Setelah sesi diskusi mendalam, para delegasi BIPEKA se-Jawa Tengah tidak hanya berhenti pada paparan teori. Mereka melanjutkan kegiatan studi tiru dengan turun langsung ke lapangan untuk mengikuti proses kegiatan RKI yang tersebar di empat kecamatan di Kota Tegal. Langkah ini menjadi fokus utama untuk melihat praktik terbaik secara nyata, mulai dari susunan acara, materi, hingga interaksi yang terbangun dalam forum RKI.
Empat RKI yang dikunjungi untuk observasi langsung adalah RKI Maryam, RKI Husnul Khotimah, RKI Werkudoro Smart, dan RKI Alesha Salsabila. Di lokasi-lokasi ini, para pengurus BIPEKA Jateng disajikan gambaran utuh tentang model pembinaan keluarga yang berhasil diimplementasikan di tingkat basis. Mereka secara aktif mengamati proses belajar mengajar dalam sesi Sekolah Keluarga dan Forum Ayah, serta berdialog langsung dengan para penggerak dan anggota RKI. Keterlibatan langsung ini diharapkan memberikan pemahaman yang komprehensif, sehingga model RKI Kota Tegal—yang didukung oleh payung hukum Perda—dapat direplikasi dan menjadi akselerator penguatan ketahanan keluarga di seluruh wilayah Jawa Tengah.
Ketua BIPEKA DPW PKS Jateng, Titik Anggraini, S.Pd., menegaskan bahwa isu keluarga merupakan konsentrasi utama PKS, yang diyakini sebagai fondasi kekuatan bangsa.
“PKS memang sangat konsen pada isu-isu keluarga karena bangsa yang kuat itu bisa dimulai dari rumah. Dari rumah yang kuat bisa melahirkan pemimpin-pemimpin kuat,” tegas Titik di Hotel Kotta Tegal, menggarisbawahi pentingnya RKI.
Titik menjelaskan, secara nasional, BIPEKA PKS memfokuskan dua program unggulan: penguatan pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga. RKI menjadi payung utama untuk isu ketahanan keluarga, yang kini telah menyebar di lebih dari 2.000 titik di Jawa Tengah.
“Di BIPEKA punya dua program unggulan. Yang pertama Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang merupakan forum bagi yang concern untuk ketahanan keluarga. Yang kedua pos pemberdayaan ekonomi keluarga,” ungkapnya.
RKI di Jawa Tengah menjalankan beragam program, mulai dari Sekolah Keluarga, Forum Ayah, Kajian Strategis Keluarga, hingga Konsultan Keluarga. Salah satu inisiasi terbaru adalah Gerakan Kumpul Keluarga, yang diluncurkan saat Hari Ayah, 12 November lalu, sebagai upaya peningkatan kualitas interaksi antar anggota keluarga.
Titik berharap, kegiatan studi tiru ini dapat mendorong daerah-daerah lain di Jawa Tengah untuk mengadopsi praktik terbaik pengelolaan RKI Kota Tegal sebagai bukti nyata kepedulian PKS dalam menjaga ketahanan keluarga di tingkat lokal.




