Hari Disabilitas Internasional tidak hanya dijadikan seremoni formal oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal. Lebih dari itu, anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mochamad Ali Mashuri, mengambil langkah konkret dengan memprakarsai Seminar Parenting Disabilitas yang berhasil mengumpulkan ratusan orang tua hebat.
Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus” ini diadakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal pada Sabtu (15/11).
Ali Mashuri, sebagai inisiator utama, menggalakkan acara ini melalui alokasi dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Kolaborasi terjalin apik antara Ali Mashuri dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tegal dan Yayasan Disabilitas Tegal Bahari, mewujudkan aspirasi para orang tua anak berkebutuhan khusus (ABK) yang telah lama mendambakan event spesial.
“Seminar ini adalah wujud konkret penghargaan dan dukungan kita kepada anak-anak istimewa dan orang tua mereka,” ujar Ali dalam sambutannya, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai penyemangat.
Dalam sesi tersebut, Ali, legislator dari Daerah Pemilihan Tegal Timur, turut membagikan kisah-kisah yang menyentuh dan inspiratif. Ia mencontohkan rekan kerjanya, seorang pengusaha sukses dengan tiga anak disabilitas, yang berkat ketulusan dan penerimaan penuh, anak-anaknya berhasil menemukan potensi terbaik mereka.
“Anak disabilitas, dengan dukungan yang tulus, mereka bisa menjadi pemimpin, bisa menjadi inspirasi,” tegasnya. Ia bahkan mencontohkan keponakannya sendiri yang, meski memiliki keterbatasan pendengaran dan bicara, kini sukses besar menempati posisi supervisor di sebuah pabrik.
Namun, substansi acara ini tidak hanya berhenti pada motivasi. Ali Mashuri secara tegas mendesak Pemerintah Kota Tegal untuk segera memberikan dukungan kebijakan yang lebih konkret dan berkelanjutan, khususnya terkait persoalan krusial: terapi lanjutan.
Ia menyoroti adanya keterbatasan jaminan dari BPJS Kesehatan yang hanya meng-cover terapi anak disabilitas hingga usia tujuh tahun. Kebutuhan esensial untuk terapi, menurut Ali, tidak berhenti pada batas usia tersebut.
“Setelah usia tujuh tahun, anak-anak ini tetap butuh terapi. Karena itu, Pemkot harus hadir,” tandas Ali.
Anggota dewan ini mendesak agar Pemerintah Kota Tegal segera menyiapkan dan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan operasional rumah terapi lanjutan. “Saya juga siap mendukung dari anggaran Pokir,” tutupnya, menunjukkan komitmen kuatnya untuk memperjuangkan kebutuhan ini di ranah legislatif.




