Zaenal Motivasi Generasi Muda Jadi Pelaku Ekraf

Zaenal Motivasi Generasi Muda Jadi Pelaku Ekraf

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS Zaenal Nurrohman berikan motivasi generasi muda untuk menjadi pelaku ekonomi kreatif. Hal ini disampaikan Zaenal dalam kegiatan pelatihan Usaha Baru dan Kreatif dan Modern yang diselenggarakan pada 30 September – 2 Oktober di Premier Hotel Tegal.

Kegiatan ini terselenggara atas pokok pikiran Anggota DPRD Kota Tegal sebagai bentuk kepedulian membina generasi muda untuk menjadi pelaku ekonomi kreatif. Kegiatan ini difasilitasi Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Tegal. Acara yang bertajuk Milenial Content Training diisi dengan kegiatan pelatihan content creator yang menghadirkan tim jatengkita.id sebagai narasumber. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Disporapar Irkar Yuswan Apendi.

Zaenal mengatakan anak muda berpeluang besar untuk menjadi pelaku ekonomi kreatif. Sebab kreativitas ini biasanya menjadi DNA anak-anak muda. “Kreativitas ini perlu terus dikembangkan agar bisa memberikan kebermanfaatan bagi orang banyak,” ungkap Zaenal.

Hanif Murtadho mengatakan kegiatan ini diikuti oleh peserta maksimal usia 25 tahun. “Animo pendaftar kegiatan seperti ini terbilang tinggi. Begitu pendaftaran dibuka sudah masuk sekitar 50 pendaftar. Tapi kami seleksi lagi dari jumlah peserta, agar kegiatan ini benar-benar tepat sasaran. Yang jelas usia di atas 25, tidak kami loloskan,” ungkapnya.

Selama tiga hari peserta mendapatkan materi seputar fotografi, videografi, dan content writer.  Peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan materi yang telah didapatkan dengan hunting foto dan video di beberapa tempat yang menjadi ikon Kota Tegal. Di hari ketiga dilakukan evaluasi dari hasil konten yang telah mereka produksi.[]

Lomba Layang-layang di Kota Tegal, Bayu “Olahraga Rekreasi Banyak Diminati.”

Lomba Layang-layang di Kota Tegal, Bayu “Olahraga Rekreasi Banyak Diminati.”

Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia mulai mendapatkan penerimaan yang positif di Kota Tegal. Hal ini terlihat pada ajang perlombaan layang-layang pada 1-2 Oktober 2022 di Lapangan Kelurahan Debong Tengah. Tidak tanggung-tanggung kegiatan lomba ini diikuti oleh 256 peserta yang berasal dari berbagai daerah. Kegiatan ini menjadi daya tarik karena memperebutkan Piala Walikota.

Hadir pada kesempatan tersebut Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, Ketua Kormi Tegal Anton Prabowo, Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS Bayu Arie Sasongko yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Kormi Tegal, Kepala Disporapar Kota Tegal Irkar Yuswan Apendi.

Ketua Kormi Kota Tegal Anton Prabowo mengatakan kegiatan lomba ini mendapat animo masyarakat yang sangat baik. “Begitu pendaftaran dibuka, ada kurang lebih 400 peserta yang daftar. Tetapi karena pertimbangan teknis pelaksanaan lomba, panitia hanya memfasilitasi peserta yang ikut hanya 256 peserta. Adapun peserta terjauh dari Bali,” katanya.

Sementar itu Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS Bayu Arie Sasongko mengatakan kegiatan lomba ini sebagai upaya melestarikan layang-layang agar tidak punah. “Ketika layang-layang ini dijadikan sebagai salah satu olahraga rekreasi, ternyata memiliki daya tarik, bukan hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa,” katanya.

Wakil Ketua Kormi Kota Tegal ini menjelaskan saat ini layang-layang masuk dalam daftar olahraga rekreasi dibawah naungan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia. Beberaoa cabang olahraga rekreasi lainya diantara adalah gobak sodor, egrang, ketapel, bumerang, pancing & panahan tradisional, selain yoga, senam sehat, air soft gun, sepeda gunung, sepeda BMX, dansa, skateboard, dll.

Bayu menyampaikan apresiasi kepada Walikota Tegal yang telah memberikan dukungan kepada Formi. Ia menjelaskan perjuangan untuk membentuk kepengurusan KORMI Kota Tegal itu bukan hal mudah. Tetapi karena ada kesamaan niat untuk melestarikan permainan tradisional, akhirnya kepengurusan berhasil dibentuk dan resmi dilantik pada tahun 2020 lalu. Saat ini semakin mendapat perhatian khusus dari Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono. Hal ini bisa dilihat dengan diberikannya dana anggaran dari APBD untuk pembinaan beberapa cabang olahraga di bawah KORMI Kota Tegal.

 

“Ketika perhatian Pemerintah Kota Tegal terhadap olahraga rekreasi ini bagus, maka di situ ada peluang untuk mengangkat nama baik Kota Tegal di pentas nasional,” kata Bayu. Ia  menjelaskan, selain punya tujuan melestarikan budaya nasional, di Kormi juga ada kejuaraan tiap cabang olahraga dalam event Pekan Olahraga Kormi baik di level daerah maupun nasional.

“Jika kegiatan-kegiatan cabang olahraga rekreasi ini sering diselenggarakan di Kota Tegal, bisa berpotensi dapat menarik pengunjung ke Kota Tegal. Saya berharap tidak hanya cabor layang layang, cabang olahraga lain pun juga bisa dibuatkan kegiatan serupa di Kota Tegal. Hal ini tentunya akan berimbas positif pada Pendapatan Asli Daerah dan geliat ekonomi masyarakat dan UMKM,” jelas Bayu.

Senada dengan Bayu, Walikota Tegal juga mengatakan perlombaan layang-layang bisa dilakukan secara berkala. “Saya rasa lomba layang-layang perlu terus dilaksanakan secara berkala. Bahkan akan semakin baik lagi jika nantinya bukan hanya lomba layangan sangkutan, melainkan juga ada festival layang-layang,” tutur Dedy Yon.

Walikota sendiri mengaku memiliki kenangan bermain layangan. “Harga layangan memang tidak seberapa. Tetapi ada keseruan sendiri saat berlari mengejar layangan, apalagi sampai dapat, Jadi yang diperebutkan itu sebenarnya bukan layang-layangan, tetapi keseruan permainannya yang mengajarkan sportivitas,” katanya.

 

 

Copyright © 2026