Bayu Arie Sasongko: “Penanganan Banjir Rob Jangan Memberikan Solusi Sesaat”

Bayu Arie Sasongko: “Penanganan Banjir Rob Jangan Memberikan Solusi Sesaat”

Banjir rob yang kerap melanda kawasan Pantai Utara Tegal sudah sejak dulu menjadi perhatian pemerintah Kota Tegal. Bahkan pemerintah telah melakukan berbagai langkah penanganan untuk mengatasinya, namun belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Banjir rob yang terjadi beberapa waktu kemarin bisa dibilang yang terparah. Oleh sebab itu diperlukan langkah yang lebih serius lagi untuk menangani rob dan banjir di kawasan pesisir Pantura ini.

Hal tersebut yang menjadi pembahasan dalam rapat Kerja Komisi III DPRD Kota Tegal dengan Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim), serta Bappeda Kota Tegal pada Hari Senin, 6 Juni 2022.

Anggota Komisi 3 dari Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Bayu Arie Sasongko, ST, MM meminta dinas terkait memberikan penjelasan secara komprehensif tentang Blue Print Penanganan Banjir dan Rob sebagai turunan dari DED yang tengah dibuat oleh Pemprov Jateng untuk penanganan banjir dan rob di pesisir Utara Jawa Tengah.

Ini penting agar permasalahan banjir dan rob bisa direncanakan secara matang dan permasalahannya bisa diselesaikan dengan tuntas dari hulu sampai hilir. “Jadi tidak terkesan parsial dan hanya memberikan solusi sesaat,” jelasnya.

Politisi PKS ini menegaskan, “Penanganan banjir dan rob tidak dapat diselesaikan hanya dalam waktu 1-2 tahun, mengingat membutuhkan anggaran yang cukup besar.”

“Yang saat ini perlu dilakukan adalah menentukan program kerja berkelanjutkan berdasarkan skala prioritas yang tidak terbatasi pada masa tugas Walikota maupun DPRD,” ungkapnya.

Dengan adanya Perencanaan yg baik, lanjut Bayu, DPRD dapat melakukan penganggaran multi years berkelanjutan. Selain dari APBD Kota, dapat juga untuk meminta bantuan dari Pemerintah Propinsi maupun Pusat.

“Kita juga perlu menjalin komunikasi dan kerjasama dengan Pemkab Tegal dan Brebes yang berbatasan langsung, karena masalah ini saling beririsan dengan wilayah lain dan harus ada kesadaran bersama untuk menanganinya.

Selain itu diperlukan perda dan perwal yang mengatur tentang larangan mendirikan bangunan di atas saluran air. Mengingat masih banyak masyarakat yang abai terhadap dampak lingkungan yang muncul akibat didirikannya bangunan permanen diatas saluran air. Fenomena tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan air dan juga banjir.()

F-PKS: Inkonsistensi Kebijakan Zonasi Sangat Mungkin Terjadi

F-PKS: Inkonsistensi Kebijakan Zonasi Sangat Mungkin Terjadi

Fraksi PKS DPRD Kota Tegal soroti kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2022/2023 yang kini sudah dimulai. F-PKS meminta pelaksanaan PPDB dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan sesuai ketentuan. Kebijakan zonasi sangat mungkin terjadi inkonsistensi.

“Sejatinya kebijakan zonasi melandasi salah satu tujuannya adalah mendekatkan siswa ke sekolah terdekat. Maka alat yang valid dalam pengukur jarak adalah google map, namun karena belum mampu hadirkan aplikasi yang terkoneksi dengan google maps maka pendekatannya berbasis kelurahan,” kata Anggota DPRD Fraksi PKS Rachmat Rahardjo saat penyampaian Pemandangan Umum 4 Raperda belum lama ini.

Rachmat menambahkan kemungkinan adanya inkonsistensi terkait aturan zonasi. “Di wilayah perbatasan antar kelurahan akan terjadi, jarak calon siswa di kelurahan Pesurungan Kidul lebih dekat dengan SMP N 5 jika dibandingkan ke SMP N 13. Dalam kondisi seperti ini, terjadi inkonsistensi atas tujuan utama zonasi untuk mendekatkan jarak siswa dengan sekolah,” katanya.

Terlepas dari pro kontra yang ada, kata Rachmat, kebijakan sistem PPDB menggunakan zonasi dinilai banyak kelebihan seperti, dapat menghemat waktu, menghemat biaya transportasi karena sekolah dekat dengan tempat tinggal, serta mengurangi kemacetan. Adanya sistem zonasi ini diharapkan semua warga bisa mendapatkan pendidikan yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal serta menghilangkan anggapan masyarakat mengenai sekolah berlabel unggulan hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu.

“Idealnya momentum PPDB menjadi titik balik lembaga pendidikan untuk terus meningkatkan mutunya, dengan terus meningkatkan pelayanan, perbaikan sarana, dan juga kualitas guru-guruna,” pungkasnya.[]

Perkuat Ketahanan Keluarga, PKS Kota Tegal Gelar Seminar Wonderful Parent

Perkuat Ketahanan Keluarga, PKS Kota Tegal Gelar Seminar Wonderful Parent

Menyemarakkan momen Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2022, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Tegal mengadakan Seminar Keluarga bertema “Wonderfull Parent” pada Kamis (2/6).

Acara ini menghadirkan Cahyadi Takariawan, S.Si, Apt., penulis buku Wonderfull Series dan konselor keluarga nasional, sebagai pembicara.

Sebanyak 75 peserta yang merupakan kader PKS Kota Tegal hadir dalam kegiatan ini.

Ketua BPKK DPD PKS Kota Tegal Fajriati Nur Hidayah mengatakan seminar ini bertujuan untuk mengajak keluarga khususnya di wilayah Kota Tegal untuk memperkuat dan membangun keluarga tangguh dan berkualitas. Dengan demikian ketahanan keluarga di Kota Tegal semakin kokoh,” ujarnya.

Cahyadi Takariawan memaparkan setidaknya ada 6 tahapan dalam keluarga yang akan dilalui setiap fase berumah tangga. “Peran Ayah memiliki pengaruh cukup besar dalam menentukan keberhasilan dan kebahagiaan sebuah keluarga,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Menikah adalah ibadah yang waktunya _long lasting_, maka sudah seharusnya sebagai pasangan dan orangtua memiliki bekal ilmu agar bisa menjadi panutan yang baik bagi keluarga dan masyarakat.

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc mengapresiasi kegiatan seminar keluarga ini. Ia berharap melalui semua keluarga kader PKS Kota Tegal memiliki pemahaman yang baik dan utuh, agar dakwah semakin kokoh.

“Jika keluarga sudah tertata, sudah kokoh, tangguh, maka apapun tantangannya akan mudah dilalui dengan baik. Kuncinya ada pada perbaikan diri, keluarga, baru kemudian menata masyarakat. Dengan demikian, target 8 kursi akan mudah tercapai,” ujarnya.

F- PKS; Jangan Sampai Salah Menata dan Memberdayakan PKL

F- PKS; Jangan Sampai Salah Menata dan Memberdayakan PKL

Permasalahan Pedagang Kaki Lima mesti dilihat secara komprehensif. Menjamurnya PKL itu terjadi karena terbatasnya lapangan pekerjaan, sehingga menuntut warga melakukan beragam upaya bertahan hidup. Di tengah keterbatasan modal dan sumber daya, berjualan di tepi jalan, di atas trotoar menjadi pilihan.

“Maraknya PKL itu karena adanya masalah sosial, terbatasnya lapangan pekerjaan bagi rakyat kecil, dan keterbatasan modal untuk membangun usaha di lokasi perdagangan atau tempat usaha yang disediakan Pemerintah disebabkan ketidakmampuan dengan beban biaya sewa tempat yang tidak terjangkau,” kata Rachmat Rahardjo saat penyampaian Pemandangan Umum F-PKS menyikapi Raperda Penataan dan Pemberdayaan PKL, Kamis (2/6).

Oleh karena itu, konsep penataan dan pemberdayaan PKL agar benar-benar teliti memperhatikan siapa saja yang berhak ditata dan siapa yang berhak diberdayakan. Pemerintah harus mengetahui betul profil para PKL. Apakah yang bersangkutan adalah pemilik langsung usaha kaki lima tersebut ataukah hanya seorang pekerja dari seorang pemodal?

Rachmat menambahkan terkait kondisi PKL eks Taman Pancasila, maka hal mendasar yang harus diperhatikan pemerintah Kota adalah eksistensi hidup warganya. “Penertiban PKL pada masa transisi seperti ini hanya akan memunculkan perlawanan keras saat berhadapan dengan eksistensi hidup warga masyarakat. Maka sikap arif dan bijaksana Pemerintah Kota Tegal benar-benar sangat diperlukan agar tidak terjadi persoalan sosial yang makin besar,” jelasnya.

Fraksi PKS mengharapkan Raperda PKL ini benar-benar dapat mengatur secara lengkap mencakup semua aspek antara lain; lokasi dan kawaan tempat berusaha PKL, hak kewajiban baik bagi PKL maupun penyelenggara pemerintahan, pendataan, pendaftaran, dan perijinan, pemberdayaan, monitoring dan evaluasi, serta regulasi turunan dari raperda ini yang mengatur lebih detail tentang PKL.[]

Rekrut Tim Kepanduan, PKS Kota Tegal Gelar Latihan Bersama

Rekrut Tim Kepanduan, PKS Kota Tegal Gelar Latihan Bersama

PKS Kota Tegal menggelar latihan bersama Kepanduan, Ahad (29/5). Acara ini bertujuan untuk menambah wawasan dan nilai-nilai kepanduan yang menjadi ujung tombak keamanan PKS saat bergerak memberikan pelayanan di masyarakat.

Kabid Kepanduan DPD PKS Kota Tegal Bahtiar Rifa’i mengatakan kegiatan ini bertujuan agar peserta siap mengemban amanah yang banyak melibatkan kerja-kerja fisik, seperti membantu korban bencana, Dan pengamanan kegiatan partai.

Tidak hanya wawasan kepanduan yang didapatkan, seluruh peserta juga dilatih fisiknya, ditempa mentalnya, dan dites kebugaran fisiknya.

Bahtiar Rifa’i berharap melaui agenda latihan bersama ini semua peserta benar-benar tahu apa itu kepanduan, fungsinya apa, kerjanya apa. “Dari sini semoga akan lahir the new kepanduan,” katanya.

Ia menambahkan agar setiap anggota kepanduan bisa upgrade terus kemampuan Dan keahlian diri serta siap untuk fast respon jika suatu waktu dibutuhkan dan siap jadi tameng saat ada ancaman dari luar. “Menjadi yang terdepan dalam memberikan pelayanan sudah menjadi DNA seorang kepanduan,” ungkap Bahtiar.

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc mengatakan Diantara yang sangat dibutuhkan adalah peran kepanduan. Ketika ada bencana, musibah, saat pemilu sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman.

Latihan Bersama kepanduan ini, merupakan ikhtiar sekaligus persiapan menghadapi pemilu 2024. “Persiapan fisik, ruhiyah, dan juga rupiah harus terus dikuatkan,” ungkapnya.

Amiruddin berharap seluruh kader PKS, terlebih khusus regu kepanduan, harus mampu menyeimbangkan fisik dan ruhiyahnya. Dengan dua modal itu maka ke depan PKS semakin kuat, solid, Dan kompak. ()

Sururul Fuad: “Semua Kursi DPRD Kota Tegal, Diduduki Kader PKS.”

Sururul Fuad: “Semua Kursi DPRD Kota Tegal, Diduduki Kader PKS.”

Tidak harus menunggu 2024 bagi kader PKS Kota Tegal untuk menduduki kursi DPRD Kota Tegal.

“Saat ini pun, semua kader PKS sudah menduduki kursi dewan,” ungkap Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Dapil XII Sururul Fuad, Lc M.E.I.


Hal itu disampaikan saat kegiatan reses pada Sabtu, 21 Mei 2022 bertempat di Ruang Paripurna DPRD Kota Tegal. Kegiatan haring Aspirasi ini dikemas dalam konsep Halal Bihalal yang dihadiri oleh pengurus DPD PKS Kota Tegal, Pengurus DPC, DPRa, dan Anggota RKI.

Sururul Fuad menyampaikan pentingnya memperluas jejaring melalui silaturahim. “Rasulullah mengajarkan kita menyambung silaturahim bukan memutus silaturahim,” pesannya.

Ia menambahkan diantara beberapa pesan Rasulullah adalah memaafkan orang yang pernah mendholimi kita, tetap menjalani silaturahim dengan orang yang membenci kita, juga memberikan sesuatu yang kita punya kepada orang yang tidak pernah memberikan sesuatu Kepada kita.
Sururul Fuad memberikan pesan agar kader PKS memperkuat jati dirinya sebagai pelayan rakyat. Apa yang bisa kita berikan, kita optimalkan, sebab dalam konteks pelayanan memberi itu tidak harus dalam bentuk materi.


Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc turut memberikan arahan dan motivasi kepada kader PKS yang hadir. Ia mengingatkan, target pemilu legislatif pada 2024 adalah 8 kursi. “Anggap saja ini keberadaan kita di ruangan ini sebagai simulasi untuk 2024 PKS bisa menempati 8 kursi,” katanya.

Jika PKS bisa meraih perolehan 8 kursi ini, maka pimpinan DPRD juga bisa kita dapatkan. Bahkan bila perlu Walikota ke depan juga berasal dari kader PKS.

Pada kesempatan tersebut Amiruddin juga memimpin pembacaan ikrar yang berisi komitmen dan tekad seluruh kader, struktur, untuk pemenangan pemilu 2024.()

Kegiatan Dipusatkan di DPC, Halal Bihalal PKS Kota Tegal Digelar Maraton

Kegiatan Dipusatkan di DPC, Halal Bihalal PKS Kota Tegal Digelar Maraton

Saat ini pusat kegiatan PKS lebih banyak dipusatkan di level kecamatan. Penanggungjawab kegiatan diserahkan masing-masing DPC. Atas kebijakan ini, kegiatan PKS pun jadi lebih semarak dan padat. Seperti halal Bilhalal yang diselenggarakan paska lebaran belum lama ini. Selain pesan kemenangan menghadapi Ramadan, di halal bihalal tersebut terdapat juga pesan-pesan kemenangan PKS pada Pemilu 2024 mendatang.

Halal Bihalal DPC PKS Tegal Timur diselenggarakan dalam 2 gelombang. Sesi pagi khusus untuk pengurus 36 kelompok RKI (Rumah Keluarga Indonesia) Tegal Timur. Di sesi pertama ini dihadiri oleh 110 orang. Sementara di sesi kedua, ditujukan bagi kader muda, pratama, dan madya serta pengurus ranting PKS Tegal Timur yang dihadiri 90 orang. “Jadi total peserta yang hadir, seluruhnya 200 orang,” kata Faaqihul Ulum, Ketua DPC PKS Tegal Timur, Sabtu (14/5).

Selang sehari, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Kota Tegal juga menyelenggarakan agenda Halal Bihalal, dengan sasaran peserta pengurus BPKK yang didominasi perempuan. Selanjutnya, giliran RKI Tegal Selatan yang menyelenggarakan kegiatan serupa, sebagai bagian dari membangun kedekatan dengan pengurus dan anggota RKI. Sebelumnya, Aleg Tegal Selatan Bayu Arie Sasongko juga menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal yang dihadiri pengurus DPC dan juga relawan PKS.

Momen Halal Bihal ini selain sebagai sarana menjalin silaturahim juga dijadikan sebagai sarana soliditas  sekaligus membangun kebersamaan antar kader pengurus dan simpatisan PKS yang tersebar di 4 Kecamatan. “Soliditas ini  bisa menjadi amunisi untuk meraih kemenangan PKS pada Pemilu 2024,” kata Ketua DPC PKS Faaqihul Ulum.

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc turut memberikan motivasi dan arahan kepada para peserta Halal Bihalal. Diawal ia bahkan memberikan apresiasi kepada peserta yang datang paling awal, peserta yang bisa khatam 3 kali tilawah selama Ramadan, serta bagi peserta yang sudah melaksanakan puasa Syawal selama 6 hari.

Usai bagi-bagi hadiah, Anggota Legislatif Dapil Timur ini menyampaikan satu pesan bahwa pemilu 2024 PKS Kota Tegal menargetkan perolehan 8 kursi atau 2 kursi untuk masing-masing dapil.

“Kalau PKS Tegal Timur dapat 2 kursi, apakah layak?”

“Layak!” serentak semua peserta menjawab

Menurut Amiruddin, salah satu untuk bisa mendapatkan kelayakan 2 kursi itu adalah dengan terus memperbanyak orang untuk bergabung bersama PKS. “Kelayakan itu bisa kita siapkan dari sekarang, dengan memantaskan diri menjadi pemenang pemilu 2024,” katanya.

Halal Bihalal, Bayu Arie: “Kita kosong-kosong ya”

Halal Bihalal, Bayu Arie: “Kita kosong-kosong ya”

Aleg PKS Kota Tegal Bayu Arie Sasongko menginisiasi kegiatan Halal Bihalal di Dapil Tegal Selatan (6/5). Acara ini dihadiri segenap pengurus DPD PKS Kota Tegal, DPC PKS Tegal Selatan, dan Relawan Pemenangan Bayu Arie Sasongko pada 2019.

Hadir pada kesempatan itu Ketua DPD PKS Amiruddin, Lc, Sekretaris MPD Retno Kristanto, Ketua Bidang Bapilu Abdul Ghony, Anggota DPRD Kota Tegal Zaenal Nurrohman.

Dari 4 DPC PKS yang ada, Tegal Selatan menjadi Inisiatif penyelenggara HBH. Bayu Arie Sasongko menyampaikan momen Halal Bihalal ini sebagai sarana menjalin silaturahim, sekaligus sebagai sarana saling memaafkan. “Sebagai pribadi, tentu kamu banyak salah. Melalui kesempatan ini kami menyampaikan permohonan maaf lahir batin,” katanya.

Bayu juga menyampaikan Terimakasih juga Kepad para Relawan Pemenangan yang membantu dirinya terpilih sebagai anggota DPRD Kota Tegal Dapil Tegal Selatan. Caleg Tegal Selatan pada 2019 lalu juga turut hadir dalam kegiatan tersebut, diantaranya adalah Helmi, Salukhi, Dyah, dan Ihda Fitri.

“Insya Allah semuanya relawan kami juga siap memperkuat PKS. Ke depan siap siap PKS suaranya tambah Besar, target minimal 2 kursi per Dapil,” katanya.

Amiruddin Lc berkesempatan memberikan tausiyah. Ia menjelaskan sebuah Hadits yang poin utamanya adalah Ada 3 amalan yang jika kita bisa melakukan salah satu dari tiga Amalan tersebut maka jaminannya yang pertama adalah kelak akan dihisab dengan mudah, Dan akan dimasukkan ke dalam surga dengan Rahmatnya Allah, bukan dengan amal kita.

Amiruddin menjelaskan ketiga amalan itu adalah, Mau memberi bantuan kepada orang orang yang memusuhi kita. “Jika Konteksnya PKS, bisa membantu orang diluar PKS,” kelasnya. Kedua, lanjut Amiruddin, mau memaafkan orang yang berbuat salah kepada kita, Dan ketiga mau menyambung tali silaturahim dengan orang yang memutus silaturahim.()

Rachmat; “Pertumbuhan IPM Kota Tegal Belum Menggembirakan”

Rachmat; “Pertumbuhan IPM Kota Tegal Belum Menggembirakan”

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Tegal sebagai alat ukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup, laju pertumbuhannya masih belum menggembirakan dalam kurun 3 tahun terakhir.  Pada tahun 2019, IPM Kota Tegal sebesar 74,93, tahun 2020 sebesar 75,07, dan tahun 2021 sebesar 75,52.

“Sampai tahun 2021 kemarin, IPM Kota Tegal  masih belum beranjak dari angka 75. Kota Tegal termasuk salah satu dari tiga dari enam kota di Jawa Tengah yang pencapaian IPM-nya di bawah 80. Kondisi ini patut menjadi perhatian pemerintah Kota Tegal,” kata Rachmat Rahardjo, Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal kepada Radar Tegal (27/4).

Rachmat menambahkan, pertumbuhan IPM yang lamban ini artinya telah terjadi penurunan kinerja pelayanan dan pembanguan pemerintah daerah. Menurutnya, IPM itu parameter dasar yahng menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, kesehatan, dalam kata lain dibenuk tiga dimensi dasar yakni  umur panjang, hidup sehat, pengetahuan, dan standard hidup layak. Rachmat mentolerir kelambanan laju pertumbuhan UPM dalam masa pandemic.

“Namun yang  menjad perhatian adalah kemampuan kecepatan recovery ataubangkit kembali dari keterpurukan musibah pandemic ini,” ungkap Rachmat.

Selanjutnya DPRD merekomendasikan agar ada kebijakan yang lebih kreatif dan inovatif untuk percepatan pencapaian IPM Kota Tegal. Sehingga sampai berakhirnya RPJPD 2005-2025, kualitas SDM Kota Tegal  sebagai modal daya saing daerah tidak terlalu jauh mutunya dengan tiga kota lain di Jawa Tengah yang memiliki IPM di atas 80.[]

Milad ke-20, PKS Kota Tegal Bagi 8.700 Takjil on The Road

Milad ke-20, PKS Kota Tegal Bagi 8.700 Takjil on The Road

Semangat emak-emak PKS Kota Tegal yang tergabung dalam RKI tampaknya tak pernah padam. Senyum sumringah mereka terlihat saat menyapa warga dan membagikan takjil menjelang buka puasa. Hal itu terlihat saat pembagian takjil yang tersebar di beberapa titik. Tidak hanya dilakukan di jalan-jalan, aksi sosial ini juga dilakukan di sejumlah tempat seperti masjid-masjid dan rumah-rumah warga atau tetangga.

Acara bagi-bagi takjil ini merupakan bagian dari gerakan mensukseskan gerakan berbagi 2 juta paket sahur dan takjil yang digagas PKS selama Ramadan. Di Kota Tegal sendiri, acara bagi-bagi takjil PKS ini dilakukan di masing-masing kecamatan dan dikoordinir langsung penguru

s DPC PKS yang ada di 4 kecamatan. Tidak hanya melibatkan emak-emak, kegiatan ini juga melibatkan segenap pengurus DPC, bahkan anggota DPRD dari Fraksi PKS Kota Tegal pun turut terjun langsung ke jalanan dan ikut bagi-bagi takjil. Pengamatan tim di lapangan terlihat ada Zaenal Nurrohman, Aleg PKS Dapil Margadana, Bayu Arie Sasongko, dari Dapil Tegal Selatan, Rachmat Rahardjo, aleg dapil Tegal Barat.

Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc mengatakan bahwa kegiatan ini gerakan mensukseskan program bagi-bagi 2 juta takjil dari PKS Pusat. “Mungkin ini nilainya tak seberapa, tapi semangat untuk berbagi, menyapa langsung masyarakat untuk mengenalkan PKS itu yang mahal,” katanya.

Amiruddin menjelaskan bahwa sumber bagi-bagi takjil yang mencapai 8.700 paket ini berasal dari kesadaran kolektif untuk kader-kader PKS yang memiliki semangat berbagi. “Partisipasi kader, simpatisan, dan tokoh aleg PKS dari daerah, provinsi, dan pusat, juga turut berperan atas kesuksesan gerakan bagi-bagi ini,” ungkapnya.

Ia menjelaskan rincian 8.700 paket itu tersebar di 4 kecamatan. DPC PKS Margadana sendiri berhasil menggalang 2350 paket takjil. Di Tegal Timur ada 4.120 paket takjil yang tersebar di 23 titik. DPC Tegal Selatan 600 paket, dan DPC PKS Tegal Barat 1.630 paket.

Zaenal Nurrohman mengatakan kegiatan bagi-bagi takjil ini merupakan bagian dari ruh dan jiwa PKS yang memang gemar berbagi. “Agenda ini sekaligus memeriahkan Milad PKS ke-20 yang mengangkat tema melayani Indonesia,” ungkapnya.[]

Copyright © 2026