Wakil Ketua DPRD Kota Tegal mengusulkan Kebijakan Jalan Searah Kartini Dikaji Ulang

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal mengusulkan Kebijakan Jalan Searah Kartini Dikaji Ulang

Penerapan kebijakan jalan searah di Jalan Kartini, Kota Tegal, menuai keluhan dari warga. Kebijakan yang diharapkan dapat mengurai kemacetan justru dinilai memberatkan dan berdampak negatif terhadap aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Andi, seorang pengguna Jalan Kartini, mengungkapkan kekecewaannya terhadap perubahan arus lalu lintas yang berlaku saat ini. Dalam suratnya yang ditujukan kepada Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin, Lc, Andi menyampaikan bahwa sebelum kebijakan ini diterapkan, permasalahan utama di Jalan Kartini adalah Volume kendaraan roda empat yang melintas, mulai dari minibus, bus, truk, hingga mobil tangki BBM, dianggap menjadi biang keladi kesemrawutan.

“Dulu memang repot dengan banyaknya kendaraan besar. Namun, dengan perubahan arah rute saat ini, saya justru semakin kesulitan dari segi waktu dan kenyamanan,” ujar Andi. Ia mengusulkan agar Jalan Kartini dikembalikan menjadi dua arah khusus untuk sepeda, sepeda motor, dan becak. Selain itu, ia juga menyoroti dampak negatif kebijakan ini terhadap pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Cempaka yang omzetnya menurun. “Jalan Cempaka pun tidak sepenuhnya searah, dan para pedagang kaki lima turut terdampak karena omzet mereka menurun,” imbuhnya.

Keluhan serupa juga dirasakan oleh warga yang berprofesi sebagai pembeli. Andi mencontohkan, untuk membeli jajanan dengan harga terjangkau, mereka kini harus mengeluarkan biaya tambahan untuk parkir. “Sebagai pembeli, saya juga merasa keberatan—misalnya, untuk membeli jajanan seharga Rp5.000, saya harus membayar parkir Rp2.000,” keluhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin, Lc, menyatakan akan menampung dan mengkaji ulang masukan dari warga. Ditemui pada Senin (19/5/2025), Amiruddin mengatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tegal terkait permasalahan ini.

“Kami menerima aspirasi dari masyarakat dan akan segera melakukan kajian mendalam terkait efektivitas kebijakan jalan searah di Jalan Kartini,” ujar Amiruddin. “Masukan dari warga, termasuk usulan untuk mengembalikan sebagian arus lalu lintas menjadi dua arah bagi kendaraan tertentu, akan menjadi pertimbangan penting dalam evaluasi ini.”

Lebih lanjut, Amiruddin menegaskan bahwa DPRD Kota Tegal berkomitmen untuk mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak, baik pengguna jalan, pelaku usaha, maupun warga secara umum. “Tujuan utama dari setiap kebijakan adalah untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat. Jika dalam pelaksanaannya justru menimbulkan masalah baru, maka perlu dievaluasi dan dicari solusi yang lebih baik,” pungkasnya.[]

Jumlah Penerima PKH di Kota Tegal Menyusut, Komisi II DPRD Tekankan Pengawasan dan Ketepatan Sasaran

Jumlah Penerima PKH di Kota Tegal Menyusut, Komisi II DPRD Tekankan Pengawasan dan Ketepatan Sasaran

Program Keluarga Harapan (PKH) atau program bantuan sosial bersyarat yang telah beralan sejak tahun 2007 mencatat penurunan jumlah penerima di Kota Tegal. Koordinator Pendamping PKH Noverdi Afrianmengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 6.800 keluarga penerima manfaat (KPM) PKH di Kota Tegal. Angka ini menurun dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 7.000 penerima.

Noverdi menjelaskan bahwa penerima PKH harus memenuhi sejumlah kriteria yang telah ditetapkan. Persyaratan tersebut meliputi terdaftar sebagai keluarga kurang mampu serta memiliki komponen yang memenuhi syarat, seperti ibu hamil, anak usia sekolah, balita, lansia, atau anggota keluarga dengan disabilitas.

Menanggapi hal tersebut, Zainal Nurrohman dari Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung pelaksanaan dan melakukan pengawasan terhadap program PKH. Ia menyoroti krusialnya pengelolaan data yang akurat melalui Sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) guna memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

“Komisi II akan memberikan perhatian khusus pada upaya penanganan kemiskinan ekstrem di Kota Tegal. Kami akan memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak,” ujar Zainal dalam diskusi tersebut.

Lebih lanjut, Noverdi Afrian merinci mekanisme pemantauan PKH. Ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan setiap tiga bulan sekali dan status setiap penerima diverifikasi secara berkala. Selain bantuan tunai, penerima PKH juga diwajibkan mengikuti kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Kegiatan ini mencakup berbagai modul penting seperti pengasuhan anak, kesehatan, pengelolaan ekonomi keluarga, serta perlindungan sosial.

Zainal Nurrohman menambahkan bahwa selain aspek materi, pengembangan mental dan spiritual para penerima PKH juga menjadi perhatian. Ia mendorong agar para penerima dapat melihat PKH sebagai bantuan sementara yang diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus berupaya menjadi keluarga yang mandiri secara ekonomi.

Diskusi tersebut secara keseluruhan menekankan bahwa tujuan utama dari program PKH adalah memberdayakan keluarga penerima manfaat agar tidak terus-menerus bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu mencapai kemandirian.[]

Ketua Komisi II Zaenal Nurohman DPRD Dorong Pendamping PKH Kota Tegal Graduasi KPM

Ketua Komisi II Zaenal Nurohman DPRD Dorong Pendamping PKH Kota Tegal Graduasi KPM

Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Zaenal Nurohman, menekankan pentingnya peran pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam memotivasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk mencapai kemandirian ekonomi. Dorongan ini disampaikan Zaenal saat Podcast di Gedung DPRD dengan para pendamping PKH di Kota Tegal, pada Kamis 15 Mei 2025.

Zaenal menjelaskan bahwa program PKH tidak hanya bertujuan memberikan bantuan sosial semata, tetapi juga memberdayakan KPM melalui pelatihan dan pendampingan. Dengan demikian, diharapkan para penerima manfaat memiliki bekal yang cukup untuk meningkatkan taraf ekonomi mereka hingga akhirnya mampu mandiri dan keluar dari program.
“Para pendamping PKH memiliki peran krusial dalam menumbuhkan semangat ‘naik kelas’ bagi para KPM. Mereka adalah garda terdepan yang mendampingi, memberikan motivasi, dan mengarahkan para penerima manfaat agar bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Zaenal.

Saat ini jumlah Penerima PKH pada Triwulan 1 tahun 2025 sebanyak 6873. Jumlah tersebut didampingi oleh 18 Pendamping PKH. Menurut Zaenal komposisi antara pendamping dengan yang didampingi jelas tidak ideal apalagi, ada salah satu Pendamping PKH yang saat ini sedang mengurus resign karena diterima sebagai CPNS.

Ia menambahkan, keberhasilan program PKH salah satunya diukur dari jumlah KPM yang berhasil melakukan graduasi. Graduasi PKH merupakan proses berakhirnya kepesertaan KPM karena telah mampu mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial. Proses graduasi ini dapat terjadi atas kesadaran KPM sendiri maupun melalui inisiatif dan pendampingan dari para pendamping sosial.

Menanggapi dorongan tersebut, salah seorang Pendamping PKH Kota Tegal, Noverdi Novian, menyatakan ditengah keterbatasan sumber daya yang ada, kami tetap berupaya maksimal dalam mendampingi para KPM agar mereka bisa sampai tahap graduasi. Dari Januari-Mei, tercatat sudah ada 90 ajuan graduasi PKH.

“Kami sebagai pendamping PKH menyadari betul pentingnya memotivasi para KPM untuk mandiri. Kami terus berupaya memberikan pendampingan yang efektif, memberikan pelatihan yang relevan dengan potensi wilayah, serta membangun mental kemandirian bagi para penerima manfaat,” ungkap Noverdi.

Noverdi menambahkan, tantangan di lapangan memang beragam, namun pihaknya optimis dengan sinergi antara pendamping, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif dari KPM, target graduasi PKH di Kota Tegal dapat tercapai secara optimal.[]

Aleg PKS Kota Tegal Ali Mashuri Lepas 8 Atlet NPCI Ikuti Seleksi PJP Atlet Potensial di Surakarta

Aleg PKS Kota Tegal Ali Mashuri Lepas 8 Atlet NPCI Ikuti Seleksi PJP Atlet Potensial di Surakarta

Sebanyak delapan atlet potensial dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Tegal bertolak ke Solo untuk mengikuti seleksi Pembinaan Jangka Panjang (PJP). Para atlet dari berbagai cabang olahraga ini dilepas oleh Anggota DPRD Kota Tegal, Mochamad Ali Mashuri, yang hadir untuk memberikan motivasi kepada para pejuang olahraga disabilitas tersebut.

Rombongan atlet dan official bertolak dari Tegal pada Jumat, 16 Mei 2025. Mereka akan mengikuti serangkaian seleksi yang meliputi cabang olahraga Para Atletik, Para Balap Sepeda, dan Para Tenis Meja.

Kedelapan atlet yang akan berjuang mengharumkan nama Kota Tegal adalah Adrian Arya P.S., Bima Ahmad Faryadi, Najma Salsabila, Ridwan Khaerul Huda, Citra Mauliddina, Muhammad Jeffiarrozzaq, Fajar Saputra, dan Hanif Fakhri Setiawan. Selain itu, Muhammad Hafiz Zisma Syofianda dan Erva Wahyuni juga turut serta dalam seleksi bergengsi ini.

Para atlet akan didampingi oleh Wandi Prasetyo yang bertindak sebagai Pelatih PJP, serta Doni Sustiono selaku official dari Bidang Olahraga NPCI Kota Tegal. Kehadiran tim pendamping ini diharapkan dapat memberikan dukungan teknis dan moril yang optimal bagi para atlet selama menjalani proses seleksi.

Dalam kesempatan tersebut, Mochamad Ali Mashuri menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap semangat juang para atlet NPCI Kota Tegal. Ia berharap agar para atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan lolos dalam seleksi PJP ini, sehingga dapat terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi yang lebih tinggi di kancah olahraga disabilitas nasional maupun internasional. Seleksi PJP ini merupakan langkah penting dalam upaya pembibitan dan pengembangan atlet-atlet disabilitas berprestasi di Indonesia. []

Pantau Peredaran Pangan Halal, Erni Ratnani Inisiatif Program Bimtek Juru Sembelih Halal

Pantau Peredaran Pangan Halal, Erni Ratnani Inisiatif Program Bimtek Juru Sembelih Halal

Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Juru Sembelih Halal (Juleha). Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif pokok pikiran Anggota DPRD Kota Tegal Hj. Erni Ratnani, SE, MM.
Bimtek yang diikuti oleh 50 pengurus masjid ini dilangsungkan selama dua hari pada 10-11 Mei 2025. Kegiatan hari pertama di Aula Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sumurpanggang sementara sesi praktik penyembelihan dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Penusupan, Kabupaten Tegal.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menggandeng Tim narasumber dari DPD Juleha Kota Tegal. Anggota DPRD Kota Tegal, Erni Ratnani mengungkapkan, inisiasi untuk mengadakan bimbingan teknis juru sembelih halal lantaran di Kota Tegal masih belum banyak para juru sembelih yang sudah tersertifikasi. Hal tersebut sangat penting, karena perihal penyembelihan hewan tidak bisa asal-asalan, harus sesuai dengan syariat dan sesuai standar atau aturan Pemerintah.

Kepala DKPPP Kota Tegal Sirat Mardanus mengatakan, Bimtek Juleha ini untuk membekali peserta tentang penyembelihan hewan sesuai syariat dan aturan yang benar, baik secara teori ataupun praktik di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Setelah pelatihan, peserta akan diberi sertifikat yang nantinya bisa dilanjutkan dengan megikuti uji kompetensi mandiri yang diselenggarakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan begitu, kelak bisa menjadi modal untuk tambahan penghasilan peserta.
Menurut Sirat, Bimtek Juleha di Kota Tegal ini tidak hanya untuk persiapan Idul Adha saja. Tetapi apa yang didapat dari pelatihan jadi bekal peserta untuk penyembelihan hewan lain seperti unggas atau sejenisnya.

“Selain itu, sudah menjadi ketentuan atau aturan bahwa tempat pemotongan maupun RPH wajib memiliki juru sembelih yang sudah tersertifikasi,” katanya.
Kabid Pertanian dan Peternakan DKPPP Kota Tegal, Indriani Winarti menambahkan ada sebanyak 50 peserta warga Kota Tegal yang mengikuti pelatihan tersebut.
Kebanyakan mereka yang belum memiliki bekal penyembelihan, sehingga dapat mengetahui tata cara penyembelihan yang benar.

“Meskipun ada pula peserta yang sudah menjadi juru sembelih dan tetap mengikuti pelatihan itu, untuk mendapatkan legalitas atau sertifikat sebagai pemantapan profesinya,” ungkapnya.

Konsolidasi Nasional, 2029 PKS Bidik Calon Pejabat Publik dari Generasi Muda

Konsolidasi Nasional, 2029 PKS Bidik Calon Pejabat Publik dari Generasi Muda

Formasi lengkap Fraksi PKS DPRD Kota Tegal menghadiri acara konsolidasi nasional dan Bimteknas Anggota Legislatif PKS se-Indonesia. Koordinasi nasional tersebut akan membahas peran strategis untuk melakukan proyek perbaikan Indonesia terutama dalam pelayanan selaku anggota legislatif.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menekankan pentingnya peran generasi muda dalam politik nasional. Syaikhu mengapresiasi kehadiran para anggota legislatif PKS, khususnya para wajah baru yang membawa semangat segar ke panggung parlemen. Ia menyebut, di DPR RI periode ini, delapan anggota Fraksi PKS berusia di bawah 40 tahun telah bergabung dalam Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia (KPPI).

“Hari ini, kita menyaksikan wajah-wajah baru, darah-darah segar, semangat-semangat membara dari generasi muda PKS yang telah masuk ke panggung Parlemen. Khususnya di DPR RI, alhamdulillah periode ini ada delapan anak muda Anggota Fraksi PKS di bawah usia 40 tahun yang bergabung di Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia (KPPI),” ujar Syaikhu.

“Mereka hadir bukan untuk sekadar duduk, tapi untuk bergerak. Bukan untuk sekadar bicara, tapi untuk bekerja. Bukan untuk sekadar mengisi ruang, tapi untuk menyalakan perubahan,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa PKS tengah menyiapkan kader-kader muda untuk lebih banyak lagi menduduki posisi eksekutif dan legislatif pada Pemilu 2029 mendatang.

“Sebagaimana arahan dari Ketua Majelis Syura PKS, Insya Allah kita sedang menyiapkan lebih banyak lagi generasi muda untuk menjadi pejabat publik, baik di eksekutif maupun legislatif pada Pemilu 2029 mendatang,” ujar Syaikhu.

Acara Konsolnas dan Bimteknas ini diharapkan menjadi ajang silaturahim, berbagi pengalaman, serta meningkatkan kapasitas aleg PKS dalam melayani, memberdayakan, dan membela rakyat.

Positioning PKS Kuat Dalam Pelayanan, Walikota dan Wakil Walikota Tegal Hadiri Milad PKS

Positioning PKS Kuat Dalam Pelayanan, Walikota dan Wakil Walikota Tegal Hadiri Milad PKS

DPD PKS Kota Tegal menyelenggarakan tasyakuran Milad PKS ke-23 di Gedug Arofah, Ahad, 27 April 2025. Acara berlangsung meriah dan dihadiri oleh 700 peserta. Acara tersebut dihadiri Kepala Daerah Kota Tegal dan sejumlah pimpinan dan anggota legislatif Partai Keadilan Sejahtera.

Diantara tamu undangan yang hadir adalah Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Walikota Tegal Tazkiyatul Muthmainnah, dan Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Fikri Faqih, Ketua Fraksi Abdul Ghoni, Wakil Ketua Fraksi Erni Ratnani, Sekretaris Mochamad Ali Mashuri Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Amiruddin, dan Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Zaenal Nurohman.

Ketua DPD PKS Kota Tegal H. Amiruddin, Lc mengatakan selama lebih dari dua dekade, PKS telah menunjukkan komitmennya sebagai kekuatan politik yang konsisten berdiri bersama rakyat, melayani dengan hati, dan mengabdi untuk Indonesia.

“Alhasil PKS Kota Tegal mampu menambah jumlah perolehan kursi pada Pemilu kemarin dan bisa menempatkan 5 kader terbaiknya menjadi anggota DPRD Kota Tegal.

Mudah-mudahan di Pemilu yang akan datang PKS Kota Tegal bisa meraih 9 kursi, yang insyaallah 4 kursinya akan diisi kader perempuan PKS,” ujarnya.

Ketua DPD PKS Kota Tegal mengatakan momentum Milad PKS ini mengusung tema universal terutama di bidang pelayanan. Bukan hanya bisa diterapkan di PKS, tetapi juga dapat diterapkan di Pemerintahan Kota Tegal.

Ia juga menyampaikan bahwa Hari Jadi Kota Tegal ke-455 yang mengusung tema “Remojong Gawe Bombong” menjadi inspirasi bagi PKS dalam meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Insya Allah pada momentum Milad Milad PKS ke-23 ini, PKS Kota Tegal akan semakin teguh komitmennya dalam melayani dan mengabdi kepada masyarakat, serta meningkatkan kualitas dan kinerja partai dalam membangun Kota Tegal yang lebih baik,” ujarnya.
Wakil Walikota Tegal Tazkiyatul Muthmainnah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Milad PKS ke-23 yang mengangkat tema “Kokoh Melayani, Konsisten Mengabdi.”

Ia menyatakan bahwa soliditas dan kiprah PKS dalam melayani masyarakat sudah teruji. “PKS kalau untuk urusan pelayanan sudah tidak diragukan lagi,” katanya.
Mbak Iin, sapaan akrab Wakil Walikota Tegal juga mengapresiasi peran besar perempuan-perempuan yang tergabung dalam RKI (Rumah Keluarga Indonesia) yang hadir memenuhi sebagian besar gedung Arofah.

“Sangat bisa jadi, faktor penentu kemenangan PKS, ada peran besar perempuan-perempuan yang tergabung dalam RKI,” katanya.

PKS Berikan Penghargaan Kepada RKI Terbaik Kota Tegal

PKS Berikan Penghargaan Kepada RKI Terbaik Kota Tegal

Kualitas dan kinerja Rumah Keluarga Indonesia (RKI) di Kota Tegal menempati peran penting dalam pergerakan PKS di Kota Tegal.

Sebagai bentuk apresiasi kiprah RKI, BPKK DPD PKS Kota Tegal mengadakan Lomba RKI Terbaik untuk meningkatkan kinerja dan kualitas RKI yang ada di Kota Tegal.

Nursetyowati mewakili BPKK DPD PKS Kota Tegal mengatakan setelah melalui proses penilaian di tingkat kecamatan, kini diumumkan nominasi Lomba RKI Terbaik tingkat Kota Tegal yang tersebar di 4 Kecamatan.

Diantara RKI yang mendapatkan penghargaan adalah RKI Annisa yang ada di Kelurahan Debong Kidul, Tegal Selatan.

RKI ini diketuai Kasmiah dengan pendamping Dian Arishona. Di Kecamatan Tegal Barat muncul nama RKI Alesha Salsabila di Kelurahan Muarareja. RKI ini diketuai Ika Susanti dengan Pendamping Nella Kristina.

Di Kecamatan Tegal Timur RKI yang mendapatkan penghargaan adalah RKI Husnul Khotimah, Panggung, yang dikomandio Enung Sumiati, dengan pendamping Hj. Rochani.

Kecamatan Margadana yang mendapatkan penghargaan adalah RKI Miftahul Jannah yang ada di Kelurahan Cabawan. Sebagai Ketua adalah Waetun, dan Pendamping Hj. Fajriati Nurhidayah.

Menurut Ketua BPKK DPD PKS Kota Tegal Fajriati Nurhidayah, Lomba RKI Terbaik ini dinilai berdasarkan beberapa indikator, antara lain variasi kegiatan, jumlah anggota, kelengkapan struktur RKI, dan administrasi.

“Kami berharap lomba ini dapat meningkatkan kualitas dan kinerja RKI di Kota Tegal, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

PKL Menyerah, Zaenal Sayangkan Rekomendasi Belum Dijalankan

PKL Menyerah, Zaenal Sayangkan Rekomendasi Belum Dijalankan

Setelah 3 bulan direlokasi dari Jalan RA Kartini, Jalan KH Ahmad Dahlan, dan Jalan Tentara Pelajar, Pedagang Kaki Lima (PKL) Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Jalan Melati mengibarkan bendera putih. PKL mengaku menyerah karena tidak kunjung membaiknya keadaan. Omzet mereka tetap terjun bebas dibanding saat berjualan di tempat sebelumnya.

Selain pengunjung tidak seramai seperti yang dibayangkan, PKL mengeluhkan kondisi Pujasera Jalan Melati. Karena Pujasera Jalan Melati berdekatan dengan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), bau tidak sedap kerap tercium, baik oleh PKL maupun pengunjung. Belum lagi lalat-lalat nakal yang beterbangan membuat suasana tidak nyaman.

PKL juga menilai Pujasera Jalan Melati tidak di tempat yang tepat. Karena sudah tidak tahan dengan kondisi yang ada, PKL berencana kembali berjualan ke Jalan RA Kartini, yang jauh lebih menjanjikan. Menurut PKL, di Jalan RA Kartini, pengunjung bisa membeli dengan take away, tidak seperti di Pujasera Jalan Melati yang harus memarkirkan sepeda motornya.

“Kami akan melakukan simulasi untuk mendorong omzet dan agar Pemkot mengerti kemauan kami,” kata Juhari, salah satu PKL yang menemui Pimpinan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRDKota Tegal. Pada kesempatan ini, PKL juga menanyakan tindaklanjut rekomendasi audiensi yang dilakukan Maret lalu.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Zaenal Nurohman yang menemui PKL Pujasera Jalan Melati bersama Wakil Ketua Komisi II Ratna Edy Suripno mengatakan, Komisi II telah memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal untuk menekan pengeluaran PKL dan meramaikan Pujasera Jalan Melati untuk meningkatkan omzet.

Komisi II menyayangkan belum satupun rekomendasi itu dijalankan Pemkot. Setelah beberapa kali berkoordinasi dengan Perangkat Daerah, disampaikan belum ada progres dari pimpinan di atasnya.

Zaenal berharap Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Mutmainnah bisa memberikan perhatian terhadap persoalan ini.

“Bagaimana rekomendasi Komisi II untuk menekan biaya PKL dan meramaikan Pujasera Jalan Melati dengan menyediakan fasilitas untuk memulihkan omzet yang merosot,” ucap Zaenal.

Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM, Dinkop UKM dan Perdagangan Tegal Gelar Pelatihan Manajemen Operasional dan SDM

Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM, Dinkop UKM dan Perdagangan Tegal Gelar Pelatihan Manajemen Operasional dan SDM

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal H. Amiruddin, Lc turut memberikan pembekalan kepada para peserta Pelatihan Manajemen Operasional dan Sumber Daya Manusia (SDM) I yang diikuti oleh 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Kota Tegal, Senin (22/4/2025). Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha agar lebih kompeten dalam mengelola bisnisnya.

Kegiatan yang digelar di Hotel Plaza selama sejak 20-23 April ini berlangsung atas kolaborasi Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal dengan GENPRO (Global Entrepreneur Professional) Chapter Tegal.

Selain Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, ini hadir pula pada kesematan tersebut Kepala Dinkop UKM dan Perdagangan Kota Tegal, Muhammad Rudy Herstyawan, ST, M.Si.

Dalam sambutannya, Amiruddin menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk lebih memahami pentingnya pengelolaan usaha secara profesional. Menurut dia, peningkatan usaha dimulai dari pembenahan diri, baik dari sisi pola pikir, kepemimpinan, hingga manajerial.

“Pastikan ikuti pelatihan ini sampai tuntas. Karena usaha itu berawal dari menata diri, mulai dari mindset, kepemimpinan, bahkan sampai manajerial,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Rudy Herstyawan, menyebut kegiatan ini sebagai salah satu bentuk fasilitasi nyata dari pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan UMKM. “Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas,” katanya.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari kalangan profesional yang tergabung dalam GENPRO Tegal, antara lain Coach Erwin Rizqi Maulana, Ahmad Fauzi (pengusaha Brownies Cinta), dan Slamet Arie Waluyo. Materi yang disampaikan fokus pada Business Owner Mentality, yaitu membentuk cara pandang dan mentalitas pelaku usaha agar lebih siap dalam menghadapi tantangan bisnis dan meningkatkan skala usaha.

Dengan metode pelatihan berbasis pengalaman dan praktik, peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu mengimplementasikan langsung dalam kegiatan usahanya.

Kegiatan pelatihan ini direncanakan akan berlangsung secara berkelanjutan dalam beberapa sesi mendatang, dengan harapan mampu menciptakan pelaku UMKM yang mandiri, inovatif, dan kompetitif di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

Copyright © 2026