Sudirman Said ; Saya Percaya PKS Profesional Membantu Korban Banjir

Sudirman Said ; Saya Percaya PKS Profesional Membantu Korban Banjir

Calon Gubernur Sudirman Said menyempatkan diri meninjau langsung kawasan banjir Tegal. Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 ini mendatangi posko Relawan PKS di Krandon.

Bersama para relawan PKS, Sudirman beserta rombongan melihat langsung kawasan banjir di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana.

“Saya melihat warga sudah mulai kembali beraktivitas. Ada yang beres-beres. Ada harapan untuk kembali memulai aktivitas seperti biasa,” ungkapnya.

Menurutnya banjir tidak bisa diselesaikan secara cepat. Katanya perlu kajian yang mendalam, dan yang tidak kalah penting adalah menyiapkan mental masyarakat agar tetap tangguh, dan tidak mudah mengeluh saat menghadapi bencana.

Sudirman juga mengapresiasi kinerja relawan PKS di posko bencana yang ikut turun membantu sejak hari pertama. “Saya percaya PKS profesional. Sudah sejak lama PKS tanggap bencana,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPC PKS Margadana Zaenal Nurrohman menyampaikan keberadaan posko PKS Peduli Banjir masih tetap berjalan membantu menyalurkan bantuan dari masyarakat. “Pelayanan posko bahkan sudah kami perpanjang mengingat keberadaannya masih sangat dibutuhkan,” ujar Zaenal.

Ia berharap banjir segera surut, dan warga kembali bisa beraktivitas normal seperti biasa.

Posko Banjir PKS Diperpanjang Sampai Masa Recovery

Posko Banjir PKS Diperpanjang Sampai Masa Recovery

Jika sore ini anda melewati jalur pantura Tegal, tepatnya di sebelah selatan pos polisi Polsek Krandon, anda akan mendapati beberapa relawan PKS yang tengah sibuk menerima dan menyalurkan bantuan untuk korban banjir.

Sejak Sabtu (10/2) kemarin posko ini didirikan oleh relawan PKS Kota Tegal untuk membantu warga yang dilanda musibah banjir. Bahkan, banjir kali ini disebut sebagai banjir paling parah, karena hampir merendam seluruh kawasan di Kecamatan Margadana seperti Kelurahan Kaligangsa, Krandon, Sumur Panggang, Cabawan, dan daerah sekitar.

Posko yang didirikan PKS ini mendapat respon positif dari masyarakat. Ini terlihat dari semakin derasnya jumlah bantuan yang diberikan melalui posko untuk disalurkan.

“Kami siap menerima sekaligus menyalurkan bantuan untuk korban banjir. Namun jika memang ingin menyerahkan langsung ke masyarakat PKS siap berikan akses, karena sendiri telah menyediakan 3 perahu untuk mobilitas distribusi logistik ke daerah yang terendam setinggi leher orang dewasa,” ungkap Koordinator Posko Banjir PKS.

Ketua DPD PKS Amiruddin mengatakan, berdasarkan pantauan tim relawan PKS sampai hari keempat ini, masyarakat masih memerlukan bantuan. “Keberadaan posko yang semula hanya berlangsung 3 hari, akhirnya kami perpanjang,” ungkapnya.

Posko ini, kata Amir, adalah bentuk kepedulian sekaligus menggerakkan semangat berbagi. “PKS terus berupaya untuk membantu semampunya, sekuatnya bahkan kami upayakan sampai recovery,” pungkasnya.

Nurkhasanah Pilih yang Masih Muda

Nurkhasanah Pilih yang Masih Muda

Meski langkah kakinya terbatas, sama sekali tidak membatasi semangat Nurkhasanah (60) Warga Kalinyamat Kulon, Margadana untuk terus mengikuti kegiatan PWK (Pos Wanita Keadilan) yang diselenggarakan PKS Kota Tegal. Mulai dari acara pengajian, maupun acara besar yang digelar PKS.

Paska kecelakaan yang menimpanya, untuk berjalan ia harus dibantu dengan kruk. “Dulu saya kader penggerak Posyandu,” katanya. Jiwanya sebagai penggerak justru merasakan ketidaknyamanan jika hanya berdiam diri, hingga akhirnya bertemu dengan kegiatan pengajian yang diselenggarakan PKS melalui Pos Wanita Keadilan. “Saya rutin ikut kegiatan PWK. Sering juga ikut pengajian yang diisi Pak Amir,” ungkapnya.

Dedy, saat dikisahkan semangat dan perjuangan Nur oleh kader PKS, membuat Calon Walikota ini ingin menemuinya. Dedy pun mendekati Nur di tengah-tengah lapangan setelah selesai apel siaga. Ibu satu anak ini bahkan merasa tak percaya saat ditemui Dedy dan Jumadi di tengah-tengah lapangan. “Orang seperti saya ini kan sebenarnya sudah tidak dianggap, tapi perhatian Dedy membuat saya merasa dihargai,” ujarnya berkaca-kaca.

Ia bahkan merasa terharu saat ada tim kepanduan yang mengantarnya ke tengah lapangan untuk ikut apel siaga. “Mungkin hanya saya satu-satunya peserta apel yang dibonceng ke tengah lapangan, sudah begitu diberi kursi lagi,” ujarnya.

Saat ditanya model pemimpin apa yang ia harapkan, Nur menjawabnya dengan mantap. “Saya sih ikut pilihan ustad Amir saja, pilih yang masih muda,” katanya.