TEGAL — Akhir pekan di Kota Tegal tak melulu soal pesisir pantai atau ramainya pusat kuliner. Pada Sabtu (8/8/2026) pagi, denyut kesibukan lain justru terlihat di dalam kantor DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal. Sebanyak Puluhan warga dari berbagai kecamatan berkumpul. Mereka tak sekadar duduk mendengarkan pidato, melainkan tengah mengikuti Training Orientasi Partai (TOP).
Bagi sebuah partai politik, merawat mesin organisasi acap kali menjadi ujian terberat seusai hiruk-pikuk pemilihan umum mereda. Lewat program pembekalan resmi ini, PKS mencoba memastikan kapasitas, pemahaman, dan soliditas barisan relawan, saksi, hingga kader barunya tak hanya menyala sesaat ketika musim kampanye tiba.
Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, menggarisbawahi pentingnya menjaga stamina pengabdian dalam berpolitik. Menurutnya, esensi keberadaan seorang kader harus langsung dirasakan oleh masyarakat luas dalam keseharian, bukan sekadar retorika di atas kertas.
“Kerja-kerja pelayanan kader PKS bukan hanya menjelang pemilu saja, tapi senantiasa dilakukan setiap hari. Bahkan tidak sedikit di saat waktu-waktu sibuk,” tegas Zaenal di hadapan para peserta.
Pesan tersebut menjadi benang merah dari seluruh rangkaian orientasi hari itu. Di tengah apatisme publik yang kerap membayangi institusi politik modern, langkah DPD PKS Kota Tegal untuk terus mengonsolidasikan barisannya menjadi sebuah langkah sadar. Soliditas partai, pada tataran yang paling nyata, tidak diukur dari seberapa keras mereka bersorak saat pemilu, melainkan seberapa konsisten mereka hadir saat masyarakat membutuhkan pelayanan.




