Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, Erni Ratnani Dorong Kebijakan Nonfisik

Fokus Tingkatkan Kualitas SDM, Erni Ratnani Dorong Kebijakan Nonfisik

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hj. Erni Ratnani, S.E., M.M., menekankan pentingnya peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam reses masa persidangan ketiga yang digelar di Kelurahan Pesurungan Kidul, Tegal Barat, Ahad, 3 Agustus 2025. Erni menyatakan, kebijakan yang berfokus pada pembangunan nonfisik akan menjadi prioritas.

Acara reses ini bertujuan untuk menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Lurah Pesurungan Kidul Mohamad Johan Arafat, Perwakilan DPC PKS Pesurungan Kidul Nursidik, dan Ketua Koperasi Merah Putih Pesurungan Kidul Drs. H. Sipon Junaidi, M.Pd.

Lurah Pesurungan Kidul, Mohamad Johan Arafat, mendukung penuh fokus pada pembangunan nonfisik. Menurutnya, pembangunan fisik seperti pengaspalan atau paving block terkadang justru menimbulkan masalah baru, seperti banjir akibat berkurangnya resapan air.

“Pembangunan nonfisik sangat penting, misalnya untuk meningkatkan kualitas SDM masyarakat yang masih minim,” ujarnya.

Arafat juga menyoroti program bedah rumah (RTLH) sebagai salah satu program fisik yang dinilai berhasil. Ia berharap, usulan dari masyarakat dapat segera ditindaklanjuti.

Ketua Koperasi Merah Putih, Sipon Junaidi, memanfaatkan forum ini untuk mengusulkan perbaikan saluran irigasi yang tersumbat, khususnya di sekitar Rita Park. Akibat penyumbatan tersebut, aliran air terganggu dan menyebabkan banjir di wilayah Pesurungan Kidul, Debong Lor, dan Kemandungan saat hujan. Ia berharap, aspirasi ini dapat menjadi salah satu pokok-pokok pikiran (pokir) untuk segera diselesaikan.

Erni Ratnani dalam sambutannya menegaskan bahwa alokasi pokir untuk tahun anggaran 2025 dan 2026 akan lebih banyak dialihkan ke program nonfisik.

“Peningkatan kemampuan warga lebih utama dibandingkan hal fisik. Kami akan berfokus pada pelatihan dan pengembangan diri,” kata Erni.

Ia menyebutkan beberapa program nonfisik yang telah berjalan, seperti digital marketing, tata boga, dan tata rias. Ia juga mengusulkan program leadership bagi remaja untuk melahirkan generasi penerus yang kompeten.

Dalam sesi diskusi, beberapa warga menyampaikan aspirasinya. Bambang, warga RT 4 RW 3, meminta solusi untuk mengatasi banjir yang sering melanda Gang Damai. Ia juga mengusulkan pengadaan meja pingpong untuk remaja dan percepatan realisasi bedah rumah atas nama Karnudi.

Menanggapi hal tersebut, Erni Ratnani meminta warga untuk menuliskan usulan mereka di lembar aspirasi. Terkait bedah rumah, ia memastikan berkas akan segera diproses.

Warga lain, Siti Sofiati, menanyakan cara mendapatkan program kuliah gratis. Erni menjelaskan tentang Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, yang setiap tahunnya diajukan oleh DPR RI Fikri untuk sekitar 150 mahasiswa. Ia mengingatkan agar para penerima KIP Kuliah benar-benar memanfaatkan bantuan tersebut untuk pendidikan, bukan disalahgunakan.

Sufinah bertanya mengenai pendaftaran data terpadu kesejahteraan sosial (DTSEN), sedangkan Ali mengusulkan kenaikan biaya operasional (BOP) RT/RW seiring kenaikan surat pemberitahuan pajak terutang (SPPT).

Terkait hal itu, Lurah Arafat menjelaskan, kenaikan SPPT di Kota Tegal termasuk yang paling rendah dibandingkan daerah lain. Selain itu, RT dan RW di Kota Tegal sudah menerima Rp500 ribu setiap bulan, tertinggi di eks-Karesidenan Pekalongan.

Menutup acara, seorang warga, Rita, menyampaikan kesannya. Ia merasa senang menjadi bagian dari kegiatan PKS karena anaknya telah dua kali menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP), yang sangat membantu biaya sekolah. Ia juga mengapresiasi ruang yang diberikan untuk berbagi keluhan dengan sesama warga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026