Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Dinkop UKM Perdagangan) Kota Tegal mendorong para pelaku usaha mikro di wilayahnya untuk mulai mengimplementasikan manajemen perencanaan bisnis yang terukur. Langkah ini dinilai krusial guna meningkatkan daya saing dan memastikan keberlanjutan usaha di tengah penetrasi digitalisasi pasar yang semakin masif.
Guna mewujudkan hal tersebut, Dinkop UKM Perdagangan Kota Tegal menggelar Pelatihan Perencanaan Bisnis yang berlangsung selama dua hari, Selasa (19/5/2026) hingga Rabu (20/5/2026), di Rumah BUMN Tegal. Kegiatan ini diikuti oleh 41 pelaku usaha mikro dari berbagai sektor komoditas.
Kepala Dinkop UKM Perdagangan Kota Tegal Sirat Mardanus, melalui Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Randy Aditya, memaparkan bahwa sektor UMKM merupakan salah satu pilar utama penggerak roda perekonomian di Kota Tegal. Berdasarkan data per tahun 2025, tercatat sebanyak 41.879 unit UMKM tumbuh di kota pesisir ini, dengan konsentrasi terbesar pada sektor kuliner, kerajinan, dan perdagangan berbasis kemasyarakatan.
Meski demikian, Sirat mengingatkan bahwa keunggulan kualitas produk semata tidak lagi cukup untuk menjamin eksistensi usaha di era pasar terbuka saat ini.
“Karakteristik persaingan pasar saat ini semakin ketat seiring dengan adopsi teknologi digital. Pelaku usaha mikro tidak dapat lagi mengelola usahanya tanpa arah yang jelas. Mereka membutuhkan perencanaan bisnis yang matang, mulai dari aspek lini produksi, strategi pemasaran, tata kelola keuangan, hingga peta jalan pengembangan jangka panjang,” kata Sirat di Tegal, Rabu.
Menurut Sirat, pola kegagalan perkembangan usaha mikro umumnya bukan dipicu oleh buruknya kualitas produk, melainkan akibat ketiadaan kompas rujukan operasional atau peta jalan (roadmap) usaha. Perencanaan bisnis yang komprehensif diperlukan agar pelaku usaha mampu menetapkan target secara realistis, memetakan peluang, memitigasi risiko, serta mengoptimasikan alokasi modal kerja.
Orientasi Pola Pikir
Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Zaenal Nurohman menyampaikan bahwa program pelatihan ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi lahirnya ekosistem wirausaha yang mandiri dan berdaya tahan di Kota Tegal. Penumbuhan sektor usaha mikro secara terstruktur dinilai menjadi instrumen efektif dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan daerah.
Zaenal menggarisbawahi bahwa faktor determinan utama dalam keberhasilan sebuah usaha terletak pada kesiapan pola pikir (mindset) dan penguasaan metodologi bisnis, bukan sekadar ketersediaan modal finansial.
“Kontribusi modal kerja dalam keberhasilan usaha sering kali dinilai terlalu berlebihan, padahal sekitar 90 hingga 95 persen keberlanjutan usaha justru ditentukan oleh orientasi pola pikir dan pemahaman ilmu bisnis yang fundamental,” ujar Zaenal.
Oleh karena itu, lanjut Zaenal, orientasi pelatihan ini lebih menitikberatkan pada pembentukan mentalitas kewirausahaan yang adaptif terhadap kegagalan, sekaligus mengikis persepsi keliru di sebagian masyarakat bahwa partisipasi dalam pelatihan pemerintah bertujuan untuk mendapatkan bantuan modal secara instan.
Dalam program pembekalan yang menghadirkan narasumber dari jaringan Genpro Kota Tegal ini, para peserta dibimbing secara taktis dalam menyusun draf perencanaan formal. Materi yang diberikan meliputi perumusan visi usaha, pemetaan target pasar yang spesifik, tata kelola arus kas keuangan, hingga manajemen pengelolaan sumber daya manusia (SDM) pada skala mikro.




