Amiruddin Realisasikan Pelatihan Hortikultura untuk Ketahanan Pangan Kota Tegal

Amiruddin Realisasikan Pelatihan Hortikultura untuk Ketahanan Pangan Kota Tegal

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin Lc., merealisasikan program Pokok-pokok Pikiran (Pokir) dengan memberikan stimulan berupa pelatihan budidaya intensif dan bantuan alat kepada 50 anggota kelompok hortikultura. Kegiatan ini berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan (BP3) Margadana, Kota Tegal, pada 12 November 2025.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara legislatif dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKP3) setempat, dengan fokus utama menguatkan sektor pertanian perkotaan yang berkelanjutan.

Program stimulan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari kelompok hortikultura, termasuk para penyuluh DKP3 Kota Tegal yang turut bertindak sebagai pendamping. Pelatihan yang diberikan mencakup pengenalan teknik budidaya hortikultura modern, manajemen kelembagaan kelompok, pengelolaan lahan yang efisien, hingga pemanfaatan alat pendukung produksi terkini.

Amiruddin dalam sambutannya menekankan bahwa dukungan melalui Pokir didorong untuk memastikan masyarakat memiliki akses yang memadai terhadap sarana produksi dan peningkatan kapasitas di tengah keterbatasan lahan.

“Kolaborasi dengan DKP3 menjadikan program ini lebih terukur dan tepat sasaran. Ini adalah upaya kami agar kelompok hortikultura mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan memberikan kontribusi pada ketahanan pangan lokal,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal tersebut.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kota Tegal, Iswari Gunartiningsih S.P., menyatakan bahwa kolaborasi ini sangat membantu upaya DKP3 dalam menguatkan kapasitas masyarakat. “Inisiatif Pokir ini berdampak langsung pada penguatan teknik budidaya. Dalam konteks pertanian perkotaan, di mana lahan terbatas, inovasi dan teknik presisi adalah tuntutan utama,” jelasnya.

Melalui kegiatan pelatihan dan bantuan alat tersebut, diharapkan kelompok hortikultura di Kota Tegal menjadi lebih berdaya, produktif, dan mampu menciptakan inovasi pertanian yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga mendukung ketahanan pangan di tingkat kota secara berkelanjutan.

 

Aksi Nyata BIPEKA Jateng: Turun Langsung Ikuti Kegiatan RKI di 4 Kecamatan

Aksi Nyata BIPEKA Jateng: Turun Langsung Ikuti Kegiatan RKI di 4 Kecamatan

Setelah sesi diskusi mendalam, para delegasi BIPEKA se-Jawa Tengah tidak hanya berhenti pada paparan teori. Mereka melanjutkan kegiatan studi tiru dengan turun langsung ke lapangan untuk mengikuti proses kegiatan RKI yang tersebar di empat kecamatan di Kota Tegal. Langkah ini menjadi fokus utama untuk melihat praktik terbaik secara nyata, mulai dari susunan acara, materi, hingga interaksi yang terbangun dalam forum RKI.

Empat RKI yang dikunjungi untuk observasi langsung adalah RKI Maryam, RKI Husnul Khotimah, RKI Werkudoro Smart, dan RKI Alesha Salsabila. Di lokasi-lokasi ini, para pengurus BIPEKA Jateng disajikan gambaran utuh tentang model pembinaan keluarga yang berhasil diimplementasikan di tingkat basis. Mereka secara aktif mengamati proses belajar mengajar dalam sesi Sekolah Keluarga dan Forum Ayah, serta berdialog langsung dengan para penggerak dan anggota RKI. Keterlibatan langsung ini diharapkan memberikan pemahaman yang komprehensif, sehingga model RKI Kota Tegal—yang didukung oleh payung hukum Perda—dapat direplikasi dan menjadi akselerator penguatan ketahanan keluarga di seluruh wilayah Jawa Tengah.

Ketua BIPEKA DPW PKS Jateng, Titik Anggraini, S.Pd., menegaskan bahwa isu keluarga merupakan konsentrasi utama PKS, yang diyakini sebagai fondasi kekuatan bangsa.

“PKS memang sangat konsen pada isu-isu keluarga karena bangsa yang kuat itu bisa dimulai dari rumah. Dari rumah yang kuat bisa melahirkan pemimpin-pemimpin kuat,” tegas Titik di Hotel Kotta Tegal, menggarisbawahi pentingnya RKI.

Titik menjelaskan, secara nasional, BIPEKA PKS memfokuskan dua program unggulan: penguatan pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga. RKI menjadi payung utama untuk isu ketahanan keluarga, yang kini telah menyebar di lebih dari 2.000 titik di Jawa Tengah.

“Di BIPEKA punya dua program unggulan. Yang pertama Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang merupakan forum bagi yang concern untuk ketahanan keluarga. Yang kedua pos pemberdayaan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

RKI di Jawa Tengah menjalankan beragam program, mulai dari Sekolah Keluarga, Forum Ayah, Kajian Strategis Keluarga, hingga Konsultan Keluarga. Salah satu inisiasi terbaru adalah Gerakan Kumpul Keluarga, yang diluncurkan saat Hari Ayah, 12 November lalu, sebagai upaya peningkatan kualitas interaksi antar anggota keluarga.

Titik berharap, kegiatan studi tiru ini dapat mendorong daerah-daerah lain di Jawa Tengah untuk mengadopsi praktik terbaik pengelolaan RKI Kota Tegal sebagai bukti nyata kepedulian PKS dalam menjaga ketahanan keluarga di tingkat lokal.

 

Zaenal Nurohman; Capaian I-Bangga Di Atas Rata-Rata, Kota Tegal Jadi Model Pengarusutamaan Keluarga

Zaenal Nurohman; Capaian I-Bangga Di Atas Rata-Rata, Kota Tegal Jadi Model Pengarusutamaan Keluarga

Kota Tegal kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan Indeks Pembangunan Keluarga (i-Bangga) yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi. Capaian ini menjadi salah satu dasar bagi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah melalui Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) menjadikan Kota Tegal sebagai model implementasi program Pengarusutamaan Keluarga (PUK).

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah pada 31 Oktober lalu mencatat, i-Bangga Kota Tegal mencapai 64,4, sedikit melampaui rata-rata Jawa Tengah yang berada di angka 63,9.

Capaian positif tersebut sejalan dengan upaya legislatif di Tegal yang telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Inilah yang kemudian mendorong Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) DPW PKS Jawa Tengah menggelar studi tiru ke DPD PKS Kota Tegal, yang berlangsung di Hotel Kotta Tegal, Minggu (16/11/2025).

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, menyatakan bahwa kehadiran Perda merupakan bukti komitmen eksekutif dan legislatif dalam menjadikan keluarga sebagai prioritas pembangunan.

”Kota Tegal adalah salah satu daerah yang sudah memiliki Perda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Regulasi ini menjadi payung hukum yang sangat penting bagi setiap program yang berorientasi pada penguatan fungsi keluarga,” kata Zaenal Nurohman.

Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Jawa Tengah Titik Anggraini, S.Pd., menegaskan studi tiru ini merupakan wujud konkret konsentrasi politik PKS terhadap isu keluarga, yang diyakini sebagai kunci kekuatan nasional.

”Kekuatan suatu bangsa dimulai dari rumah. Dari rumah yang kuat, kita bisa melahirkan pemimpin-pemimpin kuat,” ujar Titik. Ia berharap, praktik terbaik pengelolaan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kota Tegal dapat direplikasi di daerah lain sebagai langkah nyata PKS dalam menjaga ketahanan keluarga.

Model RKI yang dikelola PKS Kota Tegal dianggap berhasil dan terukur. Ketua Bipeka DPD PKS Kota Tegal, Adistya Prastiwi menyampaikan secara program, tambah Adistya, RKI menjadi forum edukasi yang menyelenggarakan Sekolah Keluarga, Forum Ayah, Konsultan Keluarga, dan RKI Peduli.

RKI menjadi salah satu instrumen utama PKS dalam mengimplementasikan misi Pengarusutamaan Keluarga (PUK), yaitu mengintegrasikan perspektif keluarga dalam setiap aspek pembangunan dan kebijakan publik.

RKI jadi Program Unggulan PKS: Bipeka PKS Jateng Studi Tiru ke RKI Kota Tegal

RKI jadi Program Unggulan PKS: Bipeka PKS Jateng Studi Tiru ke RKI Kota Tegal

Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Jawa Tengah, melalui Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA), melakukan studi tiru ke Dewan Pengurus Daerah PKS Kota Tegal, Ahad (16/11). Kunjungan ini bertujuan untuk mengadopsi praktik terbaik program Rumah Keluarga Indonesia  yang telah menjadi salah satu program unggulan PKS secara nasional.

Pemilihan Kota Tegal sebagai lokasi studi tiru didasarkan pada dua alasan utama: keberhasilan DPD PKS Tegal dalam pembinaan keluarga melalui konsep RKI, serta status Kota Tegal sebagai salah satu daerah yang telah memiliki Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga.

Ketua BIPEKA DPW PKS Jateng, Titik Anggraini, S.Pd., menyampaikan bahwa isu keluarga merupakan konsentrasi utama PKS, yang diyakini sebagai fondasi kekuatan bangsa.

“PKS memang sangat konsen pada isu-isu keluarga karena bangsa yang kuat itu bisa dimulai dari rumah. Dari rumah yang kuat bisa melahirkan pemimpin-pemimpin kuat,” tegas Titik di Hotel Kotta Tegal.

Titik menjelaskan, pada periode ini, BIPEKA PKS secara nasional memfokuskan dua program unggulan: penguatan pemberdayaan perempuan dan penguatan ketahanan keluarga. RKI menjadi payung utama untuk isu ketahanan keluarga.

“Di BIPEKA punya dua program unggulan. Yang pertama Rumah Keluarga Indonesia (RKI) yang merupakan forum bagi yang concern untuk ketahanan keluarga. Yang kedua pos pemberdayaan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

Keberadaan RKI yang kini tersebar di lebih dari 2.000 titik di seluruh Jawa Tengah, menjalankan beragam program, mulai dari Sekolah Keluarga, Forum Ayah, Kajian Strategis Keluarga, hingga Konsultan Keluarga. Salah satu program yang baru diluncurkan adalah Gerakan Kumpul Keluarga, yang diinisiasi saat Hari Ayah, 12 November lalu, sebagai upaya peningkatan kualitas interaksi antar anggota keluarga.

Titik berharap kegiatan ini dapat mendorong daerah-daerah lain di Jawa Tengah untuk mengadopsi praktik terbaik pengelolaan RKI Kota Tegal sebagai bukti nyata kepedulian PKS dalam menjaga ketahanan keluarga di tingkat lokal.

Ketua DPD PKS Kota Tegal Zaenal Nurohman mendukung penuh langkah Bipeka untuk menguatkan peran keluarga.  “Ini adalah ikhtiar nyata PKS dalam mengemban misi Pengarusutamaan Keluarga,” ungkapnya. Misi ini bertujuan untuk memasukkan perspektif keluarga dalam segala aspek pembangunan. Sebagai legislator daerah, salah satu yang telah diperjuangkan adalah disahkannya Perda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga.

“Ini untuk memastikan kebijakan publik berpihak pada penguatan fungsi-fungsi keluarga,” tambah Zaenal.

Kegiatan studi tiru ini dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah H. Sururul Fuad, Lc, M.E.I, Anggota DPR RI DR. Abdul Fikri Faqih, MM, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal H. Amiruddin, Lc yang menunjukkan dukungan penuh terhadap isu ketahanan keluarga dan adopsi kebijakan publik yang mendukungnya.

Sementara itu Ketua Bipeka DPD PKS Kota Tegal Adistya Pratiwi, S.Pi menyampaikan apresiasi atas kehadiran Tim Bipeka DPW PKS Jateng yang menjadikan RKI Kota Tegal sebagai model untuk diterapkan di Kota/Kabupaten di Jawa Tengah

Komisi I DPRD Kota Tegal Dorong Penanganan Serius untuk SD Ma’mur Ni’mah

Komisi I DPRD Kota Tegal Dorong Penanganan Serius untuk SD Ma’mur Ni’mah

Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal Hj. Erni Ratnani, SE, MM meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal memberikan perhatian serius terhadap kondisi sarana dan prasarana SD Ma’mur Ni’mah. Permintaan itu disampaikan saat audiensi antara Komisi I dengan perwakilan guru dan yayasan sekolah, Kamis (7/11).

Para guru mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi sekolah, mulai dari keterbatasan fasilitas belajar hingga kondisi bangunan yang memprihatinkan. Dua ruang belajar di lantai dua belum memiliki plafon dan sering menjadi sarang kelelawar. Setiap pagi, sebelum kegiatan belajar, para siswa harus bergiliran membersihkan lantai dan dinding yang kotor akibat kotoran kelelawar.

Pada 2022, SD Ma’mur Ni’mah sempat memperoleh bantuan ruang kelas baru (RKB) senilai Rp342 juta. Namun, hingga kini bangunan tersebut belum memiliki atap dan plafon, dan pihak sekolah masih menunggu realisasi usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perbaikan lanjutan.

“Kami prihatin melihat semangat guru dan siswa yang tetap bertahan dalam kondisi terbatas seperti ini. Komisi I merekomendasikan agar Disdikbud memberikan perhatian lebih,” ujar Erni Ratnani, anggota Komisi I DPRD Kota Tegal.

Erni menambahkan, motivasi guru juga perlu terus ditingkatkan. “Guru-guru di SD Ma’mur Ni’mah didorong melakukan studi tiru ke sekolah lain yang pernah mengalami situasi serupa namun berhasil bangkit dan mandiri,” tuturnya.

Selain persoalan fasilitas, Komisi I menekankan pentingnya penguatan manajemen dan kemandirian sekolah. Dengan pengelolaan yang baik, sekolah diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan orangtua terhadap kualitas pendidikan.

 

Amiruddin Dorong Generasi Muda Tegal Jadi Wirausaha Mandiri

Amiruddin Dorong Generasi Muda Tegal Jadi Wirausaha Mandiri

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal H. Amiruddin, Lc mendorong generasi muda Kota Tegal memanfaatkan bonus demografi melalui jalur wirausaha. Upaya tersebut diwujudkan lewat pelatihan Perencanaan Bisnis Sederhana yang digagas olehnya bekerja sama dengan Dinas Pemuda, Olahraga Dan Pariwisata Kota Tegal.

Kegiatan yang digelar di Holy Bowl Cafe, Jalan Kapten Ismail No. 76, Tegal Barat, (7/11) dan diikuti oleh 40 peserta dari kalangan Generasi Z. Pelatihan dibuka langsung Kepala Dispora Kota Tegal Dr. Drs. Irkar Yuswan Apendi, MM, dan turut menghadirkan para pelaku usaha muda sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Amiruddin menekankan bahwa wirausaha adalah kunci kemandirian ekonomi bangsa dan sarana pembentukan karakter generasi muda. Ia mencontohkan teladan Rasulullah SAW yang memulai aktivitas berdagang sejak usia 12 tahun.

“Jangan menunggu mapan untuk mulai bisnis. Nabi kita sudah belajar berdagang sejak usia muda, dan dari sanalah lahir mental tangguh serta sikap jujur yang menjadi fondasi pengusaha sejati,” ujar Amiruddin.

Politikus PKS tersebut menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif DPRD untuk memperkuat literasi ekonomi dan minat wirausaha di kalangan pemuda. “Bonus demografi hanya akan menjadi peluang bila anak muda siap mengambil peran sebagai pelaku ekonomi, bukan sekadar pencari kerja,” katanya.

Amiruddin menegaskan bahwa dirinya di legislatif berkomitmen mendukung kebijakan yang berpihak pada tumbuhnya ekosistem wirausaha muda. Menurutnya, sektor ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah jika ditopang oleh pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

“Kita ingin melahirkan generasi muda Tegal yang berani mengambil risiko, mandiri secara ekonomi, dan punya semangat memberi manfaat bagi lingkungan,” ungkapnya.

Kepala Disporapar Kota Tegal Irkar Yuswan Apendi menyampaikan, pihaknya siap melanjutkan sinergi dengan DPRD untuk memperluas program pelatihan serupa di tahun-tahun berikutnya. “Kami melihat antusiasme peserta luar biasa. Ini sinyal positif bahwa semangat berwirausaha mulai tumbuh di kalangan muda Tegal,” kata Irkar.

Pelatihan menghadirkan narasumber Ahmad Syahid, wirausahawan asal Surabaya yang sukses membangun usaha Klinik Pancing dan Griya Umpan. Syahid berbagi pengalaman tentang bagaimana hobi dapat diubah menjadi bisnis bernilai ekonomi.

“Langkah pertama dalam bisnis bukan teori, tapi keberanian untuk mulai. Setelah itu baru belajar meningkatkan keterampilan dan jaringan,” tuturnya. Kini usaha Syahid telah berkembang melalui berbagai kanal e-commerce dan media sosial.

Pembicara kedua, Niila Syukrillah, ST, pemilik usaha kuliner Bom Dimsum, menekankan pentingnya pola pikir kewirausahaan dalam melihat peluang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi oleh mentalitas menghadapi tantangan dan kegagalan.

Sementara itu, penulis Joko Riyanto dalam sesi Bisnis dan Literasi mengingatkan pentingnya pengetahuan sebagai fondasi pengambilan keputusan bisnis. “Tanpa literasi, bisnis hanya akan berjalan dengan intuisi tanpa arah. Ilmu adalah navigasi agar usaha bisa tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.

 

Forum Ayah Kota Tegal Dorong Penguatan Peran Ayah dalam Keluarga

Forum Ayah Kota Tegal Dorong Penguatan Peran Ayah dalam Keluarga

Momentum Hari Ayah Nasional menjadi ajang refleksi bagi para ayah di Kota Tegal untuk kembali meneguhkan perannya dalam keluarga. Melalui Talkshow Spesial Hari Ayah bertema “Keluarga Keren dan Harmonis”, Forum Ayah Kota Tegal mengajak para ayah untuk tidak sekadar hadir secara fisik, tetapi juga terlibat secara emosional dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Kegiatan yang diinisiasi oleh DPD PKS Kota Tegal ini menghadirkan Ketua Forum Ayah DPP PKS, Kang Febri, sebagai narasumber utama. Acara berlangsung Sabtu (9/11) dengan dihadiri sekitar 80 peserta secara luring dan daring, termasuk Wakil Ketua DPRD Kota Tegal H. Amiruddin, Lc, dan Anggota DPRD Mochamad Ali Mashuri.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, menyampaikan bahwa penguatan peran ayah merupakan bagian penting dari upaya memperkokoh ketahanan keluarga. “Ada lima rumah utama dalam kehidupan kita, dan rumah tangga adalah yang pertama harus kita kokohkan. Dari sanalah ketahanan sosial bermula,” ujarnya.

Ketua Forum Ayah Kota Tegal, Retno Kristanto, menjelaskan bahwa forum ini merupakan bagian dari program Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Kota Tegal. Forum tersebut menjadi wadah bagi para ayah untuk saling belajar dan mendukung dalam menjalankan peran kepemimpinan keluarga. “Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran ayah sebagai pemimpin keluarga yang hadir, mendidik, dan menjadi teladan sesuai tuntunan Rasulullah,” kata Retno.

Retno juga menyoroti fenomena fatherless atau hilangnya figur ayah dalam keluarga. Ia mengutip data UNICEF tahun 2021 yang menunjukkan bahwa sekitar 20,9 persen anak Indonesia kehilangan peran ayah dalam kehidupannya. Ada sekitar 15,9 juta anak Indonesia yang berpotensi tumbuh tanpa figur ayah. BPS mencatat hanya 37,17 persen anak usia 0–5 tahun yang tinggal bersama kedua orang tua kandung.

“Bukan seberapa lama kita bersama keluarga, tapi seberapa dalam kesan yang kita tinggalkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kang Febri menekankan pentingnya kehadiran ayah sebagai sumber kehangatan dan kenyamanan di rumah. Menurutnya, keluarga yang hangat akan melahirkan pribadi-pribadi yang berkualitas.

“Anak yang tumbuh di rumah penuh kasih kecil kemungkinan menjadi pelaku kekerasan atau bullying. Jika ayah sebagai qawwam—penopang keluarga—kuat, maka sebesar apa pun masalah, keluarga akan tetap kokoh,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, para ayah diajak untuk tidak sekadar menjadi pencari nafkah, tetapi juga menjadi figur yang menumbuhkan rasa aman, cinta, dan arah bagi anak-anaknya. Sebuah ajakan sederhana, namun esensial: membangun kembali keluarga Indonesia dari rumah, dimulai dengan kehadiran seorang ayah.

Kolaborasi dan Penguatan Sistem Krusial Hadapi TPA Bokong Semar

Jelang peresmian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bokong Semar sebagai pengganti TPA sementara di Muarareja, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal untuk memperkuat kolaborasi dan tata kelola sistem persampahan secara menyeluruh.

Dalam audiensi Komisi III DPRD Kota Tegal dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Persatuan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) Kota Tegal, Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal Abdul Ghoni menekankan bahwa operasional TPA Bokong Semar harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola persampahan dari hulu hingga hilir.

Ghoni menilai, fokus penanganan sampah tidak boleh hanya terpusat di TPA. Ia mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal untuk melibatkan berbagai pihak, demi optimalisasi pengelolaan sampah di sumbernya.

“Kami mendorong DLH untuk tidak hanya fokus pada penanganan di TPA, tetapi juga mengkolaborasikan pengelolaan sampah dengan masyarakat melalui bank sampah, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta menggandeng pihak swasta melalui program CSR dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Ghoni.

Selain kolaborasi, politisi PKS ini juga menyoroti urgensi penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan sampah yang jelas dari hulu ke hilir.

“Dengan adanya SOP yang jelas, lalu lintas sampah mulai dari pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan dapat berjalan lebih baik dan terukur,” tambahnya.

SOP ini diharapkan menjadi panduan baku yang memastikan efisiensi dan akuntabilitas seluruh proses pengelolaan sampah di Kota Tegal.

Terakhir, Ghoni mengingatkan pentingnya penguatan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) tentang Persampahan yang sudah berlaku. Menurutnya, Perda tersebut harus dilaksanakan secara tegas dan konsisten agar pengelolaan sampah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Perda sudah ada, tinggal bagaimana komitmen kita bersama untuk menegakkannya,” tegasnya. Ghoni optimistis, dengan adanya sinergi dan penegakan regulasi yang kuat, masalah sampah di Kota Tegal dapat diatasi secara signifikan.

Langkah strategis ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, sekaligus mendorong ekonomi sirkular di Kota Tegal.

Amiruddin Inisiasi Kegiatan Pelatihan Guru Berbasis Akal Imitasi

Amiruddin Inisiasi Kegiatan Pelatihan Guru Berbasis Akal Imitasi

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin, Lc, meluncurkan program pelatihan Akal Imitasi untuk pembelajaran yang ditujukan bagi para tenaga pendidik di Kota Tegal. Inisiatif ini digelar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, yakni 29-30 Oktober 2025, di Hotel Premier Kota Tegal, diikuti oleh sekitar 73 guru dari berbagai jenjang pendidikan. Melalui kegiatan ini, para guru diarahkan untuk mampu mengoperasikan dan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, khususnya dalam memanfaatkan fasilitas smart classroom yang telah disediakan.

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin, mengungkapkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan tenaga pendidik menghadapi tantangan era digital. Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus menjadi bagian dari kompetensi guru agar proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan efektif.

“Kami ingin para guru tidak hanya mampu menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran sehari-hari agar anak didik lebih antusias dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna,” ujar Amiruddin.

Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PPTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Trisari Novianto, menambahkan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi guru dalam penggunaan Akal Imitasi. Ia menyebut, inovasi ini diharapkan mampu memperkaya proses belajar mengajar dan menumbuhkan minat belajar siswa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tegal dalam mendorong kemajuan pendidikan berbasis teknologi. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan lebih modern, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Akses Jalan Hambat Peresmian TPA Bokong Semar, Komisi III Desak Percepatan Proyek

Akses Jalan Hambat Peresmian TPA Bokong Semar, Komisi III Desak Percepatan Proyek

Rencana Pemerintah Kota Tegal untuk meresmikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bokong Semar pada 5 November 2025 mendatang terancam mundur. Sebulan jelang target operasional, sarana dan prasarana akses jalan menuju lokasi TPA pengganti di kawasan Bokong Semar itu dilaporkan belum sepenuhnya rampung.

Hal ini terungkap saat Komisi III DPRD Kota Tegal kunjungan lapangan ke Muarareja. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengingat TPA Bokong Semar sangat dibutuhkan sebagai solusi definitif menyusul semakin terbatasnya kapasitas TPA sementara Muarareja. TPA Muarareja sendiri akan segera ditutup setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengeluarkan surat peringatan karena masih menerapkan sistem pembuangan terbuka (open dumping).

TPA Bokong Semar disiapkan sebagai jawaban atas tuntutan tata kelola lingkungan yang lebih baik, sebab fasilitas ini direncanakan beroperasi menggunakan sistem sanitary landfill yang lebih ramah lingkungan.

Menanggapi keterlambatan pembangunan akses jalan vital tersebut, Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Abdul Ghoni, S.E., meminta rekanan pelaksana proyek segera menuntaskan pekerjaan.

“Kami sangat mendukung rencana Pemkot untuk memfungsikan TPA Bokong Semar secepatnya karena ini menyangkut pelayanan publik dan kebersihan kota. Namun, akses jalan menuju lokasi harus segera diselesaikan,” tegas Ghoni. “Jangan sampai saat launching nanti, kendaraan pengangkut sampah kesulitan masuk. Ini akan mencederai komitmen Pemkot terhadap lingkungan.”

Ghoni menekankan, penyelesaian akses jalan merupakan bagian vital dari keseluruhan operasional TPA. Bukan hanya demi kelancaran mobilisasi armada pengangkut sampah, tetapi juga demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

“Kami minta rekanan bekerja lebih cepat tanpa mengabaikan kualitas pekerjaan. Dinas terkait harus melakukan pengawasan intensif agar target penyelesaian bisa tercapai sebelum tanggal 5 November 2025,” tambah politikus PKS tersebut.

TPA Bokong Semar merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Tegal menuju tata kelola persampahan jangka menengah yang lebih berkelanjutan. Kelancaran peresmian dan operasionalnya diharapkan dapat segera mengatasi permasalahan volume sampah yang selama ini membebani TPA Muarareja.

Copyright © 2026