Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal Hj. Erni Ratnani, SE, MM mendesak Pemerintah Kota Tegal untuk segera memberikan perhatian khusus dan menetapkan perbaikan SDN Panggung 5, Kecamatan Tegal Timur, sebagai prioritas utama. Sekolah yang juga berfungsi sebagai SD Inklusi ini menghadapi kondisi darurat infrastruktur setelah tiga ruang kelasnya dirobohkan karena rusak parah dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan anak-anak.
Erni Ratnani yang hadir dalam kunjungan lapangan (Kunlap) ke lokasi, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi yang dialami siswa. Saat ini, proses belajar mengajar harus dilakukan di ruangan seadanya.
“Kami melihat langsung, ada tiga ruang kelas yang rusak parah sehingga terpaksa dirobohkan. Akibatnya, siswa harus menempati ruang-ruang yang ada dan dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar. Meskipun harus lesehan dan menggunakan meja lipat, semangat belajar mereka tetap tinggi,” jelas Erni.
Erni menekankan bahwa perhatian khusus Pemkot Tegal sangat diperlukan agar anak-anak, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu—yang merupakan mayoritas di sekolah tersebut—dapat memperoleh tempat belajar yang lebih representatif dan layak.
Menurut penjelasan Erni, sekolah tersebut sebenarnya sempat diusulkan untuk direhabilitasi. Namun, usulan tersebut terhambat akibat rasionalisasi anggaran. “Berkurangnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) membuat semua pos anggaran terkena rasionalisasi. Bahkan, usulan perbaikan untuk anggaran 2026 juga sudah kecoret (tidak termasuk), yang berarti perbaikan harus menunggu hingga dua tahun ke depan,” tambahnya.
Sebagai solusi jangka pendek, Komisi I sempat menawarkan opsi sewa tempat untuk menjamin proses pembelajaran tetap berjalan optimal. Pihak Komisi I juga membuka kemungkinan solusi tersebut dapat dialokasikan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
Selain itu, Komisi I DPRD Kota Tegal berencana mengambil langkah strategis dengan mengkomunikasikan masalah ini kepada mitra kerja di tingkat pusat. “Kami akan coba komunikasikan kondisi SDN Panggung 5 ini ke Komisi X DPR RI (Bidang Pendidikan) agar segera mendapat tindakan dan bantuan yang cepat dari pemerintah pusat,” tutup Erni, berharap agar kendala birokrasi dan anggaran tidak lagi menghalangi hak anak untuk mendapatkan pendidikan di fasilitas yang aman dan layak.




