Forum Ayah Kota Tegal Dorong Penguatan Peran Ayah dalam Keluarga

Forum Ayah Kota Tegal Dorong Penguatan Peran Ayah dalam Keluarga

Momentum Hari Ayah Nasional menjadi ajang refleksi bagi para ayah di Kota Tegal untuk kembali meneguhkan perannya dalam keluarga. Melalui Talkshow Spesial Hari Ayah bertema “Keluarga Keren dan Harmonis”, Forum Ayah Kota Tegal mengajak para ayah untuk tidak sekadar hadir secara fisik, tetapi juga terlibat secara emosional dalam pengasuhan dan pendidikan anak.

Kegiatan yang diinisiasi oleh DPD PKS Kota Tegal ini menghadirkan Ketua Forum Ayah DPP PKS, Kang Febri, sebagai narasumber utama. Acara berlangsung Sabtu (9/11) dengan dihadiri sekitar 80 peserta secara luring dan daring, termasuk Wakil Ketua DPRD Kota Tegal H. Amiruddin, Lc, dan Anggota DPRD Mochamad Ali Mashuri.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, menyampaikan bahwa penguatan peran ayah merupakan bagian penting dari upaya memperkokoh ketahanan keluarga. “Ada lima rumah utama dalam kehidupan kita, dan rumah tangga adalah yang pertama harus kita kokohkan. Dari sanalah ketahanan sosial bermula,” ujarnya.

Ketua Forum Ayah Kota Tegal, Retno Kristanto, menjelaskan bahwa forum ini merupakan bagian dari program Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) DPD PKS Kota Tegal. Forum tersebut menjadi wadah bagi para ayah untuk saling belajar dan mendukung dalam menjalankan peran kepemimpinan keluarga. “Tujuannya adalah meningkatkan kesadaran ayah sebagai pemimpin keluarga yang hadir, mendidik, dan menjadi teladan sesuai tuntunan Rasulullah,” kata Retno.

Retno juga menyoroti fenomena fatherless atau hilangnya figur ayah dalam keluarga. Ia mengutip data UNICEF tahun 2021 yang menunjukkan bahwa sekitar 20,9 persen anak Indonesia kehilangan peran ayah dalam kehidupannya. Ada sekitar 15,9 juta anak Indonesia yang berpotensi tumbuh tanpa figur ayah. BPS mencatat hanya 37,17 persen anak usia 0–5 tahun yang tinggal bersama kedua orang tua kandung.

“Bukan seberapa lama kita bersama keluarga, tapi seberapa dalam kesan yang kita tinggalkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kang Febri menekankan pentingnya kehadiran ayah sebagai sumber kehangatan dan kenyamanan di rumah. Menurutnya, keluarga yang hangat akan melahirkan pribadi-pribadi yang berkualitas.

“Anak yang tumbuh di rumah penuh kasih kecil kemungkinan menjadi pelaku kekerasan atau bullying. Jika ayah sebagai qawwam—penopang keluarga—kuat, maka sebesar apa pun masalah, keluarga akan tetap kokoh,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, para ayah diajak untuk tidak sekadar menjadi pencari nafkah, tetapi juga menjadi figur yang menumbuhkan rasa aman, cinta, dan arah bagi anak-anaknya. Sebuah ajakan sederhana, namun esensial: membangun kembali keluarga Indonesia dari rumah, dimulai dengan kehadiran seorang ayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026