Wali Kota Tegal periode 2019-2024, Dedy Yon Supriyono kembali mencalonkan diri sebagai bakal calon wali kota (bacawalkot) periode 2024-2029 di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.
Dedy Yon menyerahkan formulir pendaftaran penjaringan bacawalkot di Kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal, Jumat (17/5/2024) malam.
Dedy datang ke Kantor DPD PKS sekira pukul 21.45 WIB atau menjelang batas akhir pengembalian formulir pendaftaran yang ditetapkan DPD PKS Pukul 22.00 WIB.
Formulir diserahkan langsung Dedy Yon dan diterima Ketua DPD PKS Amirudin yang didampingi Sekretaris Umum PKS Raden Muhammad Danil Mujib, dan Ketua Penjaringan Bacawalkot Abdul Ghony.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim. Atas rida Allah SWT, dan rida sesepuh pinisepuh dan masyarakat yang menginginkan adanya pembangunan berkelanjutan,” kata Dedy Yon, Jumat (17/5/2024) malam.
“Atas izin DPD PKS malam hari ini kita menyerahkan berkas pendaftaran sebagai bakal calon. Mudah-mudahan bisa sukses mencalonkan diri,” sambung Dedy.
Dedy mengakui selama periode kepemimpinannya, masih ada hal yang perlu diperbaiki atau pembangunan yang perlu dilanjutkan.
“Mudah-mudahan DPP PKS bisa memberikan rekomendasi seperti Pilkada tahun sebelumnya. Karena bagaimanapun DPD PKS Kota Tegal merupakan pengusung utama di tahun lalu dan alhamdulillah bisa terpilih sebagai wali kota,” kata Dedy.
Selain di PKS, Dedy juga mengaku telah menjalin komunikasi dengan sejumlah partai lain. “Kita komunimasi dengan partai lain. Kemarin sempat ikuti survey Partai Golkar. Dan kemungkinan bisa koalisi dengan partai lain,” pungkas Dedy.
Ketua DPD PKS Kota Tegal Amirudin mengatakan, setidaknya ada 11 orang yang mendaftar dan mengikuti penjaringan. Dari jumlah itu, 5 bersedia mengikuti penjaringan sebagai bacawalkot, dan 6 sebagai bacawawalkot.
PKS sendiri dalam Pileg 2024, mendapat 5 kursi DPRD sehingga masih harus berkoalisi untuk bisa mengusung bakal calon dengan minimal 6 kursi DPRD. “PKS masih perlu koalisi. Harapan bisa berkoalisi dengan partai yang memiliki potensi menang,” kata Amir.
Terkait pencalonan, Amir belum bisa memastikan siapa yang bakal mendapatkan rekom untuk Pilkada. “Kami belum bisa menjanjikan, karena masih perlu proses di DPW dan DPP,” kata Amir.









