Tidak Hanya Kaum Ibu, Para Ayah Juga Perlu Paham Literasi Emosi

Tidak Hanya Kaum Ibu, Para Ayah Juga Perlu Paham Literasi Emosi

Survey KPAI 2020 menunjukkan hasil yang cukup mencengangkan. Hasil survey itu menunjukkan bahwa 7 dari 10 bunda melakukan kekerasan secara emosional kepada anak, dan 6 dari 10 bunda melakukan kekerasan secara fisik kepada anak.

Hal inilah yang menyentak kesadaran Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Kota Tegal untuk menyelenggarakan kelas parenting yang bertajuk Literasi Emosi.

Data ini menjadi kalimat pembuka Kartika Dwi Hapsari dalam sesi kelas kajian literasi emosi yang diselenggarakan di DPD PKS Kota Tegal. Kegiatan ini pun mendapatkan respon yang cukup baik di kalangan ibu-ibu. Kelas perdana dibuka pada 8 Juni 2022 yang diikuti sekitar 70 peserta. Karena peminat kajian ini yang membludak, kelas yang sama pun kembali dibuka pada 15 Juni 2022 dengan tema yang sama, dan dihadiri 54 peserta.

Ketua BPKK DPD PKS Kota Tegal Fajriati Nur Hidayah mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk meningkakan kemampuan literasi emosi di kalangan orangtua. Ia berharap melalui kegiatan ini para orangtua semakin bisa memahami emosi dirinya dan bisa mengelola emosi atau perasaannya dengan tepat baik kepada dirinya, maupun keluarganya. Dengan begitu, keluarga akan menjadi semakin kokoh.

Sementara itu Kartika Dwi Hapsari menjelaskan ada lima dimensi leiterasi emosi. Kelima dimensi itu diantaranya adalah kemampuan mengenal perasaan, mengasah hati dengan empati, menangangi dan memperbaiki kerusakan emosi, mengelola ekspresi emosi dan mengintegrasikan empat dimensi sebelumnya. “Perasaan itu

perlu diekspresikan. Emosi itu perlu diungkapkan. Jangan dipendam. Dan kita perlu mengalirkan perasaan itu dengan tepat dan tidak salah sasaran. Kesalahan mengalirkan emosi ini bisa berdampak fatal baik bagi diri maupun keluarga,” jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa cara seorang anak dalam mengekspresikan emosinya mencontoh kedua orangtuanya. “Menyimpan dendam di dalam hati itu seperti membawa kotoran, makin lama aromanya semakin tidak membuat nyaman. Tapi sebalinya memaafkan kesalahan orang lain sebelum ia memaafkan termasuk yang dicontohkan oleh Rasulullah,” jelasnya.

Kartika menjelaskan bahwa literasi emosi in tidak hanya penting dipahami oleh para ibu, tapi para ayah yang merupakan qawam dalam keluarga pun perlu memahami literasi emosi sehingga bisa terjadi sinergi dalam mendidik dan menumbuhkan keluarga. Ia berharap ke depan, kajian ini juga bisa diikuti oleh para ayah di Kota Tegal.[]

PKS Kota Tegal Latih Relawan Advokasi

PKS Kota Tegal Latih Relawan Advokasi

Fraksi PKS DPRD Kota Tegal berkolaborasi dengan DPD PKS Kota Tegal menyelenggarakan pelatihan relawan advokasi pada Ahad, 12 Juni 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 4 utusan DPC dan 2 utusan dari Aleg PKS, dengan total 24 peserta. Selain bertujuan untuk mempersiapkan relawan, kegiatan ini juga sekaligus sebagai sarana mengokohkan DNA PKS sebagai partai pelayan rakyat.

Agenda yang dikemas dalam Training for Trainer Relawan Advokasi ini dihadiri oleh 4 Aleg PKS diantaranya Amiruddin, Lc, Rachmat Rahardjo, Zaenal Nurrohman, dan Bayu Arie Sasongko.

Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin Lc mengatakan ada begitu banyak permasalahan sosial di masyarakat yang membutuhkan pelayanan dan perlu kita layani. “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya,” kata Amiruddin mengutip hadis yang diriwayatkan Muslim, At-Turmudziy, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad.

Sementara itu, inisiator program kegiatan ini Zaenal Nurrohman mengatakan, minimnya akses, lemahnya pengetahuan, rumitnya jalur birokrasi, dan keterbatasan peran membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan yang memang sudah menjadi haknya. “Yang jadi persoalan adalah banyaknya masyarakat yang membutuhkan layanan ini, tidak sebanding dengan jumlah relawan yang terlibat dalam melakukan advokasi pelayanan,” kata Zaenal.

Ia berharap melalui kegiatan pembekalan kerelawanan ini akan lahir relawan-relawan yang memiliki integritas dan jiwa sosial tinggi, siap mendampingi masyarakat baik secara fisik maupun secara akses, dan bisa menjembatani komunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang bershinggungan langsung dengan masyarakat.

Sementara itu Bayu Arie Sasongko menambahkan bahwa keterlibatan relawan advokasi yang dipersiapkan secara khusus ini menjadi penting sebab itu menjadi bagian dari sistem yang membantu kelancaran proses pendampingan dan pelayanan.

Kegiatan pembekalan itu, para peserta diberikan materi seputar kerelawanan seperti membangun mindset relawan tangguh, Regulasi Program Pelayanan Masyarakat, dan juga komunikasi efektif. []

Zaenal Nurrohman; “Raperda PKL Harus Jadi Solusi Pertumbuhan Ekonomi di Kota Tegal.”

Zaenal Nurrohman; “Raperda PKL Harus Jadi Solusi Pertumbuhan Ekonomi di Kota Tegal.”

Raperda Penataan dan Pemberdayaan PKL yang diajukan Walikota Tegal harus bisa menjadi solusi bagi kesejahteraan PKL. Dengan demikian PKL menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi bukan menjadi sebaliknya, menjadi sumber masalah perkotaan.

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Pansus Raperda Penataan dan Pemberdayaan Pedagang Kaki Lima Zaenal Nurrohman, Kamis (9/6).

Selain itu Zaenal menambahkan penentuan kawasan peruntukan lokasi PKL berjualan pun tidak bisa dilakukan tiba-tiba. Menurutnya harus ada pendekatan dan kajian ilmiah dari karakteristik lokasi PKL wilayah perkotaan di lapangan. Ia menyayangkan kajian ini seringkali diabaikan sehinga kebijakan yang seharusnya jadi solusi justru menjadi masalah baru.

Lebih lanjut Zaenal menjelaskan kajian ini dipandang menjadi masukan penting dalam penentuan lokasi yang tepat bagi PKL. Sehingga para PKL tetap memperoleh akses menuju keberhasilan secara ekonomis tanpa harus menimbulkan masalah penataan fisik kota dan masalah lingkungan.

Politisi PKS ini meyakini jika kita kita mampu melihat kacamata berpikir positif, penataan PKL akan memberikan efek yang luar biasa untuk pertumbuhan kota. “Menggeliatnya aktivtias PKL ini harus kita pandang sebagai mulai bangkitnya perekonomian di Kota Tegal. Pertumbuhan kota akan terjadi ketika daya beli masyarakatnya kuat, dan pertumbuhan kota tidak bisa dihindarkan dari adanya PKL,” katanya.

Dalam konteks pemberdayaan PKL, semua itu akan terjadi ketika tahapan pendataan, pendaftaran, perencanaan penataan tata ruang, baru penetapan lokasi PKL yang diperbolehkan jualan sudah jelas. Pemberdayaan PKL harus menjadi fokus pemkot Tegal. Karena ini menjadi tanggungjawab pemerintah melalui peningkatan kualitas dan kapasitas mereka sehingga para PKL yang mengikuti program pemberdayaan bisa menaikkan skala usahanya.

Raperda bisa menjadi angin segar untuk mendapatkan perlindungan secara tanggungjawab pemerintah. Dan tentunya ini tidak terbersit dalam pikiran, ini harus sinkron satu frekuensi  dengan walikota untuk sama-sama memberikan kesempatan pada PKL untuk tumbuh dan memberikan kesempatan seluas-luasnya dan memberikan perlindungan. “Jika PKL makmur, kota akan maju. PKL yang rapi juga akan dinikmati masyarakat luas.[]

Amiruddin Berikan Motivasi kepada Peserta Pelatihan UMKM Go Modern

Amiruddin Berikan Motivasi kepada Peserta Pelatihan UMKM Go Modern

Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal Amiruddin, Lc memberikan motivasi kepada para peserta Pelatihan UMKM Go Modern Kota Tegal yang diselenggarakan Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal yang

bekerjasama dengan Genpro Kota Tegal, Selasa (7/6).

Kegiatan pelatihan ini terselenggara atas usulan pokir Anggota DPRD Kota Tegal dengan tujuan meningkatkan skala usaha pelaku UMKM agar naik kelas.

Dihadapan 25 peserta pelatihan, Amiruddin mengingatkan peserta agar selama mengikuti kegiatan dilakukan dengan kesungguhan dan tidak lalai. “Banyak pelaku usaha gagal karena kurang kesungguhan dan lalai. Di dunia bisnis, ada kompetitor yang terus belajar dan lebih sungguh-sungguh, ” katanya.

Program pelatihan ini merupakan ikhtiar untuk menggeliatkan perekenomian yang digerakkan UMKM. Karena kita paham benar, denyut nadi perekenomian itu ada pada UMKM.

Amir menambahkan kegiatan ini juga bisa menjadi momen berbagi tukar pikiran bagi yang sudah sukses. “Saat punya kesuksesan, dalam hal tertentu berbagilah,” kata Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS ini.

Kabid koperasi dan Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM dan Perdagangan Kota Tegal Denny Anggoro mengatakan tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan, Kapasitas serta memperbaiki sikap dan perilaku sumber daya manusia pelaku UMKM. Acara ini menghadirkan Master G-Coach Abi Darwis.

Sementara itu Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal Muhammad Rudy Herstyawan, ST., M. Si yang diwakili
Sekretaris Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Trysnawati, S.H, MH. menyampaikan kegiatan pelatihan ini merupakan usulan pokir yang Diprakarsai Anggota DPRD Kota Tegal.

Pelatihan ini punya tujuan besar untuk keberlangsungan usaha, menata ulang, adaptif, bisnis yang mampu bertahan adalah yang responsif terhadap perubahan. Dia berharap, para peserta bisa menaikkelaskan skala usahanya setelah

mengikuti pelatihan intensif ini. “Siapkan mental, siapkan perencanaan yang matang, miliki keterampilan serta memahami literasi keuangan, sehingga pada akhirnya bisa naik kelas,” pungkasnya.

Bayu Arie Sasongko: “Penanganan Banjir Rob Jangan Memberikan Solusi Sesaat”

Bayu Arie Sasongko: “Penanganan Banjir Rob Jangan Memberikan Solusi Sesaat”

Banjir rob yang kerap melanda kawasan Pantai Utara Tegal sudah sejak dulu menjadi perhatian pemerintah Kota Tegal. Bahkan pemerintah telah melakukan berbagai langkah penanganan untuk mengatasinya, namun belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Banjir rob yang terjadi beberapa waktu kemarin bisa dibilang yang terparah. Oleh sebab itu diperlukan langkah yang lebih serius lagi untuk menangani rob dan banjir di kawasan pesisir Pantura ini.

Hal tersebut yang menjadi pembahasan dalam rapat Kerja Komisi III DPRD Kota Tegal dengan Dinas PUPR, Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim), serta Bappeda Kota Tegal pada Hari Senin, 6 Juni 2022.

Anggota Komisi 3 dari Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Bayu Arie Sasongko, ST, MM meminta dinas terkait memberikan penjelasan secara komprehensif tentang Blue Print Penanganan Banjir dan Rob sebagai turunan dari DED yang tengah dibuat oleh Pemprov Jateng untuk penanganan banjir dan rob di pesisir Utara Jawa Tengah.

Ini penting agar permasalahan banjir dan rob bisa direncanakan secara matang dan permasalahannya bisa diselesaikan dengan tuntas dari hulu sampai hilir. “Jadi tidak terkesan parsial dan hanya memberikan solusi sesaat,” jelasnya.

Politisi PKS ini menegaskan, “Penanganan banjir dan rob tidak dapat diselesaikan hanya dalam waktu 1-2 tahun, mengingat membutuhkan anggaran yang cukup besar.”

“Yang saat ini perlu dilakukan adalah menentukan program kerja berkelanjutkan berdasarkan skala prioritas yang tidak terbatasi pada masa tugas Walikota maupun DPRD,” ungkapnya.

Dengan adanya Perencanaan yg baik, lanjut Bayu, DPRD dapat melakukan penganggaran multi years berkelanjutan. Selain dari APBD Kota, dapat juga untuk meminta bantuan dari Pemerintah Propinsi maupun Pusat.

“Kita juga perlu menjalin komunikasi dan kerjasama dengan Pemkab Tegal dan Brebes yang berbatasan langsung, karena masalah ini saling beririsan dengan wilayah lain dan harus ada kesadaran bersama untuk menanganinya.

Selain itu diperlukan perda dan perwal yang mengatur tentang larangan mendirikan bangunan di atas saluran air. Mengingat masih banyak masyarakat yang abai terhadap dampak lingkungan yang muncul akibat didirikannya bangunan permanen diatas saluran air. Fenomena tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan air dan juga banjir.()

F-PKS: Inkonsistensi Kebijakan Zonasi Sangat Mungkin Terjadi

F-PKS: Inkonsistensi Kebijakan Zonasi Sangat Mungkin Terjadi

Fraksi PKS DPRD Kota Tegal soroti kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2022/2023 yang kini sudah dimulai. F-PKS meminta pelaksanaan PPDB dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan sesuai ketentuan. Kebijakan zonasi sangat mungkin terjadi inkonsistensi.

“Sejatinya kebijakan zonasi melandasi salah satu tujuannya adalah mendekatkan siswa ke sekolah terdekat. Maka alat yang valid dalam pengukur jarak adalah google map, namun karena belum mampu hadirkan aplikasi yang terkoneksi dengan google maps maka pendekatannya berbasis kelurahan,” kata Anggota DPRD Fraksi PKS Rachmat Rahardjo saat penyampaian Pemandangan Umum 4 Raperda belum lama ini.

Rachmat menambahkan kemungkinan adanya inkonsistensi terkait aturan zonasi. “Di wilayah perbatasan antar kelurahan akan terjadi, jarak calon siswa di kelurahan Pesurungan Kidul lebih dekat dengan SMP N 5 jika dibandingkan ke SMP N 13. Dalam kondisi seperti ini, terjadi inkonsistensi atas tujuan utama zonasi untuk mendekatkan jarak siswa dengan sekolah,” katanya.

Terlepas dari pro kontra yang ada, kata Rachmat, kebijakan sistem PPDB menggunakan zonasi dinilai banyak kelebihan seperti, dapat menghemat waktu, menghemat biaya transportasi karena sekolah dekat dengan tempat tinggal, serta mengurangi kemacetan. Adanya sistem zonasi ini diharapkan semua warga bisa mendapatkan pendidikan yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal serta menghilangkan anggapan masyarakat mengenai sekolah berlabel unggulan hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu.

“Idealnya momentum PPDB menjadi titik balik lembaga pendidikan untuk terus meningkatkan mutunya, dengan terus meningkatkan pelayanan, perbaikan sarana, dan juga kualitas guru-guruna,” pungkasnya.[]

Perkuat Ketahanan Keluarga, PKS Kota Tegal Gelar Seminar Wonderful Parent

Perkuat Ketahanan Keluarga, PKS Kota Tegal Gelar Seminar Wonderful Parent

Menyemarakkan momen Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2022, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BPKK) DPD PKS Kota Tegal mengadakan Seminar Keluarga bertema “Wonderfull Parent” pada Kamis (2/6).

Acara ini menghadirkan Cahyadi Takariawan, S.Si, Apt., penulis buku Wonderfull Series dan konselor keluarga nasional, sebagai pembicara.

Sebanyak 75 peserta yang merupakan kader PKS Kota Tegal hadir dalam kegiatan ini.

Ketua BPKK DPD PKS Kota Tegal Fajriati Nur Hidayah mengatakan seminar ini bertujuan untuk mengajak keluarga khususnya di wilayah Kota Tegal untuk memperkuat dan membangun keluarga tangguh dan berkualitas. Dengan demikian ketahanan keluarga di Kota Tegal semakin kokoh,” ujarnya.

Cahyadi Takariawan memaparkan setidaknya ada 6 tahapan dalam keluarga yang akan dilalui setiap fase berumah tangga. “Peran Ayah memiliki pengaruh cukup besar dalam menentukan keberhasilan dan kebahagiaan sebuah keluarga,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Menikah adalah ibadah yang waktunya _long lasting_, maka sudah seharusnya sebagai pasangan dan orangtua memiliki bekal ilmu agar bisa menjadi panutan yang baik bagi keluarga dan masyarakat.

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc mengapresiasi kegiatan seminar keluarga ini. Ia berharap melalui semua keluarga kader PKS Kota Tegal memiliki pemahaman yang baik dan utuh, agar dakwah semakin kokoh.

“Jika keluarga sudah tertata, sudah kokoh, tangguh, maka apapun tantangannya akan mudah dilalui dengan baik. Kuncinya ada pada perbaikan diri, keluarga, baru kemudian menata masyarakat. Dengan demikian, target 8 kursi akan mudah tercapai,” ujarnya.

F- PKS; Jangan Sampai Salah Menata dan Memberdayakan PKL

F- PKS; Jangan Sampai Salah Menata dan Memberdayakan PKL

Permasalahan Pedagang Kaki Lima mesti dilihat secara komprehensif. Menjamurnya PKL itu terjadi karena terbatasnya lapangan pekerjaan, sehingga menuntut warga melakukan beragam upaya bertahan hidup. Di tengah keterbatasan modal dan sumber daya, berjualan di tepi jalan, di atas trotoar menjadi pilihan.

“Maraknya PKL itu karena adanya masalah sosial, terbatasnya lapangan pekerjaan bagi rakyat kecil, dan keterbatasan modal untuk membangun usaha di lokasi perdagangan atau tempat usaha yang disediakan Pemerintah disebabkan ketidakmampuan dengan beban biaya sewa tempat yang tidak terjangkau,” kata Rachmat Rahardjo saat penyampaian Pemandangan Umum F-PKS menyikapi Raperda Penataan dan Pemberdayaan PKL, Kamis (2/6).

Oleh karena itu, konsep penataan dan pemberdayaan PKL agar benar-benar teliti memperhatikan siapa saja yang berhak ditata dan siapa yang berhak diberdayakan. Pemerintah harus mengetahui betul profil para PKL. Apakah yang bersangkutan adalah pemilik langsung usaha kaki lima tersebut ataukah hanya seorang pekerja dari seorang pemodal?

Rachmat menambahkan terkait kondisi PKL eks Taman Pancasila, maka hal mendasar yang harus diperhatikan pemerintah Kota adalah eksistensi hidup warganya. “Penertiban PKL pada masa transisi seperti ini hanya akan memunculkan perlawanan keras saat berhadapan dengan eksistensi hidup warga masyarakat. Maka sikap arif dan bijaksana Pemerintah Kota Tegal benar-benar sangat diperlukan agar tidak terjadi persoalan sosial yang makin besar,” jelasnya.

Fraksi PKS mengharapkan Raperda PKL ini benar-benar dapat mengatur secara lengkap mencakup semua aspek antara lain; lokasi dan kawaan tempat berusaha PKL, hak kewajiban baik bagi PKL maupun penyelenggara pemerintahan, pendataan, pendaftaran, dan perijinan, pemberdayaan, monitoring dan evaluasi, serta regulasi turunan dari raperda ini yang mengatur lebih detail tentang PKL.[]

Sururul Fuad: “Semua Kursi DPRD Kota Tegal, Diduduki Kader PKS.”

Sururul Fuad: “Semua Kursi DPRD Kota Tegal, Diduduki Kader PKS.”

Tidak harus menunggu 2024 bagi kader PKS Kota Tegal untuk menduduki kursi DPRD Kota Tegal.

“Saat ini pun, semua kader PKS sudah menduduki kursi dewan,” ungkap Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Dapil XII Sururul Fuad, Lc M.E.I.


Hal itu disampaikan saat kegiatan reses pada Sabtu, 21 Mei 2022 bertempat di Ruang Paripurna DPRD Kota Tegal. Kegiatan haring Aspirasi ini dikemas dalam konsep Halal Bihalal yang dihadiri oleh pengurus DPD PKS Kota Tegal, Pengurus DPC, DPRa, dan Anggota RKI.

Sururul Fuad menyampaikan pentingnya memperluas jejaring melalui silaturahim. “Rasulullah mengajarkan kita menyambung silaturahim bukan memutus silaturahim,” pesannya.

Ia menambahkan diantara beberapa pesan Rasulullah adalah memaafkan orang yang pernah mendholimi kita, tetap menjalani silaturahim dengan orang yang membenci kita, juga memberikan sesuatu yang kita punya kepada orang yang tidak pernah memberikan sesuatu Kepada kita.
Sururul Fuad memberikan pesan agar kader PKS memperkuat jati dirinya sebagai pelayan rakyat. Apa yang bisa kita berikan, kita optimalkan, sebab dalam konteks pelayanan memberi itu tidak harus dalam bentuk materi.


Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc turut memberikan arahan dan motivasi kepada kader PKS yang hadir. Ia mengingatkan, target pemilu legislatif pada 2024 adalah 8 kursi. “Anggap saja ini keberadaan kita di ruangan ini sebagai simulasi untuk 2024 PKS bisa menempati 8 kursi,” katanya.

Jika PKS bisa meraih perolehan 8 kursi ini, maka pimpinan DPRD juga bisa kita dapatkan. Bahkan bila perlu Walikota ke depan juga berasal dari kader PKS.

Pada kesempatan tersebut Amiruddin juga memimpin pembacaan ikrar yang berisi komitmen dan tekad seluruh kader, struktur, untuk pemenangan pemilu 2024.()

Kegiatan Dipusatkan di DPC, Halal Bihalal PKS Kota Tegal Digelar Maraton

Kegiatan Dipusatkan di DPC, Halal Bihalal PKS Kota Tegal Digelar Maraton

Saat ini pusat kegiatan PKS lebih banyak dipusatkan di level kecamatan. Penanggungjawab kegiatan diserahkan masing-masing DPC. Atas kebijakan ini, kegiatan PKS pun jadi lebih semarak dan padat. Seperti halal Bilhalal yang diselenggarakan paska lebaran belum lama ini. Selain pesan kemenangan menghadapi Ramadan, di halal bihalal tersebut terdapat juga pesan-pesan kemenangan PKS pada Pemilu 2024 mendatang.

Halal Bihalal DPC PKS Tegal Timur diselenggarakan dalam 2 gelombang. Sesi pagi khusus untuk pengurus 36 kelompok RKI (Rumah Keluarga Indonesia) Tegal Timur. Di sesi pertama ini dihadiri oleh 110 orang. Sementara di sesi kedua, ditujukan bagi kader muda, pratama, dan madya serta pengurus ranting PKS Tegal Timur yang dihadiri 90 orang. “Jadi total peserta yang hadir, seluruhnya 200 orang,” kata Faaqihul Ulum, Ketua DPC PKS Tegal Timur, Sabtu (14/5).

Selang sehari, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Kota Tegal juga menyelenggarakan agenda Halal Bihalal, dengan sasaran peserta pengurus BPKK yang didominasi perempuan. Selanjutnya, giliran RKI Tegal Selatan yang menyelenggarakan kegiatan serupa, sebagai bagian dari membangun kedekatan dengan pengurus dan anggota RKI. Sebelumnya, Aleg Tegal Selatan Bayu Arie Sasongko juga menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal yang dihadiri pengurus DPC dan juga relawan PKS.

Momen Halal Bihal ini selain sebagai sarana menjalin silaturahim juga dijadikan sebagai sarana soliditas  sekaligus membangun kebersamaan antar kader pengurus dan simpatisan PKS yang tersebar di 4 Kecamatan. “Soliditas ini  bisa menjadi amunisi untuk meraih kemenangan PKS pada Pemilu 2024,” kata Ketua DPC PKS Faaqihul Ulum.

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc turut memberikan motivasi dan arahan kepada para peserta Halal Bihalal. Diawal ia bahkan memberikan apresiasi kepada peserta yang datang paling awal, peserta yang bisa khatam 3 kali tilawah selama Ramadan, serta bagi peserta yang sudah melaksanakan puasa Syawal selama 6 hari.

Usai bagi-bagi hadiah, Anggota Legislatif Dapil Timur ini menyampaikan satu pesan bahwa pemilu 2024 PKS Kota Tegal menargetkan perolehan 8 kursi atau 2 kursi untuk masing-masing dapil.

“Kalau PKS Tegal Timur dapat 2 kursi, apakah layak?”

“Layak!” serentak semua peserta menjawab

Menurut Amiruddin, salah satu untuk bisa mendapatkan kelayakan 2 kursi itu adalah dengan terus memperbanyak orang untuk bergabung bersama PKS. “Kelayakan itu bisa kita siapkan dari sekarang, dengan memantaskan diri menjadi pemenang pemilu 2024,” katanya.

Copyright © 2026