
Elang Merayu Sukma dikenal publik sebagai pengusaha kuliner multibrand. Prinsip yang ia jalani adalah jangan menaruh telur dalam satu keranjang. Maka tak mengherankan, atas prinsip tersebut Elang tidak mengelola satu brand, melainkan lebih dari 20 usaha kuliner.
“Kolaborasi menjadi kunci percepatan membangun usahanya,” kata Elang. Beberapa brand resto yang ia kelola bahkan sampai viral. Sebut saja Ayam Geprek Mas Elang, Mak Sambel, Kangkung Bakar, Ketan Legendaris, Yoisho Susi, Oseng Mercon, dll.
Selain menekuni usahanya, Elang juga aktif berbagi pengalaman bisnis kepada para pelaku UMKM di Kota dan Kabupaten Tegal. Visinya adalah menumbuhkan jiwa wirausaha selagi muda. “Kalau hanya mengandalkan bekerja saja susah berkembang, mengingat lapangan kerja terbatas. Tapi dengan wirausaha pasarnya bisa sangat luas,di luar Kota Tegal,” katanya.
Ikhtiar untuk mewujudkan harapan itu dengan aktif di komunitas Wirausaha Muda Bregas yang meliputi Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.
Kesempatan itu akan semakin berpeluang diwujudkan jika dirinya terpilih nanti sebagai legislator DPRD Kota Tegal. Elang Merayu Sukma dipinang PKS untuk maju sebagai Bakal Caleg Dapil Barat. “Tegal ada harapan bisa menjadi pusat ekonomi baru. Salah satu program yang bisa digagas adalah membangun inkubasi bisnis UMKM. Dari yang kecil kita naikkan skala usahanya,” kata Elang.
Gagasan yang ia tawarkan adalah menyebarkan semangat wirausaha ini sampai di level kecamatan dan kelurahan yang diakomodir pemerintah. “Libatkan para pelaku UMKM untuk mengisi stand-stand yang disediakan, dengan demikian akan mampu menggerakkan roda perekonomian di daerah,” jelasnya.
Salah satu alasan kesediaan maju sebagai caleg adalah karena PKS dipandang sebagai partai yang paling peduli UMKM. Program yang bersentuhan dengan UMKM yang digagas PKS menurutnya bukan program karbitan, bukan muncul ketika mendekati pemilu, melainkan program berkelanjutan yang sudah konsisten diadakan. Sebut saja Program Business Opprtunity Expo yang diselenggarakan oleh Bidang Pemberdayaan Jarinagn Ekonomi, yang sudah berjalan. “Jadi lebih ke satu visi. Saya bersedia jadi caleg karena kesamaan visi,” tegasnya.
Sebelum terjun sebagai pengusaha kuliner, anak muda kelahiran 5 April 1989 ini sempat bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang minyak dan pertambangan PT Petrosea, Tbk Belakangan baru menyadari kalau ternyata dulu Komisaris Utamanya saat itu adalah Anies Baswedan sedangkan Direktur Utamanya adalah Sudirman Said.
Setelah lepas dari perusahaan tambang dia sempat bekerja di perusahaan yang bergerak di bidang Aplikasi Grab sebagai Head and Quality Control and Training. Di sinilah dia pernah jadi bintang iklan di awal kemunculan saat aplikasi ini diluncurkan. Wajahnya terpampang di papan-papan reklame di ruang publik termasuk di commuter line di ibu kota.
Elang mengisahkan sebagai brand aplikasi baru, saat itu belum punya brand ambassador, jadi mengoptimalkan karyawan yang ada. “Saya terpilih jadi bintang iklan karena wajahnya yang Indonesia dan mirip tukang ojek, hahaha…,” kenangnya sambal tertawa.[]




