Hafal Al Quran, Siswa di Kota Tegal Bebas Memilih Sekolah

Hafal Al Quran, Siswa di Kota Tegal Bebas Memilih Sekolah

Rapat Komisi 1 DPRD Kota Tegal dengan Dinas Pendidikan Kota Tegal pada Selasa, 16 Juni 2020 membuahkan kabar baik bagi siswa yang hafal Alquran.

Salah satu hasil rapat itu memutuskan bagi siswa yang hafal Alquran, bisa menentukan sekolah dimana saja Melalui jalur prestasi. Tidak hanya hafal 30 Juz, apresiasi pun juga diterapkan bagi yang hafal minimal 1 juz.

Menanggapi hal itu, Fraksi PKS DPRD Kota Tegal sangat mengapresiasi dan Mendukung Penuh Kebijakan Pemkot Tegal dalam PPDB Tahun Pelajaran 2020-2021 ini bagi Siswa/Siswi yg Hafal 30 Juz Al Quran maka otomatis bisa diterima di Sekolah manapun di Kota Tegal lewat Jalur Prestasi.

“Sementara bagi yang hafal minimal 1 Juz akan mendapatkan Poin 0,5 serta berlaku kelipatannya. Menurut kami, kebijakan ini positif Dan perlu Kita apresiasi, agar semangat belajar menghafal Alquran anak-anak tinggi,” ungkap Ketua Fraksi PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc.

Selain itu, Fraksi PKS juga mengusulkan dan meminta agar siswa yang Memiliki Ijazah TPQ dan Madrasah Diniyyah mendapat tambahan Poin. “Kami mengusulkan tambahan Poin menjadi 1,5 atau 2 bagi yang punya Ijazah TPQ dan 2,5 atau 3 untuk yg punya Ijazah Madrasah Diniyah,” kata Amir.

Bantuan APD Usulan Fikri Faqih Diserahkan Kepada 3 RSUD

Bantuan APD Usulan Fikri Faqih Diserahkan Kepada 3 RSUD

Bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang diusulkan Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih telah disalurkan kepada tiga rumah sakit di Dapil IX. Ketiga rumah sakit itu adalah RSUD Kabupaten Brebes, RSUD Kardinah Kota Tegal, dan RSUD DR. Soeselo Kabupaten Tegal.

Secara simbolis penyerahan bantuan dilaksanakan di Universitas Jenderal Soedirman bersamaan dengan penyerahan bantuan APD untuk RSGM UNSOED dan Fakultas Kedokteran UNSOED.

Menurut Fikri usulan ini sesuai dengan inpres No 4 tahun 2020 tentang refocusing dan realokasi anggaran untuk pengadaan barang dan jasa dalam penangangan Covid-19. “Salah satu mitra Komisi X DPR RI yang melakukan refocusing dan realokasi anggaran ini adalah Kemendikbud,” ungkap Fikri.

Fikri berharap dengan adanya tambahan bantuan ini dapat membantu para relawan dan tenaga medis dalam membantu percepatan penanggulangan Covid-19 yang semakin meluas. Adapun paket APD yang diterima masing-masing RSUD itu adalah Grown cover all 320 pcs, masker medis 15 kotak, sarung tangan steril 7 kotak, dan 320 pasang sepatu boot 320 pasang.

“Yang kami usulkan hanya untuk 3 rumah sakit di Dapil IX, sementara untuk FK Unsoed dan RSGM merupakan bantuan langsung dari Kemendikbud,” jelasnya.

Ia menjelaskan kondisi di lapangan pihak rumah sakit masih ada yang kesulitan mendapatkan APD yang standard medis, oleh karenanya ketika ada peluang pengadaan APD untuk sejumlah rumah sakit ia langsung mengusulkan tiga RSUD di dapil IX.

Acara serah terima dihadiri Direktur RSUD diantaranya adalah drg. Oo Suprana, RSUD Brebes, Direktur RSUD DR. Soeselo dr. Guntur Muh Taqwim, SpAn, M, Sc, dan Direktur RSUD Kardinah dr. Hery Susanto, SpA. Pihak tuan rumah yang hadir sendiri diantaranya adalah Pembantu Rektor 2 UNSOED Prof. Dr. Hibnu Nugroho, SH dan Direktur RSGM UNSOED drg. Irfan Dwiandhono, Sp, KG.

Mendapatkan bantuan itu, Direktur RSUD Soeselo dr. Guntur Muh Taqwim mewakili  2 RSUD lain menyampaikan terimakasih atas bantuan APD yang memang saat ini dibutuhkan di rumah sakit. “APD yang standard WHO ini yang memang saat ini kami butuhkan,” ungkapnya.

 

Tambah 3 Pasien Positif Covid-19, Rachmat Rahardjo, “Perkuat Budaya New Normal di Kota Tegal”

Tambah 3 Pasien Positif Covid-19, Rachmat Rahardjo, “Perkuat Budaya New Normal di Kota Tegal”

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Kota Tegal mendesak pemerintah agar lebih kreatif dan gencar  dalam mengampanyekan perilaku hidup di era new normal sesuai protokol kesehatan, apalagi Kota Tegal saat ini sudah ada penamabahan 3 pasien positif covid yang kini dirawat di rumah sakit di Kota Tegal.

Hal ini disampaikan Rachmat Rahardjo menyikapi adanya pasien positif Covid-19 yang dirawat di rumah sakit di Kota Tegal. Rachmat menjelaskan 3 pasien itu adalah 2 pasien dirawat di RSUD Kardinah ber KTP Kota Semarang, dan 1 pasien adalah rujukan dari Depok yang kini menjalani perawatan di RSI Harapan Anda.

“Meski penambahan angka positif ini terjadi bukan karena transmisi lokal, tapi dengan adanya pasien positif di Kota Tegal perlu menjadi kewaspadaan bagi semua pihak,” ungkapnya.

F PKS mengapresiasi langkah cepat Gugus Covid-19 Kota Tegal yang melakukan tracking keluarga pasien untuk menekan penyebaran Covid-19. Pihak keluarga juga harus siap menjalani isolasi mandiri. “Status zona merah atau hijau menurut saya sudah tidak relevan. Selama kurva masih naik, kita masih harus tetap waspada,” ujar Rachmat.

Rachmat mengatakan pemutusan mata rantai virus ini diperkirakan berlangsung lama, maka hal paling mendasar adalah menjadikan protokol kesehatan sebagai tradisi baru. Salah satunya bisa menyiapkan duta yang konsen dalam mensosialisasikan program perilaku hidup di era new normal secara kreatif. Menurut Rachmat budaya cuci tangan, jaga jarak, dan mengenakan masker mestinya sudah menjadi budaya dan kesadaran semua tanpa harus diingatkan kembali.

“Di DKI sudah menerapkan sanksi sosial, seperti bertugas membersihkan wilayah sarana publik. jika kedapatan ada warga yang tidak mengindahkan protokol kesehatan saat berada di ruang publik. Tetapi apakah mungkin itu diterapkan di Kota Tegal. Bisa dilakukan jajak pendapat publik,” ungkapnya.

Amiruddin ; “Pertimbangkan Pembukaan Sekolah”

Amiruddin ; “Pertimbangkan Pembukaan Sekolah”

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Tegal Amiruddin mengatakan, pembukaan sekolah di fase new normal memerlukan pertimbangan matang, baik dari sisi kesiapan sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa dengan melihat perkembangan kasus Covid-19.

“Terlalu beresiko jika langsung menerapkan pola lama. Jangan sampai dengan siswa yang berkumpul dalam jumlah banyak di sekolah, memunculkan kluster baru penyembaran Covid-19,” kata Amiruddin.

Menurut Ketua Fraksi PKS Kota Tegal ini, pada prinsipnya, pendidikan harus tetap berjalan dan tidak berhenti. Opsi yang bisa diambil yakni dengan tetap melaksanakan pembelajaran daring dari rumah masing-masing. Untuk mengatasi kejenuhan dan lebih mengefektifkan pembelajaran daring, guru dapat melakukan kunjungan ke rumah untuk memberikan motivasi

Opsi kedua, pembelajaran di sekolah, tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat, baik mewajibkan pemakaian masker, jaga jarak, serta menyediakan tempat cuci tangan, hand sanitizer, maupun pengecekan suhu. Kemudian, jumlah kehadiran siswa dibatasi 50 persen. “Anak-anak merupakan usia rentan dan pemahaman menerapkan protokol kesehatannya masih lemah,” ujar ketua DPD PKS Kota Tegal ini.

Sementara itu, Pengamat Pendidikan Yayat Hidayat Amir berpendapat, sekolah, guru, siswa, orang tua siswa, dan lingkungan sosial sekolah hendaknya memahami fase new normal sebagai adaptasi kebiasaan baru. Kebiasaan baru tersebut yakni berperilaku hidup bersih dan sehat sebagaimana yang digariskan dalam protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19

“Tentu ini berimplikasi luas terhadap keseluruhan komponen sistem dan kinerja sistem pendidikan serta pembelajaran di sekolah,” ungkap Yayat. Hal terpenting lainnya adalah bagaimana pengambil kebijakan pendidikan, kepala sekolah, dan segenap unsur pelaksana sekolah berikhtiar agar proses dan hasil pendidikan tidak menjauhi standar.

Meskipun, hal ini memang tidak mudah. Peran orang tua siswa juga penting demi memastikan putra-putri mereka benar-benar belajar di rumah. Sebab, pendidikan jarak jauh secara daring tidak mudah dikontrol. “Tampaknya, dari sisi protokol kesehatan, pembelajaran daring lebih relevan, meskipun perlu monitoring dan evaluasi untuk keefektifannya,” terang Yayat. (Radar Tegal)

FPKS Kota Tegal Nilai Skema Pemulihan Ekonomi Belum Jelas

FPKS Kota Tegal Nilai Skema Pemulihan Ekonomi Belum Jelas

Pemkot Tegal mengusulkan anggaran new normal sebesar 1,8 milyar. Meski begitu, skema pemulihan ekonomi untuk masyarakat terdampak covid-19 dinilai belum jelas. Padahal pemulihan ekonomi merupakan saah satu aspek penting dalam new normal, disamping kesehatan dan jaring pengaman sosial. Dalam usulan anggaran New Normal tersebut, belum ada parameter pemulihan ekonomi.

Hal ini disampaikan sekretaris Fraksi PKS Zaenal Nurhoman dalam rakerda DPRD Kota Tegal bersama tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tegal, belum lama ini.

Sekretaris Daerah Kota Tegal Johardi menyampaikan upaya pemkot memulihkan kembali ekonomi adalah dengan membuka pusat perbelanjaan dengan menerapkan protokol kesehatan, termasuk mengeluarkan kebijakan penundaan pajak.

Menanggapi jawaban tersebut Zaenal memandang kedua upaya tersebut dianggap tidak cukup, karena banyak pelaku ekonomi di sektor UKM, IKM, dan pedagang kaki lima di Kota Tegal.

Politisi muda PKS Kota Tegal ini menyarankan agar Pemkot melakukan pendataan dan melihat secara langsung kondisi para pelaku ekonomi di ketiga sektor itu, sebab dari hasil temuannya, banyak diantara mereka perlu mendapatkan suntikan modal agar bisa kembali menjalankan roda usahanya,

“Kami meminta Pemkot bisa mengalokasikan dana bantuan modal untuk pelaku ekonomi dan pedagang yang benar-benar membutuhkan. Pemulihan ekonomi harus dilakukan secara terintgerasi dan tidak parsial,” ujar Zaenal yang juga anggota komisi II DPRD Kota Tegal ini.

Copyright © 2026