Konsolidasi Srikandi PKS Kota Tegal, Kuatkan Peran Perempuan dalam Politik

Konsolidasi Srikandi PKS Kota Tegal, Kuatkan Peran Perempuan dalam Politik

Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Tegal menyelenggarakan Konsolidasi Kader Perempuan PKS di Kota Tegal, (17/9).

Ketua Bidang BPKK DPD PKS Kota Tegal Hj. Fajriati Nurhidayah, S.Psi mengatakan kegiatan ini untuk mengokohkan peran perempuan PKS dalam politik.

“Perempuan PKS harus bisa lebih optimal berperan di tengah masyarakat melakukan pelayanan, agar sesuai dengan tagline PKS sebagai pelayan rakyat,” ungkapnya.

Tak hanya itu PKS Kota Tegal menargetkan ada caleg perempuan duduk di parlemen Kota Tegal dalam pemilu legislatif 2024 mendatang,” kata Fajriati.

Salah satu ikhtiar yang dilakukan BPKK adalah menyelenggarakan Sekolah Politik Perempuan yang dirancang khusus untuk semua bakal calon anggota dewan perempuan dari PKS Kota Tegal yang akan berkontestasi dalam pemilu legislatif 2024 mendatang.

Ketua DPD PKS Kota Tegal H. Amiruddin, Lc mengatakan dengan adanya sekolah politik ini BACD Perempuan dari PKS harus lebih semangat dari BCAD yang laki-laki karena jumlah pemilih perempuan lebih banyak dari laki-laki.

Amir mengingatkan kepada 354 kader perempuan yang terdiri atas para caleg perempuan PKS dan Anggota RKI, bahwa yang bisa membuat kita menang bukan karena banyaknya harta, tingginya jabatan, banyaknya kader, tetapi semata-mata karena pertolongan Allah.

“Ingat nasehat Umar bin Khattab di hadapan pasukan Muslim, yang mengatakan, kemenangan bisa diraih karena semakin meningkatnya ketaatan dan pertobatan kepada Allah, sementara musuh-musuh Islam terus melakukan dosa dan maksiat,” ujarnya.

Maju Pileg di Kota Tegal, Erni Ratnani, Ingin Perjuangkan Hak-hak Perempuan Melalui Regulasi

Maju Pileg di Kota Tegal, Erni Ratnani, Ingin Perjuangkan Hak-hak Perempuan Melalui Regulasi

Nama Erni Ratnani, SE, MM, muncul dalam daftar Bakal Calon Anggota Dewan perempuan dari PKS Kota Tegal Dapil Tegal Barat. Interaksi Erni Ratnani di bidang legislatif sebenarnya bukan hal baru. Sebab kurang lebih 3 periode ia tergabung dalam Ikatri (Ikatan Istri Anggota DPRD Kota Tegal). Ia tidak lain adalah istri mendiang Rachmat Rahardjo, Anggota DPRD tiga periode.

“Konstituen Pak Rachmat menghendaki saya kembali maju untuk melanjutkan kiprahnya. Sebenarnya saya merasa belum pantas, tapi karena ini tuntutan dakwah saya meluruskan niat, dan berikhtiar memantaskan diri,” ujarnya. Kiprah Bu Erni sendiri saat ini aktif di bidang pemberdayaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Tegal di bidang ekonomi.

Di PKS, ia mendapatkan amanah sebagai pengurus BPJE DPP PKS Bidang Investasi dan Permodalan, Pengurus BPKK PKS DPW Jawa Tengah, juga Pengurus Bidang Kaderisasi DPD PKS Kota Tegal. Erni juga aktif di dunia perkoperasian. Bahkan ia tercatat sebagai Ketua Insan Koperasi Syariah Indonesia (Ikosindo), di Kota Tegal nama Erni Ratnani cukup dikenal, sebab ia adalah pengurus Dewan Koperasi Indonesia (Dekopinda) Kota Tegal.

Melalui kiprahnya di bidang ekonomi, Erni berharap agar masyarakat bisa memilki kemandirian di bidang ekonomi sehingga menjadi lebih berdaya. Salah satu bentuk keseriusannya di bidang ekonomi syariah, pada tahun 2005 ia turut membenahi KSPPA BMT BUM, mulai dari aset 300 juta hingga saat ini sudah hampir 100 milyar. Kini ia dipercaya menjadi Direktur di lembaga keuangan syariah tersebut.

Ia memiliki harapan besar, dari PKS akan lahir representasi perempuan. Menurut Erni, kesempatan dan peluang itu ada di tahun 2024. Apalagi para caleg perempuan PKS disupport oleh Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Tegal melalui program Sekolah Politik Perempuan sebagai bentuk pendampingan kepada caleg perempuan dari PKS. “Jika target PKS adalah delapan kursi, kami berharap separuh target itu harapannya adalah diisi caleg perempuan yang jadi,” ungkapnya.

“Kita ingin mengembalikan peran dan fungsi perempuan, memberikan pencerahan melalui regulasi. Ada banyak yang harus diperbaiki. Misalnya saat ini pabrik-pabrik banyak diisi oleh pekerja perempuan, banyak diantara mereka yang harus menjadi tulang punggung keluarga, sementara tugas dan peran utama dalam mendidik dan menumbuhkan anak jadi tidak optimal.

Menurutnya hanya regulasi yang bisa menyelesaikan ini, dengan menguatkan kembali peran perempuan di rumah. Ia mencontohkan di KJKS BMT BUM yang ia pimpin, karyawan didominasi oleh laki-laki, ini semata untuk mengembalikan peran perempuan di rumah dan keluarga.[]

BPKK DPD PKS Kota Tegal Menggelar Sekolah Politik Perempuan

BPKK DPD PKS Kota Tegal Menggelar Sekolah Politik Perempuan

Ahad, 10 September 2023 Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Tegal mengadakan Sekolah Politik Perempuan yang dihadiri 36 para Srikandi Kota Tegal. Acara yang dipandu oleh Ibu Rita Rhoy Kana, S.S (Wakil Ketua BPKK DPW PKS Jateng) sebagai Pembicara.

“PKS Kota Tegal mentaggetkan ada caleg perempuan duduk di parlemen Koga Tegal dalam pemilu legislatif 2024 mendatang” ujar Fajriati Nurhidayah, S.Psi. ketua BPKK DPD PKS Kota Tegal

Sekolah Politik Perempuan diselenggarakan untuk mendampingi, memotivasi dan meningkatkan kapasitas caleg perempuan PKS di Kota Tegal.

Hadirkan dr. Gamal di Kota Tegal, Kader PKS Ditantang Rumuskan Gagasan Politik Pemberdayaan

Hadirkan dr. Gamal di Kota Tegal, Kader PKS Ditantang Rumuskan Gagasan Politik Pemberdayaan

“Gagasan politik pemberdayaan perlu dihadirkan agar masyarakat di tingkat bawah merasakan langsung kebermanfaatan kita sebagai wakil mereka di parlemen,” ujar dr. Gamal Albinsaid, M.Biomed dalam agenda Konsolidasi Pemenangan PKS (27/8).

Gamal menambahkan bahwa saat ini yang masyarakat butuhkan adalah gagasan konkrit, sebuah jalan keluar dari kebutuhan yang mereka hadapi saat ini.

Konsolidasi dihadiri kader PKS dari Kota Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.

Kegiatan konsolidasi tersebut menghadirkan Ketua Departemen Kepemudaan DPP PKS dr. Gamal Albinsaid, M. Biomed, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. H. Abdul Fikri Faqih, MM, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Sururul Fuad, Lc, M.EI, Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc., Ketua DPD PKS Kabupaten Tegal Arif Budiono, Ketua DPD PKS Kabupaten Brebes Abdullah Syafaat.

Acara tersebut dihadiri kurang lebih 500 kader dan simpatisan PKS. Bakal caleg PKS dari tiga daerah juga dihadirkan mulai tingkat pusat, provinsi maupun daerah.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengatakan generasi muda perlu banyak belajar dari sosok dr. Gamal. “Muda bertalenta, kaya karya, dan produktif,” ujarnya. Ia menilai bahwa anak muda bisa jadi harapan di masa depan, jika memiliki gagasan-gagasan pemberdayaan yang memiliki dampak perubahan yang besar bagi masyarakat.

Anggota DPRD Jawa Tengah dari PKS Dapil XII Sururul Fuad, mengatakan momen politik yang sudah didepan mata perlu dipersiapkan semaksimal mungkin. Edukasi politik kepada masyarakat harus terus menerus digemakan. “Jika ingin memilih seorang pemimpin maka, lihatlah seseorang dari ilmu dan amalnya. Bagaimana kontribusi dan kebermanfaatan dirinya di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu Kordapil Pemenangan PKS
Rusman, menyampaikan pentingnya sinergi dan kolaborasi untuk bergerak bersama memenangkan PKS. “Pastikan kita sama-sama berjuang, untuk meraih kemenangan PKS di 2024,” ujarnya

Perda Kepemudaan, Kado Terindah Bagi Pemuda Kota Tegal

Perda Kepemudaan, Kado Terindah Bagi Pemuda Kota Tegal

Ditetapkannya Raperda Kepemudaan menjadi Perda bisa menjadi kado terindah bagi pemuda Kota Tegal umumnya dan khusunsya KNPI yang baru saja memperingati hari ulang tahun ke-50.

“Perda ini harus dimaknai sebagai upaya Pemerintah Kota Tegal dalam rangka memberikan pemberdayaan dan pengembangan potensi pemuda sebagai pelangsung, pelopor dan penyempurna kehidupan masyarakat di masa yang akan datang,” kata Tauchidin, Anggota DPRD dari Fraksi PKS

Menurutnya Perda ini haruslah bisa menjadi benteng yang kokoh bagi Pemuda Kota Tegal khususnya untuk menjaga pancasila sebagai idiologi bangsa dan menjaga tetap tegaknya Negara Kesatuan republik Indonesia serta dalam rangka menangkal paham Radikalisme dan sikap intoleransi yang bisa berujung disintegrasi bangsa.

Fraksi PKS mendorong adanya sinergi lintas sektor Perangkat daerah yang betul-betul memahami upaya pendidikan karakter kepemimpinan, pemberdayaan ekonomi dan menumbuhkan aspek moralitas kepemudaan di Kota Tegal

Melalui perda ini Fraksi PKS berharap akan tercipta atmosfer positif yang dapat menggairahkan semangat pemuda untuk ikut andil dalam memberikan gagasan. “Serta memiliki semangat berwirausaha dan menciptakan lapangan pekerjaan, menjadi pemimpin dan pelopor dalam bidang pembangunan di Kota Tegal,” pungkasnya.[]

Sebanyak 791 Warga Kota Tegal Mengalami ODGJ, Zaenal, “Perlu Maksimalkan Upaya Preventif Agar Tak Semakin Bertambah.”

Sebanyak 791 Warga Kota Tegal Mengalami ODGJ, Zaenal, “Perlu Maksimalkan Upaya Preventif Agar Tak Semakin Bertambah.”

Dalam kurun waktu 2022-2023 Dinas Kesehatan Kota Tegal mendata ada 791 warga Kota Tegal mengalami gangguan jiwa. Jumlah tersebut telah mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai angka 823 ODGJ yang tersebar di 27 Kelurahan di Kota Tegal.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Tegal Dr. Sri Primawati Indraswari, Sp.KK, M.M., M.H. Menurut Prima, usia penderita gangguan jiwa berada di usia produktif. Penyebab penyakit gangguan jiwa diantaranya karena faktor psikologi, psycotic, dan psikologi sosial.

“ODGJ terbagi menjadi tiga yakni ringan, sedang, dan berat dengan menggunakan tiga metode penanganan seperti peningkatan sistem surveilans epidemiologi, peningkatan jejaring layanan dan penggerakkan peran serta masyarakat,” jelasnya,

Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Tegal, Zaenal Nurrohman mendesak agar pasien ODGJ di Kota Tegal sebisa mungkin ditekan pertumbuhannya. Apalagi didapati sebuah kenyataan, bahwa mereka adalah usia produktif. “Kami apresiasi hasil penelusuran Dinkes Kota Tegal para penderita ODGJ di Kota Tegal sudah tertangani dengan baik oleh tim medis di masing-masing Puskesmas untuk pemeriksaan rutin secara berkala untuk memantau perkembangannya,” ujarnya.

Politisi PKS ini mengatakan, orang dengan gangguan jiwa akan menjadi penyakit yang marak di masa mendatang, apalagi generasi muda yang menderita mengalami ganggung jiwa saat ini diakibatkan kecanduan game online, kasus bullying, dan faktor ekonomi. “Oleh karena itu diperlukan upaya preventif untuk menekan pertumbuhan ODGJ yang dilakukan secara sistematis, bukan hanya sekadar langkah kuratif,” pungkasnya.

Menurut Zaenal kinerja keberhasilan Dinas Kesehatan Kota Tegal dilihat bukan dari berapa banyak orang yang sakit yang berhasil ditangani, melainkan seberapa banyak orang sehat. Semakin banyak orang sehat dan semakin sedikit orang yang sakit, maka itulah indikator keberhasilan kinerja Dinas Kesehatan Kota Tegal.

Selamatkan Pedagang Kecil, Operasional Toko Modern di Kota Tegal Bakal Dibatasi?

Selamatkan Pedagang Kecil, Operasional Toko Modern di Kota Tegal Bakal Dibatasi?

Panitia Khusus IV DPRD Kota Tegal yang membahas Raperda Penataan dan Pembinaan Toko Eceran, Pasar Rakyat, Pusat Perbelanjaan, dan Toko Swalayan, akan tetap mengatur pembatasan jam operasional toko modern.

Raperda ini merupakan Perubahan terhadap Perda Nomor 6 tahun 2017 yang masih berdasarkan pada peraturan presiden Nomor 112 tahun 2007 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Tradisional, Pusat Pebelanjaaan, dan Toko Modern yang sudah tidak berlaku lagi.

Anggota Pansus IV Zaenal Nurrohman menyampaikan selaun pembatasan jam operasional toko modern pada hari biasa pukul 10.00-22.00 WIB dan akhir pekan pukul 10.00-23.00 WIB.

Selain pembatasan jam operasional, Raperda juga bakal mengatur jarak setiap pendirian pusat perbelanjaan maupun toko swalayan agar kelangsungan hidup para pedagang mikro bisa berlanjut dan rantai ekonomi berjalan dengan baik “Jaraknya yaitu 500 meter diukur dengan google maps maupun alokasi pengukur jarak lain,” kata politisi PKS ini.

Menurut Zaenal, yang tidak kalah penting adalah pembinaan warung dan toko kecil agar mereka bisa bertahan dan tidak terimbas toko modern. “Sejauh ini belum ada pembahasan yang spesifik,” tutur Zaenal. Ia berharap Raperda yang sedang disusun setelah ditetapkan menjadi Perda ini natinya benar-benar diimplementasikan di lapangan.[]

Zonasi PPDB Dirasa Belum Adil

Zonasi PPDB Dirasa Belum Adil

Pelaksanaan Zonasi dalam PPDB dirasa masih belum memberikan rasa Keadilan bagi seluruh anak didik warga Kota Tegal.

Hal itu disampaikan Bayu Arie Sasongko selaku Juru Bicara F-PKS dalam penyampaian Pemandangan Umum (25/6).

Banyak tudingan banyaknya warga masyarakat yang sengaja memindahkan Kartu Keluarganya mendekati Sekolah yang dituju. Hal ini membuat kesempatan masyarakat untuk mendaftar sekolah tujuan menjadi tidak jelas, apalagi bagi Masyarakat Kecamatan Tegal Selatan yang tidak memiliki Sekolah setara SMA di Tegal Selatan.

“Mohon penjelasan secara Rinci bagaimana kebijakan Zonasi ini dilaksanakan,” ungkap Bayu, “Selain itu terkait banyaknya masyarakat miskin yang belum masuk dalam DTKS, juga menjadikan permasalahan dalam PPDB jalur Afirmasi.”

Selanjutnya tentang biaya daftar ulang yang meliputi biaya seragam ciri khusus sekolah, atribut dan lain lain banyak dikeluhkan masyarakat terutama dari masyarakat kurang mampu. Biaya Daftar ulang ini berbeda besarannya untuk tiap Sekolah. Mohon penjelasan kebijakan yang diterapkan Pemerintah Kota melalui Dinas Pendidikan dalam Hal ini. “Bagaimana kebijakan riil yang akan diambil pemerintah kota menyikapi permasalahan besaran biaya daftar ulang ini agar tidak memberatkan masyarakat orang tua siswa,”pungkasnya.

Zaenal Tawarkan Keluarga Cintya Pindah KTP Kota Tegal

Zaenal Tawarkan Keluarga Cintya Pindah KTP Kota Tegal

Demi memudahkan perkembangan kesehatan Cintya,Anggota DPRD Kota Tegal Zaenal Nurrohman sempat menawarkan agar kedua orangtuanya pindah alamat sebagai warga Kota Tegal. Hal ini bertujuan agar lebih mudah dalam hal urusan administrasi termasuk sebagai penerima bantuan dari Pemkot Tegal.

“Kami mencoba menawarkan pindah KTP Kota Tegal. Meski kontrak, juga sudah lama, jika ber-KTP Kota Tegal akan dapat perhatian khusus dari Dinas Sosial dan lingkungan sekitar untuk tolong-menolong dan saling membantu,” kata Zaenal. Pihaknya pun sudah sempat berkomunikasi dengan dokter yang menangani.

Zaenal menjelaskan meski asal KTP orangtuanya Brebes, bukan menjadi penghalang untuk berbagi dengan sesama.  Sudah jadi kewajiban untuk membantu agar dapat penanganan intensif,” katanya.

Terakhir, kata Zaenal, dirinya juga sempat menanyakan kakak dari Cintya, Anisa Maharani yang sampai putus sekolah karena himpitan ekonomi dan harus menjaga adiknya. “Kami juga upayakan agar kakak Cintya yang putus sekolah bisa melanjutkan ke jenjang SMP dan akan kami bantu prioritaskan agar dapat PIP,” pungkasnya.

Aleg PKS Kota Tegal Jenguk Balita Penderita Gizi Buruk

Aleg PKS Kota Tegal Jenguk Balita Penderita Gizi Buruk

Kondisi balita usia 3 tahun bernama Cintya Rizki Azalia penderita gizi buruk yang tinggal di rumah kontrakan di Kalinyamat Kulon RT 05 RW 03, Kecamatan Margadana, Kota Tegal menimbulkan empati dari berbagai pihak.

Empati dan kepedulian salah satunya salah satunya datang dari anggota DPRD Fraksi PKS Zaenal Nurohman. Zaenal yang mendengar kabar itu langsung datang menjenguk Cintya di rumah kontrakan orangtuanya pada Sabtu (27/5/2023) malam

Di sisi lain, kakak Cintya, Anisa Maharani yang sampai putus sekolah jenjang SMP di tengah keterbatasan ekonomi keluarga juga menggugah masyarakat untuk bergotong-royong membantu meringankan beban keluarga.

Zaenal mengaku prihatin atas kondisi Cintya yang terbaring lemah di pangkuan ibunya. kedatangannya, selain memberikan bantuan tunai, juga menggali informasi untuk mencari solusi agar Cintya bisa kembali sehat. Termasuk kakak Cintya, Anisa Maharani juga bisa kembali ke bangku sekolah.

“Ini ujian dari Allah. Meski bukan KTP Tegal, namun tinggal di Kalinyamat Kulon, Kota Tegal, maka sudah seharusnya kita saling membantu. Prioritas kami saat ini adalah bagaimana agar Cintya mendapat penanganan intensif dalam pemulihan kesehatannya,” kata Zaenal.

Cintya, anak kedua dari pasangan Isfandi (49) dan Lina Handayani (37) hanya bisa menangis dan harus makan menggunakan selang NGT. Kedua orangtua Cintya tercatat sebagai warga RT 02 RW 06 Desa Kaligangsa Wetan, Kabupaten Brebes.

Setelah mendapatkan penanganan di RSUD Kardinah kondisi Cintya berangsur membaik. “Kami apresiasi RSUD Kardinah yang sudah membantu melayani dengan baik untuk pemulihan kondisi Cintya,” kata Zaenal.

 

 

 

Copyright © 2026