Kemah Kebangsaan PKS Perdana Bayu Arie Sasongko

Kemah Kebangsaan PKS Perdana Bayu Arie Sasongko

Kemah Kebangsaan yang berlangsung 2 hari di Praban Lintang belum lama ini menjadi pengalaman pertama bagi Bayu Arie Sasongko, Anggota DPRD PKS Kota Tegal Dapil Tegal Selatan. “Alhamdulilah finish. Bisa ikut acara dari awal sampai akhir,” katanya.

Beberapa hari sebelumnya, begitu dikabarkan oleh Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc tentang genda mukhoyam, Bayu langsung menyatakan kesiapannya untuk ikut. “Seluruh kader PKS tiap jenjang wajib kemah,” kata Amiruddin. Ia pun semakin mantap karena mendapat dukungan rekan kerjanya di Fraksi PKS Rachmat Rahardjo untuk ikut kemah kebangsaan.

Bayu mengaku meski selama berkemah diguyur hujan deras sore dan malamnya, ditambah lagi paginya long march, ia mengungkapkan kebahagiaannya bisa bergabung bersama kader-kader PKS se Karesidenan Pekalongan. “Top PKS, pokoknya,” kata Bayu di grup fraksi.

Amiruddin, Lc memberikan semangat, “Itu baru kemah 2 hari Mas Bayu. Di awal kita biasanya kemah sampai tiga hari lho,” tulis Amir. Sementara Rachmat Rahardjo menimpali, “Kuwe asli kemah kebangsaan arane,” katanya.

Fikri Faqih Siap Support Pelaku Ekonomi Kreatif Tegal

Fikri Faqih Siap Support Pelaku Ekonomi Kreatif Tegal

UU No 24 Tahun 2019 tentang Ekonomi Kreatif telah disahkan. Ia berharap dengan disahkannya Undang-undang ini, para pelaku ekonomi kreatif semakin berkembang pesat dan memiliki daya saing global. “Melalui UU ini pemerintah tidak membatasi, akan tetapi memfasilitasi,” ujarnya.

Menurut Politikus PKS ini persoalan yang terjadi di bawah adalah banyak para pelaku ekonomi kreatif yang lingkup usahanya masih lokal, padahal produknya sudah diminati sampai luar negeri. Belum lagi ketika ada orderan banyak, tapi karena keterbatasan modal sehingga mempengaruhi proses produksi. Tidak hanya itu, para pelaku Ekonomi kreatif ini kebanyakan juga belum belum memiliki hak paten atau hak kekayaan intelektual dari produk yang diciptakanya. “Sudah banyak contoh, produk kita diklaim karena tidak mengurus hak paten,”

Menurut Fikri, negara harus hadir menyelesaikan persoalan ini. Salah satunya dengan disahkannya UU no 24 tahun 2019 ini. “Para pelaku ekraf, punya hak untuk mendapatkan skema pendampingan seperti membantu mengurus hak paten, sampai pada pemasaran,” ujarnya.

Rosyid, salah satu pelaku ekonomi kreatif di kabupaten Tegal yang ditemui Fikri adalah satu contoh pelaku usaha yang produknya sudah sampai Jerman. Tetapi produknya belum memiliki hak cipta.

Ia berharap ke depan agar produknya punya hak paten, sehingga dapat memiliki daya saing tidak hanya lokal dan nasional, tetapi juga di tingkat global.

Giat Senam Nusantara,  Selain Bugar, Jadi Lebih Cinta Indonesia

Giat Senam Nusantara, Selain Bugar, Jadi Lebih Cinta Indonesia

Suasana penuh semangat dan kegembiraan terpancar dari wajah para peserta Kemah Kebangsaaan PKS se Karesidenan Pekalongan saat mengikuti kegiatan senam nusantara, di Praba Lintang, Danasari, Bojong, Kabupaten Tegal (31/12).

Senam bersama ini merupakan kegiatan pertama setelah seremonial pembukaan kemah Kebangsaaan. Kegiatan senam nusantara menghadirkan instruktur senam nasional Mohammad Isnaeni Soffan, dan diikuti oleh 130 kader PKS se Karesidenan yang meliputi Kota dan Kabupaten Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, Kota dan Kabupaten Pekalongan.

Menurut Soffan, senam nusantara ini tidak hanya menggambarkan semangat dan keceriaan, selain menambah kebugaran, senam ini juga representasi kebangsaan karena dalam setiap gerakannya diiringi dengan berbagai lagu daerah. “Pesan persatuan terlihat dalam setiap gerakannya. Ini menggambarkan Indonesia yang memang penuh dengan keberagama,” ungkap Soffan.

Menurutnya, jika senam ini dilakukan minimal satu pekan sekali, bisa menambah kebugaran. “Tidak hanya bugar, senam ini juga punya efek samping jadi lebih cinta Indonesia,” katanya. (Irfan/Foto by Araf Hakim)

Danramil Kobarkan Semangat Bela Negara kepada 130 Kader PKS

Danramil Kobarkan Semangat Bela Negara kepada 130 Kader PKS

Salah satu peran selain menjalankan tugas pokok TNI adalah memberikan wawasan kebangsaan. Inilah yang dilakukan Danramil Bojong, Kapten Arh. Asep Koswara (52) saat mengisi kegiatan Kemah Kebangsaaan yang diikuti 130 kader PKS se Karesidenan Pekalongan di Wana Wisata Praban Lintang (31/12).

Dengan pembawaan yang ramah, Asep Koswara turut menularkan semangat menjaga keutuhan NKRI, dan menanamkan pentingnya rela berkorban

“Kegiatan wawasan kebangsaan sangat perlu diberikan kepada seluruh elemen bangsa, termasuk kader partai politik, karena mereka adalah agen perubahan,” ujarnya.

Dengan wawasan yang luas mengenai kebangsaan ini, diharapkan masyarakat semangat menjaga persatuan dan keutuhan NKRI menjadi solid, dan tidak mudah dipecah belah.

Kepada peserta Kemah Kebangsaaan, Asap Koswara meminta seluruh kader PKS agar ambil bagian dalam menjaga keutuhan NKRI.(Irfan / foto Araf Hakim)

Momen Tahun Baru, PKS Gelar Kemah Kebangsaan

Momen Tahun Baru, PKS Gelar Kemah Kebangsaan

Memasuki pergantian tahun baru 2020 PKS menggelar Kemah Kebangsaaan. Acara tersebut diikuti 130 peserta yang berasal dari 7 kota dan Kabupaten se Karesidenan Pekalongan. Kawasan Wana Wisata Praban Lintang, Danasari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal dipilih sebagai tempat acara mulai 31 Desember sampai 1 Januari 2020.

Acara dibuka oleh Ketua DPD PKS Kabupaten Tegal Arif Budiono, ST. Arif menyampaikan bahwa kegiatan kemah ini merupakan salah satu perangkat tarbiyah kader PKS.

“Kemah atau mukhoyam ini adalah salah satu perangkat tarbiyah kader PKS. Tidak bisa digantikan dengan kegiatan yang lain Seluruh kader PKS wajib mengikuti kegiatan ini,” ungkapnya.

Menurut Arif, ada 3 perangkat tarbiyah yang harus diikuti setiap kader PKS. Yakni tarbiyah fikriyah, ruhiyah, dan jasadiyah. “Kemah Kebangsaaan ini adalah salah satu perangkat pendidikan jasadiyah kader PKS,” tambah Arif.

Ketua Panitia Kemah Kebangsaan Bahtiar mengatakan selama kegiatan peserta kemah Kebangsaaan akan ditempa untuk menguatkan jasadiyah, selain tentu saja Fikriyah dan Ruhiyah.

Sejumlah tokoh dihadirkan sebagai Pemateri diantaranya Ketua DPW PKS DR. H. Abdul Fikri Faqih yang mengisi tentang soliditas kader PKS, Danramil Bojong, Kapten Arh. Asep Koswara yang menyampaikan materi wawasan Kebangsaaan.

Ketua Penyelengga Kemah Kebangsaaan Bahtiar, mengatakan kegiatan ini diikuti 130 kader PKS. Adapun tujuan diselenggarakannya kemah kebangsaan ini selain sebagai sarana pendidikan kader PKS, juga untuk memperkuat soliditas kader, juga menambah kecintaan terhadap NKRI.

Semarak Hari Ibu, PKS Gelar Festival Muslimah

Semarak Hari Ibu, PKS Gelar Festival Muslimah

Semarak kegiatan peringatan Hari Ibu 22 Desember, terlihat dalam kegiatan Festival Muslimah yang diselenggarakan Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Tegal di Bumi Perkemahan Pantai Alam Indah, Minggu (22/12).

Kegiatan mengusung tema “Mengokohkan peran ibu sebagai pemersatu bangsa”. Festival Muslimah terlihat meriah dengan beragam kegiatan.

Di antaranya senam bersama yang dipandu oleh Cak Narto, instruktur senam DPW PKS Jawa Tengah. Ada juga beberapa lomba yang turut memeriahkan acara seperti rangking 1, lomba Tahfidz, lomba flashmob dan senam nusantara.

“Seluruh kegiatan ini spesial didedikasikan untuk para ibu,” ungkap Kabid BPKK PKS Kota Tegal Ma’muroh.

Tidak hanya itu, puncak kegiatan Festival Muslimah ini diisi dengan kegiatan Talkshow yang menghadirkan Sinta Yudisia, psikolog dan penulis nasional yang melahirkan banyak buku.

Dalam kesempatan tersebut Sinta Yudisia menyampaikan 5 karakter mendasar untuk bisa menjadi ibu hebat di era milenial.

“Pertama hanya bersandar kepada Allah SWT. Kedua bangga dengan potensi diri, ketiga memperbaiki komunikasi, keempat tetapkan target bersama suami dan anak-anak, dan terakhir peduli dengan isu-isu lokal, nasional, maupun internasional.”

Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc memberikan apresiasi setinggi-tingginya buat para ibu yang turut serta memeriahkan acara hari ibu bersama PKS. “Dengan semangat ibu-ibu yang luar biasa, insya Allah PKS akan semakin kuat, dan bisa menambah daya kebermanfaatan bagi masyarakat luas,” ungkapnya.

Selain Amiruddin, 3 anggota dewan dari PKS Kota Tegal juga turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka adalah Rachmat Rahardjo, SE, Zaenal Nurohman, dan Bayu Arie Sasongko, ST, MM.

Zaenal Tekankan Pentingnya Membangun Infrastruktur Mental

Zaenal Tekankan Pentingnya Membangun Infrastruktur Mental

Sebanyak 300 warga, menghadiri reses masa persidangan 3, Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS Zaenal Nurohman, Jumat (6/12). Hadir pada kesempatan itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc, Kasi Kelurahan Sumur Panggang Henry Tri Susilo, dan Ari Budi Wibowo yang mewakili Camat Margadana.

Di reses perdananya Zaenal menyampaikan kiprahnya yang saat ini berada di komisi II. Di hadapan peserta, ia menyebutkan dinas-dinas yang menjadi mitra di komisi 2, diantaranya Dinas Kesehatan Kota Tegal, Disdukcapil, Dinaskerin, Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Satu Pintu, Dinas kelautan, dan perikanan Kota Tegal. “Segala aspirasi yang ada kaitannya dengan bidang di komisi dua, bisa disampaikan langsung ke saya,” ungkapnya.

Tidak hanya mengenalkan komisi 2, Zaenal juga sedikit menyampaikan pandangan mengenai infrastruktur. “Infrastruktur memang penting. Sudah menjadi kewajiban Pemerintah Kota Tegal untuk memenuhinya. Kami di PKS memiliki pandangan bahwa infrastruktur fisik memang perlu dibangun, tapi itu juga harus dibarengi dengan membangun infrastruktur mental, atau mindset masyarakat. Oleh karenanya ia bersama Fraksi PKS berupaya mendorong program pemberdayaan yang dapat diakses dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelasnya.

Zaenal juga menyinggung mengenai kenaikan rencana kenaikan BPJS pada tahun 2020. Menurutnya PKS sudah berjuang untuk menolak rencana kenaikan iuran BPJS tersebut. Perjuangan PKS baru sebatas menggagalkan kenaikan BPJS di kelas tiga, sementara kelas 2 dan kelas 1 tetap naik. “Ketika mindset masyarakat sudah terbangun, menghadapi kondisi dan situasi apapun, akan mudah menyesuaikan, dan lebih mencari solusi daripada mengutuk kegelapan,” katanya.

Terkait program bantuan dan pemberdayaan yang diperuntukkan bagi masyaakat tidak mampu, Zaenal juga mendorong pemerintah pentingnya memiliki database akurat, agar program tepat sasaran. Masyarakat juga bisa ikut mengawal sekaligus mengawasi. “Jika memang tidak mampu, laporkan tidak mampu. Jangan sampai mampu tapi melaporkan tidak mampu,” katanya. Sebagai antisipasi, terang Zaenal, Fraksi PKS juga memiliki data-data masyarakat tidak mampu sebagai pembanding.

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc menyampaikan kepada masyarakat agar keberadaaan Zaenal Nurohman di Dapil II bisa bekerja maksimal sampai akhir masa jabatan. “Silakan masyarakat pantau kinerjanya Mas Zaenal, karena beliau ini adalah wakil bapak ibu kalian di parlemen,” ungkapnya. Amiruddin juga menyampaikan kesempatan menyampaikan aspirasi tidak terbatas dalam acara reses seperti ini. Tapi juga langsung bisa datang ke rumah aspirasi Fraksi PKS Kota Tegal yang membuka layanan setiap hari kerja.[]

Sudirman Said ; Saya Percaya PKS Profesional Membantu Korban Banjir

Sudirman Said ; Saya Percaya PKS Profesional Membantu Korban Banjir

Calon Gubernur Sudirman Said menyempatkan diri meninjau langsung kawasan banjir Tegal. Calon Gubernur Jawa Tengah nomor urut 2 ini mendatangi posko Relawan PKS di Krandon.

Bersama para relawan PKS, Sudirman beserta rombongan melihat langsung kawasan banjir di Kelurahan Krandon, Kecamatan Margadana.

“Saya melihat warga sudah mulai kembali beraktivitas. Ada yang beres-beres. Ada harapan untuk kembali memulai aktivitas seperti biasa,” ungkapnya.

Menurutnya banjir tidak bisa diselesaikan secara cepat. Katanya perlu kajian yang mendalam, dan yang tidak kalah penting adalah menyiapkan mental masyarakat agar tetap tangguh, dan tidak mudah mengeluh saat menghadapi bencana.

Sudirman juga mengapresiasi kinerja relawan PKS di posko bencana yang ikut turun membantu sejak hari pertama. “Saya percaya PKS profesional. Sudah sejak lama PKS tanggap bencana,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua DPC PKS Margadana Zaenal Nurrohman menyampaikan keberadaan posko PKS Peduli Banjir masih tetap berjalan membantu menyalurkan bantuan dari masyarakat. “Pelayanan posko bahkan sudah kami perpanjang mengingat keberadaannya masih sangat dibutuhkan,” ujar Zaenal.

Ia berharap banjir segera surut, dan warga kembali bisa beraktivitas normal seperti biasa.

Posko Banjir PKS Diperpanjang Sampai Masa Recovery

Posko Banjir PKS Diperpanjang Sampai Masa Recovery

Jika sore ini anda melewati jalur pantura Tegal, tepatnya di sebelah selatan pos polisi Polsek Krandon, anda akan mendapati beberapa relawan PKS yang tengah sibuk menerima dan menyalurkan bantuan untuk korban banjir.

Sejak Sabtu (10/2) kemarin posko ini didirikan oleh relawan PKS Kota Tegal untuk membantu warga yang dilanda musibah banjir. Bahkan, banjir kali ini disebut sebagai banjir paling parah, karena hampir merendam seluruh kawasan di Kecamatan Margadana seperti Kelurahan Kaligangsa, Krandon, Sumur Panggang, Cabawan, dan daerah sekitar.

Posko yang didirikan PKS ini mendapat respon positif dari masyarakat. Ini terlihat dari semakin derasnya jumlah bantuan yang diberikan melalui posko untuk disalurkan.

“Kami siap menerima sekaligus menyalurkan bantuan untuk korban banjir. Namun jika memang ingin menyerahkan langsung ke masyarakat PKS siap berikan akses, karena sendiri telah menyediakan 3 perahu untuk mobilitas distribusi logistik ke daerah yang terendam setinggi leher orang dewasa,” ungkap Koordinator Posko Banjir PKS.

Ketua DPD PKS Amiruddin mengatakan, berdasarkan pantauan tim relawan PKS sampai hari keempat ini, masyarakat masih memerlukan bantuan. “Keberadaan posko yang semula hanya berlangsung 3 hari, akhirnya kami perpanjang,” ungkapnya.

Posko ini, kata Amir, adalah bentuk kepedulian sekaligus menggerakkan semangat berbagi. “PKS terus berupaya untuk membantu semampunya, sekuatnya bahkan kami upayakan sampai recovery,” pungkasnya.

Nurkhasanah Pilih yang Masih Muda

Nurkhasanah Pilih yang Masih Muda

Meski langkah kakinya terbatas, sama sekali tidak membatasi semangat Nurkhasanah (60) Warga Kalinyamat Kulon, Margadana untuk terus mengikuti kegiatan PWK (Pos Wanita Keadilan) yang diselenggarakan PKS Kota Tegal. Mulai dari acara pengajian, maupun acara besar yang digelar PKS.

Paska kecelakaan yang menimpanya, untuk berjalan ia harus dibantu dengan kruk. “Dulu saya kader penggerak Posyandu,” katanya. Jiwanya sebagai penggerak justru merasakan ketidaknyamanan jika hanya berdiam diri, hingga akhirnya bertemu dengan kegiatan pengajian yang diselenggarakan PKS melalui Pos Wanita Keadilan. “Saya rutin ikut kegiatan PWK. Sering juga ikut pengajian yang diisi Pak Amir,” ungkapnya.

Dedy, saat dikisahkan semangat dan perjuangan Nur oleh kader PKS, membuat Calon Walikota ini ingin menemuinya. Dedy pun mendekati Nur di tengah-tengah lapangan setelah selesai apel siaga. Ibu satu anak ini bahkan merasa tak percaya saat ditemui Dedy dan Jumadi di tengah-tengah lapangan. “Orang seperti saya ini kan sebenarnya sudah tidak dianggap, tapi perhatian Dedy membuat saya merasa dihargai,” ujarnya berkaca-kaca.

Ia bahkan merasa terharu saat ada tim kepanduan yang mengantarnya ke tengah lapangan untuk ikut apel siaga. “Mungkin hanya saya satu-satunya peserta apel yang dibonceng ke tengah lapangan, sudah begitu diberi kursi lagi,” ujarnya.

Saat ditanya model pemimpin apa yang ia harapkan, Nur menjawabnya dengan mantap. “Saya sih ikut pilihan ustad Amir saja, pilih yang masih muda,” katanya.

Copyright © 2026