Darah Muda PKS, Nyawa Baru Di Meja Rakerda

Darah Muda PKS, Nyawa Baru Di Meja Rakerda

HAWA segar terasa di tengah keriuhan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PKS Kota Tegal, Minggu (28/12). Tak sekadar menjadi forum seremoni rutin tahunan, hajatan politik ini seolah menjadi panggung unjuk gigi bagi para “punggawa muda” yang ter gabung dalam Garuda Keadilan

Sejak pagi, derap langkah energik savap kepemudaan PKS itu mendominasi atmosfer acara. Mulai dari urusan teknis yang njelimet, publikasi digital yang ciamik, hingga manajemen layanan peserta, semuanya dikomandoi oleh barisan anak muda.

PKS Kota Tegal nampaknya sedang serius mengirim pesan, bahwa politik bukan hanya milik mereka yang berambut perak, melainkan ruang kreatif bagi generasi Z dan Milenial.
Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Bagi pria yang kini menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal tersebut, kehadiran Garuda Keadilan bukan sekadar pelengkap dekorasi acara, melainkan bukti keberhasilan regenerasi.

“Anak-anak muda ini adalah aset. Keterlibatan mereka hari ini membuktikan bahwa estafet kepemimpinan di tubuh PKS tidak pernah macet. Semangat mereka adalah denyut nadi masa depan partai,” ujar Zaenal di sela-sela agenda.

Rakerda yang mengusung tajuk “Kokohkan Barisan, Tingkatkan Pelayanan, dan Raih Kemenangan” ini dihadiri tak kurang dari 138 peserta. Mereka adalah para pengurus, legislator, hingga struktur terkecil dari seluruh penjuru Kota Bahari. Di sana, strategi digodok, evaluasi di bedah, dan soliditas dikunci rapat-rapat.
Zaenal menegaskan, Rakerda kali ini adalah momentum krusial untuk menyelaraskan frekuensi perjuangan. la ingin memastikan bahwa setiap gerak partai harus berujung pada satu muara: pelayanan ma-syarakat yang lebih nyata.

“Ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. Ini adalah sarana menyamakan visi dan memperkuat barisan. Dengan kerja kolektif dan kolaborasi lintas generasi, PKS siap memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Kota Tegal, tegasnya optimistis.

Lewat pertemuan ini, PKS Kota Tegal seolah kembali meneguhkan janjinya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Dengan bauran pengalaman dari para senior dan energi meluap dari kaum muda, partai berlambang bulan sabit kembar ini mantap menatap agenda politik mendatang dengan dada tegak.

RAKERDA PKS Kota Tegal Teguhkan Soliditas dan Semangat Pelayanan

RAKERDA PKS Kota Tegal Teguhkan Soliditas dan Semangat Pelayanan

Tegal, Minggu (28/12/2025) – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal sukses menyelenggarakan Rapat Kerja Daerah (RAKERDA) pada Minggu, 28 Desember 2025. Kegiatan strategis ini mengusung tema “Kokohkan Barisan, Tingkatkan Pelayanan dan Raih Kemenangan”, dan diikuti oleh 138 peserta yang terdiri dari jajaran pengurus, anggota dewan, serta struktur PKS se-Kota Tegal.

RAKERDA menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah dan menyusun arah gerak organisasi ke depan. Seluruh peserta tampak antusias mengikuti rangkaian agenda yang berfokus pada penguatan soliditas internal, evaluasi kinerja, serta perumusan program pelayanan kepada masyarakat yang lebih optimal.

Hal yang menarik dan menjadi sorotan dalam RAKERDA kali ini adalah keterlibatan anak-anak muda PKS yang tergabung dalam Garuda Keadilan sebagai panitia pelaksana. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri, menghadirkan semangat muda, kreativitas, serta energi positif dalam pelaksanaan kegiatan. Ini menjadi bukti nyata komitmen PKS Kota Tegal dalam memberikan ruang dan kepercayaan kepada generasi muda untuk mengambil peran strategis dalam proses politik dan organisasi.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurrohman, S.P., dalam sambutannya menegaskan bahwa RAKERDA bukan sekadar agenda rutin, melainkan sarana konsolidasi perjuangan.

“RAKERDA ini adalah momentum untuk mengokohkan barisan, menyamakan visi, dan memperkuat semangat pelayanan kepada masyarakat. Dengan soliditas yang terjaga dan kerja yang terencana, insyaallah PKS Kota Tegal siap meraih kemenangan dan memberikan kontribusi terbaik bagi warga Kota Tegal,” ujar Zaenal Nurrohman.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kepanitiaan. Menurutnya, kehadiran Garuda Keadilan menunjukkan bahwa estafet kepemimpinan dan perjuangan PKS berjalan dengan baik.

“Anak-anak muda PKS adalah aset masa depan. Semangat, ide, dan dedikasi mereka hari ini adalah harapan besar bagi kejayaan PKS di masa mendatang,” tambahnya.

Melalui RAKERDA ini, PKS Kota Tegal meneguhkan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kesiapan organisasi menghadapi agenda-agenda politik ke depan.

Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas generasi, PKS Kota Tegal optimistis melangkah mantap menuju perjuangan yang lebih solid, melayani dengan sepenuh hati, dan meraih kemenangan.

Fraksi PKS Soroti Pergeseran Filosofi Raperda Miras Kota Tegal: Pelarangan atau Pengendalian?

Fraksi PKS Soroti Pergeseran Filosofi Raperda Miras Kota Tegal: Pelarangan atau Pengendalian?

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal menyatakan setuju agar tiga Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang diusulkan Pemerintah Kota Tegal dibahas lebih lanjut oleh alat kelengkapan dewan. Tiga Raperda tersebut mencakup Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol, Penanaman Modal, dan Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana.

Persetujuan ini disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal pada Selasa, 3 Desember 2025, melalui Pemandangan Umum Fraksi PKS yang dibacakan oleh juru bicaranya, Hj. Erni Ratnani, S.E., M.M., di Gedung Paripurna DPRD Kota Tegal.

Fraksi PKS secara khusus mendukung penuh inisiatif pembentukan Raperda tentang Minuman Beralkohol (Minol) sebagai revisi atas Perda Nomor 5 Tahun 2006. Dukungan ini didasarkan pada fakta bahwa Minol telah menimbulkan masalah serius dari aspek kesehatan, serta mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum di masyarakat.

Namun, di balik dukungan tersebut, PKS mengajukan pertanyaan kritis terkait pergeseran diksi dan filosofi dasar Raperda yang baru. Perda sebelumnya secara eksplisit berorientasi pada Larangan Minuman Beralkohol, sedangkan Raperda yang baru menggunakan diksi Pengawasan dan Pengendalian.

“Apakah filosofi dasar Raperda ini bergeser dari pelarangan total menjadi sekadar pengaturan dan pengendalian peredaran?” tanya Erni Ratnani saat membacakan Pemandangan Umum Fraksi.

PKS mendesak Pemerintah Kota Tegal untuk memberikan kejelasan mendalam mengenai pertimbangan hukum dan sosiologis utama yang melandasi pergeseran pendekatan ini. Fraksi PKS mempertanyakan mengapa Pemda memilih pendekatan pengendalian, alih-alih mempertahankan larangan total demi menjaga nilai sosial dan ketertiban umum.

Selain itu, PKS juga mempertanyakan dugaan adanya pergeseran tujuan utama Raperda. Fraksi khawatir tujuan utama bergeser dari perlindungan masyarakat menjadi kepentingan fiskal daerah, mengingat potensi Minol sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pajak dan retribusi yang tinggi.

Secara tegas, Fraksi PKS menekankan bahwa Raperda yang baru ini harus memiliki semangat untuk membatasi secara ketat akses masyarakat terhadap minuman beralkohol. PKS mewanti-wanti agar regulasi ini tidak menjadi pintu masuk untuk melegalkan peredarannya dalam lingkup terbatas melalui pendekatan regulasi semata. Tujuannya adalah memastikan bahwa Raperda ini benar-benar berfungsi sebagai instrumen untuk menjaga moralitas, kesehatan, dan ketertiban umum di Kota Tegal.[]

Angkutan Sekolah Gratis Kota Tegal Dievaluasi DPRD Demi Efektivitas Rute

Angkutan Sekolah Gratis Kota Tegal Dievaluasi DPRD Demi Efektivitas Rute

Program Angkutan Sekolah Gratis yang digagas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal telah merampungkan masa uji coba selama dua pekan. Hasil dan data dari masa percobaan yang berlangsung 18 hari penuh ini kini menjadi fokus utama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Gedung Parlemen pada Rabu (3/12).

Evaluasi ini bertujuan memastikan seberapa efektif dan efisien rute-rute angkutan perkotaan yang melayani pelajar secara cuma-cuma tersebut, sebelum ditetapkan sebagai kebijakan baku.

Anggota Komisi III DPRD, Mochammad Ali Mashuri, menekankan bahwa masa uji coba yang dimulai sejak 24 November 2025 itu berfungsi sebagai “tes ombak” untuk mengukur keberhasilan program. Menurut Ali, data yang terkumpul telah memberikan gambaran yang jelas mengenai titik-titik layanan.

“Uji coba ini seperti tes ombak. Dia akan menunjukkan seberapa efektif jalur-jalur yang sudah dibuat Dishub,” ujar Ali Mashuri seusai rapat.

Ali menjelaskan, data menunjukkan adanya titik-titik layanan yang tinggi permintaannya sehingga perlu didorong porsi layanannya. Sebaliknya, ada pula rute yang mungkin perlu dikurangi porsi pelayanannya karena kurang diminati.

“Sehingga, ketika nanti program ini resmi menjadi kebijakan baku untuk satu tahun penuh, dia bisa berjalan lebih efektif dan efisien. Anggaran yang dikeluarkan pun tepat sasaran,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Abdul Kadir, dalam paparannya menjelaskan bahwa angkutan gratis berpelat kuning ini mengemban misi yang melampaui sekadar memberikan tumpangan.

Program ini dirancang untuk mendukung layanan publik dengan menyediakan transportasi yang terfokus bagi pelajar, memberikan angin segar ekonomi bagi orang tua, dengan memangkas biaya transportasi harian, dan meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan remaja dan pelajar di jalanan.

Tak hanya itu, program ini juga merupakan upaya konkret Pemerintah Kota Tegal untuk mendukung eksistensi angkutan perkotaan agar tetap hidup dan melayani masyarakat di tengah gempuran transportasi daring (online).

Evaluasi mendalam ini akan menentukan nasib rute-rute yang diujicobakan di tiga jalur utama yang menyasar titik-titik padat pelajar. Setelah “disaring” dan “dibenahi,” harapannya Angkutan Sekolah Gratis benar-benar bisa menjadi solusi transportasi yang aman, nyaman, dan ramah kantong bagi seluruh pelajar Kota Tegal.

 

Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Apresiasi Lukisan Disabilitas

Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Apresiasi Lukisan Disabilitas

Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Pendopo Kota Tegal pada Selasa (2/12/2025) menjadi momentum yang sangat bermakna, khususnya melalui pameran dan lelang karya seni anak-anak penyandang disabilitas.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota  Tegal Mochamad Ali Mashuri hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Fraksi PKS menunjukkan kepeduliannya yang mendalam dengan berpartisipasi aktif dalam lelang dan memberikan apresiasi tinggi terhadap bakat luar biasa anak-anak berkebutuhan khusus.

Mewakili Fraksi PKS, Ali Mashuri berhasil memenangkan lelang salah satu dari enam lukisan yang dipamerkan dengan penawaran sebesar Rp1.050.000,-. Lukisan tersebut, bersama dengan karya seni dan UMKM disabilitas lainnya, menarik perhatian karena dinilai memiliki nilai seni yang tinggi, keunikan warna, tema, dan filosofi tersendiri.

Dalam kesempatan tersebut, Ali Mashuri menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru pendamping dan orang tua yang telah tanpa lelah membimbing anak-anak hingga meraih prestasi.

“Kegiatan ini merupakan ruang kepedulian kita bersama dan acara ini sangat bermakna. Semua perjuangan guru menjadi ladang ibadah,” ujar Ali Mashuri.

“Semoga kedepan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) lebih besar dan meriah.”

Tidak hanya Fraksi PKS, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, juga turut memenangkan lelang lukisan dengan penawaran yang sama.

“Kami sampaikan rasa syukur yang mendalam kepada anak-anak hebat penyandang disabilitas, para guru pendamping, orang tua, lembaga sosial, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan perhatian dan dukungan,” kata Sekda.

Ia menegaskan bahwa pembangunan inklusif di Kota Tegal tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur sosial yang memberikan kesempatan setara bagi semua warga, termasuk penyandang disabilitas.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Tegal, Dinar Marnoto, selaku penyelenggara kegiatan, menjelaskan bahwa peringatan HDI 2025 ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Daerah untuk menghadirkan ruang inklusif.

“Inklusif bukan sekadar menyediakan akses, tetapi juga memberikan kesempatan, memberdayakan, serta mengubah cara pandang kita terhadap keberagaman kemampuan. Anak-anak kita yang berkebutuhan khusus adalah bagian dari kita yang harus kita dukung sepenuhnya,” jelas Dinar.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kota Tegal, Plt. Kepala Dinsos, Ketua Komunitas Disabilitas, serta ratusan anak-anak disabilitas se-Kota Tegal, guru pendamping, dan orang tua.

Fraksi PKS Kota Tegal Soroti Kemandirian Fiskal

Fraksi PKS Kota Tegal Soroti Kemandirian Fiskal

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tegal menyoroti kondisi fiskal daerah yang menunjukkan ketergantungan serius terhadap Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat dalam APBD Tahun Anggaran 2026.

Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Daerah Kota Tegal agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) benar-benar menjadi tulang punggung pembiayaan daerah.

Data APBD 2026 menunjukkan Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat mencapai Rp555.713.258.000. Fraksi PKS menegaskan, dengan kondisi ketergantungan yang tinggi ini, upaya pencapaian target PAD sebesar Rp470.804.735.000 harus dilakukan secara maksimal agar kemandirian fiskal daerah dapat diperkuat.

Juru bicara Fraksi PKS, H. Abdul Ghoni, S.E., menekankan bahwa potensi PAD di Kota Tegal masih sangat banyak yang belum dioptimalkan.

“Kami berharap agar capaian realisasi tidak hanya memenuhi, tetapi juga mampu melampaui target yang sudah ditetapkan, sebagai upaya untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah,” ujar H. Abdul Ghoni, S.E..

PKS mendesak agar masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan upaya nyata untuk peningkatan PAD. Pada sektor Pajak Daerah, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) harus mengambil langkah ekstensifikasi nyata, termasuk pemasangan taping box di setiap restoran dan melakukan digitalisasi pendapatan sektor pajak untuk menyiasati kebocoran akibat human error.

Edukasi mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak restoran harus terus menerus disosialisasikan kepada masyarakat untuk membangun kesadaran bahwa pembangunan bersumber dari pajak.

Terkait penerimaan non-pajak, Pemkot Tegal didorong untuk aktif berkomunikasi dan berkolaborasi dengan daerah lain, khususnya di sektor perikanan, untuk membentuk Kelompok Kerja atau Panitia Khusus guna mendapatkan proporsi pendapatan yang adil dan proporsional.

“Langkah-langkah strategis untuk optimalisasi pendapatan daerah ini harus terus dikembangkan oleh semua OPD karena berdampak langsung pada perolehan Dana Insentif Fiskal di tahun berjalan maupun tahun berikutnya,” pungkas Ghoni.

DPD PKS Kota Tegal Kukuhkan DPC dan DPRa, Siap Tancap Gas Layani Warga

DPD PKS Kota Tegal Kukuhkan DPC dan DPRa, Siap Tancap Gas Layani Warga

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal tidak mau berlama-lama. Setelah resmi mengukuhkan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRa) se-Kota Tegal, PKS Kota Tegal langsung tancap gas dengan memberikan pelatihan kepemimpinan dasar untuk mengasah kemampuan manajerial dan pelayanan publik.

Pengukuhan pengurus DPC dan ranting PKS dilaksanakan di Sekretariat DPD PKS Kota Tegal pada Ahad (23/11/2025). Prosesi pembacaan ikrar dan pengukuhan dipimpin langsung oleh Sekretaris DPD PKS Kota Tegal, Ichsan Triyono.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, menegaskan bahwa momentum pengukuhan ini adalah ajang untuk menanamkan kembali komitmen dan mengokohkan kiprah kepemimpinan yang telah dirintis oleh para pendahulu PKS.

“Kami menyadari peran DPC dan DPRa sangat besar. Ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan baik untuk menguatkan pelayanan di masyarakat, membimbing, dan menebarkan kebaikan,” ungkap Zaenal.

Zaenal memberikan empat (4) pesan kunci kepada para pengurus baru, yaitu: menjaga persaudaraan; memiliki bekal ruhiyah karena menebar kebaikan harus dibekali kekuatan spiritual; hadir di masyarakat; serta bersinergi dengan anggota Dewan dari PKS untuk memastikan program partai berjalan optimal.

Selain empat pesan tersebut, seluruh pengurus DPC dan DPRa juga diinstruksikan untuk mengoptimalkan program unggulan Kader, Kaderisasi, Pelayanan Publik (K2P2) sebagai strategi utama pemenangan Pemilu mendatang.

Tidak hanya seremonial, acara dilanjutkan dengan sesi upgrade skill melalui Pelatihan Basic Leadership. Materi ini disampaikan oleh tim Bidang Pelatihan dan Kepemimpinan Anggota Partai, Ali Irfan dan Adityo Herlambang. Peserta dilatih untuk memiliki kompetensi penting di lapangan, mencakup kemampuan manajerial, komunikasi publik, resolusi konflik, dan pengambilan keputusan.()

Fasilitasi Sekolah Pra Nikah, Amiruddin Dorong Generasi Muda Siap Berkeluarga

Fasilitasi Sekolah Pra Nikah, Amiruddin Dorong Generasi Muda Siap Berkeluarga

Pemerintah Kota Tegal memperkuat edukasi pra nikah bagi generasi muda dan calon pengantin. Inisiasi ini diwujudkan melalui program Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD H. Amiruddin Lc, yang menggelar Stadium Generale II Sekolah Pra Nikah berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA).

Kegiatan yang berlangsung pada 10 November 2025 di Hotel Premiere Kota Tegal ini melibatkan 60 peserta dari unsur Kantor Urusan Agama (KUA), Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), serta calon pengantin. Tujuan utamanya adalah memberikan penguatan materi mengenai kesiapan mental berkeluarga, pendidikan karakter, dan manajemen konflik dalam rumah tangga.

Sekretaris DPPKBP2PA Kota Tegal, Trysnawati, S.H., M.H., menegaskan bahwa kesiapan emosional, mental, dan pengetahuan komprehensif adalah faktor fundamental dalam membangun rumah tangga yang sehat dan berkualitas.

Untuk menambah bobot materi, Stadium Generale menghadirkan pakar ketahanan keluarga regional yang memberikan pendalaman mengenai kiat-kiat membangun komunikasi efektif dan membentuk fondasi keluarga yang kuat dari segala aspek.

Amiruddin menyampaikan bahwa program melalui Pokir ini merupakan wujud komitmennya untuk menghadirkan edukasi pra nikah yang terstruktur, modern, dan relevan dengan tantangan sosial saat ini.

“Edukasi pranikah yang baik adalah investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan generasi muda Tegal tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga memiliki bekal manajemen konflik dan ketahanan diri untuk mewujudkan keluarga yang harmonis,” ujar legislator PKS ini.

Sebagai tindak lanjut, 60 peserta akan mengikuti rangkaian kelas Sekolah Siaga (Siap Berkeluarga) selama empat hari penuh, yaitu pada 15–16 November dan 22–23 November 2025. Kelas pendalaman ini dirancang menggunakan metode pembelajaran aplikatif dan interaktif.

Melalui rangkaian pendidikan ini, Pemerintah Kota Tegal berharap dapat menciptakan generasi keluarga muda yang lebih siap, lebih kuat, dan memiliki pemahaman komprehensif, sehingga berkontribusi pada peningkatan indeks kesejahteraan dan pengurangan angka perceraian di tingkat daerah.

 

Amiruddin Realisasikan Pelatihan Hortikultura untuk Ketahanan Pangan Kota Tegal

Amiruddin Realisasikan Pelatihan Hortikultura untuk Ketahanan Pangan Kota Tegal

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin Lc., merealisasikan program Pokok-pokok Pikiran (Pokir) dengan memberikan stimulan berupa pelatihan budidaya intensif dan bantuan alat kepada 50 anggota kelompok hortikultura. Kegiatan ini berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan (BP3) Margadana, Kota Tegal, pada 12 November 2025.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara legislatif dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKP3) setempat, dengan fokus utama menguatkan sektor pertanian perkotaan yang berkelanjutan.

Program stimulan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari kelompok hortikultura, termasuk para penyuluh DKP3 Kota Tegal yang turut bertindak sebagai pendamping. Pelatihan yang diberikan mencakup pengenalan teknik budidaya hortikultura modern, manajemen kelembagaan kelompok, pengelolaan lahan yang efisien, hingga pemanfaatan alat pendukung produksi terkini.

Amiruddin dalam sambutannya menekankan bahwa dukungan melalui Pokir didorong untuk memastikan masyarakat memiliki akses yang memadai terhadap sarana produksi dan peningkatan kapasitas di tengah keterbatasan lahan.

“Kolaborasi dengan DKP3 menjadikan program ini lebih terukur dan tepat sasaran. Ini adalah upaya kami agar kelompok hortikultura mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan memberikan kontribusi pada ketahanan pangan lokal,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal tersebut.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kota Tegal, Iswari Gunartiningsih S.P., menyatakan bahwa kolaborasi ini sangat membantu upaya DKP3 dalam menguatkan kapasitas masyarakat. “Inisiatif Pokir ini berdampak langsung pada penguatan teknik budidaya. Dalam konteks pertanian perkotaan, di mana lahan terbatas, inovasi dan teknik presisi adalah tuntutan utama,” jelasnya.

Melalui kegiatan pelatihan dan bantuan alat tersebut, diharapkan kelompok hortikultura di Kota Tegal menjadi lebih berdaya, produktif, dan mampu menciptakan inovasi pertanian yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga mendukung ketahanan pangan di tingkat kota secara berkelanjutan.

 

Aksi Nyata BIPEKA Jateng: Turun Langsung Ikuti Kegiatan RKI di 4 Kecamatan

Aksi Nyata BIPEKA Jateng: Turun Langsung Ikuti Kegiatan RKI di 4 Kecamatan

Setelah sesi diskusi mendalam, para delegasi BIPEKA se-Jawa Tengah tidak hanya berhenti pada paparan teori. Mereka melanjutkan kegiatan studi tiru dengan turun langsung ke lapangan untuk mengikuti proses kegiatan RKI yang tersebar di empat kecamatan di Kota Tegal. Langkah ini menjadi fokus utama untuk melihat praktik terbaik secara nyata, mulai dari susunan acara, materi, hingga interaksi yang terbangun dalam forum RKI.

Empat RKI yang dikunjungi untuk observasi langsung adalah RKI Maryam, RKI Husnul Khotimah, RKI Werkudoro Smart, dan RKI Alesha Salsabila. Di lokasi-lokasi ini, para pengurus BIPEKA Jateng disajikan gambaran utuh tentang model pembinaan keluarga yang berhasil diimplementasikan di tingkat basis. Mereka secara aktif mengamati proses belajar mengajar dalam sesi Sekolah Keluarga dan Forum Ayah, serta berdialog langsung dengan para penggerak dan anggota RKI. Keterlibatan langsung ini diharapkan memberikan pemahaman yang komprehensif, sehingga model RKI Kota Tegal—yang didukung oleh payung hukum Perda—dapat direplikasi dan menjadi akselerator penguatan ketahanan keluarga di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Ketua BIPEKA DPW PKS Jateng, Titik Anggraini, S.Pd., menegaskan bahwa isu keluarga merupakan konsentrasi utama PKS, yang diyakini sebagai fondasi kekuatan bangsa.

“PKS memang sangat konsen pada isu-isu keluarga karena bangsa yang kuat itu bisa dimulai dari rumah. Dari rumah yang kuat bisa melahirkan pemimpin-pemimpin kuat,” tegas Titik di Hotel Kotta Tegal, menggarisbawahi pentingnya RKI.

Titik menjelaskan, secara nasional, BIPEKA PKS memfokuskan dua program unggulan: penguatan pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga. RKI menjadi payung utama untuk isu ketahanan keluarga, yang kini telah menyebar di lebih dari 2.000 titik di Jawa Tengah.

“Di BIPEKA punya dua program unggulan. Yang pertama Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang merupakan forum bagi yang concern untuk ketahanan keluarga. Yang kedua pos pemberdayaan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

RKI di Jawa Tengah menjalankan beragam program, mulai dari Sekolah Keluarga, Forum Ayah, Kajian Strategis Keluarga, hingga Konsultan Keluarga. Salah satu inisiasi terbaru adalah Gerakan Kumpul Keluarga, yang diluncurkan saat Hari Ayah, 12 November lalu, sebagai upaya peningkatan kualitas interaksi antar anggota keluarga.

Titik berharap, kegiatan studi tiru ini dapat mendorong daerah-daerah lain di Jawa Tengah untuk mengadopsi praktik terbaik pengelolaan RKI Kota Tegal sebagai bukti nyata kepedulian PKS dalam menjaga ketahanan keluarga di tingkat lokal.

 

Copyright © 2026