Wakil Ketua DPRD Kota Tegal H. Amiruddin, Lc mendorong generasi muda Kota Tegal memanfaatkan bonus demografi melalui jalur wirausaha. Upaya tersebut diwujudkan lewat pelatihan Perencanaan Bisnis Sederhana yang digagas olehnya bekerja sama dengan Dinas Pemuda, Olahraga Dan Pariwisata Kota Tegal.
Kegiatan yang digelar di Holy Bowl Cafe, Jalan Kapten Ismail No. 76, Tegal Barat, (7/11) dan diikuti oleh 40 peserta dari kalangan Generasi Z. Pelatihan dibuka langsung Kepala Dispora Kota Tegal Dr. Drs. Irkar Yuswan Apendi, MM, dan turut menghadirkan para pelaku usaha muda sebagai narasumber.
Dalam sambutannya, Amiruddin menekankan bahwa wirausaha adalah kunci kemandirian ekonomi bangsa dan sarana pembentukan karakter generasi muda. Ia mencontohkan teladan Rasulullah SAW yang memulai aktivitas berdagang sejak usia 12 tahun.
“Jangan menunggu mapan untuk mulai bisnis. Nabi kita sudah belajar berdagang sejak usia muda, dan dari sanalah lahir mental tangguh serta sikap jujur yang menjadi fondasi pengusaha sejati,” ujar Amiruddin.
Politikus PKS tersebut menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif DPRD untuk memperkuat literasi ekonomi dan minat wirausaha di kalangan pemuda. “Bonus demografi hanya akan menjadi peluang bila anak muda siap mengambil peran sebagai pelaku ekonomi, bukan sekadar pencari kerja,” katanya.
Amiruddin menegaskan bahwa dirinya di legislatif berkomitmen mendukung kebijakan yang berpihak pada tumbuhnya ekosistem wirausaha muda. Menurutnya, sektor ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah jika ditopang oleh pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.
“Kita ingin melahirkan generasi muda Tegal yang berani mengambil risiko, mandiri secara ekonomi, dan punya semangat memberi manfaat bagi lingkungan,” ungkapnya.
Kepala Disporapar Kota Tegal Irkar Yuswan Apendi menyampaikan, pihaknya siap melanjutkan sinergi dengan DPRD untuk memperluas program pelatihan serupa di tahun-tahun berikutnya. “Kami melihat antusiasme peserta luar biasa. Ini sinyal positif bahwa semangat berwirausaha mulai tumbuh di kalangan muda Tegal,” kata Irkar.
Pelatihan menghadirkan narasumber Ahmad Syahid, wirausahawan asal Surabaya yang sukses membangun usaha Klinik Pancing dan Griya Umpan. Syahid berbagi pengalaman tentang bagaimana hobi dapat diubah menjadi bisnis bernilai ekonomi.
“Langkah pertama dalam bisnis bukan teori, tapi keberanian untuk mulai. Setelah itu baru belajar meningkatkan keterampilan dan jaringan,” tuturnya. Kini usaha Syahid telah berkembang melalui berbagai kanal e-commerce dan media sosial.
Pembicara kedua, Niila Syukrillah, ST, pemilik usaha kuliner Bom Dimsum, menekankan pentingnya pola pikir kewirausahaan dalam melihat peluang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi oleh mentalitas menghadapi tantangan dan kegagalan.
Sementara itu, penulis Joko Riyanto dalam sesi Bisnis dan Literasi mengingatkan pentingnya pengetahuan sebagai fondasi pengambilan keputusan bisnis. “Tanpa literasi, bisnis hanya akan berjalan dengan intuisi tanpa arah. Ilmu adalah navigasi agar usaha bisa tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.




