Pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) tidak cukup berhenti di ruang kelas. Prinsip inilah yang diusung DPD PKS Kota Tegal melalui pelatihan Leadership and Communication Skills yang diakhiri dengan praktik langsung di tengah masyarakat pada kegiatan reses anggota legislatif di Ismail Haniya Meeting Room, Kota Tegal.
Dalam kegiatan yang dihadiri 100 peserta tersebut, tiga alumnus pelatihan dipercaya menggerakkan seluruh rangkaian acara. Resti Fauziyah bertugas sebagai pembawa acara (MC), Tosin didapuk menjadi Ketua Pelaksana, sementara Farida dipercaya membacakan ayat suci Al-Qur’an.
Ketua DPD PKS Kota Tegal Zaenal Nurohman, S.A.P mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, menguji kemampuan peserta di depan khalayak luas adalah metode yang jauh lebih efektif daripada sekadar simulasi di dalam kelas.
“Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan SDM yang aplikatif. Kader tidak hanya dibekali teori, tetapi langsung dipraktikkan untuk melayani dan berinteraksi di tengah masyarakat,” ujar Zaenal.
Program pelatihan ini diinisiasi oleh Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan (BPPKP) DPD PKS Kota Tegal. Selama dua hari, para peserta ditempa untuk mengasah keterampilan komunikasi yang krusial bagi seorang pemimpin publik.
Ketua BPPKP DPD PKS Kota Tegal, Ali Irfan, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan bagi anggota PKS di level pengurus tingkat kecamatan (DPC) hingga tingkat ranting (DPRa).
“Kemampuan public speaking sangat dibutuhkan dalam membangun relasi dan berkomunikasi dengan masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum kami buat sedemikian rupa agar mereka siap terjun langsung,” jelas Irfan.
Pada hari pertama, peserta diberikan materi mendalam mengenai landasan, prinsip, dan tahapan komunikasi publik. Memasuki hari kedua, fokus pelatihan beralih pada praktik intensif yang dipandu oleh Adityo Herlambang, Founder Colabora Public Speaking School
Ali menambahkan, transisi dari ruang kelas menuju arena nyata adalah kunci untuk membangun kepercayaan diri kader. Dengan terjun langsung dalam kegiatan reses, para peserta diharapkan dapat memahami dinamika lapangan sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi warga.
“Praktik bukan hanya di kelas, tetapi diuji dengan realitas acara yang sesungguhnya. Inilah cara kami memastikan bahwa setiap program pengembangan kepemimpinan memberikan dampak nyata bagi publik,” pungkasnya.




