PKL di F-PKS DPRD Kota Tegal, Riska: “Seperti Keluarga Sendiri.”

PKL di F-PKS DPRD Kota Tegal, Riska: “Seperti Keluarga Sendiri.”

Dua bulan bertugas di Fraksi PKS DPRD Kota Tegal dalam program PKL (Praktik Kerja Lapangan), Riska Putri Andini (17), siswa SMK PGRI Kota Tegal mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran berharga selama penempatan.

Hal ini ia sampaikan saat pamitan karena telah selesai masa tugas penempatannya. Salah satu yang paling berkesan bagi Riska saat bertugas ia merasa diterima oleh keluarga besar F-PKS Kota Tegal. Saat itu Riska didampingi 2 temannya Ines dan Nesa, teman satu sekolahnya, melakukan pamit.

Ketiga anak ini ditemui langsung oleh Ketua Fraksi PKS Kota Tegal yang didampingi oleh Staff Fraksi Ali Mashuri. Amiruddin mengucapkan terimakasih kepada Riska yang telah membantu kinerja Fraksi PKS selama ini. “Meski hanya dua bulan di Fraksi PKS, kami merasa kehilangan sebenarnya. Semoga Riska lancar studinya, dan tercapai cita-cita dan harapannya di masa depan,” kata Amir.

Riska juga mengucapkan terimakasih sudah diterima dengan baik saat bertugas. “Selama di Fraksi PKS saya merasa seperti sudah kenal dekat, , seperti keluarga, ngobrol bareng , komunikasi baik. Di sini juga saya belajar bagaimana Fraksi PKS melayani dan menerima tamu, membantu menyusun laporan administrasi, dan banyak hal lain selama penempatan. Semoga bermanfaat bagi semuanya,” jelas Riska.

Saat ditanya apakah ada masukan buat Fraksi PKS, Riska menjawab, ”Insya Allah F-PKS tidak ada kurangnya. Semoga PKS maju dan selalu amanah,” katanya. Satu hal yang paling berkesan bagi Riska adalah orang-orang di Fraksi PKS itu baik dan asyik. “Saya sering disapa setiap kali bertemu,” begitu kesannya.[]

Nunggak BPJS, Warga Berharap Beralih KIS yang Dibiayai APBD

Nunggak BPJS, Warga Berharap Beralih KIS yang Dibiayai APBD

Anggota DPRD kota Tegal dari Fraksi PKS Bayu Arie Sasongko ini menerima berbagai keluhan dari warga terkait BPJS. Oleh karenanya, saat reses Bayu menghadirkan Kepala BPJS Cabang Tegal Yusef Eka Darmawan untuk menjelaskan seputar permasalahan kesehatan, khususnya BPJS di Kota Tegal.

Bayu mengungkapkan, persoalan kesehatan menjadi masalah utama yang perlu diselesaikan. Diantara persoalan yang muncul adalah banyak peserta BPJS mandiri merasa keberatan iuran setiap bulannya sehingga banyak yang nunggak. Mereka berharap bisa beralih KIS yang dibiayai APBD.

Menanggapi hal itu, Bayu menjelaskan selama warga yang mengajukan permohonan BPJS KIS yang dibiayai APBD masuk kategori dan memenuhi syarat, bisa diperjuangkan. Selain itu, yang saat ini Pemkot tengah mengupayakan agar Kota Tegal agar bisa Tegal bisa menjadi kota layak UHN (Universal Health Coverage).

“Jika sudah mencapai UHC, maka persoalan kesehatan sudah bisa ditanggung pemerintah, jadi untuk berobat cukup menunjukkan KTP. Semua warga kota Tegal sudah bisa gratis berobat dimanapun asalkan kelas 3,” ungkap Bayu.

Bayu menjelaskan bahwa syarat untuk bisa mencapai kelayakan itu adalah perlu ada sinergi dari semua unsur, agar bagi yang mampu bisa mendaftarkan layanan BPJS sehingga ketercapaian 90 persen bisa dicapai.

Sementara itu Kepala BPJS Cabang Tegal Yusef Eka Darmawan menyampaikan, dengan adanya BPJS ini sebenarnya masyarakat sangat terbantu dalam pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan semua kebutuhan obat dicover BPJS.

Jika ada kejadian misalnya di rumah sakit ketersediaan obat kosong, dan pasien diminta beli diluar, maka notanya bisa bawa ke kantor BPJS, dan uangnya bisa diganti oleh BPJS. “Harusnya tidak ada penambahan biaya. Saat ini pelayanan pun bahkan semakin dimudahkan dengan adanya aplikasi mobile JKN,” katanya.

Menanggapi adanya keluhan iuran yang menunggak, Kepala BPJS Cabang Tegal Yusef Eka Darmawan mengatakan idealnya tetap dibayarkan. Hanya saja pada kasus tertentu ada kebijakan yang diambil BPJS seperti misalnya ada peserta menunggak iuran lima tahun, dibayar 2 tahun terakhir, meski dicicil, dan yang sisanya 3 tahun diputihkan.

Ia juga menyarankan jika ada pasien yang terdaftar BPJS meninggal, dari pihak keluarga sebaiknya langsung melaporkan kepada pihak BPJS, dengan adanya laporan ini maka status kepesertaan BPJS sudah otomatis dihentikan dan tidak akan keluar tagihan lagi.[]

Jalan Rusak Parah di Kawasan Padat, Prioritas Diperbaiki. Bila Perlu Siapkan Langkah Darurat

Jalan Rusak Parah di Kawasan Padat, Prioritas Diperbaiki. Bila Perlu Siapkan Langkah Darurat

Kerusakan jalan yang parah di sejumlah titik perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Tegal. Kondisi jalan berlubang di kawasan padat penduduk menjadi penghambat aktivitas warga, apalagi di musim hujan saat ini. Salah satu jalan yang mengalami kerusakan parah adalah Jalan Pendidikan di Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

Anggota DPRD Komisi III DPRD Kota Tegal Rachmat Rahardjo menyampaikan, kerusakan Jalan Pendidikan di Kelurahan Pesurungan Lor perlu segera diperbaiki, sebab jalan tersebut merupakan akses layanan publik menuju beberapa sekolah dan perguruan tinggi. Rachmat mendorong organisasi perangkat daerah mengambil langkah darurat.

“Lakukan penambalan sebagai langkah darurat apabila belum memungkinkan untuk perbaikan keseluruhan. Jalan itu akses menuju sarana public, maka diharapkan bisa dilakuan perningkatan kualitas jalan agar lebih awet,” kata Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS sebagaimana dilansir Radar Tegal (8/3).

Teguh Widodo, salah satu warga mengatakan setiap hari banyak pelajar yang melewati jalan ini menggunakan kendaraan atau pun jalan kaki merasa kebingungan memilih jalan, karena terlalu banyak genangan. “Sebelum musim penghujan, jalan ini sudah rusak parah. Kami sangat berharap bisa segera diperbaiki,” katanya penuh harap.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal Setiabudi mengungkapkan, perbaikan jalan Pendidikan saat ini sedang dsusun harga perkiraan sendiri dan  sudah masuk jadwal pengerjaan tahun ini. “Ini sedang penyusunan HPS, untuk ditenderkan,” katanya.[]

Pedagang Heran, Minyak Langka di Pasaran, Tapi Marak Dijual Online

Pedagang Heran, Minyak Langka di Pasaran, Tapi Marak Dijual Online

Langkanya minyak goreng di pasaran dikeluhkan banyak warga, termasuk pedagang pasar dan pemilik warung kelontong. Informasi ini disampaikan Imron Rosadi, salah satu warga yang berprofesi sebagai pedagang pasar saat berkunjung ke Fraksi PKS DPRD Kota Tegal pada Rabu (9/3).

Hal yang membuat dia heran dan bertanya-tanya adalah, minyak langka di pasaran, tetapi ia menemukan maraknya pedagang online menawarkan minyak goreng.

Pantauan tim media F-PKS Kota Tegal pada Rabu, 9 Maret 2022, di beberapa minimarket dan sejumlah toko kelontong, stok minyak goreng di tempat yang biasa dipajang kosong. Salah satu pemilik warung kelontong di Jl. Merpati, Kelurahan Randugunting mengatakan bahwa sejak kemarin stok minyak goreng kosong. “Terakhir dapat dari pemasok hanya 2 karton, dan langsung habis dalam waktu 30 menit,” katanya.

Anggota DPRD Komsi II DPRD Kota Tegal Zaenal Nurrohman turut menanggapi kelangkaan minyak goreng di masyarakat. Ia menyampakan kelangkaan kebutuhan pokok minyak goreng mestinya tidak sampai terjadi. “Pemerintah mengklaim minyak goreng tidak langka. Pabrik-pabrik masih produksi, Tapi fakta yang terjadi di lapangan sebaliknya.  Ini kan aneh. Kasihan masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan pokok,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kelangkaan ini ada masalah pada mata rantai distribusi. Jika pasokan minyak aman, lalu kemana perginya minyak goreng itu. Zaenal menduga ada oknum-oknum yang melakukan penimbunan. Secara tegas, politikus muda PKS ini meminta kepada Pemerintah Kota Tegal melakukan operasi pasar untuk mengantisipasi adanya oknum tidak bertanggungjawab yang melakukan penimbunan minyak goreng yang menyebabkan langkanya kebutuhan bahan pokok itu.[]

Sekolah di Kota Tegal Kembali Tatap Muka, Orangtua Bisa Bernafas Lega

Sekolah di Kota Tegal Kembali Tatap Muka, Orangtua Bisa Bernafas Lega

Akhirnya orangtua bisa bernafas lega dengan turunnya level PPKM di KotaTegal dari level 4 menjadi level 3. Itu artinya, anak-anak akan kembali merasakan kembali suasana belajar di sekolah. Kabar ini pun mendapat respon positif dari Komisi I DPRD Kota Tegal dan sepenuhnya mendukung kembali pembelajaran tatap muka.

Anggota I DPRD Kota tegal H. Amiruddin, Lc mengatakan pembelajaran jarak jauh memang sudah menjadi kebiasaan baru dalam dunia pendidikan. Tetapi interaksi langsung dengan guru di sekolah tidak bisa tergantikan.

“Sesuai instruksi Mendagri No 15 tahun 2022, pertemuan tatap muka di satuan pendidikan bisa dilakukan meski pelaksanaannya masih terbatas. Saya yakin turunnya level PPKM dari 4 menjadi 3 ini menjadi kabar baik yang paling ditunggu orangtua di Kota Tegal,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal ini.

Amir menjelakan sejak pertengahan Februari lalu, level PPKM Kota Tegal naik menjadi level 4. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal saat itu memutuskan untuk tidak menggelar pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka yang baru berjalan belum ada satu bulan, terpaksa dihentikan lagi.

Dampaknya anak-anak kembali dirumahkan atau melakukan pembelajaran melalui daring. Bukan hanya anak-anak yang kehilangan semangat belajar, orangtua pun menyayangkan kebijakan ini.

“Rata-rata mereka khawatir anak-anak di rumah justru kurang terkontrol selama di rumah dan yang paling meresahkan adalah interaksi anak-anak dengan gadget juga rentan membuat lintasan berpikir anak menjadi macet,” jelasnya.

Copyright © 2026