Erni Ratnani Inisiasi Pelatihan Content Creator untuk Warga Tegal

Erni Ratnani Inisiasi Pelatihan Content Creator untuk Warga Tegal

Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Perdagangan Kota Tegal menggelar pelatihan content creator di Hotel Premier Tegal. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan membekali warga, khususnya generasi muda, dengan keterampilan membuat konten digital yang berdampak positif dan bernilai ekonomi.

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Erni Ratnani, hadir dalam pembukaan pelatihan tersebut. Ia mengajak anak-anak muda untuk lebih kreatif dalam menciptakan konten yang tidak hanya menarik, tetapi juga membawa nilai-nilai positif bagi masyarakat. Menurutnya, kemampuan membuat konten yang berkualitas akan menjadi modal penting di era digital saat ini.

“Kami mendorong agar anak-anak muda mampu membuat konten yang positif,” kata Erni. Legislator dari daerah pemilihan Tegal Barat itu berharap pelatihan ini mampu meningkatkan produktivitas peserta, khususnya dalam memasarkan produk secara digital melalui platform seperti TikTok dan media sosial lainnya.

Pelatihan ini digelar atas inisiatif Erni dan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Mohammad Rudy Herstyawan. Menurut Rudy, pelatihan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang digital marketing dan telah tersertifikasi secara nasional oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Mereka berasal dari kalangan akademisi dan praktisi, dengan pengalaman sebagai content creator sekaligus pelaku usaha yang menjadikan konten sebagai alat pemasaran utama.

Narasumber yang dihadirkan antara lain Ali Irfan, dosen Politeknik Pancasakti Tegal, yang mewakili kalangan akademisi, serta dua praktisi digital, Wawan Saktiawan dan Yahya Astoria, yang dikenal sebagai content creator aktif.

Sebanyak 42 peserta mengikuti pelatihan ini, yang berasal dari berbagai kalangan masyarakat Kota Tegal. Beberapa di antaranya adalah penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

“Kami berharap peserta dapat memproduksi konten yang menarik dan relevan. Konten bukan lagi pelengkap, melainkan menjadi senjata utama untuk memperluas pasar, membangun branding, serta meningkatkan penjualan dan daya saing bisnis,” kata Rudy.

Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan platform digital. Dengan kemampuan tersebut, para pelaku usaha lokal diharapkan dapat mengoptimalkan media digital sebagai sarana pemasaran yang efektif, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Tegal.

Erni Ratnani Caleg Perempuan PKS Pertama yang terpilih sebagai Anggota Dewan

Erni Ratnani Caleg Perempuan PKS Pertama yang terpilih sebagai Anggota Dewan

PKS Kota Tegal akhirnya berhasil menjadi pencetak sejarah melahirkan Anggota DPRD Perempuan di Kota Tegal. Caleg Tegal Barat nomor  urut 2 Erni Ratnani, SE, MM terpilih sebagai anggota dewan dengan mencapai perolehan suara terbanyak di Tegal Barat. Erni Ratnani mendapatkan 1.926 suara. Dari hasil tersebut maka Erni berhasil melenggang di Gedung DPRD Kota Tegal sebagai Aleg Perempuan PKS pertama.

Interaksi Erni Ratnani di bidang legislatif sebenarnya bukan hal baru. Sebab kurang lebih 3 periode ia tergabung dalam Ikatri (Ikatan Istri Anggota DPRD Kota Tegal). Erni tidak lain adalah istri mendiang Rachmat Rahardjo, Anggota DPRD dari PKS selama tiga periode.

Ia mengisahkan ketika diminta maju sebagai caleg dirinya merasa belum pantas. “Sebenarnya saya merasa belum pantas, tapi karena ini tuntutan dakwah saya meluruskan niat, dan berikhtiar memantaskan diri,” ujarnya. Erni menyampaikan salah satu hal yang membuatnya semakin merasa yakin adalah konstituen Pak Rachmat menghendaki dirinya maju untuk melanjutkan kiprahnya.

Dengan terpilihnya Erni sebagai caleg Perempuan pertama PKS di Kota Tegal, ia ingin mengembalikan peran dan fungsi perempuan, memberikan pencerahan melalui regulasi. “Ada banyak yang harus diperbaiki. Misalnya saat ini pabrik-pabrik banyak diisi oleh pekerja perempuan, banyak diantara mereka yang harus menjadi tulang punggung keluarga, sementara tugas dan peran utama dalam mendidik dan menumbuhkan anak jadi tidak optimal.

Menurutnya hanya regulasi yang bisa menyelesaikan ini, dengan menguatkan kembali peran perempuan di rumah.”

Ketua Bidang BPKK DPD PKS Kota Tegal Hj. Fajriati Nurhidayah, S.Psi mengaku bersyukur ada Anggota Dewan PKS Kota Tegal yang merepresentasikan suara Perempuan. “Alhamdulilah target caleg Perempuan duduk di Parlemen Kota tegal bisa tercapai.” kata Fajriati. Ikhtiar kami, kata Fajriati, menyelenggarakan Sekolah Politik Perempuan membuahkan hasil.[]

Dokter Slamet Nyaleg Pusat Lewat PKS

Dokter Slamet Nyaleg Pusat Lewat PKS

Dr. Slamet ternyata maju sebagai caleg DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera untuk Dapil IX (Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes). Teka-teki yang membuat publik bertanya-tanya, kenapa pria kelahiran Tegal 54 tahun silam ini memutuskan pensiun dini sebagai ASN, kini sudah terjawab.

Begitu tahu kabar dokter Slamet bukan ASN lagi, PKS langsung meminangnya menjadi caleg, tidak tanggung-tanggung, dokter Slamet langsung diminta untuk maju sebagai calon legislator pusat di senayan.

Kiprahnya sebagai dokter dimulai pada taahun 1996 sebagai Dokter klinik 24 Jam di Jakarta. Sempat bertugas juga sebagai dokter dan kepala puskesmas di Kab. Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Pada tahun 2000-2002 menjadi Dokter di Rumah sakit Islam Harapan Anda Kota Tegal, kemudian meningkat sebagai Kepala Puskesmas Tegal Barat, Kota Tegal pada tahun 2002-2013, selanjutnya pada tahun 2013-2021 dipercaya sebagai Dokter dan Kepala Balai Pengobatan Penyakit Paru Paru ( BP4 ) Kota Tegal.

Jabatan terakhir sebagai ASN adalah sebagai Kepala Bidang UKMP Dinas Kesehatan Kota Tegal, sebelum akhirnya memutuskan pensiun dini. Saat ini, sejak Januari 2023 dr. Slamet menjadi Direktur Klinik Medicall, Tegalsari Kota Tegal.

Ada 2 hal utama pelajaran orang tua yang sangat melekat di hati dokter Slamet hingga saat ini. Berlaku jujur dan setiap keputusan, apapun itu memiliki konsekuensi. “Pesan ini selalu disampaikan sejak saya kecil hingga bekerja sebagai PNS,” ungkapnya. Jujur ini bahkan berlaku untuk semua peran dan semua profesi, sebab jujur adalah mata uang yang berlaku dimana-mana.

Prinsip kedua terkait pengambilan keputusan menurutnya menyiratkan pesan agar jadi orang tidak mudah baper jika ada yang kontra dengan keputusan yang berbeda. Pelajaran ini benar – benar dirasakan manfaatnya pada saat dr Slamet memimpin Puskesmas, Balai Penyakit Paru, dan terakhir sebagai Kepala Bidang di Dinas Kesehatan Kota Tegal.

“Faktanya memang betul, kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Itu artinya tidak satu kebijakan pun yang seluruhnya sepakat. Selalu ada yang pro dan kontra,” ujarnya.

Atas dua prinsip ini ia menjelaskan bahwa sebenarnya setiap keputusan yang diambil oleh seseorang, itu adalah pilihan terbaik dari peta hidup yang dimiliki. Dari sinilah kita belajar menghargai orang lain.

“Termasuk keputusan saya menerima amanah dari PKS untuk maju sebagai caleg DPR RI, itu adalah pilihan terbaik. Itu juga berlaku sama bagi PKS. Itu adalah pilihan terbaik PKS. Bisa jadi PKS memandang saya punya peluang, tinggal memantaskan diri saja biar pantas,”

Berkiprah dimanapun, lanjut Slamet, saya kira sama saja. Mau jadi dokter, jadi legislator. Selama memegang teguh nilai-nilai yang bisa membawa kebermanfaatan bagi banyak orang, maka disitulah letak kemuliaan sesungguhnya.

“Pan dadi dokter, pan dadi dewan, dadi apapun, sing penting slamet dunia akhirat,” pungkasnya mengakhiri wawancara. []

Copyright © 2026