PKS Kota Tegal akhirnya berhasil menjadi pencetak sejarah melahirkan Anggota DPRD Perempuan di Kota Tegal. Caleg Tegal Barat nomor urut 2 Erni Ratnani, SE, MM terpilih sebagai anggota dewan dengan mencapai perolehan suara terbanyak di Tegal Barat. Erni Ratnani mendapatkan 1.926 suara. Dari hasil tersebut maka Erni berhasil melenggang di Gedung DPRD Kota Tegal sebagai Aleg Perempuan PKS pertama.
Interaksi Erni Ratnani di bidang legislatif sebenarnya bukan hal baru. Sebab kurang lebih 3 periode ia tergabung dalam Ikatri (Ikatan Istri Anggota DPRD Kota Tegal). Erni tidak lain adalah istri mendiang Rachmat Rahardjo, Anggota DPRD dari PKS selama tiga periode.
Ia mengisahkan ketika diminta maju sebagai caleg dirinya merasa belum pantas. “Sebenarnya saya merasa belum pantas, tapi karena ini tuntutan dakwah saya meluruskan niat, dan berikhtiar memantaskan diri,” ujarnya. Erni menyampaikan salah satu hal yang membuatnya semakin merasa yakin adalah konstituen Pak Rachmat menghendaki dirinya maju untuk melanjutkan kiprahnya.
Dengan terpilihnya Erni sebagai caleg Perempuan pertama PKS di Kota Tegal, ia ingin mengembalikan peran dan fungsi perempuan, memberikan pencerahan melalui regulasi. “Ada banyak yang harus diperbaiki. Misalnya saat ini pabrik-pabrik banyak diisi oleh pekerja perempuan, banyak diantara mereka yang harus menjadi tulang punggung keluarga, sementara tugas dan peran utama dalam mendidik dan menumbuhkan anak jadi tidak optimal.
Menurutnya hanya regulasi yang bisa menyelesaikan ini, dengan menguatkan kembali peran perempuan di rumah.”
Ketua Bidang BPKK DPD PKS Kota Tegal Hj. Fajriati Nurhidayah, S.Psi mengaku bersyukur ada Anggota Dewan PKS Kota Tegal yang merepresentasikan suara Perempuan. “Alhamdulilah target caleg Perempuan duduk di Parlemen Kota tegal bisa tercapai.” kata Fajriati. Ikhtiar kami, kata Fajriati, menyelenggarakan Sekolah Politik Perempuan membuahkan hasil.[]





Ketika saksi dari partai lain memilih pergi, karena saking lamanya, banyak diantara mereka meninggalkan TPS. Namun saksi PKS tetap bertahan. Hesti, salah satu saksi PKS mengisahkan pengalamannya jadi saksi PKS dengan setengah berkelakar.


Tampil sebagai pembicara adalah Ali Irfan, Learning Enthusiast sekaligus Founder Advance Learning Indonesia, yang dikenal sebagai Public Speaker dengan kelas-kelas pelatihan bertema komunikasi. Menurut Irfan, ada tiga prinsip yang perlu diperhatikan saat Public Speaking. Ketiga prinsip yang dimaksud adalah self mastery, message mastery, dan audience mastery. “Ketiga prinsip ini merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Orang yang bisa menguasai diri, dia akan mudah menguasai materi, termasuk mudah menguasai audiens,” ungkapnya.