Menyemarakkan Harganas 2026, BIPEKA PKS Kota Tegal Gelar Seminar Parenting

Menyemarakkan Harganas 2026, BIPEKA PKS Kota Tegal Gelar Seminar Parenting

Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) PKS Kota Tegal menggelar Seminar Parenting bertajuk “Menemani Tumbuh Kembang Anak Remaja di Era AI: AI Mengajarkan Skill, Orang Tua Menanamkan Adab” pada Rabu (24/6/2026) di Kantor DPD PKS Kota Tegal. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bunda Darosy Endah, H., M.Pd, dosen Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Seminar yang diikuti oleh orang tua dan pemerhati keluarga ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai tantangan pengasuhan anak remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Di era digital saat ini, anak-anak memiliki akses yang sangat luas terhadap informasi dan teknologi, sehingga peran keluarga menjadi semakin penting dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka.

Ketua BIPEKA PKS Kota Tegal, Adistya Pratiwi, S.Pi, dalam sambutannya menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengurangi peran utama orang tua dalam mendidik dan membimbing anak. Menurutnya, kecanggihan AI dapat membantu anak memperoleh pengetahuan dan keterampilan, namun nilai-nilai adab, moral, dan karakter tetap harus ditanamkan oleh keluarga.

“Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka dapat belajar banyak hal dari teknologi, tetapi orang tua tetap memiliki tanggung jawab utama untuk membimbing, mengarahkan, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan. Jangan sampai anak kehilangan jati dirinya karena kurangnya pendampingan dari orang tua,” ujar Adistya.

Sementara itu, Bunda Darosy Endah mengingatkan pentingnya kesepakatan antara ayah dan ibu dalam menerapkan pola asuh di rumah. Menurutnya, aturan dan metode pendidikan yang diterapkan kepada anak perlu dibangun berdasarkan kesepahaman kedua orang tua agar anak mendapatkan arahan yang konsisten.

“Sering kali permasalahan muncul ketika ayah dan ibu memiliki aturan yang berbeda. Ibu ingin A, ayah ingin B. Karena itu, penting bagi kedua orang tua untuk menyepakati nilai-nilai, aturan, dan cara mendidik anak. Konsistensi ini akan membantu anak tumbuh dengan karakter yang kuat, memahami batasan yang jelas, serta tidak kehilangan adab dalam pergaulan maupun penggunaan teknologi,” ujarnya.

Melalui seminar ini, BIPEKA PKS Kota Tegal berharap para orang tua semakin siap menghadapi tantangan pengasuhan di era digital serta mampu menjadi pendamping terbaik bagi anak-anak mereka. Dengan sinergi antara keluarga, pendidikan, dan teknologi, diharapkan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adab dalam kehidupan sehari-hari.

Fraksi PKS: Prioritaskan Kearifan Lokal, Tolak Hiburan Malam

Fraksi PKS: Prioritaskan Kearifan Lokal, Tolak Hiburan Malam

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tegal mendesak Pemerintah Kota Tegal untuk meninjau kembali keberadaan tempat hiburan malam Helen’s Night Mart di Kota Tegal. Pemerintah diminta tidak hanya terpaku pada legalitas formal dan target pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga mengedepankan kearifan lokal serta aspirasi masyarakat.

Desakan ini disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, Abdul Ghoni, menyikapi aksi protes ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Eling Anak Keturunan (AEAK) di depan Gedung DPRD Kota Tegal, Kamis (25/6/2026). Dua organisasi keagamaan terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah Kota Tegal, menyatakan sikap tegas menolak operasional tempat tersebut.

Abdul Ghoni menekankan bahwa pemerintah daerah seharusnya tidak berlindung di balik sistem Online Single Submission (OSS) saat menghadapi resistensi masyarakat terkait izin usaha. Menurut dia, kebijakan investasi yang tidak mempertimbangkan kondisi sosiologis dan keresahan warga justru berpotensi memicu konflik sosial yang berkepanjangan.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap aspirasi warga. Pemerintah Kota Tegal harus lebih peka. Jangan sampai legalitas izin membuat pemerintah abai terhadap fakta bahwa lokasi tersebut berada di tengah lingkungan religius, dekat dengan masjid, madrasah, dan pondok pesantren,” ujar Abdul Ghoni dalam keterangannya, Kamis.

Lebih lanjut, Ghoni menyoroti pentingnya menjaga harmoni antara investasi dengan masa depan moralitas generasi muda. Ia mengingatkan bahwa setiap pembangunan di Kota Tegal seharusnya membawa kemaslahatan, bukan justru mencederai tatanan sosial yang telah terjaga.

Meski Pemerintah Kota Tegal berargumen bahwa lokasi tersebut masuk dalam zona perdagangan dan jasa, Ghoni menegaskan bahwa legalitas tata ruang bukanlah satu-satunya parameter dalam pengambilan kebijakan publik.

“Apakah sebuah tempat hiburan malam tepat berada di tengah lingkungan yang menjadi pusat pendidikan agama? Jawabannya tentu tidak. Kebijakan yang tidak sejalan dengan nurani masyarakat hanya akan menimbulkan gesekan,” tegasnya.

Fraksi PKS mendorong Pemkot Tegal untuk segera melakukan peninjauan kembali secara komprehensif terhadap izin operasional tempat tersebut. Ghoni juga mendesak agar pemerintah daerah segera membangun dialog yang intensif dengan tokoh masyarakat dan warga setempat.

“Investasi memang penting untuk pertumbuhan ekonomi, namun harus dipastikan investasi tersebut ramah terhadap budaya dan nilai-nilai agama di Tegal. Kami mendesak pemkot mengedepankan pendekatan persuasif dan mendengar suara rakyat, bukan hanya melihat angka pendapatan daerah semata,” pungkasnya.[]

 

Serap Aspirasi, Sururul Fuad Dorong Pembangunan Infrastruktur

Serap Aspirasi, Sururul Fuad Dorong Pembangunan Infrastruktur

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, H. Sururul Fuad, Lc, M.E.I., memanfaatkan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 H untuk menyerap aspirasi warga Kota Tegal dalam kegiatan reses masa persidangan III. Pertemuan yang digelar di Ismail Haniya Meeting Room ini menjadi ajang dialog interaktif mengenai tantangan pembangunan daerah, sekaligus upaya penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) lokal.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh 100 peserta dari berbagai elemen masyarakat. Dalam pemaparannya, Sururul Fuad mengajak masyarakat untuk memaknai pergantian tahun Hijriah sebagai momentum peningkatan produktivitas diri.

“Barang siapa yang hari-harinya tidak ada penambahan kebaikan, sebenarnya dia sedang menuju kebangkrutan. Kita harus segera berbuat baik sesuai kapasitas masing-masing sebelum ruang kebaikan tersebut diisi oleh pihak-pihak yang tidak memiliki visi misi yang jelas,” ujar politisi yang akrab disapa Fuad ini.

Ia menekankan tiga modal utama bagi masyarakat untuk menghadapi tantangan zaman, yakni kemandirian berpikir, keteguhan prinsip, dan kesiapan untuk berkontribusi bagi masyarakat luas.

Perbaikan Infrastruktur

Sesi dialog menjadi sorotan utama dalam kegiatan tersebut. Warga menyampaikan sejumlah persoalan daerah, salah satunya keluhan terkait akses jalan menuju SMA Negeri 5 Kota Tegal.

Ketua DPD PKS Kota Tegal Zaenal Nurohman turut menyoroti kondisi akses jalan di bantaran Kali Kemiri yang menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Menurutnya, kondisi infrastruktur tersebut saat ini sudah sangat memprihatinkan.

“Kami berharap Pak Sururul Fuad dapat memperjuangkan pembangunan infrastruktur tersebut agar mobilitas siswa dan warga lebih lancar,” ungkap Zaenal.

Menanggapi keluhan tersebut, Sururul Fuad berkomitmen untuk mengawal aspirasi tersebut hingga ke tingkat provinsi. Sebagai bukti komitmennya, ia memaparkan sejumlah realisasi program aspirasi pada periode sebelumnya, seperti pembangunan ruang kelas baru (RKB) dan bantuan bagi kelompok ternak kambing.

 

PKS Kota Tegal Bekali Kadernya Skill Public Speaking

PKS Kota Tegal Bekali Kadernya Skill Public Speaking

Pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) tidak cukup berhenti di ruang kelas. Prinsip inilah yang diusung DPD PKS Kota Tegal melalui pelatihan Leadership and Communication Skills yang diakhiri dengan praktik langsung di tengah masyarakat pada kegiatan reses anggota legislatif di Ismail Haniya Meeting Room, Kota Tegal.

Dalam kegiatan yang dihadiri 100 peserta tersebut, tiga alumnus pelatihan dipercaya menggerakkan seluruh rangkaian acara. Resti Fauziyah bertugas sebagai pembawa acara (MC), Tosin didapuk menjadi Ketua Pelaksana, sementara Farida dipercaya membacakan ayat suci Al-Qur’an.

Ketua DPD PKS Kota Tegal Zaenal Nurohman, S.A.P mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, menguji kemampuan peserta di depan khalayak luas adalah metode yang jauh lebih efektif daripada sekadar simulasi di dalam kelas.

“Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan SDM yang aplikatif. Kader tidak hanya dibekali teori, tetapi langsung dipraktikkan untuk melayani dan berinteraksi di tengah masyarakat,” ujar Zaenal.

Program pelatihan ini diinisiasi oleh Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan (BPPKP) DPD PKS Kota Tegal. Selama dua hari, para peserta ditempa untuk mengasah keterampilan komunikasi yang krusial bagi seorang pemimpin publik.

Ketua BPPKP DPD PKS Kota Tegal, Ali Irfan, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan bagi anggota PKS di level pengurus tingkat kecamatan (DPC) hingga tingkat ranting (DPRa).

“Kemampuan public speaking sangat dibutuhkan dalam membangun relasi dan berkomunikasi dengan masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum kami buat sedemikian rupa agar mereka siap terjun langsung,” jelas Irfan.

Pada hari pertama, peserta diberikan materi mendalam mengenai landasan, prinsip, dan tahapan komunikasi publik. Memasuki hari kedua, fokus pelatihan beralih pada praktik intensif yang dipandu oleh Adityo Herlambang, Founder Colabora Public Speaking School

Ali menambahkan, transisi dari ruang kelas menuju arena nyata adalah kunci untuk membangun kepercayaan diri kader. Dengan terjun langsung dalam kegiatan reses, para peserta diharapkan dapat memahami dinamika lapangan sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi warga.

“Praktik bukan hanya di kelas, tetapi diuji dengan realitas acara yang sesungguhnya. Inilah cara kami memastikan bahwa setiap program pengembangan kepemimpinan memberikan dampak nyata bagi publik,” pungkasnya.

 

Sinergi Kuat, Langkah Tepat: Konsolidasi Total PKS Kota Tegal

Sinergi Kuat, Langkah Tepat: Konsolidasi Total PKS Kota Tegal

TEGAL, 16 Juni 2026 – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal bersama seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Kota Tegal menggelar Rapat Koordinasi pada Selasa (16/6). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan sinergi antarstruktur partai dalam menjalankan berbagai program organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Rapat yang berlangsung dengan dihadiri jajaran lengkap pimpinan DPD PKS Kota Tegal, yakni Ketua DPD, Sekretaris DPD, dan Bendahara DPD, tersebut membahas sejumlah agenda strategis organisasi, evaluasi program kerja, serta langkah-langkah penguatan peran struktur hingga tingkat kecamatan.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman S. A. P., dalam sambutannya menegaskan bahwa koordinasi yang kuat antara DPD dan DPC merupakan fondasi penting bagi keberhasilan organisasi dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.

“Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk menyamakan visi, memperkuat komunikasi, dan memastikan setiap struktur bergerak dalam langkah yang selaras. Dengan sinergi yang kuat, insya Allah PKS Kota Tegal dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain membahas perkembangan organisasi, forum tersebut juga menjadi sarana bertukar gagasan dan pengalaman antar pengurus dalam menghadapi berbagai tantangan serta peluang di wilayah masing-masing.

Sekretaris dan Bendahara DPD turut menyampaikan sejumlah informasi terkait program kerja, administrasi organisasi, serta penguatan tata kelola yang diharapkan dapat mendukung kinerja struktur secara lebih efektif dan profesional.

Melalui rapat koordinasi ini, PKS Kota Tegal menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat soliditas internal sebagai modal utama dalam menghadirkan pelayanan yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat.

Protes Ketidakseriusan Pemkot Tegal, Ketua Pansus IV DPRD Mengundurkan Diri

Protes Ketidakseriusan Pemkot Tegal, Ketua Pansus IV DPRD Mengundurkan Diri

Proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol di Kota Tegal diwarnai gejolak. Ketua Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Kota Tegal, M. Ali Mashuri, secara mengejutkan menyatakan mundur dari jabatannya di tengah rapat pembahasan di Ruang Komisi I DPRD Kota Tegal, Rabu (10/6/2026).

Langkah drastis tersebut diambil sebagai bentuk protes keras atas sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal yang dinilai tidak serius dalam menindaklanjuti raperda yang merupakan inisiatif pihak eksekutif tersebut.

“Keputusan ini saya ambil sebagai sikap tegas, baik secara pribadi maupun kelembagaan fraksi, atas ketidakseriusan pemerintah dalam mengawal raperda yang justru mereka inisiasi sendiri kepada DPRD,” ujar Ali seusai rapat.

Ali mengungkapkan, kekecewaan tersebut memuncak karena adanya tindakan kontradiktif dari Pemkot Tegal. Di saat legislatif tengah berupaya keras menggodok regulasi ketat terkait tata kelola dan pengawasan minuman beralkohol, pihak eksekutif justru tetap meresmikan operasional tempat hiburan malam baru.

Menurut Ali, sikap Pemkot Tegal tersebut mencerminkan kurangnya apresiasi terhadap proses legislasi yang sedang berjalan di parlemen. Ia menilai, pemerintah daerah tampak tidak sejalan dengan semangat penertiban yang sedang dibangun melalui raperda tersebut.

“Peresmian tempat hiburan malam belakangan ini menunjukkan pemerintah tidak menghargai proses politik dan hukum yang sedang berjalan di DPRD. Karena itu, hari ini saya tegas menyatakan tidak lagi menjabat sebagai Ketua Pansus IV,” katanya.

Menanggapi pengunduran diri tersebut, mekanisme kelanjutan pembahasan Raperda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol kini diserahkan sepenuhnya kepada internal dewan. Terkait siapa yang akan menggantikan posisi Ali sebagai Ketua Pansus IV, Ali menyatakan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Pimpinan DPRD Kota Tegal.

Puluhan Pelajar Tegal Timur Antusias Berlatih “Public Speaking” Bersama PKS

Puluhan Pelajar Tegal Timur Antusias Berlatih “Public Speaking” Bersama PKS

TEGAL – Forum Pelajar Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Tegal Timur sukses menyelenggarakan acara “Healing Talk #3: Pelatihan Public Speaking” pada Ahad (7/6) pagi. Kegiatan yang mengusung slogan “Speak Up! Shine Up..” ini berjalan lancar di Kantor DPD PKS Kota Tegal, Jalan Slamet No. 25, Panggung.

Ketua DPC PKS Tegal Timur, Hanif Murtadho, S.Pd., turun langsung memandu jalannya pelatihan sebagai narasumber. Di hadapan sekitar 50 pelajar yang hadir, ia membedah berbagai kendala komunikasi yang sering dialami anak muda, seperti rasa gugup saat ditunjuk maju ke depan, kurang percaya diri meski memiliki ide bagus, hingga fenomena mendadak lupa materi atau blank di tengah presentasi.

Pelatihan ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga simulasi agar peserta semakin percaya diri dan berani tampil di depan audiens. Keterlibatan puluhan peserta dari awal hingga selesai menunjukkan tingginya antusiasme pelajar terhadap pengembangan kemampuan berbicara di depan umum.

Kegiatan edukasi dan pengembangan diri ini merupakan agenda rutin yang diinisiasi oleh DPC PKS Tegal Timur, dengan target sasaran para pelajar yang berdomisili di wilayah Tegal Timur. Pelaksanaan acara ini juga didukung penuh oleh BKAP DPC PKS Tegal Timur.

Program rutin ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen PKS. Melalui wadah Forum Pelajar, PKS berupaya terus hadir untuk membina komunitas pemuda agar menjadi generasi yang lebih baik, terus berkembang, dan memiliki daya saing di tengah masyarakat.

SANGGAR LUKIS OREN JADI WADAH PENGEMBANGAN BAKAT SENI ANAK

SANGGAR LUKIS OREN JADI WADAH PENGEMBANGAN BAKAT SENI ANAK

Bidang Pembinaan Pemuda dan Olahraga (Binapora) DPD PKS Kota Tegal terus menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda melalui Sanggar Lukis Oren, sebuah program pengembangan bakat seni yang rutin digelar setiap Sabtu dan Ahad pukul 15.30 hingga 17.00 WIB di Markaz Dakwah Kota Tegal.

Kegiatan yang diikuti anak-anak kader mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) ini menghadirkan dua kelas utama, yakni Kelas Lukis Pemula dan Kelas Mewarnai. Melalui kedua kelas tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus mengasah kemampuan seni rupa mereka dalam suasana yang menyenangkan dan edukatif.

Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan bakat seni lukis anak-anak sejak dini. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas, daya imajinasi, serta rasa percaya diri para peserta.

Dalam pelaksanaannya, Sanggar Lukis Oren dibimbing oleh Slamet Untung, yang secara langsung mendampingi peserta dalam mengenal dasar-dasar menggambar, mewarnai, serta teknik melukis sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing anak.

PKS Kota Tegal Resmi Terapkan Kurikulum RKI, Fokus pada Penguatan Keluarga

PKS Kota Tegal Resmi Terapkan Kurikulum RKI, Fokus pada Penguatan Keluarga

Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal resmi meluncurkan Kurikulum Rumah Keluarga Indonesia (RKI).

Langkah ini diambil sebagai strategi taktis dalam merespons tantangan sosial modern yang kian kompleks, mulai dari isu ketahanan domestik hingga ancaman finansial digital.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, SAP, menegaskan bahwa fokus terhadap penguatan unit keluarga merupakan karakteristik pembeda utama dalam pola pembinaan partainya. Menurutnya, RKI memegang peran krusial sebagai episentrum peningkatan spiritual sekaligus instrumen untuk menaikkan Indeks Pembangunan Kader. saat ini, tercatat ada 136 titik RKI yang tersebar di wilayah Kota Tegal.

“Apa yang disampaikan oleh para pengurus di RKI senantiasa diamati oleh masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran para kader harus dibarengi dengan semangat, kesungguhan, dan kompetensi yang mumpuni saat mengisi taujih (arahan keagamaan/motivasi). Harapan besar kami, pembinaan yang terstruktur ini mampu melahirkan keluarga-keluarga yang kokoh,” ujar Zaenal.

Untuk memastikan standardisasi pembinaan di 136 RKI tersebut, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Kota Tegal menyusun cetak biru (blueprint) pengajaran yang komprehensif. Ketua Bipeka DPD PKS Kota Tegal, Adistya Pratiwi, menjelaskan bahwa kurikulum baru ini merangkum lima pilar materi utama.

Kelima pilar tersebut meliputi pendidikan pranikah, manajemen rumah tangga, pola asuh anak, kesehatan dan kesejahteraan keluarga, serta literasi digital keluarga.

“Tujuan utama dari pembinaan ini adalah meningkatkan kapasitas keluarga secara holistik demi menyiapkan generasi masa depan yang tangguh dan berakhlak mulia,” urai Adistya.

PKS Kota Tegal Salurkan 4.672 Paket Daging Kurban Serentak di 4 Dapil

PKS Kota Tegal Salurkan 4.672 Paket Daging Kurban Serentak di 4 Dapil

Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi ajang bagi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal untuk memperkuat kepedulian sosial. Melalui struktur pengurus di tingkat kecamatan yang tersebar di 4 Daerah Pemilihan (Dapil), PKS Kota Tegal menyelenggarakan pemotongan dan pembagian hewan kurban serentak untuk masyarakat yang membutuhkan.

Proses pengolahan daging kurban berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat gotong royong. Berdasarkan pantauan di salah satu posko, yakni di wilayah Tegal Selatan, sejumlah pengurus DPC bersama para relawan dan warga sekitar tampak kompak bahu-membahu. Dengan beralaskan terpal biru dan plastik steril, mereka memotong, menimbang, dan mengemas daging kurban ke dalam kantong-kantong siap edar.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, menegaskan bahwa gerakan kurban ini merupakan komitmen partai untuk selalu hadir dan membawa kemaslahatan langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi ekonomi yang menantang saat ini.

“Ibadah kurban ini adalah momentum bagi seluruh kader PKS di Kota Tegal untuk melatih kepedulian dan memperkokoh rasa persaudaraan. Kami ingin memastikan kebahagiaan Idul Adha ini bisa dirasakan merata oleh warga di seluruh penjuru kota melalui pergerakan struktur di 4 Dapil,” ujar Zaenal Nurohman di lokasi pemotongan hewan kurban di Tegal Selatan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC PKS Tegal Selatan, Rozikin, menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, melainkan juga sarana mempererat tali silaturahmi.

“Kegiatan ini momentum bagi PKS untuk terus hadir di tengah masyarakat dan berbagi kebahagiaan, terutama bagi warga yang membutuhkan,” katanya.

Untuk memastikan ketertiban dan ketepatan sasaran, daging kurban yang telah dikemas disalurkan secara langsung oleh para kader PKS secara door-to-door ke rumah-rumah warga.

Secara keseluruhan, gerakan kurban serentak PKS Kota Tegal di 4 Dapil berhasil menghimpun total 15 ekor sapi dan 30 ekor kambing. Dari total perolehan tersebut, para kader di tingkat kecamatan menyalurkan sebanyak 4.672 paket daging kurban siap antar.

Jika dibedah per kecamatan, peta sebaran perolehan dan wilayah penerima manfaat menunjukkan karakteristik yang beragam. DPC PKS Tegal Barat menjadi wilayah dengan produktivitas tertinggi dalam penyaluran manfaat. Berbekal 6 ekor sapi dan 8 ekor kambing, kader PKS Tegal Barat berhasil mengemas dan mendistribusikan sebanyak 1.478 paket daging kurban.

Sementara itu, DPC PKS Margadana memotong 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing, yang kemudian mampu menjangkau hingga 1.414 paket penerima manfaat.

Di sisi lain, DPC PKS Tegal Timur menjadi pusat perolehan hewan kurban jenis kambing yang sangat masif, yakni mencapai 16 ekor kambing dan 3 ekor sapi. Banyaknya jumlah hewan kurban ini berhasil dikonversi menjadi 1.098 paket daging untuk warga.

Terakhir, DPC PKS Tegal Selatan mengelola 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Melalui gotong royong yang solid, seluruh hewan kurban tersebut berhasil disalurkan menjadi 682 paket daging bagi warga yang membutuhkan.

Melalui aksi serentak ini, PKS Kota Tegal berharap dapat terus menebar kemaslahatan dan memperkokoh rasa persaudaraan di seluruh lingkungan masyarakat Kota Tegal.

Copyright © 2026