PKL di F-PKS DPRD Kota Tegal, Riska: “Seperti Keluarga Sendiri.”

PKL di F-PKS DPRD Kota Tegal, Riska: “Seperti Keluarga Sendiri.”

Dua bulan bertugas di Fraksi PKS DPRD Kota Tegal dalam program PKL (Praktik Kerja Lapangan), Riska Putri Andini (17), siswa SMK PGRI Kota Tegal mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran berharga selama penempatan.

Hal ini ia sampaikan saat pamitan karena telah selesai masa tugas penempatannya. Salah satu yang paling berkesan bagi Riska saat bertugas ia merasa diterima oleh keluarga besar F-PKS Kota Tegal. Saat itu Riska didampingi 2 temannya Ines dan Nesa, teman satu sekolahnya, melakukan pamit.

Ketiga anak ini ditemui langsung oleh Ketua Fraksi PKS Kota Tegal yang didampingi oleh Staff Fraksi Ali Mashuri. Amiruddin mengucapkan terimakasih kepada Riska yang telah membantu kinerja Fraksi PKS selama ini. “Meski hanya dua bulan di Fraksi PKS, kami merasa kehilangan sebenarnya. Semoga Riska lancar studinya, dan tercapai cita-cita dan harapannya di masa depan,” kata Amir.

Riska juga mengucapkan terimakasih sudah diterima dengan baik saat bertugas. “Selama di Fraksi PKS saya merasa seperti sudah kenal dekat, , seperti keluarga, ngobrol bareng , komunikasi baik. Di sini juga saya belajar bagaimana Fraksi PKS melayani dan menerima tamu, membantu menyusun laporan administrasi, dan banyak hal lain selama penempatan. Semoga bermanfaat bagi semuanya,” jelas Riska.

Saat ditanya apakah ada masukan buat Fraksi PKS, Riska menjawab, ”Insya Allah F-PKS tidak ada kurangnya. Semoga PKS maju dan selalu amanah,” katanya. Satu hal yang paling berkesan bagi Riska adalah orang-orang di Fraksi PKS itu baik dan asyik. “Saya sering disapa setiap kali bertemu,” begitu kesannya.[]

Nunggak BPJS, Warga Berharap Beralih KIS yang Dibiayai APBD

Nunggak BPJS, Warga Berharap Beralih KIS yang Dibiayai APBD

Anggota DPRD kota Tegal dari Fraksi PKS Bayu Arie Sasongko ini menerima berbagai keluhan dari warga terkait BPJS. Oleh karenanya, saat reses Bayu menghadirkan Kepala BPJS Cabang Tegal Yusef Eka Darmawan untuk menjelaskan seputar permasalahan kesehatan, khususnya BPJS di Kota Tegal.

Bayu mengungkapkan, persoalan kesehatan menjadi masalah utama yang perlu diselesaikan. Diantara persoalan yang muncul adalah banyak peserta BPJS mandiri merasa keberatan iuran setiap bulannya sehingga banyak yang nunggak. Mereka berharap bisa beralih KIS yang dibiayai APBD.

Menanggapi hal itu, Bayu menjelaskan selama warga yang mengajukan permohonan BPJS KIS yang dibiayai APBD masuk kategori dan memenuhi syarat, bisa diperjuangkan. Selain itu, yang saat ini Pemkot tengah mengupayakan agar Kota Tegal agar bisa Tegal bisa menjadi kota layak UHN (Universal Health Coverage).

“Jika sudah mencapai UHC, maka persoalan kesehatan sudah bisa ditanggung pemerintah, jadi untuk berobat cukup menunjukkan KTP. Semua warga kota Tegal sudah bisa gratis berobat dimanapun asalkan kelas 3,” ungkap Bayu.

Bayu menjelaskan bahwa syarat untuk bisa mencapai kelayakan itu adalah perlu ada sinergi dari semua unsur, agar bagi yang mampu bisa mendaftarkan layanan BPJS sehingga ketercapaian 90 persen bisa dicapai.

Sementara itu Kepala BPJS Cabang Tegal Yusef Eka Darmawan menyampaikan, dengan adanya BPJS ini sebenarnya masyarakat sangat terbantu dalam pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan semua kebutuhan obat dicover BPJS.

Jika ada kejadian misalnya di rumah sakit ketersediaan obat kosong, dan pasien diminta beli diluar, maka notanya bisa bawa ke kantor BPJS, dan uangnya bisa diganti oleh BPJS. “Harusnya tidak ada penambahan biaya. Saat ini pelayanan pun bahkan semakin dimudahkan dengan adanya aplikasi mobile JKN,” katanya.

Menanggapi adanya keluhan iuran yang menunggak, Kepala BPJS Cabang Tegal Yusef Eka Darmawan mengatakan idealnya tetap dibayarkan. Hanya saja pada kasus tertentu ada kebijakan yang diambil BPJS seperti misalnya ada peserta menunggak iuran lima tahun, dibayar 2 tahun terakhir, meski dicicil, dan yang sisanya 3 tahun diputihkan.

Ia juga menyarankan jika ada pasien yang terdaftar BPJS meninggal, dari pihak keluarga sebaiknya langsung melaporkan kepada pihak BPJS, dengan adanya laporan ini maka status kepesertaan BPJS sudah otomatis dihentikan dan tidak akan keluar tagihan lagi.[]

Jalan Rusak Parah di Kawasan Padat, Prioritas Diperbaiki. Bila Perlu Siapkan Langkah Darurat

Jalan Rusak Parah di Kawasan Padat, Prioritas Diperbaiki. Bila Perlu Siapkan Langkah Darurat

Kerusakan jalan yang parah di sejumlah titik perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Tegal. Kondisi jalan berlubang di kawasan padat penduduk menjadi penghambat aktivitas warga, apalagi di musim hujan saat ini. Salah satu jalan yang mengalami kerusakan parah adalah Jalan Pendidikan di Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

Anggota DPRD Komisi III DPRD Kota Tegal Rachmat Rahardjo menyampaikan, kerusakan Jalan Pendidikan di Kelurahan Pesurungan Lor perlu segera diperbaiki, sebab jalan tersebut merupakan akses layanan publik menuju beberapa sekolah dan perguruan tinggi. Rachmat mendorong organisasi perangkat daerah mengambil langkah darurat.

“Lakukan penambalan sebagai langkah darurat apabila belum memungkinkan untuk perbaikan keseluruhan. Jalan itu akses menuju sarana public, maka diharapkan bisa dilakuan perningkatan kualitas jalan agar lebih awet,” kata Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS sebagaimana dilansir Radar Tegal (8/3).

Teguh Widodo, salah satu warga mengatakan setiap hari banyak pelajar yang melewati jalan ini menggunakan kendaraan atau pun jalan kaki merasa kebingungan memilih jalan, karena terlalu banyak genangan. “Sebelum musim penghujan, jalan ini sudah rusak parah. Kami sangat berharap bisa segera diperbaiki,” katanya penuh harap.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal Setiabudi mengungkapkan, perbaikan jalan Pendidikan saat ini sedang dsusun harga perkiraan sendiri dan  sudah masuk jadwal pengerjaan tahun ini. “Ini sedang penyusunan HPS, untuk ditenderkan,” katanya.[]

Pedagang Heran, Minyak Langka di Pasaran, Tapi Marak Dijual Online

Pedagang Heran, Minyak Langka di Pasaran, Tapi Marak Dijual Online

Langkanya minyak goreng di pasaran dikeluhkan banyak warga, termasuk pedagang pasar dan pemilik warung kelontong. Informasi ini disampaikan Imron Rosadi, salah satu warga yang berprofesi sebagai pedagang pasar saat berkunjung ke Fraksi PKS DPRD Kota Tegal pada Rabu (9/3).

Hal yang membuat dia heran dan bertanya-tanya adalah, minyak langka di pasaran, tetapi ia menemukan maraknya pedagang online menawarkan minyak goreng.

Pantauan tim media F-PKS Kota Tegal pada Rabu, 9 Maret 2022, di beberapa minimarket dan sejumlah toko kelontong, stok minyak goreng di tempat yang biasa dipajang kosong. Salah satu pemilik warung kelontong di Jl. Merpati, Kelurahan Randugunting mengatakan bahwa sejak kemarin stok minyak goreng kosong. “Terakhir dapat dari pemasok hanya 2 karton, dan langsung habis dalam waktu 30 menit,” katanya.

Anggota DPRD Komsi II DPRD Kota Tegal Zaenal Nurrohman turut menanggapi kelangkaan minyak goreng di masyarakat. Ia menyampakan kelangkaan kebutuhan pokok minyak goreng mestinya tidak sampai terjadi. “Pemerintah mengklaim minyak goreng tidak langka. Pabrik-pabrik masih produksi, Tapi fakta yang terjadi di lapangan sebaliknya.  Ini kan aneh. Kasihan masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan pokok,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kelangkaan ini ada masalah pada mata rantai distribusi. Jika pasokan minyak aman, lalu kemana perginya minyak goreng itu. Zaenal menduga ada oknum-oknum yang melakukan penimbunan. Secara tegas, politikus muda PKS ini meminta kepada Pemerintah Kota Tegal melakukan operasi pasar untuk mengantisipasi adanya oknum tidak bertanggungjawab yang melakukan penimbunan minyak goreng yang menyebabkan langkanya kebutuhan bahan pokok itu.[]

Sekolah di Kota Tegal Kembali Tatap Muka, Orangtua Bisa Bernafas Lega

Sekolah di Kota Tegal Kembali Tatap Muka, Orangtua Bisa Bernafas Lega

Akhirnya orangtua bisa bernafas lega dengan turunnya level PPKM di KotaTegal dari level 4 menjadi level 3. Itu artinya, anak-anak akan kembali merasakan kembali suasana belajar di sekolah. Kabar ini pun mendapat respon positif dari Komisi I DPRD Kota Tegal dan sepenuhnya mendukung kembali pembelajaran tatap muka.

Anggota I DPRD Kota tegal H. Amiruddin, Lc mengatakan pembelajaran jarak jauh memang sudah menjadi kebiasaan baru dalam dunia pendidikan. Tetapi interaksi langsung dengan guru di sekolah tidak bisa tergantikan.

“Sesuai instruksi Mendagri No 15 tahun 2022, pertemuan tatap muka di satuan pendidikan bisa dilakukan meski pelaksanaannya masih terbatas. Saya yakin turunnya level PPKM dari 4 menjadi 3 ini menjadi kabar baik yang paling ditunggu orangtua di Kota Tegal,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal ini.

Amir menjelakan sejak pertengahan Februari lalu, level PPKM Kota Tegal naik menjadi level 4. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal saat itu memutuskan untuk tidak menggelar pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka yang baru berjalan belum ada satu bulan, terpaksa dihentikan lagi.

Dampaknya anak-anak kembali dirumahkan atau melakukan pembelajaran melalui daring. Bukan hanya anak-anak yang kehilangan semangat belajar, orangtua pun menyayangkan kebijakan ini.

“Rata-rata mereka khawatir anak-anak di rumah justru kurang terkontrol selama di rumah dan yang paling meresahkan adalah interaksi anak-anak dengan gadget juga rentan membuat lintasan berpikir anak menjadi macet,” jelasnya.

Reses Rachmat Rahardjo: Sebagai Jaminan Kesehatan, BPJS PBI Harus Tetap Aktif

Reses Rachmat Rahardjo: Sebagai Jaminan Kesehatan, BPJS PBI Harus Tetap Aktif

Selain menampung aspirasi pembangunan fisik, PKS juga berfokus pada penguatan peningkatan kualitas SDM melalui pogram pembangunan non fisik seperti program pelatihan. Beberapa kegiatan pelatihan berdasarkan usulan yang masuk melalui Fraksi PKS tahun ini beberapa diantaranya sudah siap dilakukan, seperti pelatihan baja ringan, pelatihan digital printing, pelatihan tata boga, dan pelatihan pendampingan keluarga.

Hal ini disampaikan Rachmat Rahardjo pada saat kegiatan reses masa persidangan I yang diselengarakan di halaman kantor Kelurahan Debong Lor, Ahad (6/2). Kegiatan yang menghadirkan 300 peserta ini dibagi menjadi dua sesi dengan mempertimbangkan protokol kesehatan.

Hadir pada kesempatan itu Lurah Debong Lor Agus Tirto, Ketua DPC PKS Tegal Barat Tedi Kartino, dan segenap tokoh masyarakat. Dalam sambutannya Agus Tirto turut mengapresiasi penyelenggaraan Reses di wilayahnya. Ia berharap, semoga usulan dari konstituen di wilayah Debong Lor dapat diserap dengan baik.

Ketua DPC PKS Tegal Barat Tedi Kartino mengapresiasi Pokok Pikiran Aleg PKS yang bertujuan pada membangun ketahanan keluarga bersinergi dengan OPD DPPKBP2PA. “Program ini akan berfokus pada penguatan ketahanan keluarga, keluarga harus kuat karena sebagai jalan penguatan ketahanan bernegara.”

Warga pun menyambut baik program yang diusulkan melalu fraksi PKS, beberapa warga menyampaikan aspirasinya. Fitriana warga Pesurungan Kidul mengeluhkan mengenai sulitnya mengakses Kartu KIS Gratis dari pemerintah. Tidak hanya sulit mengakses, saat sudah dapatkan sempat muncul permasalahan KIS PBI ini tidak aktif saat digunakan untuk berobat. Hal ini seperti yang dikisahkan Deni. Ia sempat menemui kejadian yang menimpa warganya yang merupakan peserta BPJS PBI yang dibiayai APBD, saat berobat kartu BPJS-nya dinyatakan tidak aktif, padahal warga tersebut statusnya tidak mampu.

Menanggapi permasalahan itu Rachmat memberikan tanggapan bahwa selama status sosial warga adalah tidak mampu dan berhak dengan BPJS PBI sebagai Jaminan Kesehatan maka BPJS PBI harus tetap aktif. Fraksi PKS berkomitmen untuk senantiasa memperjuangkan aspirasi dengan bersinergi melalui program pemerintah agar mudah diakses oleh masyarakat yang memang benar- benar membutuhkan dan tepat sasaran.

Reses Amiruddin, Lc: Perbaikan Saluran, Tidak Harus Disertai Dengan Peninggian Jalan

Reses Amiruddin, Lc: Perbaikan Saluran, Tidak Harus Disertai Dengan Peninggian Jalan

Anggota DPRD kota Tegal dari Fraksi PKS Kota Tegal H. Amiruddin, Lc menggelar giat reses masa Persidangan I di Dapil Tegal Timur, tepatnya di Halaman depan Masjid An-Nur, Jl. Werkudoro Gg Bratasena, Slerok, Ahad (6/2).

Hadir pada kesempatan tersebut Camat Tegal Timur, Zidni Nuryantoro, Imron Rosyadi,  mewakili Lurah Slerok, Dwijo Ketua RW VI Kelurahan Slerok dan sejumlah tokoh masyarakat.

Amiruddin menyampaikan kegiatan reses ini dimajukan di awal tahun,  untuk mengiringi Musrenbang dari tingkat RT/RW, Kelurahan,  Kecamatan dan Kota yang sudah selesai dilakukan di tingkat Kelurahan beberapa waktu lalu. “Setiap usulan di Musrenbang nanti akan diselaraskan dengan program dewan melalui reses dan pokok pikiran. Dari sekian banyak usulan ini nanti akan ditentukan mana usulan yang urgent untuk diprioritaskan,” kata Amiruddin.

Selain aspirasi berupa pembangunan fisik, Amir juga menyampaikan beberapa progam non fisik yang bisa diakses diantaranya Program Pelatihan membuat keset yang berdampak ekonomis, pelatihan untuk peningkatan kapasitas usaha UMKM  juga bisa diakses masyarakat.  “Dalam membangun masyarakat baik fisik non fisik butuh peran serta masyarakat,” katanya.

Dwijo, Ketua RW VI Kelurahan Slerok menyampaikan unek-uneknya.  Katanya dari proyek perbaikan saluran air yang telah berjalan, dia berharap agar proyek itu tidak berdampak pada peninggian jalan. “Kasihan warga, jika tempat tinggalnya lebih rendah dari jalan,” katanya.

Selain menjaring aspirasi, kegiatan itu juga dimanfaatkan Amiruddin untuk menginformasikan kabar terbaru, yaitu tentang Perubahan Perda No 4 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Tegal.  Amir menambahkan diantara muatan utamanya adalah tentang Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. “Diharapkan dengan Perubahan Perda itu, pada tahun 2024 Mall Pelayanan Publik sudah bisa diterapkan di Kota Tegal,” jelasnya.

Amir menjelaskan bahwa progam ini sudah ditetapkan di Bekasi, Bandung dan beberapa Kota lain. “Dengan adanya mal pelayanan publik ini, mengurusi apapun bisa disitu. Mau buat pasport, haji Umroh,  studi ke luar negeri bisa dilakukan di satu titik,” pungkasnya. []

Reses Zaenal: Banyak Aspirasi, Salah Satunya Usulkan Buka Pemakaman Baru

Reses Zaenal: Banyak Aspirasi, Salah Satunya Usulkan Buka Pemakaman Baru

Zaenal Nurohman melakukan kegiatan reses masa persidangan I tahun anggaran 2022 di lingkungan RW VI Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, Jumat (4/2). Hadir pada kesempatan itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin Lc, Ketua DPC PKS Margadana Ali Mubarok, Lurah Kaligangsa Djaenudin, S.IP, Ketua RW 06  Kholis, dan sejumlah tokoh masyarakat.

Ketua DPC PKS Margadana Ali Mubarok menyampaikan apresiasi bagi warga di Kecamatan Margadana yang telah menjadi mitra PKS dalam memberikan layanan. Ia berharap semoga PKS semakin dikuatkan dalam memberikan layanan, sehigga bisa memberikan kontribusi yang lebih bagi masyarakat.

Sementara itu dalam sambutannya, Lurah Kaligangsa Djaenudin, S.IP menyatakan bahwa warga di Kaligangsa beruntung punya perwakilan di DPRD sehingga pembangunan bisa selancar ini karena ada yang mengawal.  Paling tidak jika ada masalah pembangunan bisa langsung disampaikan sama anggota dewan.

Beberapa persoalan yang muncul saat reses kemarin diantaranya banjir menjadi masalah yang disampaikan warga, pembangunan saluran tengah (U-ditch), lampu penerangan jalan, sampai minta dibangunkan area pemakaman yang baru.

Diantara banyak aspirasi warga, usulan pembukaan lahan pemakaman menjadi prioritas yang diharapkan bisa terealisasi tahun ini. “Makam perlu diprioritaskan, karena kondisinya sudah penuh. Harapan kami dari pertemuan ini bisa segera ditindaklanjuti usulan pembukaan area pemakaman baru. Apakah itu berupa perluasan area pemakaman atau membuka area pemakaman baru,” kata Khadirin,  salah satu tokoh masyarakat.

Khadirin juga memberikan apresiasi kepada PKS, sebab saat banjir PKS paling sigap turun memberikan bantuan, “Tentu saja kami berharap, Semoga tidak lagi banjir, dan ada program program dengan tujuan kawasan Margadana menjadi kawasan bebas banjir,” katanya.

Sementara itu Zaenal Nurrohman menyampaikan alasan Kenapa DPRD mengawalkan reses di awal tahun adalah untuk menyeimbangkan tahapan pembangunan yang ada di Kota Tegal. “Jadi setiap aspirasi warga, dokumennya bisa disandingkan dengan dokumen eksekutif,” katanya.

“Reses kali usulannya bukan untuk tahun ini. Tetapi untuk tahun 2023. Kami berprinsip tidak menjanjikan,” kata Zaenal. Ia menjelaskan, terkait program prioritas, kita bisa perjuangkan pada APBD perubahan.

Pada kesempatan tersebut Zaenal juga menyampaikan beberapa program seperti peluang program yang bisa menyerap tenaga kerja di perusahaan garmen. “Kita latih dulu, jika sudah siap kita salurkan ke perusahaan garmen untuk bekerja,” jelasnya.[]

Blue Print Pemenangan PKS Tegal Selatan, Gunakan Strategi Kapal Nabi Nuh

Blue Print Pemenangan PKS Tegal Selatan, Gunakan Strategi Kapal Nabi Nuh

PKS Tegal selatan mantap memutuskan untuk merebut perolehan 2 kursi di Tegal Selatan. Untuk bisa mencapai 2 kursi itu, PKS Tegal Selatan harus bisa meraih 9.150 suara pada perolehan pemilu legislative di 2024 mendatang. “Bismillah, kami memantapkan langkah dan ikhtiar pada pemilu legislatif mendatang kita akan cetak sejarah peroleh 2 kursi,” kata Firman Kurniawan, ketua DPC PKS Tegal Selatan dalam kesempatan Rakercab (23/1)

Rapat Kerja Cabang (Rakercab) digelar di Aula Kecamatan Tegal Selatan. Hadir pada kesempatan itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc, Anggota DPRD F-PKS Dapil Tegal Selatan Bayu Arie Sasongko, S.T,M.M, Segenap pengurus DPC PKS Tegal Selatan, Kader Pelopor PKS Tegal Selatan, serta perwakilan dari setiap DPRA di Tegal Selatan.

Ketua DPC PKS Tegal Selatan, Firman Kurniawan, dalam sambutannya memaparkan mengenai blueprint atau rancangan kerja yang menjadi fokus utama PKS Tegal Selatan untuk kemenangan pemilu di 2024. Blueprint tersebut bisa dikatakan mengambil filosofi dari kisah Nabi Nuh AS dan bahteranya. Firman menjelaskan tahap pertama adalah membangun struktur kapal. “Struktur kapal disini dimaksudkan pondasi utama kepartaian yaitu pengkaderan yang kuat dan solid. Adapun penguatan struktur kepartaian di Tegal Selatan telah dibuktikan dengan diresmikannya PKS Tegal Selatan menjadi DPC Mandiri pada bulan Agustus 2021,” jelasnya.

Firman menambahkan tahap kedua adalah tahapan yang paling fundamental dan penting yaitu membangun badan kapal, dianalogikan dengan pembentukan Koordinator RT, RW dan Saksi di masing-masing kelurahan untuk pemilu 2024. Selain itu, penambahan dan penguatan kader juga menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan pada tahap ini. Tahap kedua akan dilaksanakan mulai tahun ini. Tahap terakhir yaitu kesiapan kapal untuk berlayar dimana pada tahun 2023-2024 PKS Tegal Selatan siap mengerahkan ikhtiar maksimalnya untuk kemenangan di 2024 dan menyerahkan apapun hasilnya kepada Allah.

Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin dalam sambutannya menekankan pentingnya menguatkan soliditas struktur di semua level. “Alhamdulilah struktur sudah terpenuhi semua, tinggal menjaga dan meningkatkan soliditas kader,” ungkapnya. Sejalan dengan itu, Bayu Arie Sasongko dalam sambutannya menyuarakan hal yang sama yaitu perlunya sinergisitas dan ngumpul bareng antara aleg dengan struktural.[]

PKS Kota Tegal Gelar Puncak Peringatan Hari Ibu

PKS Kota Tegal Gelar Puncak Peringatan Hari Ibu

Sebanyak 951 peserta dari kalangan ibu-ibu RKI Kota Tegal turut meramaikan Puncak peringatan hari ibu bertema Sejuta Cinta untuk Ibu di Bumi Perkemahan PAI Kota Tegal (19/12).

Acara ini diselenggarakan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Tegal. Adapun rangkaian kegiatan ini meliputi senam nusantara, talkshow, bazaar, dan aneka lomba diantaranya lomba menyanyikan mars PKS, dan lomba qasidah.

Sebelumnya BPKK DPD PKS Kota Tegal telah melakukan kegiatan pembagian nutrisi, penyuluhan kesehatan, dan sosialisasi layanan konsultasi keluarga di 74 titik Rumah Keluarga Indonesia se-Kota Tegal dengan sasaran peserta kalangan ibu.

Ketua BPKK DPD PKS Kota Tegal Hj. Fajriati Nur Hidayah, S.Psi, menyampaikan tema puncak peringatan hari ibu ini adalah sejuta cinta untuk ibu. “Acara ini spesial untuk ibu-ibu RKI,” katanya. Fajri menjelaskan saat ini ada 74 titik RKI di Kota Tegal yang tersebar di 4 kecamatan.

Hadir pada kesempatan itu Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, Ketua DPD PKS Kota Tegal H. Amiruddin, Lc. Hadir pula Anggota DPRD PKS Kota Tegal dari Fraksi PKS, Rachmat Rahardjo, Bayu Arie Sasongko, dan Zaenal Nurrohman.

Dalam sambutannya Fikri Faqih menyampaikan tentang pentingnya peran ibu. “Tema ini relevan karena untuk untuk melahirkan keluarga tangguh kita perlu cinta ibu. Ketika kita kesulitan kembalinya ke ibu di rumah. Jika tidak ada ibu, maka rumah itu menjadi rapuh. Oleh karenanya tidak ada kata yang pantas untuk diucapkan selain memuliakan seorang ibu,” katanya.

Acara talkshow menghadirkan Hj. Zubaedah, SE, istri sebagai pembicara.
Zubaedah menyampaikan pentingnya membangun keluarga. Pertama memilihkan ibu yang baik, kedua memberikan nama yang baik, ketiga memberikan pendidikan anak yang baik, terutama mengajari anak membaca Alquran. Seorang ibu harus lebih dulu belajar agar bisa mendidik anak-anaknya.

Ibu Juju, sapaan akrab Zubaedah, menjelaskan, Hari ibu ini patut menjadi perhatian kita. “Allah sudah memuliakan seorang ibu. Disebut tiga kali sebagai sosok yang harus dimuliakan, baru setelah itu ayah. Surga bahkan ada ditelapak kaki ibu,” jelasnya.

Lebih lanjut Juju menjelaskan, Allah memuliakan ibu karena bebannya yang luar biasa. Peran sebagai ibu, sebagai istri, dan juga peran-peran di kehidupan sosial,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi di acara talkshow, Bu Zubaedah juga memberikan doorprize bagi peserta talkshow dengan kategori ibu peserta yang hafalannya banyak, peserta yang saat ini merawat ibu yang sedang sakit, dan juga peserta ibu-ibu yang usianya paling senja. []

Copyright © 2026