Zaenal Nurohman, Anggota Dewan yang memilih Menyatu bersama Barisan Kepanduan! bukan di panggung VIP Pejabat

Zaenal Nurohman, Anggota Dewan yang memilih Menyatu bersama Barisan Kepanduan! bukan di panggung VIP Pejabat

Langit pagi di Komplek Taman Pancasila, Kota Tegal, Senin (17/8/2026), tampak cerah membingkai khidmatnya upacara peringatan Hari Ulang Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Di tengah deretan tamu undangan VVIP, pejabat eselon II, hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang duduk tenang di kursi kehormatan, ada pemandangan yang berbeda dan menyita perhatian.

Di barisan lapangan, berpanas-panas di antara barisan peserta upacara, berdiri tegap seorang pria berseragam lengkap Tim Kepanduan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal. Dia bukan prajurit muda biasa yang baru meniti baris-berbaris. Sosok itu adalah Zaenal Nurohman—pria yang hari-hari ini juga mengemban amanah sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal.

Bagi seorang legislator, kursi empuk di panggung kehormatan adalah hak protokol yang wajar dan lazim didapatkan. Namun, Zaenal memilih jalan yang berbeda. Hari itu, ia menanggalkan atribut kedewanan dan memilih melebur seutuhnya bersama satu kompi kader Kepanduan PKS Kota Tegal.

Keputusan ini berawal dari undangan resmi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Tegal Nomor 400.14.1.1/556 tertanggal 14 Agustus 2026. Surat itu memuat permohonan pengiriman satu kompi peserta upacara dari kalangan organisasi partai politik. Sebagai Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal tidak sekadar mendisposisikan surat tersebut kepada kader di bawahnya. Ia justru memimpin langsung dengan turun ke lapangan sebagai peserta.

Kepada rekan-rekan sesama anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, ia sempat mengirimkan pesan singkat yang merefleksikan ketulusannya:

“Mohon izin teman-teman, saya ikut barisan DPD PKS dalam Upacara HUT RI besok. Insya Allah DPD mengirimkan 1 pleton peserta upacara menggunakan seragam Kepanduan PKS.”

Di balik kesahajaan itu, persiapan yang dilakukan terbilang singkat—hanya dua hari. Namun, keterbatasan waktu sama sekali tidak menyurutkan semangat kebersamaan. Bagi Zaenal, berdiri di barisan terdepan bersama kader bukan sekadar pemenuhan undangan seremonial, melainkan sebuah ikhtiar merawat solidaritas dan kekompakan menyongsong masa depan partai.

Di bawah terik matahari Taman Pancasila, langkah kaki Zaenal bersama barisan kepanduan menyatu dengan derap langkah ribuan warga Kota Tegal lainnya. Sebuah pemandangan humanis yang mengingatkan kita bahwa kemerdekaan sejati lahir dari peleburan ego, duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan rakyat, serta menjiwai esensi kepemimpinan yang melayani dari bawah.

Jalan Keselamatan Bermula dari Rumah, PKS Kota Tegal Mengajak Para Ayah Turun Tangan

Jalan Keselamatan Bermula dari Rumah, PKS Kota Tegal Mengajak Para Ayah Turun Tangan

Peran seorang ayah sering kali direduksi sekadar menjadi tulang punggung pencari nafkah. Namun, di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, ayah memikul tanggung jawab yang jauh lebih besar dengan menjaga keluarganya dari kehancuran moral. Kesadaran inilah yang mengemuka dalam Kajian Forum Ayah bertajuk “Peran Ayah dalam Membangun Keluarga Dakwah” di Kantor DPD PKS Kota Tegal, Senin (10/8) sore.

​Sore itu, para peserta laki-laki dari lintas generasi duduk membaur. Mulai dari mahasiswa yang baru menapaki usia dewasa hingga kakek yang telah menimang cucu, hadir menyimak. Rentang usia yang beragam ini menjadi simbol nyata bahwa tugas belajar memandu keluarga tidak pernah mengenal garis akhir.

​Ketua Forum Ayah Kota Tegal, Retno Kristanto, S.E., dalam sambutannya mengingatkan kembali mandat utama seorang kepala keluarga. Menurutnya, ukuran keberhasilan seorang ayah tidak bisa hanya ditakar dari urusan materi.

​”Tanggung jawab tertinggi seorang ayah adalah menjaga keluarganya dari api neraka. Kita perlu mengupayakan transformasi diri dari yang tadinya sekadar ‘Pejuang Keluarga’ dalam urusan dunia, kini harus naik kelas menjadi ‘Keluarga Pejuang’ dalam kebaikan,” ujarnya lugas.

​Pesan senada dipertegas oleh Dr. H. Abdul Fikri Faqih, M.M., narasumber kajian sekaligus Anggota DPR RI. Ia menyoroti pentingnya sel-sel keluarga sebagai fondasi ketahanan sosial masyarakat di tengah berbagai krisis moral.

​”Jalan keselamatan kita hari ini adalah membangun keluarga dakwah, yakni keluarga yang anggota-anggotanya saling mengajak pada kebaikan. Inilah pilar yang akan menumbuhkan masyarakat yang tangguh, yang terhindar dari budaya saling menjatuhkan,” tegas Fikri.

​Lebih lanjut, ia juga membongkar mitos bahwa syiar kebaikan hanya milik segelintir orang yang menempuh pendidikan agama formal. Upaya mengajak pada jalan kebenaran adalah tugas setiap ayah, tanpa harus menunggu menjadi seorang alim ulama.

Merawat Napas Pelayanan di Luar Musim Kampanye: PKS Kota Tegal Gelar Orientasi Partai

Merawat Napas Pelayanan di Luar Musim Kampanye: PKS Kota Tegal Gelar Orientasi Partai

TEGAL — Akhir pekan di Kota Tegal tak melulu soal pesisir pantai atau ramainya pusat kuliner. Pada Sabtu (8/8/2026) pagi, denyut kesibukan lain justru terlihat di dalam kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal. Sebanyak Puluhan warga dari berbagai kecamatan berkumpul. Mereka tak sekadar duduk mendengarkan pidato, melainkan tengah mengikuti Training Orientasi Partai (TOP).

Bagi sebuah partai politik, merawat mesin organisasi acap kali menjadi ujian terberat seusai hiruk-pikuk pemilihan umum mereda. Lewat program pembekalan resmi ini, PKS mencoba memastikan kapasitas, pemahaman, dan soliditas barisan relawan, saksi, hingga kader barunya tak hanya menyala sesaat ketika musim kampanye tiba.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, menggarisbawahi pentingnya menjaga stamina pengabdian dalam berpolitik. Menurutnya, esensi keberadaan seorang kader harus langsung dirasakan oleh masyarakat luas dalam keseharian, bukan sekadar retorika di atas kertas.

“Kerja-kerja pelayanan kader PKS bukan hanya menjelang pemilu saja, tapi senantiasa dilakukan setiap hari. Bahkan tidak sedikit di saat waktu-waktu sibuk,” tegas Zaenal di hadapan para peserta.

Pesan tersebut menjadi benang merah dari seluruh rangkaian orientasi hari itu. Di tengah apatisme publik yang kerap membayangi institusi politik modern, langkah DPD PKS Kota Tegal untuk terus mengonsolidasikan barisannya menjadi sebuah langkah sadar. Soliditas partai, pada tataran yang paling nyata, tidak diukur dari seberapa keras mereka bersorak saat pemilu, melainkan seberapa konsisten mereka hadir saat masyarakat membutuhkan pelayanan.

PKS Temui Muhammadiyah, Bahas Isu Keummatan di Kota Tegal

PKS Temui Muhammadiyah, Bahas Isu Keummatan di Kota Tegal

Jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal melakukan kunjungan strategis ke kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tegal, Selasa (21/7). Pertemuan di Sekretariat PDM ini tidak sekadar bersilaturahim, tetapi menjadi ajang konsolidasi moral untuk merespons darurat sosial dan kebijakan publik di daerah.

Rombongan PKS yang dipimpin Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, S.A.P., disambut hangat oleh Ketua PDM Kota Tegal dr. Wahyu Heru Triyono, M.Kes., didampingi Sekretaris PDM H. Ghusni Darodjatun, M.Pd., dan jajaran pengurus harian.

Pertemuan ini turut dihadiri lengkap oleh lima legislator Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, yakni Wakil Ketua DPRD H. Amiruddin, Ketua Fraksi H. Abdul Ghoni, SE, Wakil Ketua FPKS Hj. Erni Ratnani, Sekretaris FPKS Mochamad Ali Mashuri, S.A.P., serta Tenaga Ahli Fraksi Ali Irfan, S.Pd.I., M.Pd. Hadir pula perwakilan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga PKS, Nursetyowati dan Ihda Nur Fitriyati.

Isu moralitas masyarakat mendominasi diskursus pertemuan tersebut. Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, H. Abdul Ghoni, SE, mengungkapkan bahwa partainya kini tengah mengawal ketat pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol (Minol) atas dorongan Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD.

“Kami di gedung dewan pada akhirnya tetap harus mengambil keputusan. Banyak masukan dari masyarakat terkait tempat hiburan malam, termasuk izin yang perlu ditinjau ulang karena lebih memprioritaskan investasi ketimbang aspirasi moral warga,” ujar Abdul Ghoni.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PDM Kota Tegal, dr. Wahyu Heru Triyono, meminta para wakil rakyat untuk tidak ragu mengambil sikap tegas. Ia menyoroti fenomena tempat hiburan malam yang tetap beroperasi dengan mengantongi izin restoran atau penyelenggara pertunjukan seni, meski telah menuai penolakan keras dari masyarakat.

“Kota Tegal sudah darurat, jika dibiarkan makin sekarat. Setiap rupiah gaji dewan akan dimintai pertanggungjawaban. Jadi, dewan harus galak di parlemen ketika ada potensi kemungkaran,” tegas dr. Heru.

PDM menyatakan siap berdiri di garis depan untuk memberikan dukungan penuh kepada legislatif agar fungsi pengawasan berjalan optimal dan celah legalitas peredaran miras dapat ditutup demi kemaslahatan umat.

Merajut Sinergi Umat, PKS dan Muhammadiyah Kota Tegal Memiliki Kesamaan “DNA” Perjuangan

Merajut Sinergi Umat, PKS dan Muhammadiyah Kota Tegal Memiliki Kesamaan “DNA” Perjuangan

Suasana hangat dan penuh keakraban tampak jelas di Sekretariat Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Tegal, Selasa (21/7). Pertemuan antara jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal dan PDM Kota Tegal bukan sekadar kunjungan formal politik, melainkan sebuah ruang temu batin antar-elemen umat yang menemukan banyak kesamaan frekuensi dalam memandang persoalan keummatan.

Kehangatan tersebut terpancar dari jalannya diskusi yang cair namun sarat makna. Ketua PDM Kota Tegal, dr. Wahyu Heru Triono, M.Kes., bahkan melontarkan candaan ringan yang mencairkan suasana saat membahas kiprah warga persyarikatan di ruang publik.

“Warga Muhammadiyah berdiaspora di mana-mana, jadi bebas ke mana saja, tapi ya itu, seringnya tidak kembali,” kelakar dr. Wahyu disambut gelak tawa para pengurus PKS dan PDM yang hadir.

Di balik suasana santai itu, terselip kesamaan pandangan yang mendalam antara kedua lembaga. Meski secara kelembagaan memiliki ranah dan jalur pengabdian yang berbeda—satu sebagai organisasi kemasyarakatan islam dan lainnya sebagai partai politik—dr. Wahyu menilai PKS dan Muhammadiyah memiliki satu napas perjuangan yang seirama.

“Secara kelembagaan berbeda, tapi DNA-nya sama, yaitu amar makruf nahi munkar,” tegas dr. Wahyu. Ia meyakini, dengan luasnya jejaring warga Muhammadiyah yang telah berdiaspora di berbagai sektor kehidupan, kolaborasi strategis dengan partai politik menjadi kunci penting untuk memperkuat kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Sementara itu, Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, S.A.P., mengungkapkan alasan mendasar di balik langkah partainya menjadikan PDM sebagai ormas pertama yang dikunjungi. Menurutnya, PKS sangat membutuhkan banyak masukan, nasehat moral, serta bimbingan dari para tokoh senior Muhammadiyah dalam mengemban amanah di legislatif maupun eksekutif.

“Kami butuh banyak masukan dan nasehat dari tokoh-tokoh PDM Kota Tegal,” ujar Zaenal.

Tidak hanya berfokus pada dinamika kebijakan publik dan pengawasan dewan, silaturahim penuh kehangatan ini juga menghasilkan kesepahaman untuk merajut kerja sama dalam bidang sosial kemasyarakatan. Kedua belah pihak sepakat menyinergikan program pengarusutamaan keluarga, sebuah agenda strategis yang selama ini menjadi fokus utama PKS guna membangun ketahanan masyarakat bermula dari lingkup terkecil.

Pertemuan sore itu ditutup dengan komitmen kuat untuk terus menjaga saluran komunikasi tetap terbuka. Bagi PKS dan Muhammadiyah di Kota Tegal, perbedaan jalur gerak bukanlah batasan, melainkan jembatan untuk saling menguatkan dalam merawat kemaslahatan umat dan masa depan Kota Tegal.

Menyemarakkan Harganas 2026, BIPEKA PKS Kota Tegal Gelar Seminar Parenting

Menyemarakkan Harganas 2026, BIPEKA PKS Kota Tegal Gelar Seminar Parenting

Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) PKS Kota Tegal menggelar Seminar Parenting bertajuk “Menemani Tumbuh Kembang Anak Remaja di Era AI: AI Mengajarkan Skill, Orang Tua Menanamkan Adab” pada Rabu (24/6/2026) di Kantor DPD PKS Kota Tegal. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bunda Darosy Endah, H., M.Pd, dosen Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Seminar yang diikuti oleh orang tua dan pemerhati keluarga ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai tantangan pengasuhan anak remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Di era digital saat ini, anak-anak memiliki akses yang sangat luas terhadap informasi dan teknologi, sehingga peran keluarga menjadi semakin penting dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka.

Ketua BIPEKA PKS Kota Tegal, Adistya Pratiwi, S.Pi, dalam sambutannya menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengurangi peran utama orang tua dalam mendidik dan membimbing anak. Menurutnya, kecanggihan AI dapat membantu anak memperoleh pengetahuan dan keterampilan, namun nilai-nilai adab, moral, dan karakter tetap harus ditanamkan oleh keluarga.

“Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka dapat belajar banyak hal dari teknologi, tetapi orang tua tetap memiliki tanggung jawab utama untuk membimbing, mengarahkan, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan. Jangan sampai anak kehilangan jati dirinya karena kurangnya pendampingan dari orang tua,” ujar Adistya.

Sementara itu, Bunda Darosy Endah mengingatkan pentingnya kesepakatan antara ayah dan ibu dalam menerapkan pola asuh di rumah. Menurutnya, aturan dan metode pendidikan yang diterapkan kepada anak perlu dibangun berdasarkan kesepahaman kedua orang tua agar anak mendapatkan arahan yang konsisten.

“Sering kali permasalahan muncul ketika ayah dan ibu memiliki aturan yang berbeda. Ibu ingin A, ayah ingin B. Karena itu, penting bagi kedua orang tua untuk menyepakati nilai-nilai, aturan, dan cara mendidik anak. Konsistensi ini akan membantu anak tumbuh dengan karakter yang kuat, memahami batasan yang jelas, serta tidak kehilangan adab dalam pergaulan maupun penggunaan teknologi,” ujarnya.

Melalui seminar ini, BIPEKA PKS Kota Tegal berharap para orang tua semakin siap menghadapi tantangan pengasuhan di era digital serta mampu menjadi pendamping terbaik bagi anak-anak mereka. Dengan sinergi antara keluarga, pendidikan, dan teknologi, diharapkan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adab dalam kehidupan sehari-hari.

Fraksi PKS: Prioritaskan Kearifan Lokal, Tolak Hiburan Malam

Fraksi PKS: Prioritaskan Kearifan Lokal, Tolak Hiburan Malam

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tegal mendesak Pemerintah Kota Tegal untuk meninjau kembali keberadaan tempat hiburan malam Helen’s Night Mart di Kota Tegal. Pemerintah diminta tidak hanya terpaku pada legalitas formal dan target pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga mengedepankan kearifan lokal serta aspirasi masyarakat.

Desakan ini disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, Abdul Ghoni, menyikapi aksi protes ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Eling Anak Keturunan (AEAK) di depan Gedung DPRD Kota Tegal, Kamis (25/6/2026). Dua organisasi keagamaan terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah Kota Tegal, menyatakan sikap tegas menolak operasional tempat tersebut.

Abdul Ghoni menekankan bahwa pemerintah daerah seharusnya tidak berlindung di balik sistem Online Single Submission (OSS) saat menghadapi resistensi masyarakat terkait izin usaha. Menurut dia, kebijakan investasi yang tidak mempertimbangkan kondisi sosiologis dan keresahan warga justru berpotensi memicu konflik sosial yang berkepanjangan.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap aspirasi warga. Pemerintah Kota Tegal harus lebih peka. Jangan sampai legalitas izin membuat pemerintah abai terhadap fakta bahwa lokasi tersebut berada di tengah lingkungan religius, dekat dengan masjid, madrasah, dan pondok pesantren,” ujar Abdul Ghoni dalam keterangannya, Kamis.

Lebih lanjut, Ghoni menyoroti pentingnya menjaga harmoni antara investasi dengan masa depan moralitas generasi muda. Ia mengingatkan bahwa setiap pembangunan di Kota Tegal seharusnya membawa kemaslahatan, bukan justru mencederai tatanan sosial yang telah terjaga.

Meski Pemerintah Kota Tegal berargumen bahwa lokasi tersebut masuk dalam zona perdagangan dan jasa, Ghoni menegaskan bahwa legalitas tata ruang bukanlah satu-satunya parameter dalam pengambilan kebijakan publik.

“Apakah sebuah tempat hiburan malam tepat berada di tengah lingkungan yang menjadi pusat pendidikan agama? Jawabannya tentu tidak. Kebijakan yang tidak sejalan dengan nurani masyarakat hanya akan menimbulkan gesekan,” tegasnya.

Fraksi PKS mendorong Pemkot Tegal untuk segera melakukan peninjauan kembali secara komprehensif terhadap izin operasional tempat tersebut. Ghoni juga mendesak agar pemerintah daerah segera membangun dialog yang intensif dengan tokoh masyarakat dan warga setempat.

“Investasi memang penting untuk pertumbuhan ekonomi, namun harus dipastikan investasi tersebut ramah terhadap budaya dan nilai-nilai agama di Tegal. Kami mendesak pemkot mengedepankan pendekatan persuasif dan mendengar suara rakyat, bukan hanya melihat angka pendapatan daerah semata,” pungkasnya.[]

 

Serap Aspirasi, Sururul Fuad Dorong Pembangunan Infrastruktur

Serap Aspirasi, Sururul Fuad Dorong Pembangunan Infrastruktur

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Sururul Fuad, Lc, M.E.I., memanfaatkan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H untuk menyerap aspirasi warga Kota Tegal dalam kegiatan reses masa persidangan III. Pertemuan yang digelar di Ismail Haniya Meeting Room ini menjadi ajang dialog interaktif mengenai tantangan pembangunan daerah, sekaligus upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 100 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Dalam pemaparannya, Sururul Fuad mengajak masyarakat untuk memaknai pergantian tahun Hijriah sebagai momentum peningkatan produktivitas diri.

“Barang siapa yang hari-harinya tidak ada penambahan kebaikan, sebenarnya dia sedang menuju kebangkrutan. Kita harus segera berbuat baik sesuai kapasitas masing-masing sebelum ruang kebaikan tersebut diisi oleh pihak-pihak yang tidak memiliki visi misi yang jelas,” ujar politisi yang akrab disapa Fuad ini.

Ia menekankan tiga modal utama bagi masyarakat untuk menghadapi tantangan zaman, yakni kemandirian berpikir, keteguhan prinsip, dan kesiapan untuk berkontribusi bagi masyarakat luas.

Perbaikan Infrastruktur

Sesi dialog menjadi sorotan utama dalam kegiatan tersebut. Warga menyampaikan sejumlah persoalan daerah, salah satunya keluhan terkait akses jalan menuju SMA Negeri 5 Kota Tegal.

Ketua DPD PKS Kota Tegal Zaenal Nurohman turut menyoroti kondisi akses jalan di bantaran Kali Kemiri yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Menurutnya, kondisi infrastruktur tersebut saat ini sudah sangat memprihatinkan.

“Kami berharap Pak Sururul Fuad dapat memperjuangkan pembangunan infrastruktur tersebut agar mobilitas siswa dan warga lebih lancar,” ungkap Zaenal.

Menanggapi keluhan tersebut, Sururul Fuad berkomitmen untuk mengawal aspirasi tersebut hingga ke tingkat provinsi. Sebagai bukti komitmennya, ia memaparkan sejumlah realisasi program aspirasi pada periode sebelumnya, seperti pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan bantuan bagi kelompok ternak kambing.

 

PKS Kota Tegal Bekali Kadernya Skill Public Speaking

PKS Kota Tegal Bekali Kadernya Skill Public Speaking

Pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) tidak cukup berhenti di ruang kelas. Prinsip inilah yang diusung DPD PKS Kota Tegal melalui pelatihan Leadership and Communication Skills yang diakhiri dengan praktik langsung di tengah masyarakat pada kegiatan reses anggota legislatif di Ismail Haniya Meeting Room, Kota Tegal.

Dalam kegiatan yang dihadiri 100 peserta tersebut, tiga alumnus pelatihan dipercaya menggerakkan seluruh rangkaian acara. Resti Fauziyah bertugas sebagai pembawa acara (MC), Tosin didapuk menjadi Ketua Pelaksana, sementara Farida dipercaya membacakan ayat suci Al-Qur’an.

Ketua DPD PKS Kota Tegal Zaenal Nurohman, S.A.P mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, menguji kemampuan peserta di depan khalayak luas adalah metode yang jauh lebih efektif daripada sekadar simulasi di dalam kelas.

“Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan SDM yang aplikatif. Kader tidak hanya dibekali teori, tetapi langsung dipraktikkan untuk melayani dan berinteraksi di tengah masyarakat,” ujar Zaenal.

Program pelatihan ini diinisiasi oleh Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan (BPPKP) DPD PKS Kota Tegal. Selama dua hari, para peserta ditempa untuk mengasah keterampilan komunikasi yang krusial bagi seorang pemimpin publik.

Ketua BPPKP DPD PKS Kota Tegal, Ali Irfan, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan bagi anggota PKS di level pengurus tingkat kecamatan (DPC) hingga tingkat ranting (DPRa).

“Kemampuan public speaking sangat dibutuhkan dalam membangun relasi dan berkomunikasi dengan masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum kami buat sedemikian rupa agar mereka siap terjun langsung,” jelas Irfan.

Pada hari pertama, peserta diberikan materi mendalam mengenai landasan, prinsip, dan tahapan komunikasi publik. Memasuki hari kedua, fokus pelatihan beralih pada praktik intensif yang dipandu oleh Adityo Herlambang, Founder Colabora Public Speaking School

Ali menambahkan, transisi dari ruang kelas menuju arena nyata adalah kunci untuk membangun kepercayaan diri kader. Dengan terjun langsung dalam kegiatan reses, para peserta diharapkan dapat memahami dinamika lapangan sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi warga.

“Praktik bukan hanya di kelas, tetapi diuji dengan realitas acara yang sesungguhnya. Inilah cara kami memastikan bahwa setiap program pengembangan kepemimpinan memberikan dampak nyata bagi publik,” pungkasnya.

 

Sinergi Kuat, Langkah Tepat: Konsolidasi Total PKS Kota Tegal

Sinergi Kuat, Langkah Tepat: Konsolidasi Total PKS Kota Tegal

TEGAL, 16 Juni 2026 – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal bersama seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Kota Tegal menggelar Rapat Koordinasi pada Selasa (16/6). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan sinergi antarstruktur partai dalam menjalankan berbagai program organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Rapat yang berlangsung dengan dihadiri jajaran lengkap pimpinan DPD PKS Kota Tegal, yakni Ketua DPD, Sekretaris DPD, dan Bendahara DPD, tersebut membahas sejumlah agenda strategis organisasi, evaluasi program kerja, serta langkah-langkah penguatan peran struktur hingga tingkat kecamatan.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman S. A. P., dalam sambutannya menegaskan bahwa koordinasi yang kuat antara DPD dan DPC merupakan fondasi penting bagi keberhasilan organisasi dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.

“Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk menyamakan visi, memperkuat komunikasi, dan memastikan setiap struktur bergerak dalam langkah yang selaras. Dengan sinergi yang kuat, insya Allah PKS Kota Tegal dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain membahas perkembangan organisasi, forum tersebut juga menjadi sarana bertukar gagasan dan pengalaman antar pengurus dalam menghadapi berbagai tantangan serta peluang di wilayah masing-masing.

Sekretaris dan Bendahara DPD turut menyampaikan sejumlah informasi terkait program kerja, administrasi organisasi, serta penguatan tata kelola yang diharapkan dapat mendukung kinerja struktur secara lebih efektif dan profesional.

Melalui rapat koordinasi ini, PKS Kota Tegal menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat soliditas internal sebagai modal utama dalam menghadirkan pelayanan yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat.

Copyright © 2026