Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, Bayu Arie Sasongko ST, MM, mempertanyakan kepada pemerintah kota Tegal terkait kematangan perencanaan pengerjaan proyek Jalan Ahmad Yani.
Proyek menyulap jalan Ahmad Yani menjadi seperti Malioboro di Yogyakarta menurutnya akan menimbulkan banyak masalah bagi masyarakat di sekitar proyek jika tidak ditunda dulu.
“Masih banyak aspek sosial ekonomi yang akan timbul, bagi pedagang pasar pagi, toko, usaha, dan juga warga disekitar dan di sepanjang jalan Ahmad Yani. Untuk itu FPKS meminta agar ditunda terlebih dahulu sampai Pemerintah Kota benar-benar memberikan perencanaan dan solusi yang terencana dan matang”, kata Bayu.
Selain itu Anggota Dewan Fraksi PKS DPRD Kota Tegal lainnya, Zaenal Nurohman A.Md menyoroti nasib Pedagang Kaki Lima (PKL) yang tidak jelas jika pemerintah tetap ngotot melanjutkan pembangunan proyek.
“Belum adanya perencanaan yang matang dan konkrit terkait dengan nasib PKL, kelanjutan usaha mereka, tempat relokasi mereka sementara pekerjaan dilaksanakan,” ujar Zaenal
Saat ini kembali hangat kabar proyek pembangunan jalan Ahmad Yani dikarenakan ada aksi penolakan dari berbagai elemen masyarakat diantaranya Pedagang Kaki Lima (PKL) dan Mahasiswa pada hari Kamis (16/09)
Proyek City Walk Jalan Ahmad Yani ini diperkirakan menelan biaya sebesar 12 Miliar lebih dan ditargetkan rampung sebelum tahun 2022.




