Penanganan Genangan Jadi Usulan Prioritas Warga

Penanganan Genangan Jadi Usulan Prioritas Warga

Sejumlah anggota DPRD Kota Tegal mulai melakukan reses masa Persidangan I untuk menyerap aspirasi masyarakat, setelah resmi dilantik pada 28 Agustus 2024 lalu.

Pada reses anggota DPRD Kota Tegal, Erni Ratnani, dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Tegal Barat, Sabtu (14/12/2024), didominasi usulan penanganan genangan.

Lurah Pekauman, Rudi Pratikno menyampaikan gambaran yang masih menjadi prioritas ataupun kondisi sampai saat ini yang belum bisa tertangani adalah masalah genangan. Sebab, jika curah hujan cukup tinggi terjadi genangan dengan potensi yang cukup lama.

“Wilayah yang menjadi langganan genangan setelah hujan meliputi Jalan Kauman Timur, Jalan Garuda, Jalan Kelapa Sawit dan Jalan Kauman Selatan, tepatnya di RW 01 dan 08,” ucap Rudi.

Hal itu dibenarkan Ketua RT 05/ RW 01, Agus Rosadi yang menyebut bahwa permasalahan genangan menjadi perhatian karena belum tertangani secara tuntas sejak puluhan tahun. Rumah-rumah warga banyak yang terdampak, karena genangan cukup lama surut setelah hujan reda.

Dia berharap, ada penanganan khusus dari Pemerintah Kota Tegal dan didorong kebijakan anggota DPRD, khususnya Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Tegal 4 Kecamatan Tegal Barat.

Menanggapi usulan itu, Erni Ratnani menyatakan siap melakukan koordinasi lebih intens dengan Pemkot Tegal. Apalagi dia yang duduk di Komisi 1 memiliki mitra kerja dengan Pemerintah daerah, Sektretariat DPRD hingga Sekretariat Daerah (Setda).

Erni mengaku, pengalaman membahagiakan saat mendampingi mendiang suaminya, Rachmat Rahardjo akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk mengawal aspirasi masyarakat.

“Dulu saya sempat mendampingi almarhum. Insya Allah pengalaman membahagiakan saat itu akan saya tularkan sekarang ini. Selain permasalahan genangan, dalam beberapa kesempatan saya juga memperjuangkan 11 dari 20 warga yang mengusulkan RTLH,” pungkasnya.

 

RTLH Beri Multiplayer Efek pada Kehidupan Masyarakat

RTLH Beri Multiplayer Efek pada Kehidupan Masyarakat

Ketua Komisi 2 DPRD Kota Tegal, Zaenal Nurrohman, menyerap aspirasi masyarakat pada reses masa Persidangan I tahun 2024 di Kantor DPC PKS Kecamatan Margadana, Jumat sore (13/12/2024).

Ditemui usai reses, Zaenal menyebut bahwa aspirasi yang mendominasi disampaikan masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Tegal 3 Kecamatan Margadana adalah perbaikan rumah dalam program rumah tidak layak huni (RTLH), sarpras dan pemberian pelatihan bagi ibu rumah tangga.

Dikemukakan Zaenal, pada tahun 2024 dia telah merealisasikan RTLH untuk 39 unit rumah warga dan tahun 2025 mendatang, program itu akan diberikan kepada 15 warga.

“Karena keterbatasan anggaran, kita akan alokasikan RTLH secara bertahap. Karena memang RTLH ini investasi jangka panjang yang memberikan multi efek,” jelasnya.

Apabila RTLH direalisasikan, maka keluarga penerima akan memiliki tempat tinggal yang layak sehingga dapat menciptakan keluarga yang sehat. Dari sisi kesehatan itu, maka dampak lainnya keluarga penerima akan lebih produktif dalam berbagai hal.

“Semua faktornya dimulai dari rumah. Ketika rumahnya sudah layak, Insya Allah kesehatannya terjamin. Apabila sudah sehat maka penghuninya bisa lebih produktif, baik untuk bekerja maupun mengejar pendidikan,” katanya.

Adapun usulan terkait dengan infrastruktur, Zaenal tetap menerima dengan skala prioritas. Utamanya infrastruktur yang berkaitan dengan penanganan banjir.

Selain itu, dia juga banyak mendapat masukan untuk menggelar pelatihan-pelatihan bagi perempuan rentan, tanpa ada syarat pembatasan usia. Usulan itu juga akan dikoordinasikan dengan dinas terkait seperti Dinsos dan Disnakerin.

“Kira-kira pelatihan yang tepat bagi kaum emak-emak apa, kita akan coba koordinasikan. Warga berharap tidak ada batasan usia, sehingga mereka juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan maupun menjadi penghasilan utama baru karena memiliki pengalaman dan skill yang baru dari pelatihan,” ujar Politisi PKS ini.

Sementara itu, warga RT 04/ 03 Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana, Agus mengusulkan penyediaan ambulance gratis di setiap kelurahan. Sebab, warga masih kesulitan acap kali membutuhkan ambulance untuk mengevakuasi maupun mengatar warga yang sakit.

Menanggapi itu, Zaenal mengatakan, DPD PKS Kota Tegal telah menyediakan dua unit ambulance untuk pelayanan kepada kader maupun masyarakat umum.

Apabila kedua armada itu masih digunakan, maka PKS siap untuk membantu warga agar mendapat pelayanan dari rumah sakit yang ada di Kota Tegal.

Warga Keluhkan Maraknya Kos-Kosan Yang Disalahgunakan

Warga Keluhkan Maraknya Kos-Kosan Yang Disalahgunakan

Maraknya rumah kos dan homestay di Kota Tegal, menjadi perbincangan serius dalam reses Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Amiruddin, yang digelar pada Sabtu (14/12/2024) lalu. Dalam kegiatan itu, warga mengeluhkan aktivitas rumah kos dan homestay.

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Amiruddin mengatakan, aspirasi masyarakat mengenai pekerjaan fisik dan non fisik banyak disampaikan dalam reses. Masyarakat mengusulkan untuk perbaikan jalan, drainase, pemasangan lampu penerangan jalan hingga pavingisasi.

Untuk non fisik, masyarakat mengharapkan adanya pelatihan-pelatihan khusus dari dinas terkait, untuk meningkatkan skill dalam berwirausaha.

Selain itu, permasalahan lain juga diusulkan warga, terutama mengenai indikasi rumah kos dan homestay yang banyak disalahgunakan. Bahkan dalam beberapa aplikasi, sewa kamar tidak lagi dihitung harian, melainkan per jam.

“Disinyalir ada anak-anak muda yang datang ke tempat itu dan tanpa ada bukti sudah menikah, mereka diperbolehkan pemilik kos untuk ngamar,” kata Amiruddin, Senin (16/12/2024).

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap ada penertiban dari Satpol PP. Dia menilai, penertiban rumah kos perlu diatur dalam peraturan daerah (Perda). Sebab selama ini Kota Tegal masih mengacu pada peraturan wali kota atau Perwal.

“Jika hanya berbekal Perwal mungkin kurang kuat. Untuk itu kita atas nama pribadi maupun Fraksi PKS akan mendorong dibentuknya Perda tentang penertiban kos-kosan. Saya juga sudah sounding ke Kota Semarang. Di sana sudah ada Perdanya,” jelas Amiruddin.

Menurut salah seorang warga, tidak sedikit rumah kos dan homestay di Kota Tegal yang saat ini menyediakan layanan kamar dengan hitungan jam. Ironisnya, layanan itu banyak dimanfaatkan oleh pasangan muda-mudi melalui booking online.

Selain itu, iklan kamar per jam itu juga banyak ditawarkan secara terbuka melalui media sosial dengan gambar-gambar yang seronok.

“Dari pengamatan banyak anak baru gede (ABG) yang datang silih berganti menggunakan rumah kos dan homestay. Ya mungkin usia-usia anak SMA dan kuliahan. Untuk itu, saya meminta kepada pihak terkait untuk menindaklajuti. Kepada orang tua, juga harus memberikan pengawasan kepada anak-anaknya,” tutur warga yang tidak bisa disebut identitasnya.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Tegal, Hartoto menyebut bahwa belum ada regulasi yang mengatur pemanfaatan waktu pada rumah kos maupun homestay. Namun, untuk penertiban kos-kosan sudah diatur dalam Perda Kota Tegal Nomor 9 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum dan Kententeraman Masyarakat.

Hartoto mengaku telah melakukan pengawasan terhadap rumah kos secara rutin. Hasilnya, setiap pasangan di luar nikah yang kedapatan berada dalam satu kamar, akan dilakukan pembinaan. Bagi pasanga di bawah umur, dia juga mengudang kedua orang tua untuk kemudian membuat surat penyataan.

“Kami berharap kepada para pengusaha atau setiap pemilik kos maupun homestay dapat memberikan kriteria kepada pengunjung. Jika terang-terangan bukan suami istri, apalagi di bawah umur ya harus bisa tegas melarang,” katanya.

 

Terima Aspirasi Warga, Ali Mashuri Gercep Turun Lapangan

Terima Aspirasi Warga, Ali Mashuri Gercep Turun Lapangan

Gerak cepat atau gercep Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, Mochamad Ali Mashuri, bantu masyarakat dengan turun ke lapangan untuk memastikan kondisi bantaran Sungai Gung atau Ketiwon, Selasa (17/12/2024).

Hal itu dilakukan, setelah beberapa hari sebelumnya politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menerima aspirasi warga mengenai perubahan rasa air sumur yang terjadi sejak dua tahun silam dalam serap aspirasi atau reses.

Air sumur milik warga di Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, yang berubah menjadi payau, disinyalir akibat wilayah tersebut berdampingan dengan aliran Sungai Ketiwon yang terhubung dengan Laut Jawa.

“Alhamdulillah, setelah bersurat ke BPSDA Pemali-Comal Provinsi Jawa Tengah, hari ini kami melihat langsung kondisi tanggul Sungai Ketiwon,” katanya.

Hadil dari pantauan, diperkirakan beberapa titik tanggul mengalami kerusakan sehingga mengakibatkan air sumur warga berubah menjadi asin.

Untuk itu, Ali Mashuri meminta kepada dinas terkait, baik di tingkat kota maupun provinsi, untuk bisa melakukan penanganan.

“Kerusakan yang ada bisa segera diperbaiki, jangan sampai berlarut-larut. Apalagi sekarang ini sudah memasuki musim hujan. Jangan sampai kerusakan menjadi parah dan merugikan banyak pihak,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ali Mashuri juga mengapresiasi upaya Perumda Air Minum Tirta Bahari Kota Tegal yang memperbaiki sambungan pipa di RT 18/ RW 09 Kelurahan Panggung, sehingga wilayah tersebut dapat kembali tersuplai air bersih.

Selain itu, dia juga memantau langsung proses penyaluran air bersih dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terhadap warga yang terdampak krisis air bersih, melalui tandon-tandon air BNPB.

“Terima kasih kami ucapkan kepada jajaran BPSDA Pemali-Comal, Perumda Air Minum Tirta Bahari dan Pemerintah Provinsi Jateng. Berkat sinergi dan kolaborasi yang epik ini permasalahan warga dapat teratasi bertahap. Kinerja seperti inilah yang diharapkan mereka. Semoga kita dapat menjaga hal-hal baik ini,” katanya.

Warga Panggung Keluhkan Air Sumur Rasanya Asin

Warga Panggung Keluhkan Air Sumur Rasanya Asin

Warga Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Jawa Tengah mengeluhkan air sumur mereka berubah rasa menjadi payau. Mereka berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal dapat segera menindaklanjuti, mengingat air menjadi sumber kehidupan.

Ke luhan dan aspirasi itu disampaikan warga dalam reses masa Persidangan I Anggota DPRD Kota Tegal, Mochamad Ali Mashuri, di Rumah Aspirasi Jalan KH Zaenal Arifin, Sabtu (14/12/2024) kemarin. Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPR RI Komisi VIII, Abdul Fikri Faqih.

Salah seorang warga Jalan Irian RT 18/ RW 09, Yuni menyebut bahwa selama empat bulan wilayah tempat tinggalnya mengalami krisis air atau kekeringan. Dampaknya, tidak sedikit peralatan rumah tangga menjadi rusak.

Dia berharap, keberadaan sumur artesis dapat dimanfaatkan karena terbengkalai sejak empat tahun lalu akibat mengalami kerusakan.

“Kami sudah berkomunikasi dengan kelurahan. Kerusakan sumur artesis diperkirakan butuh dana perbaikan 30-40 juta. Pada Oktober lalu sempat dicek oleh DPUPR tetapi belum juga diperbaiki sampai sekarang. Semoga dalam waktu dekat kami bisa memanfaatkan sumur itu,” katanya.

Senada disampaikan Murtiningsih warga RT 05/ RW 05 Kelurahan Panggung yang mengeluhkan air sumurnya berubah rasa menjadi asin selama dua tahun belakangan. Dia menduga hal itu terjadi karena adanya proyek pembuatan gorong-gorong menggunakan u-ditch.

“Sudah dua tahun ini air sumur bisa jadi asin. Padahal lokasi RT 05 jauh dari pantai. Kalau di sini saja asin, bagaimana RT 09 di rumah Ibu Yuni yang dekat dengan laut,” katanya.

Menanggapi itu, Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, M Ali Mashuri akan mengakomodir dan menindaklanjuti dengan melakukan koordinasi bersama BPSDA Pemali Comal, mengingat wilayah Kelurahan Panggung tidak jauh dari aliran Sungai Ketiwon yang dikelola pemerintah provinsi.

Dalam kesempatan tersebut, Ali Mashuri juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kecamatan Tegal Timur yang telah memberikan amanah sehingga dirinya mampu menjadi wakil rakyat di Gedung DPRD.

“Perjuangan Pemilihan Legislatif (Pileg) merupakan kerja keras kita semua. Dua kursi keterwakilan dari Fraksi PKS menjadi sarana kita untuk berinteraksi. Terkait usulan-usulan, kita upayakan untuk direalisasikan pada ubahan 2025 atau sumber dana lain seperti provinsi maupun pusat,” katanya.

Ketua Fraksi PKS Abdul Ghoni;  “Aleg itu Pelayan Rakyat.”

Ketua Fraksi PKS Abdul Ghoni; “Aleg itu Pelayan Rakyat.”

Paska dilantik menjadi Anggota DPRD Kota Tegal 28 Agustus 2024 lalu, selang sepekan, H. Abdul Ghoni, S.E. mendapat amanah tambahan sebagai Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Periode 2024-2029. Ketetapan ini sesuai dengan Surat Keputusan DPP PKS No 711/SKEP/DPP-PKS/VIII/2024 yang ditandatangani langsung oleh Presiden PKS.

Abdul Ghoni menggantikan posisi H. Amiruddin, Lc yang saat ini menjadi Wakil Ketua DPRD Kota Tegal yang merupakan Ketua Fraksi PKS DPRD periode 2019-2024.

Nama Abdul Ghoni bukan sosok baru di PKS. Karier politik di PKS dimulai sejak 1999 sebagai ketua DPC PKS Kramat sampai tahun 2005.

Tahun 2006 Ghoni pindah ke Kota Tegal, dan ikut memperkuat PKS di Kota Tegal. Ia memulai kembali kiprah politiknya dari struktur PKS paling bawah sebagai Pengurus Ranting PKS Debong Kidul periode 2007-2013. Amanah itu berlanjut sampai akhirnya mendapat kepercayaan sebagai Ketua DPC PKS Tegal Selatan sejak 2014-2019.

Awal mula bersinggungan dengan legislatif, Abdul Ghoni sempat jadi Caleg 2 kali, menjadi Tenaga Ahli Fraksi PKS 2019-2020, sebelum mendapat amanah untuk fokus sebagai Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) DPD PKS Kota Tegal 2020-2025. Di sini ia juga mendapatkan instruksi untuk mempertahankan kursi Tegal Selatan sehingga kembali menjadi caleg.

Kesungguhannya menjalankan amanah sebagai Tim Pemenangan Pemilu PKS, membuahkan hasil 5 kursi DPRD Kota Tegal untuk PKS, termasuk dirinya.

Selain aktif di PKS, Abdul Ghoni juga termasuk aktif di beberapa organisasi diantaranya sebagai Ketua Perhimpunan petani nelayan sejahtera Indonesia (PPNSI) Kota Tegal, Pengurus Dewan Masjid Tegal Selatan.

Keaktifannya di organisasi memang sudah terlihat sejak SMP, saat ia tergabung dalam IPM (Ikatan Pelajar Muhamadiyah) dan Remaja Masjid. Sampai saat ini pun masih aktif di organisasi sebagai Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Tegal Selatan.

Pria kelahiran Tegal, 17 Januari 1975 ini dulunya pernah jadi karyawan pabrik yang memproduksi benang ban 1996-1999, pada tahun 1999-2016 lanjut meniti karir sebagai teknisi di perusahaan yang bergerak di bidang industri pembelahan kayu. Berbekal pengalaman itulah setelah resign dari bekerja, ia memulai masuk dunia UMKM di bidang mebeuler sampai sekarang.

Selain aktif di organisasi, Ghoni juga terlibat aktif di bidang pemberdayaan masyarakat. Tercatat ia pernah menjadi Fasilitator Lapangan pada program sanitasi masyarakat yang merupakan Sub Program Pembangunan Tempat Pengelolahan Sampah Masyarakat Terpadu pada Diskimtaru sekarang Disperkim pada tahun 2012-2016.

Pengalaman politk, usaha, organisasi, dan pemberdayaan mengantarkannya sebagai Anggota Dewan.

Dengan perannya sebagai legislator, ia berkomitmen akan tetap terus melayani masyarakat. “Yang sudah baik, ditingkatkan. Yang belum baik diperbaiki,” ungkapnya.

Ia menegaskan pesan ini ditujukan bukan hanya kepada Aleg PKS, tetapi juga kepada semua Anggota Dewan. “Mari jadi pelayan rakyat yang melayani dengan hati,” pesannya.

Ia menambahkan bahwa anggota dewan tidak bisa dilepaskan dari perannya sebagai pelayan rakyat. “Aleg itu pelayan masyarakat. Tidak bisa dilepaskan dari fungsi pelayanan. Dalam hal legislatif, memberi hak masyarakat yang bisa jadi belum tertunaikan,” pungkasnya.[]

Sah! Lima Caleg Terpilih PKS Kota Tegal Dilantik.

Sah! Lima Caleg Terpilih PKS Kota Tegal Dilantik.

Sebanyak 30 calon legislatif terpilih saat kompetisi pemilu legislatif pada 14 Februari 2024, telah dilantik pada Rabu, 28 Agustus 2024 di Ruang Paripurna DPRD Kota Tegal. Lima diantaranya adalah caleg terpilih dari PKS Kota Tegal yang berhasil mendapatkan 5 kursi yang tersebar di 4 Dapil.

Kelima caleg terpilih yang dilantik sebagai Anggota DPRD Kota Tegal Perideo 2024-2029 itu adalah H. Amiruddin, Lc (Dapil Tegal Timur), Mochammad Ali Mashuri (Tegal Timur), H. Abdul Ghoni, SE (Dapil Tegal Selatan), Zaenal Nurohman, A, Md (Dapil Margadana), dan Hj. Erni Ratnani, SE., MM (Dapil Tegal Barat).

Dari kelima nama tersebut, 2 diantaranya adalah Anggota DPRD Periode 2019-2024 yang terpilih kembali yaitu H. Amiruddin, Lc dan Zaenal Nurrochman, tiga nama yang lain adalah caleg yang baru terpilih, diantaranya adalah Hj. Erni Ratnani, SE., MM yang tak lain adalah istri dari mendiang Rachmat Rahardjo, H. Abdul Ghoni, Tenaga Ahli Fraksi PKS (2019-2021) sekaligus Ketua Bapilu DPD PKS Kota Tegal, dan Mochamad Ali Mashuri adalah Staff Fraksi PKS DPRD Kota Tegal (2019-2024).

Pemilu 2024 perolehan suara PKS naik 30 persen. Pada pemilu 2019 PKS Kota Tegal mendapatkan 17.897 suara, namun pada pemilu 2024 PKS Kota Tegal naik menjadi 23.380 suara. Kenaikan perolehan suara ini berdampak pada bertambahnya kursi dari yang sebelumnya mendapatkan 4 kursi, kini menjadi 5 kursi.

Persebaran perolehan kursi tersebut adalah Dapil Tegal Timur mendapatkan 2 kursi dengan total peroleehan suara 7.435 suara. Tiga Dapil lainnya yang meliputi Tegal Selatan mendapatkan 5.161 suara. Dapil Margadana 5.557 suara, dan Dapil Tegal Barat 5.277 suara, dengan masing-masing mendapatkan 1 kursi DPRD Kota Tegal.

Ketua DPD PKS Kota Tegal H. Amiruddin, Lc menyampaikan bahwa atas dilantiknya 5 Anggota DPRD PKS Kota Tegal semoga bisa lebih Amanah dan lebih baik dalam mengemban peran sebagai wakil rakyat Kota Tegal.

Menyala! Faruq Ashim Resmi Daftar, Bawa Visi Tegal Maju Cemerlang

Menyala! Faruq Ashim Resmi Daftar, Bawa Visi Tegal Maju Cemerlang

Faruq-Ashim Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal yang diusung Golkar dan PKS resmi mendaftar ke KPUD Kota Tegal, Kamis, 29 Agustus 2024.

Pasangan Calon Kepala Daerah ini diantar sekitar 2000 an massa dari berbagai unsur mulai dari massa partai pengusung, partai pendukung non parlemen dan juga relawan.

Pergerakan massa Faruq-Ashim mulai tampak terlihat memadati jalan raya di Jl. Kapten Sudibyo, yang menjadi Rumah Aspirasi sekaligus Posko Pemenangan Faruq Ibnul Haqi.

Faruq dalam orasinya mengutip pernyataan Bung Karno yang menyalakan semangat. “Jika 10 pemuda akan mampu mengguncang dunia, maka Kota Tegal dengan energi dan semangat 2 pemuda ini akan mampu mengakselerasi kemajuan dan kecermelangan Kota Tegal sampai mendunia,” ujarnya.

“Kita tidak ingin Kota Tegal begini-begini saja. Kita perlu bersinergi dengan semua pihak. Saya melihat hari ini massa Faruq-Ashim yang hadir mengantarkan pendaftaran ke KPUD sangat luar biasa,” ungkapnya.

“Kota Tegal butuh pemimpin energik, butuh pemimpin muda, butuh sosok pemimpin yang bisa lari cepat dan melompat lebih tinggi untuk melakukan akselerasi,” ujar Faruq.

Ashim Fikri menitipkan satu pesan, momen pendaftaran ini menjadi titik awal perjalanan baru untuk Kota Tegal maju lebih cemerlang.

“Insya Allah perjuangan kita akan dimulai. Begitu usai mendaftar, kami akan memyalakan satu kata, “Menang!” pekik Ashim.

Pesan singkat Ashim berjanji akan berjuang semaksimal mungkin, sebab kemenangan itu diperjuangkan.

Ketua DPD Partai Golkar Wasmas Edi Susilo saat mendampingi pendaftaran, menyatakan bahwa Faruq Ashim dipandang sebagai figur pasangan yang pantas melanjutkan untuk memimpin Kota Tegal. Spirit muda dengan kekuatan jaringan yang luas akan mampu membawa kemajuan di Kota Tegal.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD PKS Kota Tegal H. Amiruddin, Lc menyerukan dua pesan bahwa kekuatan yang besar adalah kekuatan Allah SWT. Pertolongan yang besar adalah pertolongan Allah SWT. Pesan kedua, berkumpulnya kita di sini, jangan sampai melewatkan salat ashar. “Jangan sampai acara ini mengalahkan kewajiban kepada Allah,” ujarnya.

Faruq Ashim menjadi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota termuda jika dibandingkan dengan pasangan lain, yang mengusung visi akselerasi Kota Tegal Maju Cemerlang. ()

PKS Serahkan Formulir Persetujuan Kepada 368 Calon Kepala Daerah. Salah satunya Faruq-Ashim

PKS Serahkan Formulir Persetujuan Kepada 368 Calon Kepala Daerah. Salah satunya Faruq-Ashim

DPP PKS menyerahkan formulir persetujuan B1 KWK partai politik kepada 368 bakal calon kepala daerah untuk maju pada Pilkada Serentak tahun 2024. Salah satunya yang menerima rekomendasi adalah pasangan calon kepala daerah Kota Tegal Faruq Ibnul Haqi dan Muhammaf Ashim Ad-Dzorif Fikri.

Surat Keputusan ini diserahkan kepada masing-masing bakal calon kepala daerah baik di kota/kabupaten maupun provinsi pada agenda Konsolidasi Nasional Calon Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah di ICE BSD, Kabupaten Tangerang (20/8).

Sekretaris Jenderal DPP PKS Aboe Bakar Al Habsyi menyampaikan bahwa penyerahan formulir ini untuk memastikan kelancaran pendaftaran pada 27-29 Agustus 2024, dan untuk memastikan pemenangan calon kepala daerah yang diusung PKS.

“Calon para kepala daerah nantinya agar bisa bekerja sebaik mungkin untuk menyejahterakan rakyat di daerah masing-masing,” katanya.

Presiden PKS Ahmad Syaikhu menambahkan bahwa kegiatan ini diakukan untuk memberikan beberapa poin pemahaman terkait persiapan pilkada. “Ini bukti dukungan resmi PKS kepada calon kepala daerah, sekaligus sebagai proses penyerapan aspirasi dari seluruh kader dengan sistem bottom up atau yang berarti calon kepala daerah diharapkan bisa berkomunikasi dengan DPD PKS,” katanya.

PKS juga akan memberikan salah satu yang menjadi pokok bahasan penting berkaitan dengan pesta demokrasi daerah yang saat ini semakin dekat, terutama menyangkut kesiapan calon atau pasangan calon yang akan diusung pada pilkada nanti.

Untuk menyukseskan pilkada tahun ini, tambah Syaikhu, PKS akan berkomitmen dengan seluruh kader atas kerja-kerja kolektif dari keluarga besar partai untuk habis-habisan memberikan pemenangan kepada para calon kepala daerah yang mendapat dukungan dari partai.

“Saya juga menegaskan kepada para calon kepala daerah dan wakil kepala daerah di seluruh Indonesia untuk proses mendukung tahapan Pilkada 2024 ini dapat berjalan secara demokratis, aman, damai, dan lancar,” katanya.

PKS Gelar Konsolidasi Kader Pelopor, Siap Menangkan Faruq – Ashim

PKS Gelar Konsolidasi Kader Pelopor, Siap Menangkan Faruq – Ashim

PKS gelar konsolidasi Anggota Pelopor Kota Tegal untuk memenangkan Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Faruq Ibnul Haqi dan Ashim Fikri di Sekretariat DPD PKS Kota Tegal (18/8). Kegiatan ini digelar untuk menunjukkan kesolidan PKS untuk mengantarkan Pasangan Faruq- Ashim sebagai pemimpin kepala daerah Kota Tegal.

Faruq – Ashim Fikri resmi mendapatkan rekomendasi dari DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk maju sebagai pasangan calon kepala daerah Kota Tegal. periode 2024-2029.

Terbitnya rekomendasi kepada Faruq- Ashim, semakin memuluskan PKS Kota Tegal untuk mengusung kader PKS maju dalam kontestasi Pilkada semakin nyata.

Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc menyampaikan para beberapa pemilu sebelumnya PKS pernah ikut mengusung pasangan calon kepala daerah. Tapi kali ini, menurutnya, agak berbeda, karena PKS mengusung kader sendiri, yakni Ashim sebagai Calon Wakil Walikota Tegal.

“Larinya bahkan akan semakin kenceng, apalagi pasangan ini diusung oleh 2 partai besar pemenang pemilu Golkar dan PKS, dan didukung partai-partai  non parlemen yang siap memenangkan Faruq- Ashim,” ungkapnya.

Ashim Fikri dalam paparannya mengatakan, begitu Faruq – Ashim mendapatkan rekomendasi, maka tidak ada lagi waktu untuk istirahat. Sebagai reprentasi anak muda, Ashim memandang rekomendasi yang diberikan kepadanya sebagai amanah yang harus dijaga.

“Kepercayaan ini bukan hanya sebuah kesempatan, melainkan bisa menjadi pembuktian kalau anak muda juga bisa punya peran,” kata Ashim.  Ia tidak menampik pandangan bahwa anak muda juga sering dituntut untuk berkontribusi. Oleh karenanya, kata Ashim, ketika peluang itu ada, cukup berikan kepercayaan dan berikan kesempatan.

Sementara itu Calon Walikota Tegal Faruq Ibnul Haqi menyampaikan perjalanan panjang mendapatkan rekomendasi. “Kami optimistis, rekomendasi itu bisa kami dapatkan,” ungkapnya. Salah satu ikhtiar yang dilakukan, ia berharap dapat pasangan muda untuk mendampinginya. “Doa itu dikabulkan. Wakil Walikota yang akan mendampingi saya ternyata memang masih muda,” ujarnya.

Faruq mengisahkan bahwa persoalan membangun kota itu begitu kompleks. Meski demikian sudah ada banyak contoh, sekompleks apapun masalah perkotaaan akan bisa diselesaikan jika ada kolaborasi yang baik antara Walikota dan Wakil Walikotanya.

“Keberhasilan membangun kota itu perpaduan antara pimpinan kepala daerahnya. Kami tidak akan memberikan ruang konflik seperti yang sudah terjadi pada pemerintahan Kota Tegal sebelumnya,” ungkapnya.  Sebagai perencana tata kota, Faruq bertekad akan membangun image Kota Tegal lebih positif.[]

 

Copyright © 2026