Kebijakan Pemkot Tegal di Kawasan Taman Pancasila, Solusi Baru Dongkrak PAD

Kebijakan Pemkot Tegal di Kawasan Taman Pancasila, Solusi Baru Dongkrak PAD

Pemerintah Kota Tegal bersiap dengan merombak penataan kawasan Taman Pancasila, menyusul berbagai persoalan yang kerap muncul, mulai dari aktivitas odong-odong hingga parkir liar. Solusi komprehensif pun digulirkan, mencakup pemberlakuan Car Free Night (CFN) dan penataan manajemen parkir terpadu.

Rencana ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi Taman Pancasila sebagai ruang publik yang nyaman dan tertata, sekaligus mengatasi kemacetan dan kesemrawutan yang selama ini menjadi keluhan.

Salah satu kebijakan yang akan diterapkan adalah Car Free Night (CFN) di area Taman Pancasila setiap Sabtu dan Minggu malam, mulai pukul 18.00 hingga 24.00 WIB. Pada jam-jam tersebut, kawasan ini akan steril dari kendaraan bermotor. Ini berarti, odong-odong, motor mini, andong, hingga mobil-mobilan sewaan yang selama ini kerap memenuhi area pedestrian dan mengganggu lalu lintas, akan dilarang beroperasi di kawasan Alun-Alun dan Pancasila.

Keputusan ini diambil menyikapi kondisi Jalan Pancasila yang sering kali diwarnai kemacetan dan ketidaknyamanan akibat keberadaan berbagai wahana hiburan anak-anak dan aktivitas street photographer yang memakan banyak ruang.

Namun, demi mengakomodasi mobilitas alternatif yang ramah lingkungan, sepeda listrik dan skuter tetap diizinkan beroperasi di kawasan CFN setiap Sabtu-Minggu. Kebijakan ini diharapkan dapat mengembalikan fungsi Taman Pancasila sebagai ruang publik yang nyaman, aman, dan tertata rapi untuk masyarakat berekreasi.

Menanggapi hal ini Mochamad Ali Mashuri, S.A.P, Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, menyatakan optimisme tinggi terhadap inisiatif ini. “Penataan Taman Pancasila dengan konsep Car Free Night adalah langkah progresif,” ujar Ali Mashuri. “Selain menciptakan ruang publik yang nyaman dan aman bagi masyarakat di malam hari, kami optimis ini akan menjadi magnet ekonomi baru.

“Peningkatan aktivitas warga dan pedagang di kawasan ini secara otomatis akan berkorelasi positif terhadap peningkatan PAD Kota Tegal, baik dari retribusi parkir yang lebih tertata maupun dari potensi pajak lainnya.”

Ali Mashuri juga menyoroti keberhasilan program serupa di kota lain sebagai validasi potensi kebijakan ini. “Kita belajar dari pengalaman Solo yang sukses dengan konsep serupa. Dengan perencanaan yang matang dan sosialisasi yang baik, Taman Pancasila bisa menjadi ikon baru Kota Tegal di malam hari,” pungkasnya.

Ia mendesak Pemerintah Kota Tegal bersama instansi terkait agar dapat segera mematangkan detail implementasi Car Free Night di Taman Pancasila, sehingga program ini dapat segera berjalan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat serta kontribusi signifikan terhadap pendapatan daerah.[]

Tegal Darurat Sampah, DPRD Desak Pemkot Ambil Tindakan

Tegal Darurat Sampah, DPRD Desak Pemkot Ambil Tindakan

Persoalan sampah di Kota Tegal mencapai titik krusial. Kondisi sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang memprihatinkan, ditambah teguran keras dari Kementerian Lingkungan Hidup, mendesak Pemerintah Kota Tegal untuk segera mengambil langkah nyata.

Kritikan keras muncul dalam rapat kerja Komisi III DPRD Kota Tegal dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal, Selasa (20/5/2025). Sorotan utama tertuju pada kondisi alat berat penunjang pengelolaan sampah, seperti bulldozer yang sudah tua dan tak layak pakai. Kondisi ini menjadi penghambat serius dalam penanganan tumpukan sampah harian.

Tak hanya itu, Kota Tegal juga mendapat peringatan keras dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait praktik open dumping (penimbunan sampah terbuka) yang tidak lagi diperbolehkan. Aturan ini mengharuskan pemerintah daerah beralih ke sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Menyikapi kondisi tersebut, Komisi III DPRD Kota Tegal mendesak Pemerintah Kota Tegal untuk segera mengadopsi skema pengelolaan sampah yang lebih maju. Salah satu opsi yang didorong adalah penerapan sistem sanitary landfill, metode penimbunan sampah yang lebih terencana dan terkontrol untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Alternatif lain adalah penggunaan mesin predator sampah, teknologi yang mampu mengolah sampah menjadi material lain atau mengurangi volumenya secara signifikan.

Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, Abdul Ghoni, secara tegas menyatakan kondisi Kota Tegal saat ini dalam status darurat sampah. “Tegal darurat sampah. Harus segera ada tindakan nyata untuk menyelesaikan persoalan sampah di Kota Tegal,” ujar Ghoni dengan nada prihatin.

Politisi PKS ini menambahkan, sudah saatnya Pemkot Tegal beralih dari cara-cara konvensional yang tidak lagi relevan dengan tantangan lingkungan saat ini. “Ini bukan hanya masalah kebersihan, tapi juga kesehatan masyarakat dan citra kota. Anggaran harus diprioritaskan untuk pengadaan sarana prasarana yang memadai dan implementasi sistem pengelolaan sampah yang modern,” tegasnya.

DPRD berharap rapat ini menjadi momentum bagi Dinas Lingkungan Hidup dan Pemerintah Kota Tegal untuk bergerak cepat. Perencanaan anggaran, pengadaan alat, serta edukasi kepada masyarakat mengenai pemilahan sampah di tingkat rumah tangga diharapkan dapat segera direalisasikan demi Kota Tegal yang lebih bersih dan sehat.[]

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal mengusulkan Kebijakan Jalan Searah Kartini Dikaji Ulang

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal mengusulkan Kebijakan Jalan Searah Kartini Dikaji Ulang

Penerapan kebijakan jalan searah di Jalan Kartini, Kota Tegal, menuai keluhan dari warga. Kebijakan yang diharapkan dapat mengurai kemacetan justru dinilai memberatkan dan berdampak negatif terhadap aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Andi, seorang pengguna Jalan Kartini, mengungkapkan kekecewaannya terhadap perubahan arus lalu lintas yang berlaku saat ini. Dalam suratnya yang ditujukan kepada Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin, Lc, Andi menyampaikan bahwa sebelum kebijakan ini diterapkan, permasalahan utama di Jalan Kartini adalah Volume kendaraan roda empat yang melintas, mulai dari minibus, bus, truk, hingga mobil tangki BBM, dianggap menjadi biang keladi kesemrawutan.

“Dulu memang repot dengan banyaknya kendaraan besar. Namun, dengan perubahan arah rute saat ini, saya justru semakin kesulitan dari segi waktu dan kenyamanan,” ujar Andi. Ia mengusulkan agar Jalan Kartini dikembalikan menjadi dua arah khusus untuk sepeda, sepeda motor, dan becak. Selain itu, ia juga menyoroti dampak negatif kebijakan ini terhadap pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Cempaka yang omzetnya menurun. “Jalan Cempaka pun tidak sepenuhnya searah, dan para pedagang kaki lima turut terdampak karena omzet mereka menurun,” imbuhnya.

Keluhan serupa juga dirasakan oleh warga yang berprofesi sebagai pembeli. Andi mencontohkan, untuk membeli jajanan dengan harga terjangkau, mereka kini harus mengeluarkan biaya tambahan untuk parkir. “Sebagai pembeli, saya juga merasa keberatan—misalnya, untuk membeli jajanan seharga Rp5.000, saya harus membayar parkir Rp2.000,” keluhnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin, Lc, menyatakan akan menampung dan mengkaji ulang masukan dari warga. Ditemui pada Senin (19/5/2025), Amiruddin mengatakan bahwa pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tegal terkait permasalahan ini.

“Kami menerima aspirasi dari masyarakat dan akan segera melakukan kajian mendalam terkait efektivitas kebijakan jalan searah di Jalan Kartini,” ujar Amiruddin. “Masukan dari warga, termasuk usulan untuk mengembalikan sebagian arus lalu lintas menjadi dua arah bagi kendaraan tertentu, akan menjadi pertimbangan penting dalam evaluasi ini.”

Lebih lanjut, Amiruddin menegaskan bahwa DPRD Kota Tegal berkomitmen untuk mencari solusi terbaik yang dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak, baik pengguna jalan, pelaku usaha, maupun warga secara umum. “Tujuan utama dari setiap kebijakan adalah untuk meningkatkan kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat. Jika dalam pelaksanaannya justru menimbulkan masalah baru, maka perlu dievaluasi dan dicari solusi yang lebih baik,” pungkasnya.[]

Jumlah Penerima PKH di Kota Tegal Menyusut, Komisi II DPRD Tekankan Pengawasan dan Ketepatan Sasaran

Jumlah Penerima PKH di Kota Tegal Menyusut, Komisi II DPRD Tekankan Pengawasan dan Ketepatan Sasaran

Program Keluarga Harapan (PKH) atau program bantuan sosial bersyarat yang telah beralan sejak tahun 2007 mencatat penurunan jumlah penerima di Kota Tegal. Koordinator Pendamping PKH Noverdi Afrianmengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 6.800 keluarga penerima manfaat (KPM) PKH di Kota Tegal. Angka ini menurun dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 7.000 penerima.

Noverdi menjelaskan bahwa penerima PKH harus memenuhi sejumlah kriteria yang telah ditetapkan. Persyaratan tersebut meliputi terdaftar sebagai keluarga kurang mampu serta memiliki komponen yang memenuhi syarat, seperti ibu hamil, anak usia sekolah, balita, lansia, atau anggota keluarga dengan disabilitas.

Menanggapi hal tersebut, Zainal Nurrohman dari Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung pelaksanaan dan melakukan pengawasan terhadap program PKH. Ia menyoroti krusialnya pengelolaan data yang akurat melalui Sistem Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) guna memastikan bantuan dapat tersalurkan secara tepat sasaran.

“Komisi II akan memberikan perhatian khusus pada upaya penanganan kemiskinan ekstrem di Kota Tegal. Kami akan memastikan bahwa setiap bantuan yang disalurkan benar-benar diterima oleh mereka yang berhak,” ujar Zainal dalam diskusi tersebut.

Lebih lanjut, Noverdi Afrian merinci mekanisme pemantauan PKH. Ia menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan setiap tiga bulan sekali dan status setiap penerima diverifikasi secara berkala. Selain bantuan tunai, penerima PKH juga diwajibkan mengikuti kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2). Kegiatan ini mencakup berbagai modul penting seperti pengasuhan anak, kesehatan, pengelolaan ekonomi keluarga, serta perlindungan sosial.

Zainal Nurrohman menambahkan bahwa selain aspek materi, pengembangan mental dan spiritual para penerima PKH juga menjadi perhatian. Ia mendorong agar para penerima dapat melihat PKH sebagai bantuan sementara yang diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus berupaya menjadi keluarga yang mandiri secara ekonomi.

Diskusi tersebut secara keseluruhan menekankan bahwa tujuan utama dari program PKH adalah memberdayakan keluarga penerima manfaat agar tidak terus-menerus bergantung pada bantuan sosial, melainkan mampu mencapai kemandirian.[]

Ketua Komisi II Zaenal Nurohman DPRD Dorong Pendamping PKH Kota Tegal Graduasi KPM

Ketua Komisi II Zaenal Nurohman DPRD Dorong Pendamping PKH Kota Tegal Graduasi KPM

Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal, Zaenal Nurohman, menekankan pentingnya peran pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dalam memotivasi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk mencapai kemandirian ekonomi. Dorongan ini disampaikan Zaenal saat Podcast di Gedung DPRD dengan para pendamping PKH di Kota Tegal, pada Kamis 15 Mei 2025.

Zaenal menjelaskan bahwa program PKH tidak hanya bertujuan memberikan bantuan sosial semata, tetapi juga memberdayakan KPM melalui pelatihan dan pendampingan. Dengan demikian, diharapkan para penerima manfaat memiliki bekal yang cukup untuk meningkatkan taraf ekonomi mereka hingga akhirnya mampu mandiri dan keluar dari program.
“Para pendamping PKH memiliki peran krusial dalam menumbuhkan semangat ‘naik kelas’ bagi para KPM. Mereka adalah garda terdepan yang mendampingi, memberikan motivasi, dan mengarahkan para penerima manfaat agar bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Zaenal.

Saat ini jumlah Penerima PKH pada Triwulan 1 tahun 2025 sebanyak 6873. Jumlah tersebut didampingi oleh 18 Pendamping PKH. Menurut Zaenal komposisi antara pendamping dengan yang didampingi jelas tidak ideal apalagi, ada salah satu Pendamping PKH yang saat ini sedang mengurus resign karena diterima sebagai CPNS.

Ia menambahkan, keberhasilan program PKH salah satunya diukur dari jumlah KPM yang berhasil melakukan graduasi. Graduasi PKH merupakan proses berakhirnya kepesertaan KPM karena telah mampu mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung pada bantuan sosial. Proses graduasi ini dapat terjadi atas kesadaran KPM sendiri maupun melalui inisiatif dan pendampingan dari para pendamping sosial.

Menanggapi dorongan tersebut, salah seorang Pendamping PKH Kota Tegal, Noverdi Novian, menyatakan ditengah keterbatasan sumber daya yang ada, kami tetap berupaya maksimal dalam mendampingi para KPM agar mereka bisa sampai tahap graduasi. Dari Januari-Mei, tercatat sudah ada 90 ajuan graduasi PKH.

“Kami sebagai pendamping PKH menyadari betul pentingnya memotivasi para KPM untuk mandiri. Kami terus berupaya memberikan pendampingan yang efektif, memberikan pelatihan yang relevan dengan potensi wilayah, serta membangun mental kemandirian bagi para penerima manfaat,” ungkap Noverdi.

Noverdi menambahkan, tantangan di lapangan memang beragam, namun pihaknya optimis dengan sinergi antara pendamping, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif dari KPM, target graduasi PKH di Kota Tegal dapat tercapai secara optimal.[]

Aleg PKS Kota Tegal Ali Mashuri Lepas 8 Atlet NPCI Ikuti Seleksi PJP Atlet Potensial di Surakarta

Aleg PKS Kota Tegal Ali Mashuri Lepas 8 Atlet NPCI Ikuti Seleksi PJP Atlet Potensial di Surakarta

Sebanyak delapan atlet potensial dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Tegal bertolak ke Solo untuk mengikuti seleksi Pembinaan Jangka Panjang (PJP). Para atlet dari berbagai cabang olahraga ini dilepas oleh Anggota DPRD Kota Tegal, Mochamad Ali Mashuri, yang hadir untuk memberikan motivasi kepada para pejuang olahraga disabilitas tersebut.

Rombongan atlet dan official bertolak dari Tegal pada Jumat, 16 Mei 2025. Mereka akan mengikuti serangkaian seleksi yang meliputi cabang olahraga Para Atletik, Para Balap Sepeda, dan Para Tenis Meja.

Kedelapan atlet yang akan berjuang mengharumkan nama Kota Tegal adalah Adrian Arya P.S., Bima Ahmad Faryadi, Najma Salsabila, Ridwan Khaerul Huda, Citra Mauliddina, Muhammad Jeffiarrozzaq, Fajar Saputra, dan Hanif Fakhri Setiawan. Selain itu, Muhammad Hafiz Zisma Syofianda dan Erva Wahyuni juga turut serta dalam seleksi bergengsi ini.

Para atlet akan didampingi oleh Wandi Prasetyo yang bertindak sebagai Pelatih PJP, serta Doni Sustiono selaku official dari Bidang Olahraga NPCI Kota Tegal. Kehadiran tim pendamping ini diharapkan dapat memberikan dukungan teknis dan moril yang optimal bagi para atlet selama menjalani proses seleksi.

Dalam kesempatan tersebut, Mochamad Ali Mashuri menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap semangat juang para atlet NPCI Kota Tegal. Ia berharap agar para atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan lolos dalam seleksi PJP ini, sehingga dapat terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi yang lebih tinggi di kancah olahraga disabilitas nasional maupun internasional. Seleksi PJP ini merupakan langkah penting dalam upaya pembibitan dan pengembangan atlet-atlet disabilitas berprestasi di Indonesia. []

Pantau Peredaran Pangan Halal, Erni Ratnani Inisiatif Program Bimtek Juru Sembelih Halal

Pantau Peredaran Pangan Halal, Erni Ratnani Inisiatif Program Bimtek Juru Sembelih Halal

Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Juru Sembelih Halal (Juleha). Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif pokok pikiran Anggota DPRD Kota Tegal Hj. Erni Ratnani, SE, MM.
Bimtek yang diikuti oleh 50 pengurus masjid ini dilangsungkan selama dua hari pada 10-11 Mei 2025. Kegiatan hari pertama di Aula Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sumurpanggang sementara sesi praktik penyembelihan dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Penusupan, Kabupaten Tegal.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menggandeng Tim narasumber dari DPD Juleha Kota Tegal. Anggota DPRD Kota Tegal, Erni Ratnani mengungkapkan, inisiasi untuk mengadakan bimbingan teknis juru sembelih halal lantaran di Kota Tegal masih belum banyak para juru sembelih yang sudah tersertifikasi. Hal tersebut sangat penting, karena perihal penyembelihan hewan tidak bisa asal-asalan, harus sesuai dengan syariat dan sesuai standar atau aturan Pemerintah.

Kepala DKPPP Kota Tegal Sirat Mardanus mengatakan, Bimtek Juleha ini untuk membekali peserta tentang penyembelihan hewan sesuai syariat dan aturan yang benar, baik secara teori ataupun praktik di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Setelah pelatihan, peserta akan diberi sertifikat yang nantinya bisa dilanjutkan dengan megikuti uji kompetensi mandiri yang diselenggarakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan begitu, kelak bisa menjadi modal untuk tambahan penghasilan peserta.
Menurut Sirat, Bimtek Juleha di Kota Tegal ini tidak hanya untuk persiapan Idul Adha saja. Tetapi apa yang didapat dari pelatihan jadi bekal peserta untuk penyembelihan hewan lain seperti unggas atau sejenisnya.

“Selain itu, sudah menjadi ketentuan atau aturan bahwa tempat pemotongan maupun RPH wajib memiliki juru sembelih yang sudah tersertifikasi,” katanya.
Kabid Pertanian dan Peternakan DKPPP Kota Tegal, Indriani Winarti menambahkan ada sebanyak 50 peserta warga Kota Tegal yang mengikuti pelatihan tersebut.
Kebanyakan mereka yang belum memiliki bekal penyembelihan, sehingga dapat mengetahui tata cara penyembelihan yang benar.

“Meskipun ada pula peserta yang sudah menjadi juru sembelih dan tetap mengikuti pelatihan itu, untuk mendapatkan legalitas atau sertifikat sebagai pemantapan profesinya,” ungkapnya.

Konsolidasi Nasional, 2029 PKS Bidik Calon Pejabat Publik dari Generasi Muda

Konsolidasi Nasional, 2029 PKS Bidik Calon Pejabat Publik dari Generasi Muda

Formasi lengkap Fraksi PKS DPRD Kota Tegal menghadiri acara konsolidasi nasional dan Bimteknas Anggota Legislatif PKS se-Indonesia. Koordinasi nasional tersebut akan membahas peran strategis untuk melakukan proyek perbaikan Indonesia terutama dalam pelayanan selaku anggota legislatif.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu menekankan pentingnya peran generasi muda dalam politik nasional. Syaikhu mengapresiasi kehadiran para anggota legislatif PKS, khususnya para wajah baru yang membawa semangat segar ke panggung parlemen. Ia menyebut, di DPR RI periode ini, delapan anggota Fraksi PKS berusia di bawah 40 tahun telah bergabung dalam Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia (KPPI).

“Hari ini, kita menyaksikan wajah-wajah baru, darah-darah segar, semangat-semangat membara dari generasi muda PKS yang telah masuk ke panggung Parlemen. Khususnya di DPR RI, alhamdulillah periode ini ada delapan anak muda Anggota Fraksi PKS di bawah usia 40 tahun yang bergabung di Kaukus Pemuda Parlemen Indonesia (KPPI),” ujar Syaikhu.

“Mereka hadir bukan untuk sekadar duduk, tapi untuk bergerak. Bukan untuk sekadar bicara, tapi untuk bekerja. Bukan untuk sekadar mengisi ruang, tapi untuk menyalakan perubahan,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa PKS tengah menyiapkan kader-kader muda untuk lebih banyak lagi menduduki posisi eksekutif dan legislatif pada Pemilu 2029 mendatang.

“Sebagaimana arahan dari Ketua Majelis Syura PKS, Insya Allah kita sedang menyiapkan lebih banyak lagi generasi muda untuk menjadi pejabat publik, baik di eksekutif maupun legislatif pada Pemilu 2029 mendatang,” ujar Syaikhu.

Acara Konsolnas dan Bimteknas ini diharapkan menjadi ajang silaturahim, berbagi pengalaman, serta meningkatkan kapasitas aleg PKS dalam melayani, memberdayakan, dan membela rakyat.

Positioning PKS Kuat Dalam Pelayanan, Walikota dan Wakil Walikota Tegal Hadiri Milad PKS

Positioning PKS Kuat Dalam Pelayanan, Walikota dan Wakil Walikota Tegal Hadiri Milad PKS

DPD PKS Kota Tegal menyelenggarakan tasyakuran Milad PKS ke-23 di Gedug Arofah, Ahad, 27 April 2025. Acara berlangsung meriah dan dihadiri oleh 700 peserta. Acara tersebut dihadiri Kepala Daerah Kota Tegal dan sejumlah pimpinan dan anggota legislatif Partai Keadilan Sejahtera.

Diantara tamu undangan yang hadir adalah Walikota Tegal Dedy Yon Supriyono, Wakil Walikota Tegal Tazkiyatul Muthmainnah, dan Anggota Komisi VIII DPR RI Abdul Fikri Faqih, Ketua Fraksi Abdul Ghoni, Wakil Ketua Fraksi Erni Ratnani, Sekretaris Mochamad Ali Mashuri Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Amiruddin, dan Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Zaenal Nurohman.

Ketua DPD PKS Kota Tegal H. Amiruddin, Lc mengatakan selama lebih dari dua dekade, PKS telah menunjukkan komitmennya sebagai kekuatan politik yang konsisten berdiri bersama rakyat, melayani dengan hati, dan mengabdi untuk Indonesia.

“Alhasil PKS Kota Tegal mampu menambah jumlah perolehan kursi pada Pemilu kemarin dan bisa menempatkan 5 kader terbaiknya menjadi anggota DPRD Kota Tegal.

Mudah-mudahan di Pemilu yang akan datang PKS Kota Tegal bisa meraih 9 kursi, yang insyaallah 4 kursinya akan diisi kader perempuan PKS,” ujarnya.

Ketua DPD PKS Kota Tegal mengatakan momentum Milad PKS ini mengusung tema universal terutama di bidang pelayanan. Bukan hanya bisa diterapkan di PKS, tetapi juga dapat diterapkan di Pemerintahan Kota Tegal.

Ia juga menyampaikan bahwa Hari Jadi Kota Tegal ke-455 yang mengusung tema “Remojong Gawe Bombong” menjadi inspirasi bagi PKS dalam meningkatkan pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.

“Insya Allah pada momentum Milad Milad PKS ke-23 ini, PKS Kota Tegal akan semakin teguh komitmennya dalam melayani dan mengabdi kepada masyarakat, serta meningkatkan kualitas dan kinerja partai dalam membangun Kota Tegal yang lebih baik,” ujarnya.
Wakil Walikota Tegal Tazkiyatul Muthmainnah menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Milad PKS ke-23 yang mengangkat tema “Kokoh Melayani, Konsisten Mengabdi.”

Ia menyatakan bahwa soliditas dan kiprah PKS dalam melayani masyarakat sudah teruji. “PKS kalau untuk urusan pelayanan sudah tidak diragukan lagi,” katanya.
Mbak Iin, sapaan akrab Wakil Walikota Tegal juga mengapresiasi peran besar perempuan-perempuan yang tergabung dalam RKI (Rumah Keluarga Indonesia) yang hadir memenuhi sebagian besar gedung Arofah.

“Sangat bisa jadi, faktor penentu kemenangan PKS, ada peran besar perempuan-perempuan yang tergabung dalam RKI,” katanya.

PKS Berikan Penghargaan Kepada RKI Terbaik Kota Tegal

PKS Berikan Penghargaan Kepada RKI Terbaik Kota Tegal

Kualitas dan kinerja Rumah Keluarga Indonesia (RKI) di Kota Tegal menempati peran penting dalam pergerakan PKS di Kota Tegal.

Sebagai bentuk apresiasi kiprah RKI, BPKK DPD PKS Kota Tegal mengadakan Lomba RKI Terbaik untuk meningkatkan kinerja dan kualitas RKI yang ada di Kota Tegal.

Nursetyowati mewakili BPKK DPD PKS Kota Tegal mengatakan setelah melalui proses penilaian di tingkat kecamatan, kini diumumkan nominasi Lomba RKI Terbaik tingkat Kota Tegal yang tersebar di 4 Kecamatan.

Diantara RKI yang mendapatkan penghargaan adalah RKI Annisa yang ada di Kelurahan Debong Kidul, Tegal Selatan.

RKI ini diketuai Kasmiah dengan pendamping Dian Arishona. Di Kecamatan Tegal Barat muncul nama RKI Alesha Salsabila di Kelurahan Muarareja. RKI ini diketuai Ika Susanti dengan Pendamping Nella Kristina.

Di Kecamatan Tegal Timur RKI yang mendapatkan penghargaan adalah RKI Husnul Khotimah, Panggung, yang dikomandio Enung Sumiati, dengan pendamping Hj. Rochani.

Kecamatan Margadana yang mendapatkan penghargaan adalah RKI Miftahul Jannah yang ada di Kelurahan Cabawan. Sebagai Ketua adalah Waetun, dan Pendamping Hj. Fajriati Nurhidayah.

Menurut Ketua BPKK DPD PKS Kota Tegal Fajriati Nurhidayah, Lomba RKI Terbaik ini dinilai berdasarkan beberapa indikator, antara lain variasi kegiatan, jumlah anggota, kelengkapan struktur RKI, dan administrasi.

“Kami berharap lomba ini dapat meningkatkan kualitas dan kinerja RKI di Kota Tegal, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Copyright © 2026