Bantalan Rel Kereta Diperbaiki,  Kerikil Berserakan, Banyak Pengendara Terpeleset

Bantalan Rel Kereta Diperbaiki, Kerikil Berserakan, Banyak Pengendara Terpeleset

Aktivitas perbaikan bantalan rel kereta api di sejumlah perlintasan sebidang di Kota Tegal menuai keluhan serius dari masyarakat. Pengerjaan yang dinilai kurang rapi membuat material batu balast (kerikil) tumpah dan berserakan di jalan raya, menyebabkan jalur perlintasan menjadi licin dan membahayakan pengendara, terutama pengguna sepeda motor.

Keluhan ini muncul karena kondisi rel yang licin dan ditinggikan oleh tumpukan batu, bahkan saat hujan turun. Dampaknya, beberapa warga melaporkan sering terjadi kecelakaan kecil.

“Pengerjaannya kelamaan, Pak. Sudah banyak pengendara terpeleset di rel karena kerikil yang masih bertebaran,” kata salah seorang warga sekitar perlintasan Jalan Semeru.

Warga menyebut kesulitan terbesar dialami pengguna sepeda listrik dan motor matic, yang ban kendaraannya mudah slip karena batu balast yang tidak tertata rapi. Di Jalan Semeru, bahkan sempat terlihat sejumlah anak sekolah menengah atas berinisiatif membantu membersihkan kerikil yang menumpuk di jalur lintasan.

“Saat hujan, kondisinya semakin parah. Rel menjadi sangat licin dan membuat pengguna jalan, khususnya ibu-ibu, kesulitan dan bahkan ada yang sampai jatuh,” tambah warga tersebut.

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS, Mochamad Ali Mashuri, yang menerima laporan ini langsung mengambil langkah koordinasi. Ali Mashuri menghubungi Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal, Riandi Sholeh, terkait kondisi perlintasan tersebut.

Berdasarkan keterangan Dishub, pengerjaan pemeliharaan dan perbaikan rel kereta api merupakan wewenang absolut PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang dan dilakukan tanpa pemberitahuan atau tembusan kepada dinas perhubungan setempat. Dishub juga menjelaskan bahwa bantalan rel memang sengaja dibuat kasar.

“Memang itu ranah KAI. Namun, ketika pengerjaan yang tujuannya untuk meningkatkan keandalan jalur kereta api itu justru menimbulkan risiko keselamatan bagi pengguna jalan, Pemerintah Kota tidak boleh diam,” ujar Ali Mashuri.

Ia menegaskan, tanggung jawab keselamatan warga adalah prioritas. Untuk itu, Ali Mashuri mendesak agar ada sinergi antara Pemkot Tegal dan PT KAI.

“Saya mendorong DPUPR Kota Tegal untuk segera berkoordinasi dengan KAI. Langkah terbaik saat ini adalah mengaspal kembali atau merapikan secara permanen area di sekitar bantalan rel agar perlintasan bisa lebih rata dan aman untuk dilintasi masyarakat,” tegas Ali Mashuri.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026