Ketua Fraksi PKS Abdul Ghoni;  “Aleg itu Pelayan Rakyat.”

Ketua Fraksi PKS Abdul Ghoni; “Aleg itu Pelayan Rakyat.”

Paska dilantik menjadi Anggota DPRD Kota Tegal 28 Agustus 2024 lalu, selang sepekan, H. Abdul Ghoni, S.E. mendapat amanah tambahan sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Periode 2024-2029. Ketetapan ini sesuai dengan Surat Keputusan DPP PKS No 711/SKEP/DPP-PKS/VIII/2024 yang ditandatangani langsung oleh Presiden PKS.

Abdul Ghoni menggantikan posisi H. Amiruddin, Lc yang saat ini menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Tegal yang merupakan Ketua Fraksi PKS DPRD periode 2019-2024.

Nama Abdul Ghoni bukan sosok baru di PKS. Karier politik di PKS dimulai sejak 1999 sebagai ketua DPC PKS Kramat sampai tahun 2005.

Tahun 2006 Ghoni pindah ke Kota Tegal, dan ikut memperkuat PKS di Kota Tegal. Ia memulai kembali kiprah politiknya dari struktur PKS paling bawah sebagai Pengurus Ranting PKS Debong Kidul periode 2007-2013. Amanah itu berlanjut sampai akhirnya mendapat kepercayaan sebagai Ketua DPC PKS Tegal Selatan sejak 2014-2019.

Awal mula bersinggungan dengan legislatif, Abdul Ghoni sempat jadi Caleg 2 kali, menjadi Tenaga Ahli Fraksi PKS 2019-2020, sebelum mendapat amanah untuk fokus sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PKS Kota Tegal 2020-2025. Di sini ia juga mendapatkan instruksi untuk mempertahankan kursi Tegal Selatan sehingga kembali menjadi caleg.

Kesungguhannya menjalankan amanah sebagai Tim Pemenangan Pemilu PKS, membuahkan hasil 5 kursi DPRD Kota Tegal untuk PKS, termasuk dirinya.

Selain aktif di PKS, Abdul Ghoni juga termasuk aktif di beberapa organisasi diantaranya sebagai Ketua Perhimpunan petani nelayan sejahtera Indonesia (PPNSI) Kota Tegal, Pengurus Dewan Masjid Tegal Selatan.

Keaktifannya di organisasi memang sudah terlihat sejak SMP, saat ia tergabung dalam IPM (Ikatan Pelajar Muhamadiyah) dan Remaja Masjid. Sampai saat ini pun masih aktif di organisasi sebagai Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Tegal Selatan.

Pria kelahiran Tegal, 17 Januari 1975 ini dulunya pernah jadi karyawan pabrik yang memproduksi benang ban 1996-1999, pada tahun 1999-2016 lanjut meniti karir sebagai teknisi di perusahaan yang bergerak di bidang industri pembelahan kayu. Berbekal pengalaman itulah setelah resign dari bekerja, ia memulai masuk dunia UMKM di bidang mebeuler sampai sekarang.

Selain aktif di organisasi, Ghoni juga terlibat aktif di bidang pemberdayaan masyarakat. Tercatat ia pernah menjadi Fasilitator Lapangan pada program sanitasi masyarakat yang merupakan Sub Program Pembangunan Tempat Pengelolahan Sampah Masyarakat Terpadu pada Diskimtaru sekarang Disperkim pada tahun 2012-2016.

Pengalaman politk, usaha, organisasi, dan pemberdayaan mengantarkannya sebagai Anggota Dewan.

Dengan perannya sebagai legislator, ia berkomitmen akan tetap terus melayani masyarakat. “Yang sudah baik, ditingkatkan. Yang belum baik diperbaiki,” ungkapnya.

Ia menegaskan pesan ini ditujukan bukan hanya kepada Aleg PKS, tetapi juga kepada semua Anggota Dewan. “Mari jadi pelayan rakyat yang melayani dengan hati,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa anggota dewan tidak bisa dilepaskan dari perannya sebagai pelayan rakyat. “Aleg itu pelayan masyarakat. Tidak bisa dilepaskan dari fungsi pelayanan. Dalam hal legislatif, memberi hak masyarakat yang bisa jadi belum tertunaikan,” pungkasnya.[]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026