“Aspirasi Ini adalah amanah yg akan Kami Tindaklanjuti dengan Dinas Terkait”

“Aspirasi Ini adalah amanah yg akan Kami Tindaklanjuti dengan Dinas Terkait”

Anggota Legislatif dari PKS Rachmat Rahardjo, SE menggelar reses masa persidangan tiga DPRD Kota Tegal di Kelurahan Pekauman Tegal Barat. Meski sudah berpengalaman mengisi kegiatan reses, tapi ini adalah reses pertama Rachmat sebagai wakil rakyat Tegal Barat. Sebelumnya ia adalah anggota DPRD Kota Tegal dari PKS Kota Tegal dapil Tegal Timur. Dalam pemilu legislatif kemarin terpilih kembali di Dapil Tegal Barat.

Di hadapan 300 peserta, Rachmat menyampaikan bahwa salah satu dokumen perencanaan pembangunan kota Tegal selain melalui musrembang adalah melalui reses. Kesempatan tersebut dijadikan sebagai momentum menyerap aspirasi masyarakat tentang persoalan yang terjadi yang dapat menunjang pembangunan Kota Tegal.

“Misi saya di komisi tiga adalah mendorong terwujudnya infrastruktur kota yang berkualitas baik, lingkungan yg sehat , lalu lintas aman nyaman , olah raga berprestasi , obyek wisata yg nyaman , kota layak anak dan smart city yg mendukung pelayanan berkualitas ungkapnya. Rachmat menambahkan, adapun dinas terkait yang menjadi mitra di komisi 3 diantaraya adaah Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Kominfo, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, dan Bapermas KB.

Beberapa aspirasi yang disampaikan pada kesempatan reses tersebut diantaranya adalah pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pemulasaraan jenazah, sedimentasi gorong-gorong di Jl. Hang Tuah, U Ditch yang ketinggian dari jalan, juga termasuk lapangan kerja yangu makin sulit. “Aspirasi ini adalah amanah yang akan segera kami tindaklanjuti dalam raker bersama dinas terkait,” ungkapnya.

Perlu Banyak Inovasi Berdayakan Warga

Perlu Banyak Inovasi Berdayakan Warga

Beberapa warga menyampaikan aspirasinya dalam kesempatan reses perdana Anggota DPRD PKS Kota Tegal dari Fraksi PKS Amiruddin, Lc yang diselenggarakan pada Ahad Kemarin (8/12). Aspirasi yang disampaikan adalah mengenai Pantai Pulo Kodok yang sebenarnya mau diarahkan kemana? Termasuk feddback apa untuk warga sekitar dengan adanya destinasi wisata yang saat ini sudah mulai diminati masyarakat banyak?

Warga menuturkan realisasi untuk hal tersebut dinilai belum matang, dilihat dari proyek pelebaran jalan yang pengerjaannya setengah setengah, sehingga berdampak gersang sekali untuk rumah warga yang di depan proyek tersebut. Selain itu banyak kecelakaan dari proyek tersebut.
Warga juga mengharapkan area wisata tersebut bisa steril dari para pengunjung yang berbuat mesum, tindakan kriminal, sehingga wajah kondusifitas lingkungan bisa terjaga keamanannya dan kenyamanannya.

Sementara itu Amiruddin menyampaikan pengembangan Objek Wisata Pulo Kodok harus direncanakan dengan lebih serius dan lebih matang lagi. Ia akan bersinergi dengan pemerintah kota agar dalam setiap perencanaan harus melibatkan warga sekitar, Pokdarwis dan serta semua stakeholder yang terkait.
“Kami dari Fraksi PKS tetap akan menjalankan fungsi pengawasan terhadap Pulo Kodok agar pemanfaatannya tidak bertentangan dengan norma-norma agama, kepatuhan serta kesopanan harus terus ditingkatkan. Bila perlu rutin diadakan sidak oleh aparat penegak hukum,” ungkapnya.

Amiruddin menjelaskan juga mengenai pentingnya upaya penyadaran warga agar pola pikir masyarakat menjadi lebih baik, sehingga bisa memberdayakan dirinya sendiri. Oleh karenanya pendidikan atau pemberdayaan menjadi hal yang tidak kalah prioritas untuk dipikirkan. “Perlu banyak inovasi program untuk pemberdayaan warga,” ungkapnya.

Zaenal Tekankan Pentingnya Membangun Infrastruktur Mental

Zaenal Tekankan Pentingnya Membangun Infrastruktur Mental

Sebanyak 300 warga, menghadiri reses masa persidangan 3, Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS Zaenal Nurohman, Jumat (6/12). Hadir pada kesempatan itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc, Kasi Kelurahan Sumur Panggang Henry Tri Susilo, dan Ari Budi Wibowo yang mewakili Camat Margadana.

Di reses perdananya Zaenal menyampaikan kiprahnya yang saat ini berada di komisi II. Di hadapan peserta, ia menyebutkan dinas-dinas yang menjadi mitra di komisi 2, diantaranya Dinas Kesehatan Kota Tegal, Disdukcapil, Dinaskerin, Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu, Dinas kelautan, dan perikanan Kota Tegal. “Segala aspirasi yang ada kaitannya dengan bidang di komisi dua, bisa disampaikan langsung ke saya,” ungkapnya.

Tidak hanya mengenalkan komisi 2, Zaenal juga sedikit menyampaikan pandangan mengenai infrastruktur. “Infrastruktur memang penting. Sudah menjadi kewajiban Pemerintah Kota Tegal untuk memenuhinya. Kami di PKS memiliki pandangan bahwa infrastruktur fisik memang perlu dibangun, tapi itu juga harus dibarengi dengan membangun infrastruktur mental, atau mindset masyarakat. Oleh karenanya ia bersama Fraksi PKS berupaya mendorong program pemberdayaan yang dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

Zaenal juga menyinggung mengenai kenaikan rencana kenaikan BPJS pada tahun 2020. Menurutnya PKS sudah berjuang untuk menolak rencana kenaikan iuran BPJS tersebut. Perjuangan PKS baru sebatas menggagalkan kenaikan BPJS di kelas tiga, sementara kelas 2 dan kelas 1 tetap naik. “Ketika mindset masyarakat sudah terbangun, menghadapi kondisi dan situasi apapun, akan mudah menyesuaikan, dan lebih mencari solusi daripada mengutuk kegelapan,” katanya.

Terkait program bantuan dan pemberdayaan yang diperuntukkan bagi masyaakat tidak mampu, Zaenal juga mendorong pemerintah pentingnya memiliki database akurat, agar program tepat sasaran. Masyarakat juga bisa ikut mengawal sekaligus mengawasi. “Jika memang tidak mampu, laporkan tidak mampu. Jangan sampai mampu tapi melaporkan tidak mampu,” katanya. Sebagai antisipasi, terang Zaenal, Fraksi PKS juga memiliki data-data masyarakat tidak mampu sebagai pembanding.

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc menyampaikan kepada masyarakat agar keberadaaan Zaenal Nurohman di Dapil II bisa bekerja maksimal sampai akhir masa jabatan. “Silakan masyarakat pantau kinerjanya Mas Zaenal, karena beliau ini adalah wakil bapak ibu kalian di parlemen,” ungkapnya. Amiruddin juga menyampaikan kesempatan menyampaikan aspirasi tidak terbatas dalam acara reses seperti ini. Tapi juga langsung bisa datang ke rumah aspirasi Fraksi PKS Kota Tegal yang membuka layanan setiap hari kerja.[]

Sudirman Said ; Saya Percaya PKS Profesional Membantu Korban Banjir

Sudirman Said ; Saya Percaya PKS Profesional Membantu Korban Banjir

Calon Gubernur Sudirman Said menyempatkan diri meninjau langsung kawasan banjir Tegal. Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 ini mendatangi posko Relawan PKS di Krandon.

Bersama para relawan PKS, Sudirman beserta rombongan melihat langsung kawasan banjir di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana.

“Saya melihat warga sudah mulai kembali beraktivitas. Ada yang beres-beres. Ada harapan untuk kembali memulai aktivitas seperti biasa,” ungkapnya.

Menurutnya banjir tidak bisa diselesaikan secara cepat. Katanya perlu kajian yang mendalam, dan yang tidak kalah penting adalah menyiapkan mental masyarakat agar tetap tangguh, dan tidak mudah mengeluh saat menghadapi bencana.

Sudirman juga mengapresiasi kinerja relawan PKS di posko bencana yang ikut turun membantu sejak hari pertama. “Saya percaya PKS profesional. Sudah sejak lama PKS tanggap bencana,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPC PKS Margadana Zaenal Nurrohman menyampaikan keberadaan posko PKS Peduli Banjir masih tetap berjalan membantu menyalurkan bantuan dari masyarakat. “Pelayanan posko bahkan sudah kami perpanjang mengingat keberadaannya masih sangat dibutuhkan,” ujar Zaenal.

Ia berharap banjir segera surut, dan warga kembali bisa beraktivitas normal seperti biasa.

Posko Banjir PKS Diperpanjang Sampai Masa Recovery

Posko Banjir PKS Diperpanjang Sampai Masa Recovery

Jika sore ini anda melewati jalur pantura Tegal, tepatnya di sebelah selatan pos polisi Polsek Krandon, anda akan mendapati beberapa relawan PKS yang tengah sibuk menerima dan menyalurkan bantuan untuk korban banjir.

Sejak Sabtu (10/2) kemarin posko ini didirikan oleh relawan PKS Kota Tegal untuk membantu warga yang dilanda musibah banjir. Bahkan, banjir kali ini disebut sebagai banjir paling parah, karena hampir merendam seluruh kawasan di Kecamatan Margadana seperti Kelurahan Kaligangsa, Krandon, Sumur Panggang, Cabawan, dan daerah sekitar.

Posko yang didirikan PKS ini mendapat respon positif dari masyarakat. Ini terlihat dari semakin derasnya jumlah bantuan yang diberikan melalui posko untuk disalurkan.

“Kami siap menerima sekaligus menyalurkan bantuan untuk korban banjir. Namun jika memang ingin menyerahkan langsung ke masyarakat PKS siap berikan akses, karena sendiri telah menyediakan 3 perahu untuk mobilitas distribusi logistik ke daerah yang terendam setinggi leher orang dewasa,” ungkap Koordinator Posko Banjir PKS.

Ketua DPD PKS Amiruddin mengatakan, berdasarkan pantauan tim relawan PKS sampai hari keempat ini, masyarakat masih memerlukan bantuan. “Keberadaan posko yang semula hanya berlangsung 3 hari, akhirnya kami perpanjang,” ungkapnya.

Posko ini, kata Amir, adalah bentuk kepedulian sekaligus menggerakkan semangat berbagi. “PKS terus berupaya untuk membantu semampunya, sekuatnya bahkan kami upayakan sampai recovery,” pungkasnya.

Nurkhasanah Pilih yang Masih Muda

Nurkhasanah Pilih yang Masih Muda

Meski langkah kakinya terbatas, sama sekali tidak membatasi semangat Nurkhasanah (60) Warga Kalinyamat Kulon, Margadana untuk terus mengikuti kegiatan PWK (Pos Wanita Keadilan) yang diselenggarakan PKS Kota Tegal. Mulai dari acara pengajian, maupun acara besar yang digelar PKS.

Paska kecelakaan yang menimpanya, untuk berjalan ia harus dibantu dengan kruk. “Dulu saya kader penggerak Posyandu,” katanya. Jiwanya sebagai penggerak justru merasakan ketidaknyamanan jika hanya berdiam diri, hingga akhirnya bertemu dengan kegiatan pengajian yang diselenggarakan PKS melalui Pos Wanita Keadilan. “Saya rutin ikut kegiatan PWK. Sering juga ikut pengajian yang diisi Pak Amir,” ungkapnya.

Dedy, saat dikisahkan semangat dan perjuangan Nur oleh kader PKS, membuat Calon Walikota ini ingin menemuinya. Dedy pun mendekati Nur di tengah-tengah lapangan setelah selesai apel siaga. Ibu satu anak ini bahkan merasa tak percaya saat ditemui Dedy dan Jumadi di tengah-tengah lapangan. “Orang seperti saya ini kan sebenarnya sudah tidak dianggap, tapi perhatian Dedy membuat saya merasa dihargai,” ujarnya berkaca-kaca.

Ia bahkan merasa terharu saat ada tim kepanduan yang mengantarnya ke tengah lapangan untuk ikut apel siaga. “Mungkin hanya saya satu-satunya peserta apel yang dibonceng ke tengah lapangan, sudah begitu diberi kursi lagi,” ujarnya.

Saat ditanya model pemimpin apa yang ia harapkan, Nur menjawabnya dengan mantap. “Saya sih ikut pilihan ustad Amir saja, pilih yang masih muda,” katanya.

Copyright © 2026