SANGGAR LUKIS OREN JADI WADAH PENGEMBANGAN BAKAT SENI ANAK

SANGGAR LUKIS OREN JADI WADAH PENGEMBANGAN BAKAT SENI ANAK

Bidang Pembinaan Pemuda dan Olahraga (Binapora) DPD PKS Kota Tegal terus menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda melalui Sanggar Lukis Oren, sebuah program pengembangan bakat seni yang rutin digelar setiap Sabtu dan Ahad pukul 15.30 hingga 17.00 WIB di Markaz Dakwah Kota Tegal.

Kegiatan yang diikuti anak-anak kader mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) ini menghadirkan dua kelas utama, yakni Kelas Lukis Pemula dan Kelas Mewarnai. Melalui kedua kelas tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus mengasah kemampuan seni rupa mereka dalam suasana yang menyenangkan dan edukatif.

Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan bakat seni lukis anak-anak sejak dini. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas, daya imajinasi, serta rasa percaya diri para peserta.

Dalam pelaksanaannya, Sanggar Lukis Oren dibimbing oleh Slamet Untung, yang secara langsung mendampingi peserta dalam mengenal dasar-dasar menggambar, mewarnai, serta teknik melukis sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing anak.

PKS Kota Tegal Resmi Terapkan Kurikulum RKI, Fokus pada Penguatan Keluarga

PKS Kota Tegal Resmi Terapkan Kurikulum RKI, Fokus pada Penguatan Keluarga

Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal resmi meluncurkan Kurikulum Rumah Keluarga Indonesia (RKI).

Langkah ini diambil sebagai strategi taktis dalam merespons tantangan sosial modern yang kian kompleks, mulai dari isu ketahanan domestik hingga ancaman finansial digital.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, SAP, menegaskan bahwa fokus terhadap penguatan unit keluarga merupakan karakteristik pembeda utama dalam pola pembinaan partainya. Menurutnya, RKI memegang peran krusial sebagai episentrum peningkatan spiritual sekaligus instrumen untuk menaikkan Indeks Pembangunan Kader. saat ini, tercatat ada 136 titik RKI yang tersebar di wilayah Kota Tegal.

“Apa yang disampaikan oleh para pengurus di RKI senantiasa diamati oleh masyarakat. Oleh karena itu, kehadiran para kader harus dibarengi dengan semangat, kesungguhan, dan kompetensi yang mumpuni saat mengisi taujih (arahan keagamaan/motivasi). Harapan besar kami, pembinaan yang terstruktur ini mampu melahirkan keluarga-keluarga yang kokoh,” ujar Zaenal.

Untuk memastikan standardisasi pembinaan di 136 RKI tersebut, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Kota Tegal menyusun cetak biru (blueprint) pengajaran yang komprehensif. Ketua Bipeka DPD PKS Kota Tegal, Adistya Pratiwi, menjelaskan bahwa kurikulum baru ini merangkum lima pilar materi utama.

Kelima pilar tersebut meliputi pendidikan pranikah, manajemen rumah tangga, pola asuh anak, kesehatan dan kesejahteraan keluarga, serta literasi digital keluarga.

“Tujuan utama dari pembinaan ini adalah meningkatkan kapasitas keluarga secara holistik demi menyiapkan generasi masa depan yang tangguh dan berakhlak mulia,” urai Adistya.

PKS Kota Tegal Salurkan 4.672 Paket Daging Kurban Serentak di 4 Dapil

PKS Kota Tegal Salurkan 4.672 Paket Daging Kurban Serentak di 4 Dapil

Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 H menjadi ajang bagi Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal untuk memperkuat kepedulian sosial. Melalui struktur pengurus di tingkat kecamatan yang tersebar di 4 Daerah Pemilihan (Dapil), PKS Kota Tegal menyelenggarakan pemotongan dan pembagian hewan kurban serentak untuk masyarakat yang membutuhkan.

Proses pengolahan daging kurban berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat gotong royong. Berdasarkan pantauan di salah satu posko, yakni di wilayah Tegal Selatan, sejumlah pengurus DPC bersama para relawan dan warga sekitar tampak kompak bahu-membahu. Dengan beralaskan terpal biru dan plastik steril, mereka memotong, menimbang, dan mengemas daging kurban ke dalam kantong-kantong siap edar.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, menegaskan bahwa gerakan kurban ini merupakan komitmen partai untuk selalu hadir dan membawa kemaslahatan langsung di tengah masyarakat, khususnya dalam situasi ekonomi yang menantang saat ini.

“Ibadah kurban ini adalah momentum bagi seluruh kader PKS di Kota Tegal untuk melatih kepedulian dan memperkokoh rasa persaudaraan. Kami ingin memastikan kebahagiaan Idul Adha ini bisa dirasakan merata oleh warga di seluruh penjuru kota melalui pergerakan struktur di 4 Dapil,” ujar Zaenal Nurohman di lokasi pemotongan hewan kurban di Tegal Selatan.

Senada dengan hal tersebut, Ketua DPC PKS Tegal Selatan, Rozikin, menyampaikan kegiatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, melainkan juga sarana mempererat tali silaturahmi.

“Kegiatan ini momentum bagi PKS untuk terus hadir di tengah masyarakat dan berbagi kebahagiaan, terutama bagi warga yang membutuhkan,” katanya.

Untuk memastikan ketertiban dan ketepatan sasaran, daging kurban yang telah dikemas disalurkan secara langsung oleh para kader PKS secara door-to-door ke rumah-rumah warga.

Secara keseluruhan, gerakan kurban serentak PKS Kota Tegal di 4 Dapil berhasil menghimpun total 15 ekor sapi dan 30 ekor kambing. Dari total perolehan tersebut, para kader di tingkat kecamatan menyalurkan sebanyak 4.672 paket daging kurban siap antar.

Jika dibedah per kecamatan, peta sebaran perolehan dan wilayah penerima manfaat menunjukkan karakteristik yang beragam. DPC PKS Tegal Barat menjadi wilayah dengan produktivitas tertinggi dalam penyaluran manfaat. Berbekal 6 ekor sapi dan 8 ekor kambing, kader PKS Tegal Barat berhasil mengemas dan mendistribusikan sebanyak 1.478 paket daging kurban.

Sementara itu, DPC PKS Margadana memotong 4 ekor sapi dan 4 ekor kambing, yang kemudian mampu menjangkau hingga 1.414 paket penerima manfaat.

Di sisi lain, DPC PKS Tegal Timur menjadi pusat perolehan hewan kurban jenis kambing yang sangat masif, yakni mencapai 16 ekor kambing dan 3 ekor sapi. Banyaknya jumlah hewan kurban ini berhasil dikonversi menjadi 1.098 paket daging untuk warga.

Terakhir, DPC PKS Tegal Selatan mengelola 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing. Melalui gotong royong yang solid, seluruh hewan kurban tersebut berhasil disalurkan menjadi 682 paket daging bagi warga yang membutuhkan.

Melalui aksi serentak ini, PKS Kota Tegal berharap dapat terus menebar kemaslahatan dan memperkokoh rasa persaudaraan di seluruh lingkungan masyarakat Kota Tegal.

Catatan dari Tegal: Membela Hak Ibadah Tanpa Menggusur Isi Piring Nasi

Catatan dari Tegal: Membela Hak Ibadah Tanpa Menggusur Isi Piring Nasi

Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal, Senin (25/5/2026), mendadak hening sesaat setelah perwakilan warga selesai berbicara. Sebagai Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI, Ahmad Heryawan menyimak dengan saksama setiap untaian kalimat yang keluar dari bibir Anis Yuslam Dahda, Ketua Paguyuban Pedagang kawasan Alun-Alun.

“Seperti setetes embun di Gurun Sahara, Pak,” ucap Anis, menggambarkan rasa leganya setelah mendengar keputusan bahwa kebijakan Car Free Night (CFN) setiap Sabtu malam resmi dievaluasi dan dihapus.

Bagi Ahmad Heryawan—atau yang akrab disapa Aher—kalimat itu bukan sekadar metafora. Itu adalah jeritan urat nadi perekonomian warga kecil yang selama ini tersendat akibat penutupan akses jalan. Kunjungan kerja BAM DPR RI ke Kota Tegal hari itu memang membawa misi besar: mengurai benang kusut tata ruang publik yang mulai bergesekan dengan kepentingan ekonomi dan hak asasi warga.

Sejak awal memimpin rombongan dari Senayan, Aher menyadari penataan kota di daerah urban seperti Tegal kerap menyisakan dilema. Di satu sisi, pemerintah daerah ingin mempercantik kota. Di sisi lain, ada ruang hidup masyarakat yang terganggu.

Persoalan di Kota Tegal ternyata tidak berhenti pada perkara CFN Sabtu malam. Masalah yang tak kalah pelik menanti di Jalan Slamet Riyadi setiap Minggu pagi. Keberadaan pasar tiban sejak tahun 2021 telah menutup akses ibadah bagi umat di Meditation Center Tegal dan jemaat Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) Shalom.

Aher mendengarkan kesaksian dari Aditya Ananta Nugroho dari Meditation Center dan Jonatan Setiabudi dari GPPS Shalom. Mereka bercerita betapa lansia dan para Bhikku kesulitan menuju rumah ibadah karena kepungan pasar. Mengubah jadwal ibadah ke sore hari pun sudah dicoba, tetapi jemaat justru menyusut drastis.

Di sinilah peran Aher sebagai jembatan aspirasi diuji. Baginya, kasus ini menyentuh dua aspek fundamental kebangsaan: hak beribadah yang dijamin konstitusi dan hak warga negara untuk mencari nafkah.

“Kedua sektor ini sama-sama penting. Tidak boleh ada yang dikorbankan,” pikir Aher saat itu.

Ia menolak opsi penggusuran paksa yang berpotensi memicu konflik sosial. Solusi yang ditawarkan haruslah sebuah jalan tengah yang adil (win-win solution).

Mengetuk Pintu Solusi Pemkot Tegal

Aher mengapresiasi respons taktis yang ditunjukkan oleh Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro. Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kota Tegal langsung memaparkan cetak biru solusi yang matang.

Untuk masalah Alun-Alun, CFN dihapus dan dikembalikan menjadi urat nadi ekonomi, dengan kompensasi penyediaan enam kantong parkir terpusat agar kota tetap rapi. Sementara untuk pasar tiban, alih-alih dibubarkan, Pemkot mengambil langkah solutif dengan menggeser lokasinya ke sisi timur Jalan Slamet Riyadi dan ke utara Jalan Panggung Timur.

Mendengar paparan solusi tersebut, wajah Aher tampak menjauh dari ketegangan. Solusi penggeseran lapak ini dinilainya sangat proporsional. Umat Buddha dan Kristen di kawasan tersebut kini bisa kembali melaksanakan ibadah pagi dengan khusyuk dan nyaman, sementara para pedagang pasar tiban tetap bisa berjualan tanpa kehilangan mata pencaharian mereka.

Di akhir pertemuan, Aher tidak dapat menyembunyikan rasa syukurnya. Langkah konkret yang diambil Pemkot dan DPRD Tegal dinilainya sebagai contoh penataan kota yang responsif terhadap aspirasi arus bawah.

“Itu penyelesaiannya. Alhamdulillah, terima kasih Pak Wali, terima kasih DPRD,” tutur politikus PKS tersebut dengan nada lega.

Bagi Aher dan BAM DPR RI, perjalanan ke Kota Tegal kali ini membuahkan hasil yang manis. Konflik ruang publik tidak harus diselesaikan dengan urat syaraf, melainkan dengan komunikasi yang terbuka dan musyawarah yang konstruktif. Kota Tegal hari itu berhasil membuktikan bahwa harmoni antara toleransi beragama dan geliat ekonomi lokal bisa berjalan beriringan di atas satu hamparan aspal.

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Ajak Generasi Muda Perkuat Karakter

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Ajak Generasi Muda Perkuat Karakter

Generasi muda di Kota Tegal, Jawa Tengah, didorong untuk memperkuat karakter, kecerdasan berpikir, serta spiritualitas dalam menghadapi tantangan zaman. Momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) harus menjadi pemantik bagi para pelajar untuk terus meningkatkan prestasi dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal, Amiruddin, saat bertindak sebagai pembina upacara peringatan Harkitnas di SMK Al Irsyad Kota Tegal, Rabu (20/5/2026). Upacara tersebut diikuti dengan khidmat oleh ratusan siswa serta tenaga pendidik di sekolah tersebut.

“Pemuda adalah harapan bangsa yang akan menentukan arah masa depan Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda harus menjadi pribadi yang kuat, tidak hanya secara fisik, tetapi juga kuat secara spiritual, cara berpikir, serta memiliki keluhuran akhlak,” ujar Amiruddin.

Dalam amanatnya yang diselingi dengan pantun motivasi, Amiruddin juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai persatuan, kedisiplinan, dan cinta tanah air. Nilai-nilai ini dinilai krusial untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di tengah masyarakat luas.

Peringatan Harkitnas tahun ini diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial tahunan atau pengingat sejarah masa lalu. Lebih dari itu, nilai-nilai perjuangan para tokoh bangsa harus ditransformasikan ke dalam semangat belajar dan adaptabilitas terhadap kemajuan teknologi.

Kepala SMK Al Irsyad Kota Tegal, Raushan Fikry Adam, menyampaikan apresiasinya atas kehadiran dan arahan yang diberikan oleh pimpinan DPRD Kota Tegal. Menurut dia, kehadiran tokoh publik di tengah-tengah siswa memberikan motivasi tambahan bagi peserta didik.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kembali semangat juang dan rasa nasionalisme para siswa. Pihak sekolah berkomitmen untuk terus memfasilitasi pengembangan potensi diri siswa agar mereka siap menghadapi tantangan masa depan dengan optimisme,” kata Raushan.

Melalui momentum ini, pihak sekolah juga mendorong para pelajar untuk berani melakukan perubahan positif dan menjadi generasi yang unggul serta berkarakter di bidangnya masing-masing.

Tingkatkan Daya Saing, Pelaku UMKM Tegal Dibekali Kemampuan Public Speaking

Tingkatkan Daya Saing, Pelaku UMKM Tegal Dibekali Kemampuan Public Speaking

Sebanyak 45 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Tegal mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas yang berfokus pada kemampuan komunikasi publik (public speaking). Langkah ini diambil guna mendorong profesionalisme pelaku usaha dalam memasarkan produk serta memperluas jejaring pasar di era digital.

Kegiatan yang berlangsung pada 17-18 Mei 2026 di Mie San Ma, Jalan Gatot Subroto, Kota Tegal tersebut merupakan kolaborasi antara Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal melalui dana aspirasi pokok pikran (pokir) dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (UKM), dan Perdagangan Kota Tegal.

Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, H. Abdul Ghoni, SE, menekankan bahwa pertumbuhan sebuah unit usaha sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia di belakangnya. Menurutnya, kemampuan teknis produksi harus dibarengi dengan kemampuan persuasi yang baik.

“Pertumbuhan bisnis itu selaras dengan pertumbuhan diri. Salah satunya melalui peningkatan kemampuan komunikasi. Dengan komunikasi yang profesional, pelaku usaha akan lebih meyakinkan saat berhadapan dengan pelanggan,” ujar Abdul Ghoni saat meninjau kegiatan tersebut.

Ia berharap, pelatihan ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menjadi bekal konkret bagi para pelaku UMKM agar mampu mengubah pembeli sesaat menjadi pelanggan setia melalui pendekatan yang lebih personal dan komunikatif.

Relevansi di Era Digital

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Kota Tegal, Sirat Mardanus, menggarisbawahi pentingnya soft skill di tengah persaingan pasar yang kian ketat. Ia menilai, baik dalam kanal pemasaran konvensional maupun digital, pesan merek (brand message) harus disampaikan dengan efektif.

“Kemampuan komunikasi adalah kunci untuk menyampaikan nilai produk kepada konsumen. Kami berharap dampak dari pelatihan ini bermuara pada peningkatan pendapatan dan penguatan kapasitas usaha secara umum,” kata Sirat.

Teknik “Selling is Helping”

Dalam pelatihan bertajuk “Public Speaking for Selling” tersebut, menghadirkan narasumber Ali Irfan, akademisi dari Politeknik Pancasakti Global. Ali menekankan perubahan pola pikir (mindset) sebagai langkah awal dalam berkomunikasi dengan calon pembeli, menyusun narasi melalui formula Hook (penarik perhatian), Story (cerita atau edukasi), dan Offer (penawaran), dan teknik penyampaian yang menekankan pada aspek visual dan vocal.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Kota Tegal, Randy Aditya, yang turut memantau jalannya praktik komunikasi langsung oleh para peserta UMKM.

 

PKS Kota Tegal Gelar Halal Bi Halal, Targetkan Pergerakan Masif dan Hadirkan Solusi Nyata untuk Masyarakat

PKS Kota Tegal Gelar Halal Bi Halal, Targetkan Pergerakan Masif dan Hadirkan Solusi Nyata untuk Masyarakat

TEGAL – Menjadikan momen bulan Syawal sebagai ajang silaturahmi dan konsolidasi, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal menggelar acara rutin tahunan Halal Bi Halal pada Sabtu (28/3/2026). Acara yang berlangsung di Kantor DPD PKS Kota Tegal ini dihadiri secara solid oleh seluruh jajaran pengurus partai, mulai dari tingkat DPD, Dewan Pengurus Cabang (DPC), hingga Dewan Pengurus Ranting (DPRa).

​Ketua DPD PKS Kota Tegal dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar rutinitas tahunan. Selain menjadi tradisi untuk saling memaafkan, momentum ini dimanfaatkan untuk memompa kembali semangat para kader.

​”Momen Halal Bi Halal ini menjadi ajang saling bermaafan sekaligus momentum untuk menguatkan kembali keaktifan mesin partai. PKS harus bergerak lebih masif lagi untuk turun dan melayani masyarakat,” ungkap Ketua DPD PKS Kota Tegal di hadapan para pengurus yang hadir.

​Acara silaturahmi ini semakin khidmat dengan adanya sesi tausyiah yang disampaikan oleh Anggota DPR RI dari Fraksi PKS. Dalam pesannya, ia menyoroti dua hal penting, yakni kesiapan masyarakat menghadapi tantangan global dan posisi strategis PKS di kancah politik lokal.

​Ia mengingatkan bahwa ketidakpastian dunia saat ini tidak bisa diabaikan begitu saja oleh masyarakat di tingkat daerah.

“Warga Indonesia harus lebih mempersiapkan diri terkait kondisi geopolitik global. Dinamika ini ke depannya sangat bisa memengaruhi hajat hidup dan perekonomian masyarakat, tak terkecuali di Kota Tegal,” paparnya.

​Lebih lanjut, ia memberikan penekanan khusus terkait prestasi PKS yang kini telah menduduki posisi tiga besar partai politik di Kota Tegal. Menurutnya, pencapaian ini menuntut perubahan sikap dan strategi dari seluruh kader dan pengurus.

​”PKS Kota Tegal sudah menjadi tiga besar di kota ini. Jadi, kita bukan lagi pemain gurem. PKS harus bertindak lebih strategis dan signifikan di tengah masyarakat. Kita tidak boleh sekadar menyalahkan pihak lain, tetapi harus mampu memberi solusi alternatif yang nyata jika kinerja pemerintah tingkat kota dianggap kurang maksimal,” tegasnya, disambut antusiasme para kader.

​Melalui kegiatan Halal Bi Halal ini, DPD PKS Kota Tegal berharap soliditas internal partai dari tingkat daerah hingga ranting semakin kokoh, sehingga siap menjawab tantangan dan menjadi garda terdepan dalam menghadirkan kesejahteraan bagi warga Kota Tegal.

Reses Amiruddin Prioritaskan RTLH dan Pembinaan Remaja

Reses Amiruddin Prioritaskan RTLH dan Pembinaan Remaja

Pemerintah Kota Tegal, Jawa Tengah, berencana merehabilitasi 18 unit rumah tidak layak huni (RTLH) pada tahun 2026. Program perbaikan hunian ini diprioritaskan bagi warga di Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur.

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal H. Amiruddin, Lc, menyampaikan hal tersebut saat menyerap aspirasi warga (reses) di RW 06 Kelurahan Slerok, Kamis (12/3/2026). Selain 18 unit yang telah terprogram, Amiruddin mengaku telah mengusulkan tambahan rehabilitasi 20 unit RTLH untuk tahun anggaran 2027.

“Program ini adalah upaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat agar lebih layak dan aman. Kami terus mendorong penambahan kuota agar lebih banyak warga yang terbantu,” ujar Amiruddin.

Selain infrastruktur fisik, persoalan sosial berupa risiko kenakalan remaja juga menjadi sorotan warga dalam pertemuan tersebut. Ketua RT 01 RW 06 Slerok, Sofi, mengungkapkan kekhawatiran warga terhadap pergaulan remaja yang kian berisiko dan membutuhkan pembinaan akhlak serta keterampilan.

Merespons hal itu, Amiruddin mendorong penguatan kegiatan positif melalui program wawasan kebangsaan dan pelibatan remaja dalam organisasi Karang Taruna. Ia juga mengusulkan kolaborasi dengan Dinas Perhubungan untuk merekrut remaja sebagai kader keselamatan lalu lintas.

“Namun, fondasi utama tetap pada keluarga. Peran orang tua sangat krusial dalam membentuk karakter anak agar tetap berada di lingkungan positif,” tambah Amiruddin.

Seluruh aspirasi yang dihimpun dalam reses ini akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan program pembangunan Kota Tegal mendatang.

Lahirkan Jawara Penghafal Al-Qur’an, DPD PKS Kota Tegal Sukses Gelar Qur’an Fest 2026 dan MHQ

Lahirkan Jawara Penghafal Al-Qur’an, DPD PKS Kota Tegal Sukses Gelar Qur’an Fest 2026 dan MHQ

TEGAL, 24 Februari 2026 — Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan dan memperkuat interaksi dengan kitab suci, Badan Kehormatan dan Pembinaan (BKAP) DPD PKS Kota Tegal sukses menyelenggarakan kegiatan Qur’an Fest dan Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) 2026. Mengusung tema “Mencintai Al-Qur’an sebagai Jati Diri Kader Dakwah”, kompetisi ini berlangsung khidmat di Markaz Dakwah, Kantor DPD PKS Kota Tegal pada Ahad (22/2/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang berjenjang hingga tingkat provinsi. Tercatat, sebanyak 51 peserta dari Unit Pembinaan Anggota (UPA) di berbagai jenjang menunjukkan antusiasme yang luar biasa dalam mengikuti seleksi tingkat kota ini.

Zaenal Nurohman, S. AP. Ketua DPD PKS Kota Tegal dalam keterangannya di lokasi acara, menekankan pentingnya kedekatan dengan Al-Qur’an sebagai kunci keberhasilan.

“Kegiatan ini bertepatan dengan bulan Ramadan, bulan Al-Qur’an. Mudah-mudahan kegiatan di kantor DPD PKS Kota Tegal ini serta di seluruh kantor DPD se-Jawa Tengah hingga tingkat nasional nanti bisa menyadarkan dan meyakinkan kita. Bahwa untuk bisa sukses dan mulia dalam bidang apa pun, kita harus dekat dengan Al-Qur’an,” ungkap Zaenal.

Perlombaan MHQ ini dibagi menjadi beberapa kategori yang disesuaikan dengan jenjang keanggotaan, yaitu:

Kategori Penggerak: Hafalan Juz 30
Kategori Madya: Hafalan Juz 29
Kategori Dewasa: Hafalan Juz 28
Kategori Utama: Hafalan QS. Al-Anfal dan QS. At-Taubah

Ketua Panitia MHQ, Retno Kristanto, S.E., memastikan bahwa penyelenggaraan acara berjalan lancar sejak tahap pendaftaran hingga pengumuman pemenang. Pihak panitia juga memberikan apresiasi lebih kepada para peserta, terbukti dengan adanya peningkatan nominal uang pembinaan bagi para juara dari rencana awal, serta penambahan kategori Juara Harapan.

Para peraih Juara 1 di masing-masing kategori secara otomatis akan mewakili Kota Tegal untuk berkompetisi di MHQ Tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Maret 2026 mendatang.

Berikut adalah daftar peraih Juara 1 pada Qur’an Fest MHQ 2026 DPD PKS Kota Tegal:

– Kategori Juz 30: Sofiyah Almujahidah (Hadiah Pembinaan Rp350.000 + Sertifikat)
– Kategori Juz 29: Nurul Islam Rasyidah (Hadiah Pembinaan Rp350.000 + Sertifikat)
– Kategori Juz 28: Adistya Pratiwi (Hadiah Pembinaan Rp350.000 + Sertifikat)

Harapannya seluruh anggota dan peserta menjadi pribadi yang cinta pada Al Qur’an dan memiliki karakter dan kepribadian yang Qur’ani. Semua peserta yang mengikutit lomba ini pada dasarnya sudah menjadi juara. Barakallah dan Fastabiqul khoiraat.

Perkuat Pelayanan Publik, PKS Kota Tegal Bekali Ratusan Relawan Advokasi

Perkuat Pelayanan Publik, PKS Kota Tegal Bekali Ratusan Relawan Advokasi

Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal menggelar pelatihan advokasi bagi sekitar 100 relawan di Sekretariat DPD PKS Kota Tegal, Selasa (17/2/2026). Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas personel di lapangan dalam menjembatani akses masyarakat terhadap layanan dasar, khususnya di sektor kesehatan dan pendidikan.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, S.A.P, menyatakan bahwa pelatihan ini merupakan upaya sistematis partai untuk memastikan bantuan yang diberikan kepada warga memiliki standar pelayanan yang terukur. Menurutnya, relawan seringkali menjadi garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan persoalan warga di akar rumput.

“Mereka adalah para relawan yang selama ini aktif membantu masyarakat. Karena itu, mereka butuh dibekali kemampuan teknis agar pelayanan yang diberikan sesuai standar, termasuk dalam hal kemampuan komunikasi efektif,” ujar Zaenal di sela-sela kegiatan.

Persoalan utama yang kerap ditemui di lapangan, lanjut Zaenal, bukanlah ketersediaan program pemerintah, melainkan hambatan akses informasi. Banyak warga yang belum memahami prosedur birokrasi untuk mendapatkan hak-hak dasar mereka.

Dalam hal ini, relawan advokasi dipersiapkan untuk menjalankan fungsi sebagai penghubung (hub) antara kebijakan Pemerintah Kota Tegal dengan kebutuhan riil masyarakat. Fokus utama pendampingan meliputi pelayanan dasar seperti sektor kesehatan dan pendidikan. Pelayanan kesehatan yang sudah ada di PKS diantaranya fasilitasi layanan ambulans serta reaktivasi kepesertaan BPJS Kesehatan bagi warga yang statusnya non-aktif maupun yang belum terdaftar.

“Masyarakat sangat membutuhkan akses informasi layanan publik. Relawan di sini mengambil peran sebagai jembatan agar program-program pemerintah tepat sasaran dan dirasakan manfaatnya oleh mereka yang benar-benar membutuhkan,” tegas Zaenal.

Melalui pembekalan ini, PKS Kota Tegal berharap pola advokasi yang dilakukan tidak lagi bersifat sporadis, namun lebih terstruktur. Selain penguasaan materi regulasi terbaru, para relawan juga dilatih untuk melakukan pemetaan masalah (problem mapping) di wilayah masing-masing.

Kegiatan ini sekaligus menegaskan strategi partai dalam memperkuat basis sosial melalui kerja-kerja pelayanan yang bersentuhan langsung dengan persoalan harian warga di Kota Bahari tersebut.

Copyright © 2026