Menyemarakkan Harganas 2026, BIPEKA PKS Kota Tegal Gelar Seminar Parenting

Menyemarakkan Harganas 2026, BIPEKA PKS Kota Tegal Gelar Seminar Parenting

Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (BIPEKA) PKS Kota Tegal menggelar Seminar Parenting bertajuk “Menemani Tumbuh Kembang Anak Remaja di Era AI: AI Mengajarkan Skill, Orang Tua Menanamkan Adab” pada Rabu (24/6/2026) di Kantor DPD PKS Kota Tegal. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bunda Darosy Endah, H., M.Pd, dosen Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang.

Seminar yang diikuti oleh orang tua dan pemerhati keluarga ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai tantangan pengasuhan anak remaja di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Di era digital saat ini, anak-anak memiliki akses yang sangat luas terhadap informasi dan teknologi, sehingga peran keluarga menjadi semakin penting dalam membentuk karakter dan kepribadian mereka.

Ketua BIPEKA PKS Kota Tegal, Adistya Pratiwi, S.Pi, dalam sambutannya menekankan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh mengurangi peran utama orang tua dalam mendidik dan membimbing anak. Menurutnya, kecanggihan AI dapat membantu anak memperoleh pengetahuan dan keterampilan, namun nilai-nilai adab, moral, dan karakter tetap harus ditanamkan oleh keluarga.

“Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka dapat belajar banyak hal dari teknologi, tetapi orang tua tetap memiliki tanggung jawab utama untuk membimbing, mengarahkan, dan menanamkan nilai-nilai kehidupan. Jangan sampai anak kehilangan jati dirinya karena kurangnya pendampingan dari orang tua,” ujar Adistya.

Sementara itu, Bunda Darosy Endah mengingatkan pentingnya kesepakatan antara ayah dan ibu dalam menerapkan pola asuh di rumah. Menurutnya, aturan dan metode pendidikan yang diterapkan kepada anak perlu dibangun berdasarkan kesepahaman kedua orang tua agar anak mendapatkan arahan yang konsisten.

“Sering kali permasalahan muncul ketika ayah dan ibu memiliki aturan yang berbeda. Ibu ingin A, ayah ingin B. Karena itu, penting bagi kedua orang tua untuk menyepakati nilai-nilai, aturan, dan cara mendidik anak. Konsistensi ini akan membantu anak tumbuh dengan karakter yang kuat, memahami batasan yang jelas, serta tidak kehilangan adab dalam pergaulan maupun penggunaan teknologi,” ujarnya.

Melalui seminar ini, BIPEKA PKS Kota Tegal berharap para orang tua semakin siap menghadapi tantangan pengasuhan di era digital serta mampu menjadi pendamping terbaik bagi anak-anak mereka. Dengan sinergi antara keluarga, pendidikan, dan teknologi, diharapkan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai adab dalam kehidupan sehari-hari.

Fraksi PKS: Prioritaskan Kearifan Lokal, Tolak Hiburan Malam

Fraksi PKS: Prioritaskan Kearifan Lokal, Tolak Hiburan Malam

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tegal mendesak Pemerintah Kota Tegal untuk meninjau kembali keberadaan tempat hiburan malam Helen’s Night Mart di Kota Tegal. Pemerintah diminta tidak hanya terpaku pada legalitas formal dan target pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga mengedepankan kearifan lokal serta aspirasi masyarakat.

Desakan ini disampaikan Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, Abdul Ghoni, menyikapi aksi protes ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Eling Anak Keturunan (AEAK) di depan Gedung DPRD Kota Tegal, Kamis (25/6/2026). Dua organisasi keagamaan terbesar, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah Kota Tegal, menyatakan sikap tegas menolak operasional tempat tersebut.

Abdul Ghoni menekankan bahwa pemerintah daerah seharusnya tidak berlindung di balik sistem Online Single Submission (OSS) saat menghadapi resistensi masyarakat terkait izin usaha. Menurut dia, kebijakan investasi yang tidak mempertimbangkan kondisi sosiologis dan keresahan warga justru berpotensi memicu konflik sosial yang berkepanjangan.

“Kami memberikan dukungan penuh terhadap aspirasi warga. Pemerintah Kota Tegal harus lebih peka. Jangan sampai legalitas izin membuat pemerintah abai terhadap fakta bahwa lokasi tersebut berada di tengah lingkungan religius, dekat dengan masjid, madrasah, dan pondok pesantren,” ujar Abdul Ghoni dalam keterangannya, Kamis.

Lebih lanjut, Ghoni menyoroti pentingnya menjaga harmoni antara investasi dengan masa depan moralitas generasi muda. Ia mengingatkan bahwa setiap pembangunan di Kota Tegal seharusnya membawa kemaslahatan, bukan justru mencederai tatanan sosial yang telah terjaga.

Meski Pemerintah Kota Tegal berargumen bahwa lokasi tersebut masuk dalam zona perdagangan dan jasa, Ghoni menegaskan bahwa legalitas tata ruang bukanlah satu-satunya parameter dalam pengambilan kebijakan publik.

“Apakah sebuah tempat hiburan malam tepat berada di tengah lingkungan yang menjadi pusat pendidikan agama? Jawabannya tentu tidak. Kebijakan yang tidak sejalan dengan nurani masyarakat hanya akan menimbulkan gesekan,” tegasnya.

Fraksi PKS mendorong Pemkot Tegal untuk segera melakukan peninjauan kembali secara komprehensif terhadap izin operasional tempat tersebut. Ghoni juga mendesak agar pemerintah daerah segera membangun dialog yang intensif dengan tokoh masyarakat dan warga setempat.

“Investasi memang penting untuk pertumbuhan ekonomi, namun harus dipastikan investasi tersebut ramah terhadap budaya dan nilai-nilai agama di Tegal. Kami mendesak pemkot mengedepankan pendekatan persuasif dan mendengar suara rakyat, bukan hanya melihat angka pendapatan daerah semata,” pungkasnya.[]

 

Cegah Perkawinan Anak, Ali Mashuri Inisiasi Program Edukasi Remaja

Cegah Perkawinan Anak, Ali Mashuri Inisiasi Program Edukasi Remaja

Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA) Kota Tegal menggelar edukasi pencegahan perkawinan anak bagi pengurus baru Forum Anak Tegal Bahari di Grand Dian, Guci, Kamis (18/6/2026). Langkah ini dilakukan sebagai upaya menekan angka pernikahan dini yang dinilai masih menjadi tantangan serius bagi kualitas sumber daya manusia (SDM) di masa depan.

Kepala DPPKBP2PA Kota Tegal, dr. Rofiqoh, menegaskan bahwa perkawinan anak memicu efek domino yang merugikan, mulai dari putus sekolah, risiko masalah kesehatan reproduksi, hingga terhambatnya pengembangan potensi diri.

“Kalian adalah generasi penerus pembangunan Kota Tegal. Jangan biarkan impian terhenti karena keputusan yang diambil sebelum waktunya,” ujar Rofiqoh di sela sambutannya. Ia menekankan, pencegahan perkawinan anak memerlukan kolaborasi lintas sektor, baik pemerintah, keluarga, sekolah, maupun peran aktif remaja itu sendiri.

Dalam kesempatan yang sama, anggota DPRD Kota Tegal, Mochamad Ali Mashuri, membedah empat akar persoalan perkawinan anak. Selain faktor ekonomi dan kemiskinan, pernikahan dini kerap didorong oleh budaya yang masih menempatkan anak perempuan sebagai aset keluarga, pengaruh negatif globalisasi, serta ketimpangan gender yang membatasi akses partisipasi anak perempuan.

Ali menyoroti risiko kesehatan fisik dan mental yang mengancam pelaku pernikahan dini, seperti gangguan reproduksi, potensi stunting pada anak yang dilahirkan, hingga risiko kematian.

“Masa muda adalah investasi. Jangan biarkan keputusan yang terburu-buru menghentikan impianmu di masa depan,” tegas Ali.

Untuk menekan fenomena ini, Ali mendorong pemerintah memperketat syarat administrasi dispensasi kawin, menyediakan layanan konseling psikologi, serta memastikan proses hukum yang ramah anak. Ia juga meminta pemerintah lebih tegas dalam menolak pengajuan isbat nikah yang dilatarbelakangi kendala usia.

Kegiatan edukasi ini membekali peserta melalui tiga sesi pendalaman materi, yakni “Edukasi Remaja Pencegahan Perkawinan Anak” oleh Ahmad Syakur, “Membangun Resiliensi untuk Menentukan Arah Hidup” oleh Kartika Dwi Hapsari, dan “Find Your Inner Compass” oleh Ali Irfan.

Melalui pembekalan ini, diharapkan remaja Kota Tegal memiliki kesadaran lebih tinggi untuk memprioritaskan pendidikan dan mempersiapkan masa depan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga. Pemerintah Kota Tegal berkomitmen untuk terus mendukung program perlindungan dan pemberdayaan remaja guna mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.

PKS Kota Tegal Bekali Kadernya Skill Public Speaking

PKS Kota Tegal Bekali Kadernya Skill Public Speaking

Pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) tidak cukup berhenti di ruang kelas. Prinsip inilah yang diusung DPD PKS Kota Tegal melalui pelatihan Leadership and Communication Skills yang diakhiri dengan praktik langsung di tengah masyarakat pada kegiatan reses anggota legislatif di Ismail Haniya Meeting Room, Kota Tegal.

Dalam kegiatan yang dihadiri 100 peserta tersebut, tiga alumnus pelatihan dipercaya menggerakkan seluruh rangkaian acara. Resti Fauziyah bertugas sebagai pembawa acara (MC), Tosin didapuk menjadi Ketua Pelaksana, sementara Farida dipercaya membacakan ayat suci Al-Qur’an.

Ketua DPD PKS Kota Tegal Zaenal Nurohman, S.A.P mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, menguji kemampuan peserta di depan khalayak luas adalah metode yang jauh lebih efektif daripada sekadar simulasi di dalam kelas.

“Ini adalah bentuk nyata pemberdayaan SDM yang aplikatif. Kader tidak hanya dibekali teori, tetapi langsung dipraktikkan untuk melayani dan berinteraksi di tengah masyarakat,” ujar Zaenal.

Program pelatihan ini diinisiasi oleh Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan (BPPKP) DPD PKS Kota Tegal. Selama dua hari, para peserta ditempa untuk mengasah keterampilan komunikasi yang krusial bagi seorang pemimpin publik.

Ketua BPPKP DPD PKS Kota Tegal, Ali Irfan, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan bagi anggota PKS di level pengurus tingkat kecamatan (DPC) hingga tingkat ranting (DPRa).

“Kemampuan public speaking sangat dibutuhkan dalam membangun relasi dan berkomunikasi dengan masyarakat. Oleh karena itu, kurikulum kami buat sedemikian rupa agar mereka siap terjun langsung,” jelas Irfan.

Pada hari pertama, peserta diberikan materi mendalam mengenai landasan, prinsip, dan tahapan komunikasi publik. Memasuki hari kedua, fokus pelatihan beralih pada praktik intensif yang dipandu oleh Adityo Herlambang, Founder Colabora Public Speaking School

Ali menambahkan, transisi dari ruang kelas menuju arena nyata adalah kunci untuk membangun kepercayaan diri kader. Dengan terjun langsung dalam kegiatan reses, para peserta diharapkan dapat memahami dinamika lapangan sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi warga.

“Praktik bukan hanya di kelas, tetapi diuji dengan realitas acara yang sesungguhnya. Inilah cara kami memastikan bahwa setiap program pengembangan kepemimpinan memberikan dampak nyata bagi publik,” pungkasnya.

 

Sinergi Kuat, Langkah Tepat: Konsolidasi Total PKS Kota Tegal

Sinergi Kuat, Langkah Tepat: Konsolidasi Total PKS Kota Tegal

TEGAL, 16 Juni 2026 – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal bersama seluruh Dewan Pengurus Cabang (DPC) se-Kota Tegal menggelar Rapat Koordinasi pada Selasa (16/6). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus penguatan sinergi antarstruktur partai dalam menjalankan berbagai program organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

Rapat yang berlangsung dengan dihadiri jajaran lengkap pimpinan DPD PKS Kota Tegal, yakni Ketua DPD, Sekretaris DPD, dan Bendahara DPD, tersebut membahas sejumlah agenda strategis organisasi, evaluasi program kerja, serta langkah-langkah penguatan peran struktur hingga tingkat kecamatan.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman S. A. P., dalam sambutannya menegaskan bahwa koordinasi yang kuat antara DPD dan DPC merupakan fondasi penting bagi keberhasilan organisasi dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.

“Rapat koordinasi ini menjadi momentum untuk menyamakan visi, memperkuat komunikasi, dan memastikan setiap struktur bergerak dalam langkah yang selaras. Dengan sinergi yang kuat, insya Allah PKS Kota Tegal dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain membahas perkembangan organisasi, forum tersebut juga menjadi sarana bertukar gagasan dan pengalaman antar pengurus dalam menghadapi berbagai tantangan serta peluang di wilayah masing-masing.

Sekretaris dan Bendahara DPD turut menyampaikan sejumlah informasi terkait program kerja, administrasi organisasi, serta penguatan tata kelola yang diharapkan dapat mendukung kinerja struktur secara lebih efektif dan profesional.

Melalui rapat koordinasi ini, PKS Kota Tegal menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat soliditas internal sebagai modal utama dalam menghadirkan pelayanan yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat.

Abdul Ghoni Dukung Peraturan Investasi yang Wajib Libatkan UMKM Lokal

Abdul Ghoni Dukung Peraturan Investasi yang Wajib Libatkan UMKM Lokal

Investasi yang masuk ke Kota Tegal tidak boleh hanya diukur dari besarnya nilai nominal yang tercatat dalam statistik. Penanaman modal di kota yang bertumpu pada sektor perdagangan dan jasa ini harus mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, terutama dengan melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal dalam rantai ekonomi.

Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tegal, Abdul Ghoni, menegaskan, investasi harus diposisikan sebagai lokomotif ekonomi yang berorientasi pada pemberdayaan warga lokal. Ia mewanti-wanti agar pelaku UMKM tidak sekadar menjadi penonton di daerahnya sendiri.

“Investasi harus benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat, terutama dalam membuka peluang kerja dan melibatkan UMKM lokal. Jangan sampai UMKM hanya menjadi penonton,” ujar Ghoni dalam penyampaian Pendapat Akhir Fraksi PKS pada Rapat Paripurna Penetapan dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di DPRD Kota Tegal, baru-baru ini.

Pengawasan Kemitraan

Dalam pendapat akhirnya, Fraksi PKS memberikan catatan khusus terhadap Pasal 23 hingga Pasal 29 Raperda Penanaman Modal yang mengatur tentang kemitraan. Fraksi PKS menegaskan bahwa investasi berskala besar yang masuk ke Kota Tegal wajib melibatkan pelaku UMKM lokal dalam aktivitas usaha mereka.

Tidak sekadar regulasi, Ghoni menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap mekanisme kemitraan tersebut agar tidak berakhir menjadi formalitas belaka. “Kami meminta pengawasan ketat terhadap kewajiban kemitraan ini agar benar-benar dijalankan oleh investor,” tegasnya.

Selain aspek kemitraan, Fraksi PKS menyoroti sistem perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS). Menurut Ghoni, sistem tersebut harus mampu menyederhanakan birokrasi, bukan justru menciptakan hambatan baru bagi pelaku usaha mikro. Pemerintah Kota Tegal diminta menjamin bahwa sistem perizinan tetap inklusif dan mempermudah ruang tumbuh bagi UMKM.

Etika dan Lingkungan

Selain aspek ekonomi, Fraksi PKS juga menekankan pentingnya aspek lingkungan dan kearifan lokal sebagai syarat mutlak dalam setiap investasi. Investasi dinilai harus tetap mengedepankan etika dan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility).

Terkait pelanggaran ketentuan, Fraksi PKS menyatakan dukungannya terhadap penerapan sanksi administratif bagi penanam modal yang tidak patuh, sebagaimana diatur dalam Pasal 19 dan 20 Raperda.

“Perusahaan yang mengabaikan kewajiban sosial dan lingkungan harus diberikan sanksi yang tegas. Tidak cukup hanya peringatan administratif, harus ada tindakan nyata bagi mereka yang melanggar ketentuan,” pungkas Ghoni.

Diharapkan, dengan adanya regulasi yang kuat dan pengawasan yang konsisten, masuknya investasi di Kota Tegal dapat selaras dengan peningkatan taraf hidup masyarakat dan keberlangsungan lingkungan hidup.

Protes Ketidakseriusan Pemkot Tegal, Ketua Pansus IV DPRD Mengundurkan Diri

Protes Ketidakseriusan Pemkot Tegal, Ketua Pansus IV DPRD Mengundurkan Diri

Proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol di Kota Tegal diwarnai gejolak. Ketua Panitia Khusus (Pansus) IV DPRD Kota Tegal, M. Ali Mashuri, secara mengejutkan menyatakan mundur dari jabatannya di tengah rapat pembahasan di Ruang Komisi I DPRD Kota Tegal, Rabu (10/6/2026).

Langkah drastis tersebut diambil sebagai bentuk protes keras atas sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal yang dinilai tidak serius dalam menindaklanjuti raperda yang merupakan inisiatif pihak eksekutif tersebut.

“Keputusan ini saya ambil sebagai sikap tegas, baik secara pribadi maupun kelembagaan fraksi, atas ketidakseriusan pemerintah dalam mengawal raperda yang justru mereka inisiasi sendiri kepada DPRD,” ujar Ali seusai rapat.

Ali mengungkapkan, kekecewaan tersebut memuncak karena adanya tindakan kontradiktif dari Pemkot Tegal. Di saat legislatif tengah berupaya keras menggodok regulasi ketat terkait tata kelola dan pengawasan minuman beralkohol, pihak eksekutif justru tetap meresmikan operasional tempat hiburan malam baru.

Menurut Ali, sikap Pemkot Tegal tersebut mencerminkan kurangnya apresiasi terhadap proses legislasi yang sedang berjalan di parlemen. Ia menilai, pemerintah daerah tampak tidak sejalan dengan semangat penertiban yang sedang dibangun melalui raperda tersebut.

“Peresmian tempat hiburan malam belakangan ini menunjukkan pemerintah tidak menghargai proses politik dan hukum yang sedang berjalan di DPRD. Karena itu, hari ini saya tegas menyatakan tidak lagi menjabat sebagai Ketua Pansus IV,” katanya.

Menanggapi pengunduran diri tersebut, mekanisme kelanjutan pembahasan Raperda Pengendalian dan Pengawasan Minuman Beralkohol kini diserahkan sepenuhnya kepada internal dewan. Terkait siapa yang akan menggantikan posisi Ali sebagai Ketua Pansus IV, Ali menyatakan bahwa hal tersebut merupakan kewenangan Pimpinan DPRD Kota Tegal.

Fraksi PKS Setujui Perda Pangan-Investasi Tegal

Fraksi PKS Setujui Perda Pangan-Investasi Tegal

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tegal secara resmi menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Ketahanan Pangan dan Ranperda tentang Penyelenggaraan Penanaman Modal untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Persetujuan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna DPRD Kota Tegal, Rabu (10/6/2026).

Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, H. Abdul Ghoni, SE, menegaskan bahwa terkait ketahanan pangan, Kota Tegal harus berani menggeser paradigma dari ketergantungan pada komoditas beras menuju diversifikasi pangan berbasis keunggulan lokal, yakni sektor perikanan.

“Fraksi PKS memandang paradigma ketahanan pangan di Kota Tegal harus segera bergeser ke arah diversifikasi pangan berbasis sektor perikanan tangkap dan pengolahan hasil laut. Mengingat potensi besar yang dimiliki, kami mendorong peningkatan konsumsi ikan secara masif untuk menekan angka stunting, serta penguatan kapasitas UMKM pengolahan ikan agar memiliki daya saing tinggi,” ujar Abdul Ghoni dalam keterangannya.

Lebih lanjut, ia menyoroti pentingnya efisiensi distribusi pangan melalui jaminan rantai dingin (cold chain) yang terintegrasi. Menurutnya, investasi pada gudang pendingin (cold storage) merupakan kewajiban pemerintah guna meminimalkan kerusakan hasil laut dan menjaga stabilitas harga di tingkat nelayan maupun konsumen.

“Pemerintah Kota tidak boleh hanya sekadar menetapkan regulasi cadangan pangan. Mekanisme cadangan pangan harus benar-benar operasional, terutama dalam mengantisipasi gejolak harga dan keadaan darurat pangan yang sering membebani masyarakat berpenghasilan rendah,” tambahnya.

Terkait Ranperda Penyelenggaraan Penanaman Modal, Fraksi PKS memberikan catatan kritis mengenai pentingnya kemitraan dengan sektor UMKM. Abdul Ghoni menegaskan, investasi yang masuk ke Kota Tegal harus menjadi lokomotif kesejahteraan rakyat, bukan sekadar angka statistik.

“Penanaman modal harus dipandang sebagai lokomotif untuk menyejahterakan masyarakat Tegal. Investasi besar yang masuk wajib melibatkan pelaku UMKM lokal. Jangan sampai UMKM hanya menjadi penonton di tanah sendiri,” tegasnya.

Fraksi PKS juga mendukung diterapkannya sanksi tegas bagi penanam modal yang melanggar kewajiban, terutama bagi perusahaan yang mengabaikan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pihaknya meminta agar Pemerintah Kota Tegal melakukan pengawasan ketat terhadap kewajiban kemitraan dan memastikan setiap investasi yang masuk tetap memperhatikan aspek kearifan lokal.[]

Puluhan Pelajar Tegal Timur Antusias Berlatih “Public Speaking” Bersama PKS

Puluhan Pelajar Tegal Timur Antusias Berlatih “Public Speaking” Bersama PKS

TEGAL – Forum Pelajar Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS Tegal Timur sukses menyelenggarakan acara “Healing Talk #3: Pelatihan Public Speaking” pada Ahad (7/6) pagi. Kegiatan yang mengusung slogan “Speak Up! Shine Up..” ini berjalan lancar di Kantor DPD PKS Kota Tegal, Jalan Slamet No. 25, Panggung.

Ketua DPC PKS Tegal Timur, Hanif Murtadho, S.Pd., turun langsung memandu jalannya pelatihan sebagai narasumber. Di hadapan sekitar 50 pelajar yang hadir, ia membedah berbagai kendala komunikasi yang sering dialami anak muda, seperti rasa gugup saat ditunjuk maju ke depan, kurang percaya diri meski memiliki ide bagus, hingga fenomena mendadak lupa materi atau blank di tengah presentasi.

Pelatihan ini tidak hanya berisi teori, tetapi juga simulasi agar peserta semakin percaya diri dan berani tampil di depan audiens. Keterlibatan puluhan peserta dari awal hingga selesai menunjukkan tingginya antusiasme pelajar terhadap pengembangan kemampuan berbicara di depan umum.

Kegiatan edukasi dan pengembangan diri ini merupakan agenda rutin yang diinisiasi oleh DPC PKS Tegal Timur, dengan target sasaran para pelajar yang berdomisili di wilayah Tegal Timur. Pelaksanaan acara ini juga didukung penuh oleh BKAP DPC PKS Tegal Timur.

Program rutin ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen PKS. Melalui wadah Forum Pelajar, PKS berupaya terus hadir untuk membina komunitas pemuda agar menjadi generasi yang lebih baik, terus berkembang, dan memiliki daya saing di tengah masyarakat.

SANGGAR LUKIS OREN JADI WADAH PENGEMBANGAN BAKAT SENI ANAK

SANGGAR LUKIS OREN JADI WADAH PENGEMBANGAN BAKAT SENI ANAK

Bidang Pembinaan Pemuda dan Olahraga (Binapora) DPD PKS Kota Tegal terus menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda melalui Sanggar Lukis Oren, sebuah program pengembangan bakat seni yang rutin digelar setiap Sabtu dan Ahad pukul 15.30 hingga 17.00 WIB di Markaz Dakwah Kota Tegal.

Kegiatan yang diikuti anak-anak kader mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) ini menghadirkan dua kelas utama, yakni Kelas Lukis Pemula dan Kelas Mewarnai. Melalui kedua kelas tersebut, peserta mendapatkan kesempatan untuk belajar sekaligus mengasah kemampuan seni rupa mereka dalam suasana yang menyenangkan dan edukatif.

Ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan bakat seni lukis anak-anak sejak dini. Selain menjadi sarana pembelajaran, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas, daya imajinasi, serta rasa percaya diri para peserta.

Dalam pelaksanaannya, Sanggar Lukis Oren dibimbing oleh Slamet Untung, yang secara langsung mendampingi peserta dalam mengenal dasar-dasar menggambar, mewarnai, serta teknik melukis sesuai dengan tingkat kemampuan masing-masing anak.

Copyright © 2026