PKS Kota Tegal Salurkan Paket Cangkingan Sembako dari Pak Fikri

PKS Kota Tegal Salurkan Paket Cangkingan Sembako dari Pak Fikri

Wakil Ketua Komisi X DPR RI DR. H. Abdul Fikri Faqih telah menyediakan 7 ton beras untuk mensukseskan program ketahanan pangan bagi warga terdampak Covid-19. Rencananya beras itu akan dibagi dan dilengkapi dengan jenis sembako lain sebanyak 1700. Selain Kabupaten Tegal dan Brebes, Kota Tegal juga menjadi salah satu sasaran penerima paket. Secara simbolis paket itu diserahkan kepada Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc, pada Ahad (19/4).

Menurut Fikri, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah kebutuhan logistik agar bisa bertahan hidup di tengah pandemi saat ini. “Angka ini memang kecil, tapi semoga bisa sedikit meringankan beban, menjelang persiapan Ramadan,” ungkap Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah ini.

Fikri menjelaskan, dalam situasi saat ini, selain kesehatan, persoalan ekonomi dan keamanan juga menjadi hal yang paling vital untuk diperhatikan. “Rasa aman itu akan hadir ketika kebutuhan primer sudah terpenuhi. Dalam situasi seperti ini kebutuhan logistik menjadi sasaran prioritas PKS dalam menggalang program,” ujarnya.

Banyak usaha tutup, jelas Fikri, pendapatan masyarakat berkurang, bahkan sampai kehilangan pekerjaan, sehingga berpengaruh terhadap perputaran ekonomi warga. “Hampir semuanya kena dampaknya. Usaha rumah makan misalnya, biasanya salah satu yang mereka jual adalah leisure time dan leissure place. Tapi sekarang semua kenyamanan itu sudah tidak dihargai, tetapi yang penting adalah makanannya. Ini menggambarkan betapa kebutuhkan logistik menjadi yang paling dasar yang harus dipenuhi,” kata Fikri.

Hanya saja yang dialami banyak orang masyarakat adalah sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dasar itu mengalami hambatan. Oleh karenanya PKS berusaha untuk semampunya ikut hadir menunjukkan rasa kepedulian melalui program donasi ketahanan pangan. “Kalau pun ada bantuan dari pemerintah, maka yang paling relevan dibutuhkan saat ini berupa paket sembako atau bantuan langsung tunai agar bisa dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc menyampaikan Tim Pokja Covid 19 PKS Kota Tegal sendiri saat ini sudah mulai bergerak membantu warga melalui program penyemprotan disinfektan, pembagian masker, handsanitizer, dan yang terakhir pembagian paket sembako.

Bantu Cegah Corona, Gaji 4 Anggota DPRD Kota Tegal dari PKS Didonasikan

Bantu Cegah Corona, Gaji 4 Anggota DPRD Kota Tegal dari PKS Didonasikan

Mata dunia saat ini terfokus pada Corona. Tenaga medis yang berada di garda terdepan, pemerintah melalui himbauan dan kebijakan, masyarakat pun diajak bekerjasama untuk menghentikan penyebaran corona. Baik melalui edukasi, maupun penggalangan bantuan.

Di Kota Tegal, ada 4 anggota DPRD dari PKS yang merelakan satu bulan gajinya untuk membantu penanggulangan penyebaran corona. Keempat anggota DPRD Itu adalah H. Amiruddin, Lc, Rachmat Rahardjo, Zaenal Nurohman, dan Bayu Arie Sasongko.

“Kami di fraksi, sudah sepakat untuk mengalokasikan gaji di bulan ini untuk membantu penanggulangan pandemi covid-19,” ungkap Ketua F-PKS Kota Tegal H. Amiruddin, Lc.

Menurut Amiruddin, alokasi ini gaji ini akan disalurkan melalui Tim Pokja Covid -19 yang baru saja dibentuk DPD PKS Kota Tegal. Adapun program yang dilakukan adalah pembagian masker, hand sanitizer, dan juga penyemprotan disinfektan, serta berupa suplemen, makanan, dan APD untuk tenaga medis.

“Melalui ikhtiar kecil ini, kami yang berada di luar berusaha mensupport dengan membantu semaksimal yang bisa kita usahakan melalui potong gaji sebagai anggota dewan,” jelas Amiruddin.

Amiruddin juga turut memberikan support kepada para tenaga medis saat ini berada di garda terdepan dalam menangani wabah. Mereka diibaratkan sebagai pahlawan yang rela berjuang siang malam untuk menangani pasien yang suspect atau pun terinfeksi corona covid-19.

“Tugas dan tanggung jawab mereka di garda terdepan berisiko tinggi. Semoga Allah melindungi memuliakan mereka,” jelas Ketua F-PKS Kota Tegal ini.

Amir juga mengingatkan tentang pentingnya kedisiplinan masyarakat untuk mengikuti himbauan pemerintah sehingga penyebaran corona dapat ditekan atau dihentikan.

Terkait dengan Pokjar Covid-19 yang dibentuknya, Amiruddin, yang juga merupakan Ketua DPD PKS Kota Tegal ini menekankan dalam menjalankan aksi pencegahan corona ini, memastikan tidak akan ada kerumunan massa. Semua logistik bantuan baik berupa barang maupun program akan didistribusikan langsung melalui kader-kader PKS kepada masyarakat yang membutuhkan. “Kita berharap pandemi ini akan segera berakhir,” ujarnya. [ali]

F-PKS Minta Pemkot Tegal Tutup 14 Usaha Karaoke

F-PKS Minta Pemkot Tegal Tutup 14 Usaha Karaoke

Fraksi PKS Kota Tegal meminta Pemerintah Kota Tegal untuk segera menutup 14 usaha karaoke yang jelas-jelas sudah habis masa izinnya tetapi masih jalan dan tetap dibiarkan beroperasi.

“Pemkot harus segera memvalidasi data usaha karaoke. Jika izin sudah habis, tapi masih tetap beroperasi harus segera ditutup. Kami minta Pemkot harus bertindak tegas. Sebab secara aturan itu sudah melanggar,” ungkap Ketua FPKS, H. Amiruddin, Lc saat menyampaikan pendapatnya dalam Rapat Pimpinan (23/3).

Menurut data dari DPMPTSP Kota Tegal, keeempat tempat karaoke itu adalah Happy Song, Orange Karaoke, Orange, X-Cite, Blue Heaven, , D-Lux, Paradiso, Inul Vizta, Hollywood, New B’Fun, Win’s, Musro, Zodiac, dan Flash.

Menurut Amiruddin Pemkot harus serius dan tegas menegakkan amanat peraturan dan perundang-undangan yang sudah ada terkait keberadaan tempat karaoke yang sudah habis masa berlaku izinnya. Ia menilai langkah Pemkot dalam menegakkan aturan ini masih belum jelas. Sebab, dalam perda nomor 5 tahun 2017 tentang penyelenggaraan usaha Pariwisata tidak mencantumkan karaoke sebagai daftar usaha pariwisata, tetapi dalam Peraturan Walikota Tegal Nomor 7 tahun 205 tentang Penyelenggaraan Usaha Karaoke mengatur teknis perizinannya.

Selain tempat karaoke, Amiruddin juga menyoroti tempat kos yang disinyalir menjadi tempat praktik prostitusi terselubung. Itu juga harus disikapi serius demi terwujudnya visi misi Kota Tegal dalam RPJMD 2019-2024, yaitu masyarakat yang bersih dari berbagai penyakit masyarakat.

Sebelumnya FPKS juga pernah menyampaikan hal yang serupa melalui pemandangan Umum Fraksi dalam Rapat Paripurna DPRD. Menjawab itu, Pemerintah Kota Tegal dalam Rapat Paripurna DPRD menyatakan pihaknya telah melayangkan surat pemberitahuan secara resmi kepada tempat karaoke yang telah habis masa izinnya.[]

Pandemi Corona, Warga Sampaikan Usulan ke Fraksi PKS Kota Tegal

Pandemi Corona, Warga Sampaikan Usulan ke Fraksi PKS Kota Tegal

Melalui pesan Whatsapp yang dikirim kepada Ketua Fraksi PKS Kota Tegal H. Amiruddin, Lc, salah seorang warga Margadana bernama Zulfikar, menyampaikan gendu-gendu rasa terkait pandemic corona. Keresahan inilah yang mewakili sebagian besar warga Kota Tegal.

Begini isi lengkap pesannya.

“Ngapunten Pak, mau gendu gendu rasa berkaitan wabah virus corona yang sedang terjadi. Kebetulan saya berdomisili di Kecamatan Margadana. Saya memandang Kecamatan Margadana adalah salah satu wilayah yang rawan dengan penyebaran virus. Meskipun sekarang masih aman.

Seperti kita ketahui bersama banyak warga Kecamatan Margadana yang bekerja/berdagang di luar kota seperti Jakarta dan Semarang (warteg & sebagainya). Hal ini bisa menjadi BOM WAKTU yang tiba-tiba saja bisa meledak jika tidak ada antisipasi secara serius.

Sampai saat ini tindakan Pemerintah Kota Tegal baru sekedar himbauan melalui mobil keliling oleh aparat kelurahan yang saya rasa tidak terlalu efektif. Saya merasa harus lebih intens hingga tingkat RT yang melakukan pendataan warganya yang sewaktu-waktu bisa saja mudik dari kota-kota yang sudah ada di zona merah. Sehingga harapannya BOM WAKTU tidak meledak dan orang yang kemungkinan terpapar & membawa virus bisa segera diketahui.”

Menanggapi hal ini Amiruddin menyampaikan terima kasih atas info dan masukannya. “Informasi ini akan kami jadikan sebagai alasan untuk lebih serius dan sungguh sungguh dalam upaya pencegahan penyebaran Covid 19 di Kecamatan Margadana dan Kota Tegal secara umum,” ungkapnya. Ia menambahkan salah satu ikhtiar yang bisa dilakukan adalah bisa dimulai pendataan kepada warga yang baru saja pulang kampung dengan lapor kepada kelurahan setempat, arus keluar masuk warga ada dalam pantauan.[]

Pandemi Corona, Fikri Faqih Usulkan UN Ditiadakan Mulai Tahun Ini

Pandemi Corona, Fikri Faqih Usulkan UN Ditiadakan Mulai Tahun Ini

Menanggapi pandemi Virus Corona atau Covid-19 yang terjadi saat ini, Abdul Fikri Faqih, Wakil Ketua Komisi X DPR RI berpendapat pelaksanaan ujian nasional (UN) sebaiknya dihapus saja. “Menimbang kondisi saat ini yang tidak kondusif, lebih baik dihapus saja karena kalau diundur pun belum jelas kapan bisa dilaksanakan,” ujarnya, Senin (23/3).

Lebih lanjut Fikri menambahkan, “Toh tidak untuk menentukan kelulusan maupun untuk standard masuk perguruan tinggi. Dengan kondisi seperti ini, cukup dengan ujian sekolah saja. Orang sekolah saja libur kok. Kalau untuk pemetaan pun sekarang waktunya tidak pas.”

Data yang dihimpun worldometer, per 23 Maret 2020, kasus Covid 19 di Indonesia sudah mencapai 514 kasus, dengan jumlah meninggal 48 orang. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan status masa tanggap keadaan darurat hingga 29 Mei 2020 karena skala penyebaran virus ni sudah meluas dan masuk dalam kategori bencana skala nasional.

Terkait anggaran yang sudah terlanjur digunakan, Fikri mengatakan dipertanggungjawabkan saja. “Sekarang cut off, sisanya dipergunakan untuk dampak Korona di dunia pendidikan saja,” tambah aleg dari Fraksi PKS tersebut.

DPR RI juga telah mengadakan Rapat Bamus DPR RI pada Jumat (20/3) dan memunculkan usulan agar pemerintah segera mengajukan perubahan APBN 2020. “Untuk sementara bisa self-blocking. Karena toh UN 2021 juga akan dihapus. Karena wabah corona ini, saya usul penghapusan dimajukan saja menjadi tahun ini daripada tidak jelas diundur sampai kapan,” tegas Fikri.

Reses, Fikri Sosialiasikan Produk Legislasi Komisi X DPR RI

Reses, Fikri Sosialiasikan Produk Legislasi Komisi X DPR RI

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS DR. H. Abdul Fikri Faqih, MM menggelar reses di beberapa titik di Dapil IX. Salah satunya di Kota Tegal yang bertempat di Aula Azzurofah, Jl. Kauman, Kecamatan Tegal Barat (30/12).

Acara tersebut dihadiri 110 peserta. Tampak hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya adalah Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc, Sekretaris Fraksi PKS Zaenal Nurohman, juga segenap struktur Dewan Pengurus Tingkat Daerah (DPTD) PKS Kota Tegal.

Dalam kesempatan tersebut selain menyampaikan fungsi anggota legislatif, Fikri Faqih juga kembali menginformasikan beberapa kementerian yang menjadi mitra komisi X, diantaranya adalah Kemenristek Dikti, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kemendikbud, Kemenpora, dan Perpustakaan Nasional.

“Karena masih mendapatkan amanah di komisi yang sama, maka tinggal melanjutkan apa yang selama ini sudah terjalin,” kata Fikri.

Ia juga menyampaikan beberapa produk legislasi selama dirinya menjabat di Komisi X DPR RI. Diantaranya adalah disahkannya beberapa Undang-undang seperti UU No 3 tahun 2017 tentang Sistem Perbukuan, UU No 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan lahir dalam rangka melindungi, memanfaatkan, dan mengembangkan kebudayaan Indonesia, UU No 13 tahun 2018 tentang serah simpan karya cetak dan karya rekam, dan yang terakhir UU No 24 tahun 2019 tentang ekonomi kreatif.

Fikri menjelaskan melalui regulasi yang telah dihasilkan, pemerintah sudah serius membuat payung hukum baik aspek pendidikan, literasi, kebudayaan, pariwisata, maupun ekonomi kreatif.

Dalam bidang kebudayaan misalnya, Fikri menyebutkan beberapa nama seperti Budayawan Yono Daryono, Lanang Setiawan, Hadi Utomo yang punya peran dalam melestarikan bahasa Tegal melalui karya-karyanya baik lisan maupun tulisan.

“Saya sangat mengapresiasi kepada para budayawan Tegal yang melestarikan bahasa Tegal. Jangan sampai referensi tentang Tegal tapi yang nulis malah orang asing. Penuturnya harus dilestarikan,” ujarnya.

PKS Minta Pemkot Tegal Bersikap Tegas Terhadap Maraknya Togel

PKS Minta Pemkot Tegal Bersikap Tegas Terhadap Maraknya Togel

Fraksi PKS Kota Tegal menerima banyak aduan dari masyarakat mengenai masih maraknya judi togel di beberapa titik di Kota Tegal. Bayu Arie Sasongko, dalam kesempatan pandangan umum meminta keseriusan Walikota Tegal dan jajaran Pimpinan Daerah untuk dapat melakukan penertiban terhadap praktek perjudian tersebut.

“Ini jelas merusak moral dan mental masyarakat,” ujarnya. Ia menambahkan di satu sisi, pemerintah tengah berupaya mengeluarkan program-program pemberdayaan. Tapi di sisi lain, Togel masih marak. Ini jelas menggambarkan ketimpangan.”

Yang membuat Bayu geleng-geleng kepala, maraknya Togel kini marak di semua level dan kalangan, baik bapak-bapak, ibu-ibu maupuan anak-anak. “Jika kondisi ini dibiarkan, bisa rusak masa depan masyarakat Kota Tegal,” ungkapnya.

Selain permasalahan togel, pemkot juga perlu melakukan pengawasan usaha Tempat Kost yang disinyalir masyarakat terjadi praktek prostitusi terselubung, penjualan minuman keras menjadi sorotan. “Kami meminta Dinas terkait agar benar-benar serius mampu menegakkan amanat peraturan perundangan agar terwujud lingkungan masyarakat yang bersih dari berbagai penyakit masyarakat,” kata Bayu.

Rumah Aspirasi PKS Buka Setiap Hari

Rumah Aspirasi PKS Buka Setiap Hari

Reses perdana Bayu Arie Sasongko, ST, MM Anggota DPRD Kota Tega dari Fraksi PKS dijadikan sebagai momen jaring aspirasi sekaligus menyampaikan beberapa informasi terkini terkait pembangunan di Kota Tegal. Bayu yang saat ini berada di komisi 3 menyampaikan beberapa informasi pembangunan Kota Tegal seperti upaya Pemerintah Kota Tegal untuk mengubah wajah tegal di beberapa titik strategis seperti Alun-alun Tegal yang akan dijadikan sebagai taman kota, rencana pembangunan di Jl. Ahmad Yani yang akan diubah menjadi Malioboronya Tegal.

“Yang kami tekankan dari aktivitas pembangunan kepada Pemerintah Kota Tegal adalah memastikan semua pembangunan itu harus mempertimbangkan dampak sosio kultural dan juga ekonomi. Masyarakat harus bisa langsung merasakan manfaat dari perubahan itu,” ungkapnya.
Dalam kegiatan reses tersebut beberapa warga juga menyampaikan aspirasnya kepada Bayu Arie Sasongko. Ahmadi misalnya, Warga Debong Kidul itu menyampaikan aspirasinya mengenai keberadaan UMKM Industri pengolahan tahu yang kurang memperhatikan dampak limbah industrinya. “Bukan menutup usahanya, tapi pengelolahan limbah harus bisa memperhatikan factor kenyamanan warga sekitar,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Pak Dadang juga menyampaikan masalah mengenai bangunan penutup selokan yang dibuat semi permanen. Adanya penutup selokan itu memang membuat lebih luas jalan di gang, tapi dampak yang kami rasakan justru banjir ketika hujan tiba, sementara warga tidak bisa ikut membongkar “Mestinya konstruksi dibuat lebih mudah untuk perawatannya,” ungkapnya. Sementara itu seorang warga juga mengeluhkan tentang tarif parkir di RS Kardinah yang saat ini dibuat per jam, juga menyampaikan tentang pajak pemakaman umum bagi warga yang meninggal dunia.

Anggota DRPD Kota Tegal dari Fraksi PKS Bayu Arie Sasongko, ST, MM menyambut baik aspirasi warga yang disampaikan. Menurutnya semua aspirasi ini akan disampaikan kepada dinas-dinas terkait sesuai dengan tupoksinya agar bisa menjadi perhatian dan prioritas. “Secara umum kami meminta kepada Pemerintah Kota melalui dinas, untuk memberikan pengawasan lebih kepada para rekanan pelaksana program infrastruktur di Kota Tegal, agar benar-benar sesuai dengan spesifikasi anggaran, kualitas pekerja, tenggat waktu yang ditentukan, dan tidak menimbulkan dampak pada masyarakat dan lingkungan sekitar pekerjaan.

Ia juga menyampaikan aspirasi, aduan, maupun keluhan masyarakat kepada anggota DPRD bisa disampaikan tidak hanya melalui reses, tetapi juga datang langsung ke fraksi PKS Kota Tegal.

“Bulan pertama begitu kami dilantik, kami sudah membuat Ruang Aspirasi. Silakan masyarakat bisa datang langsung ke fraksi untuk menyampaikan langsung aspirasinya,” ungkapnya. Ia menyampaikan kesempatan reses ini memang perlu, tapi terbatas pertemuannya. Setahun hanya tiga kali reses. Tapi melalui rumah aspirasi yang ada di fraksi, kami membuka diri untuk bisa lebih dekat dengan masyarakat.

Copyright © 2026