Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal menggelar pelatihan advokasi bagi sekitar 100 relawan di Sekretariat DPD PKS Kota Tegal, Selasa (17/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas personel di lapangan dalam menjembatani akses masyarakat terhadap layanan dasar, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.
Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, S.A.P, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan upaya sistematis partai untuk memastikan bantuan yang diberikan kepada warga memiliki standar pelayanan yang terukur. Menurutnya, relawan seringkali menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan persoalan warga di akar rumput.
“Mereka adalah para relawan yang selama ini aktif membantu masyarakat. Karena itu, mereka butuh dibekali kemampuan teknis agar pelayanan yang diberikan sesuai standar, termasuk dalam hal kemampuan komunikasi efektif,” ujar Zaenal di sela-sela kegiatan.
Persoalan utama yang kerap ditemui di lapangan, lanjut Zaenal, bukanlah ketersediaan program pemerintah, melainkan hambatan akses informasi. Banyak warga yang belum memahami prosedur birokrasi untuk mendapatkan hak-hak dasar mereka.
Dalam hal ini, relawan advokasi dipersiapkan untuk menjalankan fungsi sebagai penghubung (hub) antara kebijakan Pemerintah Kota Tegal dengan kebutuhan riil masyarakat. Fokus utama pendampingan meliputi pelayanan dasar seperti sektor kesehatan dan pendidikan. Pelayanan kesehatan yang sudah ada di PKS diantaranya fasilitasi layanan ambulans serta reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga yang statusnya non-aktif maupun yang belum terdaftar.
“Masyarakat sangat membutuhkan akses informasi layanan publik. Relawan di sini mengambil peran sebagai jembatan agar program-program pemerintah tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh mereka yang benar-benar membutuhkan,” tegas Zaenal.
Melalui pembekalan ini, PKS Kota Tegal berharap pola advokasi yang dilakukan tidak lagi bersifat sporadis, namun lebih terstruktur. Selain penguasaan materi regulasi terbaru, para relawan juga dilatih untuk melakukan pemetaan masalah (problem mapping) di wilayah masing-masing.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan strategi partai dalam memperkuat basis sosial melalui kerja-kerja pelayanan yang bersentuhan langsung dengan persoalan harian warga di Kota Bahari tersebut.



