Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin, Lc., menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan III 2025/2026 di RW 5, Kelurahan Slerok, Minggu (9/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, warga menyampaikan beragam aspirasi strategis, mulai dari perbaikan infrastruktur jalan wisata, pembukaan akses tanggul, keselamatan lalu lintas, hingga penataan kawasan pasar.
Warga setempat menyoroti kondisi akses jalan menuju objek wisata Pantai Pulau Kodok yang dinilai sudah tidak layak dan mendesak untuk segera diperbaiki. Menanggapi hal tersebut, Amiruddin mendorong Pemkot Tegal melalui dinas terkait agar memberikan perhatian serius, mengingat infrastruktur jalan merupakan pilar penting dalam mendongkrak sektor pariwisata daerah.
“Insya Allah, mudah-mudahan ini menjadi perhatian dari Pemerintah Kota Tegal melalui dinas terkait,” ujar Amiruddin.
Selain akses wisata, Pengurus RW 5 mengusulkan pembukaan akses jalan baru di sepanjang tanggul Kali Prepil ke arah utara yang dapat dimanfaatkan oleh pejalan kaki dan pengendara sepeda motor. Di sektor keselamatan lalu lintas, warga meminta pembangunan zebra cross di titik-titik rawan, salah satunya di persimpangan Jalan Kamboja dekat jembatan menuju perempatan Kejambon, serta peningkatan fasilitas penyeberangan di sekitar SD Slerok 4.
Warga juga mengeluhkan operasional mobil Samsat Keliling yang kerap memicu kemacetan karena berada di kawasan padat lalu lintas. Tak hanya itu, aspirasi penataan kawasan Pasar Langon dan perbaikan Jalan Werkudoro turut disuarakan agar aktivitas perdagangan dan mobilitas warga berlangsung lebih tertib. Kawasan tersebut dinilai sangat padat karena menjadi jalur utama warga menuju pasar serta akses anak-anak TPQ.
Menanggapi rentetan aspirasi tersebut, Amiruddin menegaskan bahwa reses adalah momentum krusial untuk menghimpun data langsung dari masyarakat. Seluruh masukan warga akan dikawal dan diperjuangkan dalam perencanaan pembangunan, baik melalui APBD Perubahan maupun APBD murni.
“Aspirasi tersebut selanjutnya akan dihimpun dan disampaikan dalam pembahasan pembangunan daerah. Kami ingin mengumpulkan data aspirasi sebanyak-banyaknya untuk menjadi bahan pembangunan Kota Tegal,” pungkasnya.




