10 Peserta Dilatih Intensif menjadi Aplikator Baja Ringan

10 Peserta Dilatih Intensif menjadi Aplikator Baja Ringan

Sepuluh peserta tampak antusias merangkai potongan-potongan baja. Mereka sedang praktek merancang bangunan saung menggunakan media baja ringan. Sementara di sudut lain tampak juga beberapa orang yang sedang merancang dudukan pot bunga, dari bahan yang sama.

Mereka yang tengah sibuk bekerja adalah peserta pelatihan Aplikator Baja Ringan  yang diselenggarakan Dinaskerin Kota Tegal atas inisiasi pokok pikiran Anggota DPRD Kota Tegal Rachmat Rahardjo. Pelatihan berlangsung selama 5 hari mulai tanggal 15-19 Maret 2022 di Dekranasda, Komplek Balaikota Tegal. Peserta seluruhnya berasal dari masyarakat Kota Tegal dengan rentang usia 25-40 tahun dan belum bekerja. Melalui pelatihan ini mereka dilatih dan dipersiapkan untuk siap kerja.

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS Rachmat Rahardjo menyampaikan di zaman sekarang ini perlu ada inovasi-inovasi yang bisa menguatkan ekonomi keluarga. Salah satunya menambah skill atau keterampilan berwirasusaha.

Rachmat Rahardjo mengharapkan melalui pelatihan ini kelak bisa menghasilkan mekanik atau teknisi yang ahli di bidang pemasangan baja ringan. Selepas dari pelatihan ini para peserta bisa langsung berkarya.

Sementara itu Bahtiar Rifai selaku pelatih menjelaskan bahwa peluang usaha pemasangan baja ringan ini sangat terbuka lebar. “Yang menarik dari pelatihan ini adalah peserta lebih banyak praktik,” kata Bahtiar selaku instruktur pelatihan.

Kata Bahtiar tepat sehari setelah mendengar teori baja ringan di hari pertama, mereka langsung praktik.  “Alhamdulilah teman-teman peserta antusias. Hampir semuanya tidak ada yang menganggur. Mereka asyik menikmati proses dari pelatihan ini,” ungkapnya. Ia menjelaskan saat ini aplikator baja ringan merupakan teknisi yang memiliki prospek luas, sementara untuk saat ini ketersediaan tenaga teknisi masih terbatas.[]

Ia menjelaskan salah satu nilai lebih untuk bisa menjadi teknisi baja ringan adalah usaha pemasangan baja ringan ini hanya memerlukan sedikit peralatan, dan pemasangan bisa langsung ditempatkan di tempat kerja.

Dari pelatihan ini diharapkan hadir aplikator baja ringan yang siap kerja, apakah membuka usaha pemasangan baja ringan maupun bergabung di bengkel pemasangan. Pelatihan dibuka Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Industri Kota Tegal R. Heru Setyawan dan didampingi Rachmat Rahardjo selaku anggota dewan pengusul program.[]

Bayu Arie ; “Pemkot Tegal Perlu Revitalisasi Sarana Olahraga”

Bayu Arie ; “Pemkot Tegal Perlu Revitalisasi Sarana Olahraga”

Salah satu alasan Kota Tegal jarang jadi tuan rumah ajang olahraga nasional seperti POPDA, adalah karena sarana keolahragaan masih belum memadai. Komisi III DPRD Kota Tegal berharap agar Pemerintah Kota Tegal mulai memikirkan perlunya memiliki sarana keolahragaan berstandard nasional.

Hal ini disampaikan Bayu Arie Sasongko, Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tega. Bayu menjelaskan, saat ini Komisi III DPRD Kota Tegal sudah mengusulkan Raperda Penyelenggaraan Keolahragaan, menyusul kurang adanya keselarasan daam pembangunan olahraga di Kota Tegal. Komisi III memandang belum ada kesamaan persepsi antara pembina dan pelaku olahraga prestasi. Hal ini berdampak pembinaan olahraga tidak terkonsep pemasalan, yang terjadi justru dilakukan secara sporadis pada klub dan cabang olahraga tertentu. Padahal pemasalan merupakan ujung tombak pembinaan.

Belum lama ini Komisi III DPRD Kota Tegal juga melakukan studi banding ke Kabupaten Pemalang yang sudah memiliki sarana keolahragaan untuk cabang olahraga kolam renang berstandard nasional.  “Kolam renang berstandard nasional tersebut artinya wahana tersebut bisa dijadikan sebagai tempat kegiatan kejuaraan nasional. Sudah layak dan bisa,” katanya.

Bayu menjelaskan Kota Tegal sebenarnya potensial untuk dibangun sarana keolahragaan yang berstandard nasional. “Lahan untuk membangun sarana keolahragaan ada, hanya dari sisi APBD agak berat. Meski begitu saya kira itu jangan jadi alasan. Jika APBD tidak memungkinkan, Pemkot bisa mulai mencari sumber-sumber pembiayaan dari sumber lain diluar APBD. Perlu kerjas keras dari semua pihak, termasuk walikota,” ungkap Bayu.

Bayu mencontohkan cabang olahraga renang misalnya. Jika melakukan pembangunan sarana olahraga renang baru dinilai berat yang bisa dilakukan adalah merevitalisasi kolam renang Samudera, sehingga bisa menjadi sarana pembinaan atlet renang sejak dini.

“Aset itu punya pemkot, masalahnya pengelolaan sudah dikelola pihak ketiga. Selama 2 tahun pandemi tidak memberikan kontribusi. Saya kira ini bisa menjadi klausa untuk mereview kerjsama. Boleh dilanjutkan, tetapi perlu direview ulang kerjasamanya sehingga pemerintah Kota Tegal punya hak untuk pengelolaan, selain tentu saja mendapatkan peningkatan pendapatan anggaran daerah.[]

Ikut Pelatihan Komunikasi, Kader PKS Kota Tegal Harus Lebih Pede

Ikut Pelatihan Komunikasi, Kader PKS Kota Tegal Harus Lebih Pede

Ikhtiar memperbaiki komunikasi di kalangan kader PKS Kota Tegal terus ditingkatkan. Salah satu cara perwujudannya melalui program Peningkatan Keterampilan dan Kewirausahaan (PKK). Materi komunikasi menjadi sebagai salah satu materi yang harus diikuti oleh kader PKS Kota Tegal.

Belum lama ini Bidang Kaderisasi DPD PKS Kota Tegal menyelenggarakan program Peningkatan Keterampilan dan Kewirausahaan. Adapun tema yang diangkat pada kesempatan itu adalah Membangun Komunikasi Efektif dan Produktif, dan menghadirkan Rama Sahid dari Adaptable Consulting sebagai pembicara.

Ketua DPD PKS Kota Tegal H. Amiruddin, Lc, menyampaikan siapapun yang ingin sukses butuh skill ini, kader-kader PKS juga perlu dibangun kemampuan komunikasinya, sehingga akan lebih mudah mengomunikasikan program-program kebaikan ke PKS.

“Dengan kemampuan komunikasi yang baik, kader PKS mampu menguatkan ikatan yang selama ini telah mendukung dan bersama PKS. Melalui kemampuan komunikasi ini pula kader-kader PKS diharapkan bisa mengajak lebih banyak lagi orang-orang untuk bergabung bersama PKS. Sehingga PKS layak jadi pemenang 2024,” katanya.

Saat pelatihan, Rama Sahid menjelaskan ada 4 tipe komunikasi, pasif, agresif, pasif agresif, dan asertif. Peserta diajak untuk menentukan diri tipe komunikasi yang ada pada diri masing-masing masuk kategori tipe apa, dan pada akhirnya diarahkan bagaimana agar berada pada tipe komunikasi asertif. “Komunikasi asertif itu adalah saat bicara menatap, antusias, mendengarkan, rileks, dan menghadapi konflik,” kata Rama Sahid.

Di akhir pelatihan para peserta diminta menuliskan action setelah kegiatan ini. Ali Mashuri menuliskan bahwa dirinya ingin menjadi lebih percaya diri dan tidak grogi saat bicara di depan publik untuk menyampaikan kebaikan-kebaikan PKS pada masyarakat.  Sementara itu Nurchotimah menyampaikan setelah ikut pelatihan ini berkomitmen untuk lebih percaya diri,  dan mampu menatap kawan bicara, lebih banyak mendengar, dan membuang rasa sungkan.

Rachmat; “Kota Tegal Perlu Ruang Publik Ramah Anak”

Rachmat; “Kota Tegal Perlu Ruang Publik Ramah Anak”

Sebagai wilayah perkotaan padat penduduk, Kota Tegal membutuhkan ruang publik ramah anak. Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Jakarta bisa menjadi benchmark untuk diterapkan. Hal ini disampaikan Rachmat Rahardjo kepada Radar Tegal (15/3).

Menurut Rachmat, ruang publik di Kota Tegal saat ini fungsinya baru sebatas ruang terbuka hijau, namun belum ramah untuk anak-anak. Politisi PKS ini mengatakan ruang publik ramah anak tidak cukup hanya hijau dan terdapat fasilitas tempat  bermain. Lebih dari itu, ruang publik itu harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung yang disesuaikan dengan perkembangan anak, kenyamanan orangtua, serta tepat berinterkasi seluruh warga dari berbagai kalangan. “Juga terdapat relawan yang dapat mengarahkan. Saya kira Ruang Publik Terpadu Ramah Anak di Jakarta bisa jadi contoh,” ungkapnya.

Rachmat menambahkan, pemenuhan ruang publik ramah anak punya tujuan dalam mewujudkan generasi emas Indonesia. Saat ini dunia anak seringkali dihadapkan pada persoalan anak-anak yang kecanduan gadget dan game online, sehingga harus diatasi dengan cara  yang tepat, disamping mengatasi permasalha kecanduan merokok, narkoba, dan lainnya yang mengancam anak-anak.

Salah satu solusi yang dibutuhkan adalah membangun ruang publik ramah anak yang tersebar tidak hanya di pusat kota, tetapi bisa sampai di tingkat RW dengan memanfaatkan balai-balai RW dan partisipasi masyarakat menjadi relawan di ruang publik ramah anak tersebut.[]

Amiruddin; Pelaku Usaha Perlu Memiliki  Mental Positif

Amiruddin; Pelaku Usaha Perlu Memiliki Mental Positif

Program pelatihan bagi usaha mikro start-up resmi dibuka pada 14 Maret 2022. Acara ini merupakan batch-2 dari program serupa sebelumnya yang lebih dikenal dengan program Intensive Business Coaching (IBC). Acara ini difasilitasi Dinas Koperasi dan UKM Kota Tegal dari hasil pokok pikiran anggota DPRD, dan bekerjasama dengan Genpro Chapter Kota Tegal.

Hadir pada kesempatan pembukaan Anggota DPRD dari Fraksi PKS Kota Tegal H. Amiruddin Lc, Sekretaris Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal Trysnawati, S.H., MH., Kepala Bidang Koperasi dan Usaha Mikro Denny Anggoro SE, MM. dan narasumber di sesi perdana Subhan Yusup, Founder Quinna Breadhouse.

Amiruddin menyampaikan pentingnya memiliki sikap positif untuk maju dan mengembangkan usahanya. Program ini tidak hanya berisi kegiatan pelatihan, melainkan program pendampingan kepada para pelaku UMKM di Kota Tegal.

Ia mengisahkan bagaimana seekor kuda terperosok ke dalam sumur. Dari atas ada yang menyelamatkan dengan cara menjatuhkan tanah sedikit demi sedikit. Jika tidak berpikir positif, kuda itu bisa jadi berpikir apakah dirinya akan dikubur hidup-hidup. Tetapi pikiran positif mengubah mindsetnya sehingga perilaku dia berubah, bukannya pesimis tetapi dia memiliki harapan. Akhirnya dia justru memanfaatkan setiap timbunan tanah sebagai pijakan sampai dia bisa naik ke permukaan.

Amiruddin mengungkapkan peningkatkan kapasitas pelaku UMKM agar bisa naik kelas adalah sebuah keniscayaan yang perlu dilakukan, karena mereka adalah denyut nadi perekonomian. Salah satu program untuk meningkatkan kapasitas itu adalah melalui pelatihan ini. “Melalui program ini semua peserta tidak hanya dilatih, tetapi juga didampingi secara intensif selama setahun untuk menaikkan skala usaha,” kata Amiruddin.

Tampil perdana sebagai narasumber adalah Subhan Yusup, Founder Quinna Breadhouse. Subhan menyampaikan pentingnya membangun sikap terlebih dahulu sebelum membangun usaha, karena menurutnya pertumbuhan usaha, bisnis akan selaras dengan pertumbuhan diri.

Ada beberapa narasumber dari Genpro yang akan terlibat dalam kegiatan ini. Diantaranya adalah Abi Darwis, Ridwan Abadi, Rama Sahid, Ahmad Ghozali, Fitra Jaya Saleh, dan beberapa narasumber lain yang akan membersamai program ini selama satu tahun.[]

PKL di F-PKS DPRD Kota Tegal, Riska: “Seperti Keluarga Sendiri.”

PKL di F-PKS DPRD Kota Tegal, Riska: “Seperti Keluarga Sendiri.”

Dua bulan bertugas di Fraksi PKS DPRD Kota Tegal dalam program PKL (Praktik Kerja Lapangan), Riska Putri Andini (17), siswa SMK PGRI Kota Tegal mendapatkan banyak pengalaman dan pelajaran berharga selama penempatan.

Hal ini ia sampaikan saat pamitan karena telah selesai masa tugas penempatannya. Salah satu yang paling berkesan bagi Riska saat bertugas ia merasa diterima oleh keluarga besar F-PKS Kota Tegal. Saat itu Riska didampingi 2 temannya Ines dan Nesa, teman satu sekolahnya, melakukan pamit.

Ketiga anak ini ditemui langsung oleh Ketua Fraksi PKS Kota Tegal yang didampingi oleh Staff Fraksi Ali Mashuri. Amiruddin mengucapkan terimakasih kepada Riska yang telah membantu kinerja Fraksi PKS selama ini. “Meski hanya dua bulan di Fraksi PKS, kami merasa kehilangan sebenarnya. Semoga Riska lancar studinya, dan tercapai cita-cita dan harapannya di masa depan,” kata Amir.

Riska juga mengucapkan terimakasih sudah diterima dengan baik saat bertugas. “Selama di Fraksi PKS saya merasa seperti sudah kenal dekat, , seperti keluarga, ngobrol bareng , komunikasi baik. Di sini juga saya belajar bagaimana Fraksi PKS melayani dan menerima tamu, membantu menyusun laporan administrasi, dan banyak hal lain selama penempatan. Semoga bermanfaat bagi semuanya,” jelas Riska.

Saat ditanya apakah ada masukan buat Fraksi PKS, Riska menjawab, ”Insya Allah F-PKS tidak ada kurangnya. Semoga PKS maju dan selalu amanah,” katanya. Satu hal yang paling berkesan bagi Riska adalah orang-orang di Fraksi PKS itu baik dan asyik. “Saya sering disapa setiap kali bertemu,” begitu kesannya.[]

Nunggak BPJS, Warga Berharap Beralih KIS yang Dibiayai APBD

Nunggak BPJS, Warga Berharap Beralih KIS yang Dibiayai APBD

Anggota DPRD kota Tegal dari Fraksi PKS Bayu Arie Sasongko ini menerima berbagai keluhan dari warga terkait BPJS. Oleh karenanya, saat reses Bayu menghadirkan Kepala BPJS Cabang Tegal Yusef Eka Darmawan untuk menjelaskan seputar permasalahan kesehatan, khususnya BPJS di Kota Tegal.

Bayu mengungkapkan, persoalan kesehatan menjadi masalah utama yang perlu diselesaikan. Diantara persoalan yang muncul adalah banyak peserta BPJS mandiri merasa keberatan iuran setiap bulannya sehingga banyak yang nunggak. Mereka berharap bisa beralih KIS yang dibiayai APBD.

Menanggapi hal itu, Bayu menjelaskan selama warga yang mengajukan permohonan BPJS KIS yang dibiayai APBD masuk kategori dan memenuhi syarat, bisa diperjuangkan. Selain itu, yang saat ini Pemkot tengah mengupayakan agar Kota Tegal agar bisa Tegal bisa menjadi kota layak UHN (Universal Health Coverage).

“Jika sudah mencapai UHC, maka persoalan kesehatan sudah bisa ditanggung pemerintah, jadi untuk berobat cukup menunjukkan KTP. Semua warga kota Tegal sudah bisa gratis berobat dimanapun asalkan kelas 3,” ungkap Bayu.

Bayu menjelaskan bahwa syarat untuk bisa mencapai kelayakan itu adalah perlu ada sinergi dari semua unsur, agar bagi yang mampu bisa mendaftarkan layanan BPJS sehingga ketercapaian 90 persen bisa dicapai.

Sementara itu Kepala BPJS Cabang Tegal Yusef Eka Darmawan menyampaikan, dengan adanya BPJS ini sebenarnya masyarakat sangat terbantu dalam pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan semua kebutuhan obat dicover BPJS.

Jika ada kejadian misalnya di rumah sakit ketersediaan obat kosong, dan pasien diminta beli diluar, maka notanya bisa bawa ke kantor BPJS, dan uangnya bisa diganti oleh BPJS. “Harusnya tidak ada penambahan biaya. Saat ini pelayanan pun bahkan semakin dimudahkan dengan adanya aplikasi mobile JKN,” katanya.

Menanggapi adanya keluhan iuran yang menunggak, Kepala BPJS Cabang Tegal Yusef Eka Darmawan mengatakan idealnya tetap dibayarkan. Hanya saja pada kasus tertentu ada kebijakan yang diambil BPJS seperti misalnya ada peserta menunggak iuran lima tahun, dibayar 2 tahun terakhir, meski dicicil, dan yang sisanya 3 tahun diputihkan.

Ia juga menyarankan jika ada pasien yang terdaftar BPJS meninggal, dari pihak keluarga sebaiknya langsung melaporkan kepada pihak BPJS, dengan adanya laporan ini maka status kepesertaan BPJS sudah otomatis dihentikan dan tidak akan keluar tagihan lagi.[]

Jalan Rusak Parah di Kawasan Padat, Prioritas Diperbaiki. Bila Perlu Siapkan Langkah Darurat

Jalan Rusak Parah di Kawasan Padat, Prioritas Diperbaiki. Bila Perlu Siapkan Langkah Darurat

Kerusakan jalan yang parah di sejumlah titik perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Tegal. Kondisi jalan berlubang di kawasan padat penduduk menjadi penghambat aktivitas warga, apalagi di musim hujan saat ini. Salah satu jalan yang mengalami kerusakan parah adalah Jalan Pendidikan di Kelurahan Pesurungan Lor, Kecamatan Margadana, Kota Tegal.

Anggota DPRD Komisi III DPRD Kota Tegal Rachmat Rahardjo menyampaikan, kerusakan Jalan Pendidikan di Kelurahan Pesurungan Lor perlu segera diperbaiki, sebab jalan tersebut merupakan akses layanan publik menuju beberapa sekolah dan perguruan tinggi. Rachmat mendorong organisasi perangkat daerah mengambil langkah darurat.

“Lakukan penambalan sebagai langkah darurat apabila belum memungkinkan untuk perbaikan keseluruhan. Jalan itu akses menuju sarana public, maka diharapkan bisa dilakuan perningkatan kualitas jalan agar lebih awet,” kata Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS sebagaimana dilansir Radar Tegal (8/3).

Teguh Widodo, salah satu warga mengatakan setiap hari banyak pelajar yang melewati jalan ini menggunakan kendaraan atau pun jalan kaki merasa kebingungan memilih jalan, karena terlalu banyak genangan. “Sebelum musim penghujan, jalan ini sudah rusak parah. Kami sangat berharap bisa segera diperbaiki,” katanya penuh harap.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Tegal Setiabudi mengungkapkan, perbaikan jalan Pendidikan saat ini sedang dsusun harga perkiraan sendiri dan  sudah masuk jadwal pengerjaan tahun ini. “Ini sedang penyusunan HPS, untuk ditenderkan,” katanya.[]

Pedagang Heran, Minyak Langka di Pasaran, Tapi Marak Dijual Online

Pedagang Heran, Minyak Langka di Pasaran, Tapi Marak Dijual Online

Langkanya minyak goreng di pasaran dikeluhkan banyak warga, termasuk pedagang pasar dan pemilik warung kelontong. Informasi ini disampaikan Imron Rosadi, salah satu warga yang berprofesi sebagai pedagang pasar saat berkunjung ke Fraksi PKS DPRD Kota Tegal pada Rabu (9/3).

Hal yang membuat dia heran dan bertanya-tanya adalah, minyak langka di pasaran, tetapi ia menemukan maraknya pedagang online menawarkan minyak goreng.

Pantauan tim media F-PKS Kota Tegal pada Rabu, 9 Maret 2022, di beberapa minimarket dan sejumlah toko kelontong, stok minyak goreng di tempat yang biasa dipajang kosong. Salah satu pemilik warung kelontong di Jl. Merpati, Kelurahan Randugunting mengatakan bahwa sejak kemarin stok minyak goreng kosong. “Terakhir dapat dari pemasok hanya 2 karton, dan langsung habis dalam waktu 30 menit,” katanya.

Anggota DPRD Komsi II DPRD Kota Tegal Zaenal Nurrohman turut menanggapi kelangkaan minyak goreng di masyarakat. Ia menyampakan kelangkaan kebutuhan pokok minyak goreng mestinya tidak sampai terjadi. “Pemerintah mengklaim minyak goreng tidak langka. Pabrik-pabrik masih produksi, Tapi fakta yang terjadi di lapangan sebaliknya.  Ini kan aneh. Kasihan masyarakat yang kesulitan mendapatkan bahan pokok,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kelangkaan ini ada masalah pada mata rantai distribusi. Jika pasokan minyak aman, lalu kemana perginya minyak goreng itu. Zaenal menduga ada oknum-oknum yang melakukan penimbunan. Secara tegas, politikus muda PKS ini meminta kepada Pemerintah Kota Tegal melakukan operasi pasar untuk mengantisipasi adanya oknum tidak bertanggungjawab yang melakukan penimbunan minyak goreng yang menyebabkan langkanya kebutuhan bahan pokok itu.[]

Sekolah di Kota Tegal Kembali Tatap Muka, Orangtua Bisa Bernafas Lega

Sekolah di Kota Tegal Kembali Tatap Muka, Orangtua Bisa Bernafas Lega

Akhirnya orangtua bisa bernafas lega dengan turunnya level PPKM di KotaTegal dari level 4 menjadi level 3. Itu artinya, anak-anak akan kembali merasakan kembali suasana belajar di sekolah. Kabar ini pun mendapat respon positif dari Komisi I DPRD Kota Tegal dan sepenuhnya mendukung kembali pembelajaran tatap muka.

Anggota I DPRD Kota tegal H. Amiruddin, Lc mengatakan pembelajaran jarak jauh memang sudah menjadi kebiasaan baru dalam dunia pendidikan. Tetapi interaksi langsung dengan guru di sekolah tidak bisa tergantikan.

“Sesuai instruksi Mendagri No 15 tahun 2022, pertemuan tatap muka di satuan pendidikan bisa dilakukan meski pelaksanaannya masih terbatas. Saya yakin turunnya level PPKM dari 4 menjadi 3 ini menjadi kabar baik yang paling ditunggu orangtua di Kota Tegal,” kata Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal ini.

Amir menjelakan sejak pertengahan Februari lalu, level PPKM Kota Tegal naik menjadi level 4. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal saat itu memutuskan untuk tidak menggelar pembelajaran tatap muka. Pembelajaran tatap muka yang baru berjalan belum ada satu bulan, terpaksa dihentikan lagi.

Dampaknya anak-anak kembali dirumahkan atau melakukan pembelajaran melalui daring. Bukan hanya anak-anak yang kehilangan semangat belajar, orangtua pun menyayangkan kebijakan ini.

“Rata-rata mereka khawatir anak-anak di rumah justru kurang terkontrol selama di rumah dan yang paling meresahkan adalah interaksi anak-anak dengan gadget juga rentan membuat lintasan berpikir anak menjadi macet,” jelasnya.

Copyright © 2026