Nama Uut telah menjelma menjadi simbol ketulusan dan pengabdian dibalik kemudi ambulans PKS Kota Tegal selama 12 tahun lebih. Ketika PKS menambah unit ambulans baru, Budianto—yang akrab disapa Budi—bergabung, memperkuat barisan pejuang kemanusiaan ini.
Selama lebih dari satu dekade, mereka telah menjadi jawaban atas panggilan darurat yang kehadirannya seringkali menjadi garis pemisah antara cemas dan lega. Mereka menjadi saksi bisu dari ribuan kisah perjuangan hidup, air mata yang tumpah, dan napas yang terhela di sepanjang jalanan Tegal.
Di era di mana kecepatan adalah segalanya, Uut dan Budi telah meruntuhkan sekat-sekat birokrasi. Cukup dengan menghubungi salah satu kader PKS, mereka akan langsung terhubung, dan dalam hitungan menit, ambulans akan meluncur.
Setiap bulan, Uut mengisahkan, mereka bisa melayani 45- 50 permintaan. Angka itu melukiskan tingginya kebutuhan dan besarnya kepercayaan masyarakat kepada PKS. Ambulans PKS siap mengantar pasien yang butuh pertolongan medis segera, melintasi batas-batas kota, dan bahkan mengantar jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir.
Jika diakumulasikan selama 12 tahun, jumlah layanan yang mereka berikan telah mencapai ribuan, sebuah bukti nyata dari dedikasi tanpa henti.
Melihat tingginya permintaan, kedua pengemudi ini menyimpan harapan besar agar PKS Kota Tegal yang baru dapat semakin memperkokoh komitmen pelayanan dan mengabdi. “Syukur-syukur tambah unit baru, sehingga bisa menjangkau lebih banyak orang dan memberikan pertolongan yang lebih cepat,” ujar Budi.
Kisah Uut dan Budi bukanlah sekadar cerita tentang dua pengemudi ambulans. Ini adalah kisah tentang kemanusiaan yang terwujud dalam bakti nyata, tentang janji yang selalu ditepati, dan tentang dua sosok yang menjadikan jalanan Tegal sebagai ladang pengabdian.
Atas pengabdian dan dedikasi luar biasa ini, Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono, turut memberikan apresiasi. Dalam sebuah momen penghargaan yang diselenggarakan di sela-sela acara Pelantikan Pengurus DPD PKS Kota Tegal, secara spontan Walikota Dedy Yon memberikan apresiasi sebesar Rp 500.000 kepada masing-masing dari mereka. Apresiasi ini menjadi bukti nyata dari Pemerintah Kota Tegal terhadap bakti kemanusiaan yang telah ditunjukkan keduanya.




