyatakan sikap politiknya berkaitan dengan Raperda Pencabutan Tiga Perda Kota Tegal. Ketiga perda yang dimaksud adalah Perda No. 7 tahun 2001 tentang Penerimaan Sumbangan Pihak Ketiga, Perda Nomor 4 Tahun 2010 tentang Penataan Lembaga Kemasyarakatan, dan Perda Nomor 12 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Izin Gangguan .

Terkait dengan perda tentang penyelenggaran izin gangguan, misalnya. Wakil Ketua Fraksi PKS Bayu Arie Sasongko meminta kejelasan tentang regulasi terhadap perlindungan terhadap lingkungan akibat suatu kegiatan usaha juga perlindungan masyarakat terhadap limbah perusahaan yang mencemari lingkungan sekitar perumahan. “Ini harus menjadi perhatian. Apakah regulasi ini masih berlaku atau tidak, karena kenyataannya di lapangan, masih banyak laporan ada beberapa perusahaan yang tidak mengindahkan regulasi ini,” ujarnya.

Tentang perda penerimaan sumbangan ketiga, Menurut Bayu ini ini erat kaitannya dengan kebijakan pengelolaan retribusi daerah. “Prinsip demokrasi, pemerataan dan keadilan, peran serta masyarakat dan akuntabilitas dengan memperhatikan potensi daerah, harus dipegang benar,” ungkapnya.

Sementara terhadap Perubahan Perda No. 4 tahun 2016 Tentang Susunan Perangkat Daerah Kota Tegal, PKS menegaskan penyusunan organisasi Perangkat Daerah memiliki nilai strategis dalam upaya mencapai Visi dan Misi Walikota Tegal. “Ini peluang yang sangat bermakna untuk menata ulang organisasi Pemerintah agar mampu menjadi suatu struktur kerja yang handal,” kata Bayu.

Kemah Kebangsaan PKS Perdana Bayu Arie Sasongko

Kemah Kebangsaan PKS Perdana Bayu Arie Sasongko

Kemah Kebangsaan yang berlangsung 2 hari di Praban Lintang belum lama ini menjadi pengalaman pertama bagi Bayu Arie Sasongko, Anggota DPRD PKS Kota Tegal Dapil Tegal Selatan. “Alhamdulilah finish. Bisa ikut acara dari awal sampai akhir,” katanya.

Beberapa hari sebelumnya, begitu dikabarkan oleh Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc tentang genda mukhoyam, Bayu langsung menyatakan kesiapannya untuk ikut. “Seluruh kader PKS tiap jenjang wajib kemah,” kata Amiruddin. Ia pun semakin mantap karena mendapat dukungan rekan kerjanya di Fraksi PKS Rachmat Rahardjo untuk ikut kemah kebangsaan.

Bayu mengaku meski selama berkemah diguyur hujan deras sore dan malamnya, ditambah lagi paginya long march, ia mengungkapkan kebahagiaannya bisa bergabung bersama kader-kader PKS se Karesidenan Pekalongan. “Top PKS, pokoknya,” kata Bayu di grup fraksi.

Amiruddin, Lc memberikan semangat, “Itu baru kemah 2 hari Mas Bayu. Di awal kita biasanya kemah sampai tiga hari lho,” tulis Amir. Sementara Rachmat Rahardjo menimpali, “Kuwe asli kemah kebangsaan arane,” katanya.

Fikri Faqih Siap Support Pelaku Ekonomi Kreatif Tegal

Fikri Faqih Siap Support Pelaku Ekonomi Kreatif Tegal

UU No 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif telah disahkan. Ia berharap dengan disahkannya Undang-undang ini, para pelaku ekonomi kreatif semakin berkembang pesat dan memiliki daya saing global. “Melalui UU ini pemerintah tidak membatasi, akan tetapi memfasilitasi,” ujarnya.

Menurut Politikus PKS ini persoalan yang terjadi di bawah adalah banyak para pelaku ekonomi kreatif yang lingkup usahanya masih lokal, padahal produknya sudah diminati sampai luar negeri. Belum lagi ketika ada orderan banyak, tapi karena keterbatasan modal sehingga mempengaruhi proses produksi. Tidak hanya itu, para pelaku Ekonomi kreatif ini kebanyakan juga belum belum memiliki hak paten atau hak kekayaan intelektual dari produk yang diciptakanya. “Sudah banyak contoh, produk kita diklaim karena tidak mengurus hak paten,”

Menurut Fikri, negara harus hadir menyelesaikan persoalan ini. Salah satunya dengan disahkannya UU no 24 tahun 2019 ini. “Para pelaku ekraf, punya hak untuk mendapatkan skema pendampingan seperti membantu mengurus hak paten, sampai pada pemasaran,” ujarnya.

Rosyid, salah satu pelaku ekonomi kreatif di kabupaten Tegal yang ditemui Fikri adalah satu contoh pelaku usaha yang produknya sudah sampai Jerman. Tetapi produknya belum memiliki hak cipta.

Ia berharap ke depan agar produknya punya hak paten, sehingga dapat memiliki daya saing tidak hanya lokal dan nasional, tetapi juga di tingkat global.

Giat Senam Nusantara,  Selain Bugar, Jadi Lebih Cinta Indonesia

Giat Senam Nusantara, Selain Bugar, Jadi Lebih Cinta Indonesia

Suasana penuh semangat dan kegembiraan terpancar dari wajah para peserta Kemah Kebangsaaan PKS se Karesidenan Pekalongan saat mengikuti kegiatan senam nusantara, di Praba Lintang, Danasari, Bojong, Kabupaten Tegal (31/12).

Senam bersama ini merupakan kegiatan pertama setelah seremonial pembukaan kemah Kebangsaaan. Kegiatan senam nusantara menghadirkan instruktur senam nasional Mohammad Isnaeni Soffan, dan diikuti oleh 130 kader PKS se Karesidenan yang meliputi Kota dan Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, Kota dan Kabupaten Pekalongan.

Menurut Soffan, senam nusantara ini tidak hanya menggambarkan semangat dan keceriaan, selain menambah kebugaran, senam ini juga representasi kebangsaan karena dalam setiap gerakannya diiringi dengan berbagai lagu daerah. “Pesan persatuan terlihat dalam setiap gerakannya. Ini menggambarkan Indonesia yang memang penuh dengan keberagama,” ungkap Soffan.

Menurutnya, jika senam ini dilakukan minimal satu pekan sekali, bisa menambah kebugaran. “Tidak hanya bugar, senam ini juga punya efek samping jadi lebih cinta Indonesia,” katanya. (Irfan/Foto by Araf Hakim)

Danramil Kobarkan Semangat Bela Negara kepada 130 Kader PKS

Danramil Kobarkan Semangat Bela Negara kepada 130 Kader PKS

Salah satu peran selain menjalankan tugas pokok TNI adalah memberikan wawasan kebangsaan. Inilah yang dilakukan Danramil Bojong, Kapten Arh. Asep Koswara (52) saat mengisi kegiatan Kemah Kebangsaaan yang diikuti 130 kader PKS se Karesidenan Pekalongan di Wana Wisata Praban Lintang (31/12).

Dengan pembawaan yang ramah, Asep Koswara turut menularkan semangat menjaga keutuhan NKRI, dan menanamkan pentingnya rela berkorban

“Kegiatan wawasan kebangsaan sangat perlu diberikan kepada seluruh elemen bangsa, termasuk kader partai politik, karena mereka adalah agen perubahan,” ujarnya.

Dengan wawasan yang luas mengenai kebangsaan ini, diharapkan masyarakat semangat menjaga persatuan dan keutuhan NKRI menjadi solid, dan tidak mudah dipecah belah.

Kepada peserta Kemah Kebangsaaan, Asap Koswara meminta seluruh kader PKS agar ambil bagian dalam menjaga keutuhan NKRI.(Irfan / foto Araf Hakim)