Skip to content

Aleg PKS Insiasi Kegiatan Peningkatan Kapasitas Relawan Kebencanaan

Upaya memperkuat ketahanan masyarakat menghadapi ancaman bencana alam terus digencarkan di Kota Tegal. Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Mochamad Ali Mashuri SAP, mengambil inisiatif strategis dengan menggelar kegiatan Sosialisasi Kebencanaan bagi Relawan Kebencanaan.

Sebagai inisiator kegiatan, Ali Mashuri memaparkan bahwa langkah ini dirancang khusus untuk membekali para relawan dengan pemahaman komprehensif serta keterampilan taktis dalam penanganan darurat. Menurutnya, kesadaran dan keahlian mitigasi harus dibangun sejak dini untuk meminimalisasi risiko korban jiwa maupun materiil di tengah masyarakat.

“Harapannya dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana dan memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan unsur terkait,” ujar Ali Mashuri.

Kegiatan sosialisasi ini diselenggarakan secara intensif selama dua gelombang pada tanggal 24–25 Oktober 2026. Setiap gelombang diikuti oleh 35 relawan terpilih yang menunjukkan antusiasme tinggi untuk menempa kapasitas diri sebagai garda terdepan kemanusiaan di Kota Tegal.

Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tegal, Mochamad Mabrur, S.STP, M.Si, yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha BPBD Kota Tegal, Wiwin Supriyatiningsih, SAP. Kehadiran unsur pemerintah daerah ini sekaligus menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam manajemen darurat bencana.

Dalam pembekalan ini, para peserta mendapatkan materi berbobot yang disampaikan oleh para narasumber kompeten. Cakupan materi meliputi; Peran strategis relawan dalam penanggulangan bencana, Dasar-dasar manajemen bencana, Penerapan Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana (SKPDB), dan Pengenalan aplikasi digital pendukung informasi kebencanaan, yakni Inarisk dan Si-Begal, guna mempercepat akurasi data dan respons situasi darurat.

Tidak hanya berhenti pada teori, para peserta juga mengikuti sesi simulasi penyelamatan diri dan evakuasi secara langsung. Sesi praktik lapangan ini dirancang agar para relawan mampu menguji ketepatan langkah dan prosedur evakuasi saat menghadapi skenario bencana yang sesungguhnya.

Melalui rangkaian kegiatan terpadu ini, Ali Mashuri optimis Kota Tegal akan memiliki ekosistem penanggulangan bencana yang lebih kuat, dengan lahirnya sosok-sosok relawan yang tangguh, sigap, dan responsif di lapangan.[]