Dukung Film Baik, Bidang Perempuan PKS Kota Tegal Gelar Nobar Film Kamawa

Dukung Film Baik, Bidang Perempuan PKS Kota Tegal Gelar Nobar Film Kamawa

Film Keajaiban Air Mata Wanita berhasil menarik perhatian masyarakat Kota Tegal. Ini terbukti sudah 5 kali agenda nonton bareng Film yang dibintangi Citra Kirana dan Natasha Rizky.

Salah satu yang mengadakan nobar adalah BPKK (Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga) DPD PKS Kota Tegal, Ahad, 26 Januari 2025.

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Tegal Hj. Fajriati Nurhidayah, S. Psi mengatakan nobar ini diselenggarakan untuk mengisi libur panjang dengan kegiatan yang positif bersama keluarga dan mensupport film baik.

“Film ini sangat relate dengan kehidupan. Terutama dalam merespon setiap kita menghadapi persoalan yang dihadapi wanita,” ujarnya.

Tampak hadir dalam nobar, diantaranya Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin, Lc, Ketua Komisi II DPRD Zaenal Nurohman, Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal Hj. Erni Ratnani, SE, MM.

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal H. Amiruddin, Lc mengapresiasi positif film Keajaiban Air Mata Wanita. “Air mata wanita ini mulia. Jika dijatuhkan pada momen yang tepat, ia akan berubah menjadi Mata air yang menyejukkan,” ungkapnya.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Zaenal Nurohman menilai positif film ini. “Habis nonton film Kamawa, bikin kita ga bakal lagi menyia-nyiakan waktu sama pasangan, ” ungkapnya.

Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal Hj. Erni Ratnani, SE, MM merekomendasikan film ini ditonton oleh wanita, juga mereka yang peduli dan ingin memuliakan wanita dan untuk mereka yang ingin mendapatkan solusi ketika menghadapi persoalan dengan tepat.

Sementara itu Kartika Dwi Hapsari usai menonton film ini mengatakan bawah film ini mengajarkan kita agar menempatkan cinta tertinggi kita yang pertama kepada Allah, kedua Rasullullah, dan ketiga sisanya dibagi-bagi dengan sesama manusia. “Film ini juga mengajarkan pentingnya kita dalam merespon setiap persoalan, sebab pasti tersedia anugerah dibalik musibah jika kita meresponnya dengan tepat,” katanya.()

Fraksi PKS Kabupaten Bogor Silaturahmi ke Fraksi PKS Kota Tegal.

Fraksi PKS Kabupaten Bogor Silaturahmi ke Fraksi PKS Kota Tegal.

Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor melakukan kunjungan silaturahmi ke DPRD Kota Tegal, Kamis, 23 Januari 2025. Rombongan yang dipimpin Ketua Fraksi PKS Kabupaten Bogor, H. Sulaeman, ST. MM ini disambut hangat oleh Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin, Lc., serta anggota Fraksi lainnya seperti H. Abdul Ghoni dan Hj. Erni Ratnani, S.E, MM, dan Sekretaris Fraksi Moch. Ali Mashuri.

Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Fraksi PKS Kabupaten Bogor, H. Sulaeman, ST. MM, dan melibatkan sejumlah pejabat penting dari Kabupaten Bogor.  Diskusi berfokus pada dinamika perkembangan daerah, mencakup isi-isu pembangunan dan kreativitas program yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Silaturahmi ini mencerminkan komitmen kadua fraksi untuk saling mendukung dalam mencapai tujuan pembangunan daerah yang lebih baik dan berkelanjutan.

Pertemuan ini tidak hanya memperkuat jaringan antar daerah tetapi juga membuka peluang kolaborasi dalam berbagai program yang bermanfaat bagi masyarakat.()

Mahasiswa UPS, Magang di Fraksi PKS

Mahasiswa UPS, Magang di Fraksi PKS

Mahasiswa dari Universitas Pancasakti Tegal memulai program magang di Fraksi PKS DPRD Kota Tegal pada Senin, 20 Januari 2025. Mereka berasal dari 2 program studi yang berbeda, yaitu Prodi Ilmu Pemerintahan sebanyak 3 mahasiswa dan 1 mahasiswa lagi dari Program Studi Manajemen. Mereka adalah Sifa Nurul Apriliyani, Chaisel Akhrennesta, Arini Hardiyanti dan Mohammad Aldo Julianto.

Hari pertama magang, keempat mahasiswa tersebut diterima dengan hangat oleh Tenaga Ahli Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Ali Irfan, S.Pd.I., M.Pd. Sifa, mahasiswa Ilmu Pemerintahan menyampaikan program magang ini diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis dan menambah skill dalam dunia politik.

Menurut Ali Irfan, kehadiran mahasiswa magang di Fraksi PKS adalah kabar baik, karena saat ini kinerja di Fraksi PKS baru ditangani satu SDM yang melayani 5 Anggota DPRD. Rencananya selama 2 bulan ke depan mahasiswa tersebut akan terlibat dalam berbagai tugas, termasuk sebagai content creator dan analis politik.

“Semoga kalian betah magang di sini. Yang penting niatkan belajar sekaligus cari pengalaman sebagai bekal memasuki dunia kerja,” kata Irfan.

Irfan menambahkan, Mereka dapat menerapkan ilmu yang dipelajari di kampus dan ikut berkontribusi dalam kegiatan politik yang nyata, serta membangun jiwa profesional yang bermanfaat untuk karier mereka di masa depan.[]

Tanggul Rusak di Jalan Kaligung, Ali Mashuri Sarankan Bangun Kisdam, Sebelum Dibangun Permanen

Tanggul Rusak di Jalan Kaligung, Ali Mashuri Sarankan Bangun Kisdam, Sebelum Dibangun Permanen

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS Mochamad Ali Mashuri meninjau langsung kondisi tanggul di sepanjang Jalan Kaligung, Kelurahan Panggung, Kota Tegal.

Dari laporan warga yang diterima, terdapat beberapa titik tanggul yang mengalami kerusakan, dan jika dibiarkan berpotensi membahayakan, karena dekat dengan pemukiman warga.

Saat meninjau lokasi, tampak juga turut turun ke lapangan tim dari Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Kota Tegal.

Dari hasil tinjauan itu Ali mendorong agar dibuatkan kisdam untuk mencegah air sungai masuk ke kawasan pemukiman saat sungai meluap.

Berikutnya akan memperjuangkan untuk membangun tanggul permanen melalui program pokir Anggota Dewan. Selain itu ia menambahkan tentang pentingnya edukasi bagi warga agar kedepan ketika membangun rumah tidak mendekati bantaran sungai. []

Formasi Lengkap, Fraksi PKS Hadiri Paripurna Pengumuman Penetapan Calon Walikota Terpilih Terpilih

Formasi Lengkap, Fraksi PKS Hadiri Paripurna Pengumuman Penetapan Calon Walikota Terpilih Terpilih

Lima Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS menghadiri kegiatan paripurna penetapan pasangan calon Walikota dan Calon Wakil Walikota Tegal pada Pilkada 2024. Mereka adalah Ketua Fraksi Abdul Ghoni, Wakil Ketua Fraksi Erni Ratnani, Sekretaris Mochamad Ali Mashuri, dan Zaenal Nurohman. Wakil Ketua DPRD Amiruddin, terlihat berada di kursi pimpinan DPRD yang memimpin paripurna.

Paripurna tersebut berisi agenda DPRD Kota Tegal mengumumkan penetapan pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih pada Pilkada 2024, yakni Wali Kota Tegal H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M. dan Wakil Wali Kota Tegal Hj. Takziyatul Muthmainnah, S.K.M., M.Kes (Iin).

Pengumuman penetapan dilaksanakan pada Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal di Gedung Paripurna DPRD Kota Tegal, Kamis (16/1).

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro, didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo dan Amiruddin serta dihadiri Penjabat (Pj) Wali Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, dan segenap Forkopimda Kota Tegal.

Penetapan paslon terpilih ini sesuai dengan Surat Pengumuman No. 100.1.4/1661/I/2025 tentang Penetapan Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal Tahun 2024, yang dibacakan Sekretaris DPRD Kota Tegal Herviyanto Gunarso.

Penetapan tersebut diperkuat dengan ditandantangani Berita Acara No. 100.1.4/1662/I/2025 oleh Ketua DPRD Kota Tegal, Kusnendro dan Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Wasmad Edi Susilo, dan Amiruddin dan disaksikan oleh Pj. Wali Kota Tegal.(*)

 

Zaenal Terkait Relokasi PKL, “Pemkot Tegal Harus Pikirkan Strategi Mendatangkan Pembeli”

Zaenal Terkait Relokasi PKL, “Pemkot Tegal Harus Pikirkan Strategi Mendatangkan Pembeli”

Sebanyak 90 Pedagang Kaki Lima di Kawasan Jl. Kartini, Jalan KH Ahmad Dahlan, dan Jalan Menteri Supeno ke Jalan Melati mendapat respon dari  Anggota DPRD Kota Tegal Zaenal Nurrohman. Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal ini menyampaikan relokasi PKL ini memang sudah direncanakan sejak awal 2023. Ia berharap relokasi ini bukan sekedar memindahkan lokasi tempat jualan para PKL, melainkan semangatnya adalah menata PKL.

Ia meminta Pemerintah Kota Tegal  bisa mendatangkan pembeli. “Karakteristik pembeli itu akan mendekati tempat-tempat keramaian.  Ini menjadi catatan penting, mengingat saat ini Kawasan tersebut masih terbilang sepi,” ujarnya.

“Tempat yang baru juga harus representastif dan mudah dijangkau pembeli. Strategi pemkot untuk mendatangkan trafik pembeli ke tempat yang baru, harus dipikirkan secara matang. Jadi bukan sekedar memindahkan, tetapi bertanggungjawab bagaimana mendatangkan pembeli,” ujarnya.

Zaenal menambahkan, ketika ini berhasil dilakukan, maka tidak akan ada lagi istilah penggusuran, melainkan akan kembali kepada makna yang diharapkan yakni menjadi penataan. Saat ini Perda yang mengatur tentang PKL pun semangatnya adalah penataan dan pembinaan.

Dengan upaya Pemkot  yang juga memikirkan strategi mendatangkan trafik pembeli, para PKL akan sangat terbantu, sebab akan menjaga pendapatan mereka tetap stabil, bahkan naik. Pemkot harus tegas, kata Zaenal, PKL di Jl Kartini jangan sampai ada tumbuh lagi PKL-PKL di area yang sudah clear dari PKL.

Kami apresiasi kepada para pedagang yang telah bersedia direlokasi ke tempat yang baru. Pemerintah harus terus monitirong di area yang tidak diizinkan untuk berjualan bagi PKL, jangan sampai bermunculan PKL-PKL baru di Kawasan tersebut. “Itu perlu kita awasi bersama, agar tidak menimbulkan sakit hati bagi para PKL yang telah direlokasi,” pungkasnya. []

Relokasi PKL Jl. Kartini, Zaenal, “Tempat Relokasi Harus Layak”

Relokasi PKL Jl. Kartini, Zaenal, “Tempat Relokasi Harus Layak”

Rencana relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) dari Jalan Kartini, Jalan KH Ahmad Dahlan, dan Jalan Menteri Supeno ke Jalan Melati mendapat respon dari  Anggota DPRD Kota Tegal. Ketua Komis II DPRD Kota Tegal Zaenal Nurrohman mengingatkan Pemerintah Kota Tegal untuk menyediakan tempat dengan sarana dan prasarana yang layak.

Pemkot agar memikirkan kelistrikan, sanitasi, tempat sampah, dan fasilitas lainnya agar PKL terfasilitasi dengan penataan yang rapi. Sehingga, mampu menarik pembeli. “Penataan yang bagus dan baik. Bukan tambah kumuh dan akhirnya traffic pengunjung atau pembeli sepi,” kata Ketua Komisi II DPRD Zaenal Nurohman.

Zaenal menekankan, sebelum merelokasi PKL, Pemkot agar mengkomunikasikan dengan baik dan mempersiapkan data valid. Kemudian, mindsetnya tidak hanya menggeser, namun membuat prototipe penataan dan pembinaan PKL. Sehingga, penataan yang dilakukan tidak mengurangi pendapatan PKL, namun justru menambah potensi mereka. Politisi PKS tersebut melanjutkan, kebersihan wajib diatur dan dipastikan jangan sampai muncul bau tidak sedap dari limbah yang dihasilkan pedagang, sehingga, tidak menimbulkan kesan kumuh.

Komisi II menegaskan akan mensupport Pemkot dan PKL agar tetap bisa menghasilkan omzet. “Kami serius untuk membantu memfasilitasi semua, sehingga PKL tertata,” ucap Zaenal.

Sementara itu, Pemkot dalam siaran pers resmi yang dilayangkan Bagian Protokol Komunikasi dan Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Tegal menjelaskan, keramaian yang terjadi di Jalan Kartini menimbulkan kesemrawutan lalu lintas. Karena itu, Pemkot dan pemangku kepentingan melakukan pengaturan agar lalu lintas kembali tertib.

Selain melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, Pemkot akan merelokasi 90 lapak PKL ke Sentra PKL Pujasera di Jalan Melati di Kawasan Stadion Yos Sudarso. Relokasi yang dilakukan merupakan upaya atau bentuk kepedulian, tidak hanya melakukan penataan. Namun memberikan wadah yang resmi bagi PKL untuk tetap bisa berjualan dengan menempatkan di area yang layak.

Pemkot akan menyiapkan fasilitas untuk PKL berjualan berupa listrik, air, mandi cuci kakus, keamanan, parkir, dan lapak. Selain melalui Surat Edaran, Pemkot bersama pemangku kepentingan melakukan sosialisasi mulai dari tingkat kelurahan dan berbagai kanal media. Kapan PKL akan direlokasi ke Jalan Melati?

“Pemerintah merencanakan akan memindahkan PKL secara resmi pada Sabtu, 18 Januari 2025, ditandai acara seremoni Boyongan PKL yang akan melibatkan banyak pihak,” ujar Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Tegal Dorres Indrian Nugroho dalam siaran pers tersebut.[]

Komisi III Tinjau Lapangan Cek Infrastruktur Hadapi Musim Hujan

Komisi III Tinjau Lapangan Cek Infrastruktur Hadapi Musim Hujan

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Mochamad Ali Mashuri melakukan kunjungan lapangan untuk mengecek kesiapan infrastruktur yang berkaitan dengan musim hujan. Ali bersama Komisi III DPRD Kota Tegal mengecek kondisi kolam pompa yang berada di Kali Kemiri, Kecamatan Margadana, Kota Tegal, Jumat, 3 Januari 2025.

Tampak dalam Kunjungan Lapangan itu Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal Sutari, Kepala DPUPR Kota Tegal Setia Budi. Rombongan tersebut sempat menyaksikan uji coba infrastruktur pompa untuk memastikan dalam kondisi baik. “Maintenance pompa dilakukan secara berkala, termasuk monitoring dengan BPBD, siap antisipasi debit air tinggi di musim hujan,” kata Ali Mashuri.

Sebelumnya rombongan Komisi III sempat mengunjungi drainase yang berada di depan Terminal Kota Tegal. Dalam kunjungan tersebut ditemukan bangunan warga yang menjorok ke bantaran sungai, sehingga sungai mengalami penyempitan. “Kami mendorong anggaran perbaikan kondisi sungai tersebut,” katanya.

Usai meninjau lokasi kolam pompa dan drainase, rombongan Komisi III melanjutkan ke lokasi TPA Bokongsemar.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Kota Tegal Sutari sudah lebih dari 28 Milliar terserap ke TPA Bokongsemar, tapi belum bisa berfungsi. “Apalagi saat ini ada regulasi baru TPA dengan sistem sanitary land field sudah tidak diperbolehkan,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Sutari, TPA itu akan jadi tempat pengolahan sampah, bukan penampungan sampah. Tampungan sampah, akan diitampung di Tempat Pembuangan Sampah Terpadu.

Terkait keberadaan TPA Bokongsemar ke depan, Komisi III akan melakukan kunjungan konsultasi ke Kementerian mendorong agar Kota Tegal memiliki TPA sesuai standard regulasi terbaru.[]

Ketua Komisi II Zaenal Nurohman Tinjau Penerapan ILP di Puskesmas Margadana

Ketua Komisi II Zaenal Nurohman Tinjau Penerapan ILP di Puskesmas Margadana

Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Zaenal Nurohman memimpin kunjungan lapangan untuk meninjau penerapan Integrasi Layanan Primer di Puskesmas Margadana, pada Jumat 3 Januari 2025.

Pemerintah Kota Tegal telah berkomitmen untuk menerapkan Integrasi Layanan Primer dengan semangat menjadikan layanan kesehatan sebagai prioritas utama.

Zaenal hadir didampingi Anggota Komisi II DPRD Kota Tegal Enny Yuningsih, Moch. Ilyas, dan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Zainal Abidin.

Politisi PKS ini mengatakan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang diterapkan di Puskesmas ini merupakan program inovatif Kementerian Kesehatan yang bertujuan memperkuat layanan kesehatan primer dengan menyediakan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan sesuai siklus hidup masyarakat, dari puskesmas hingga posyandu, dengan kualitas layanan yang seragam.

“Penerapan ILP di puskesmas diharapkan dapat menjamin akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi semua lapisan masyarakat,” ujarnya. Selain itu, masalah kesehatan yang disebabkan oleh keterbatasan akses dan kualitas layanan bisa diatasi, layanan menjadi lebih terorganisir, efisien, dan tepat sasaran, serta memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat sesuai siklus hidup.

“Dengan penerapan ILP di Puskesmas semoga upaya promotif dan preventif terus digencarkan, sehingga biaya operasional yang besar untuk pengobatan kuratif semakin bisa ditekan,” ujarnya.

Pihaknya pun terus mendorong agar standard sarana untuk penerapan ILP ini terus menerus dilengkapi, sehingga kendala belum optimalnya alat screening akan kita coba berikan jalan keluar. Zaenal menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal untuk alokasi perbaikan sarana dan kualitas layanan kesehatan primer.

“Kami akan terus kawal. Mudah-mudahan ada solusi anggaran,” ujarnya.

Zaenal mengapresiasi transformasi Puskesmas Margadana yang semakin lengkap fasilitasnya. “Puskesmas dengan standard layanan seperti layaknya rumah sakit,”ujarnya. ()

Setujui Smart Classroom, Fraksi PKS Beri Tanggapan Ini

Setujui Smart Classroom, Fraksi PKS Beri Tanggapan Ini

Program smart classroom yang diajukan Pemerintah Kota Tegal untuk mengimplementasikan program pemerintah pusat mendapat tanggapan dari sejumlah fraksi Gedung Parlemen Kota Tegal.

Selain Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Tegal, jajaran Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) juga angkat bicara.

“Terkait dengan program smart classroom, kami dari Fraksi PKS telah menyatakan sikap pada Rapat Badan Anggaran Pembahasan APBD 2025 yang lalu,” ucap juru bicara Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, H. Abdul Ghoni, Jumat sore (29/11/2024).

Pada prinsipnya, lanjut Ghoni, Fraksi PKS menyetujui program tersebut, hanya saja untuk program sebaik itu semestinya dapat direncanakan dengan baik dan disiplin sebagaimana prinsip dalam perencanaan money follow program, artinya direncanakan programnya baru dianggarkan.

Oleh karenanya, Fraksi PKS meminta agar dilaksanakan dengan pilot project pada beberapa sekolah terlebih dulu, baru kemudian dievaluasi secara mendalam untuk dilaksanakan lebih banyak di tahun berikutnya.

“Jika perencanaan anggaran dilaksanakan dengan baik dan disiplin, maka rasionalisasi anggaran tidak akan terjadi,” tandas Ghoni.

Menurutnya, masih banyak program pendidikan yang belum terakomodir, seperti rehab sekolah hingga rehab ruang kelas dan lainnya.

“Kami menyarankan agar program smart classroom dibuat pilot project terlebih dahulu, sambil terus dilakukan evaluasi pelaksanaannya,” pungkas Ghoni.

 

Copyright © 2026