Aleg PKS Kota Tegal Ali Mashuri Lepas 8 Atlet NPCI Ikuti Seleksi PJP Atlet Potensial di Surakarta

Aleg PKS Kota Tegal Ali Mashuri Lepas 8 Atlet NPCI Ikuti Seleksi PJP Atlet Potensial di Surakarta

Sebanyak delapan atlet potensial dari National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kota Tegal bertolak ke Solo untuk mengikuti seleksi Pembinaan Jangka Panjang (PJP). Para atlet dari berbagai cabang olahraga ini dilepas oleh Anggota DPRD Kota Tegal, Mochamad Ali Mashuri, yang hadir untuk memberikan motivasi kepada para pejuang olahraga disabilitas tersebut.

Rombongan atlet dan official bertolak dari Tegal pada Jumat, 16 Mei 2025. Mereka akan mengikuti serangkaian seleksi yang meliputi cabang olahraga Para Atletik, Para Balap Sepeda, dan Para Tenis Meja.

Kedelapan atlet yang akan berjuang mengharumkan nama Kota Tegal adalah Adrian Arya P.S., Bima Ahmad Faryadi, Najma Salsabila, Ridwan Khaerul Huda, Citra Mauliddina, Muhammad Jeffiarrozzaq, Fajar Saputra, dan Hanif Fakhri Setiawan. Selain itu, Muhammad Hafiz Zisma Syofianda dan Erva Wahyuni juga turut serta dalam seleksi bergengsi ini.

Para atlet akan didampingi oleh Wandi Prasetyo yang bertindak sebagai Pelatih PJP, serta Doni Sustiono selaku official dari Bidang Olahraga NPCI Kota Tegal. Kehadiran tim pendamping ini diharapkan dapat memberikan dukungan teknis dan moril yang optimal bagi para atlet selama menjalani proses seleksi.

Dalam kesempatan tersebut, Mochamad Ali Mashuri menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap semangat juang para atlet NPCI Kota Tegal. Ia berharap agar para atlet dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dan lolos dalam seleksi PJP ini, sehingga dapat terus mengembangkan potensi dan meraih prestasi yang lebih tinggi di kancah olahraga disabilitas nasional maupun internasional. Seleksi PJP ini merupakan langkah penting dalam upaya pembibitan dan pengembangan atlet-atlet disabilitas berprestasi di Indonesia. []

Pantau Peredaran Pangan Halal, Erni Ratnani Inisiatif Program Bimtek Juru Sembelih Halal

Pantau Peredaran Pangan Halal, Erni Ratnani Inisiatif Program Bimtek Juru Sembelih Halal

Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKPPP) Kota Tegal gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Juru Sembelih Halal (Juleha). Kegiatan ini terselenggara atas inisiatif pokok pikiran Anggota DPRD Kota Tegal Hj. Erni Ratnani, SE, MM.
Bimtek yang diikuti oleh 50 pengurus masjid ini dilangsungkan selama dua hari pada 10-11 Mei 2025. Kegiatan hari pertama di Aula Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Sumurpanggang sementara sesi praktik penyembelihan dilaksanakan di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Penusupan, Kabupaten Tegal.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini menggandeng Tim narasumber dari DPD Juleha Kota Tegal. Anggota DPRD Kota Tegal, Erni Ratnani mengungkapkan, inisiasi untuk mengadakan bimbingan teknis juru sembelih halal lantaran di Kota Tegal masih belum banyak para juru sembelih yang sudah tersertifikasi. Hal tersebut sangat penting, karena perihal penyembelihan hewan tidak bisa asal-asalan, harus sesuai dengan syariat dan sesuai standar atau aturan Pemerintah.

Kepala DKPPP Kota Tegal Sirat Mardanus mengatakan, Bimtek Juleha ini untuk membekali peserta tentang penyembelihan hewan sesuai syariat dan aturan yang benar, baik secara teori ataupun praktik di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

Setelah pelatihan, peserta akan diberi sertifikat yang nantinya bisa dilanjutkan dengan megikuti uji kompetensi mandiri yang diselenggarakan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dengan begitu, kelak bisa menjadi modal untuk tambahan penghasilan peserta.
Menurut Sirat, Bimtek Juleha di Kota Tegal ini tidak hanya untuk persiapan Idul Adha saja. Tetapi apa yang didapat dari pelatihan jadi bekal peserta untuk penyembelihan hewan lain seperti unggas atau sejenisnya.

“Selain itu, sudah menjadi ketentuan atau aturan bahwa tempat pemotongan maupun RPH wajib memiliki juru sembelih yang sudah tersertifikasi,” katanya.
Kabid Pertanian dan Peternakan DKPPP Kota Tegal, Indriani Winarti menambahkan ada sebanyak 50 peserta warga Kota Tegal yang mengikuti pelatihan tersebut.
Kebanyakan mereka yang belum memiliki bekal penyembelihan, sehingga dapat mengetahui tata cara penyembelihan yang benar.

“Meskipun ada pula peserta yang sudah menjadi juru sembelih dan tetap mengikuti pelatihan itu, untuk mendapatkan legalitas atau sertifikat sebagai pemantapan profesinya,” ungkapnya.

PKL Menyerah, Zaenal Sayangkan Rekomendasi Belum Dijalankan

PKL Menyerah, Zaenal Sayangkan Rekomendasi Belum Dijalankan

Setelah 3 bulan direlokasi dari Jalan RA Kartini, Jalan KH Ahmad Dahlan, dan Jalan Tentara Pelajar, Pedagang Kaki Lima (PKL) Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Jalan Melati mengibarkan bendera putih. PKL mengaku menyerah karena tidak kunjung membaiknya keadaan. Omzet mereka tetap terjun bebas dibanding saat berjualan di tempat sebelumnya.

Selain pengunjung tidak seramai seperti yang dibayangkan, PKL mengeluhkan kondisi Pujasera Jalan Melati. Karena Pujasera Jalan Melati berdekatan dengan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), bau tidak sedap kerap tercium, baik oleh PKL maupun pengunjung. Belum lagi lalat-lalat nakal yang beterbangan membuat suasana tidak nyaman.

PKL juga menilai Pujasera Jalan Melati tidak di tempat yang tepat. Karena sudah tidak tahan dengan kondisi yang ada, PKL berencana kembali berjualan ke Jalan RA Kartini, yang jauh lebih menjanjikan. Menurut PKL, di Jalan RA Kartini, pengunjung bisa membeli dengan take away, tidak seperti di Pujasera Jalan Melati yang harus memarkirkan sepeda motornya.

“Kami akan melakukan simulasi untuk mendorong omzet dan agar Pemkot mengerti kemauan kami,” kata Juhari, salah satu PKL yang menemui Pimpinan Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRDKota Tegal. Pada kesempatan ini, PKL juga menanyakan tindaklanjut rekomendasi audiensi yang dilakukan Maret lalu.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tegal Zaenal Nurohman yang menemui PKL Pujasera Jalan Melati bersama Wakil Ketua Komisi II Ratna Edy Suripno mengatakan, Komisi II telah memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal untuk menekan pengeluaran PKL dan meramaikan Pujasera Jalan Melati untuk meningkatkan omzet.

Komisi II menyayangkan belum satupun rekomendasi itu dijalankan Pemkot. Setelah beberapa kali berkoordinasi dengan Perangkat Daerah, disampaikan belum ada progres dari pimpinan di atasnya.

Zaenal berharap Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Tegal Tazkiyyatul Mutmainnah bisa memberikan perhatian terhadap persoalan ini.

“Bagaimana rekomendasi Komisi II untuk menekan biaya PKL dan meramaikan Pujasera Jalan Melati dengan menyediakan fasilitas untuk memulihkan omzet yang merosot,” ucap Zaenal.

Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM, Dinkop UKM dan Perdagangan Tegal Gelar Pelatihan Manajemen Operasional dan SDM

Tingkatkan Kapasitas Pelaku UMKM, Dinkop UKM dan Perdagangan Tegal Gelar Pelatihan Manajemen Operasional dan SDM

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal H. Amiruddin, Lc turut memberikan pembekalan kepada para peserta Pelatihan Manajemen Operasional dan Sumber Daya Manusia (SDM) I yang diikuti oleh 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai wilayah di Kota Tegal, Senin (22/4/2025). Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha agar lebih kompeten dalam mengelola bisnisnya.

Kegiatan yang digelar di Hotel Plaza selama sejak 20-23 April ini berlangsung atas kolaborasi Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Kota Tegal dengan GENPRO (Global Entrepreneur Professional) Chapter Tegal.

Selain Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, ini hadir pula pada kesematan tersebut Kepala Dinkop UKM dan Perdagangan Kota Tegal, Muhammad Rudy Herstyawan, ST, M.Si.

Dalam sambutannya, Amiruddin menyampaikan harapannya agar pelatihan ini dapat menjadi momentum bagi pelaku UMKM untuk lebih memahami pentingnya pengelolaan usaha secara profesional. Menurut dia, peningkatan usaha dimulai dari pembenahan diri, baik dari sisi pola pikir, kepemimpinan, hingga manajerial.

“Pastikan ikuti pelatihan ini sampai tuntas. Karena usaha itu berawal dari menata diri, mulai dari mindset, kepemimpinan, bahkan sampai manajerial,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan, Rudy Herstyawan, menyebut kegiatan ini sebagai salah satu bentuk fasilitasi nyata dari pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan UMKM. “Kami ingin pelaku UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas,” katanya.

Pelatihan menghadirkan narasumber dari kalangan profesional yang tergabung dalam GENPRO Tegal, antara lain Coach Erwin Rizqi Maulana, Ahmad Fauzi (pengusaha Brownies Cinta), dan Slamet Arie Waluyo. Materi yang disampaikan fokus pada Business Owner Mentality, yaitu membentuk cara pandang dan mentalitas pelaku usaha agar lebih siap dalam menghadapi tantangan bisnis dan meningkatkan skala usaha.

Dengan metode pelatihan berbasis pengalaman dan praktik, peserta diharapkan tidak hanya mendapatkan pengetahuan, tetapi juga mampu mengimplementasikan langsung dalam kegiatan usahanya.

Kegiatan pelatihan ini direncanakan akan berlangsung secara berkelanjutan dalam beberapa sesi mendatang, dengan harapan mampu menciptakan pelaku UMKM yang mandiri, inovatif, dan kompetitif di tengah persaingan pasar yang semakin dinamis.

DPRD Desak Pemkot Sikat Habis Penyakit Masyarakat

DPRD Desak Pemkot Sikat Habis Penyakit Masyarakat

WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal Amiruddin meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal memberantas penyakit masyarakat atau pekat seperti misalnya perjudian, peredaran minuman keras, dan penyalahgunaan rumah kos yang sesuai dengan laporan masyarakat, masih cukup marak terjadi di Kota Bahari.

“Pemkot agar mengatasi penyakit masyarakat, memberikan respons apabila ada laporan dari masyarakat,” kata Amiruddin di Komplek Gedung Parlemen, Jalan Pemuda, Kelurahan Tegalsari, Ke camatan Tegal Barat, Kota Tegal, sesaat akan menghadiri acara Penandatanganan Dokumen Kesepakatan Rancangan Awal Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah PKS Kota Tegal ini kerap mendapat laporan dari masyarakat terkait penyakit masyarakat itu. Kendati sering disuarakan, Amiruddin me lihat belum diatasi secara tuntas oleh Pemkot Tegal. Karena itu, legislator yang berasal dari Daerah Pemilihan Tegal Timur mendorong Pemkot Legal melakukan gerakan membersihkan penyakit masyarakat.

Penanganan penyakit masyarakat, lanjut Amiruddin, merupakan upaya untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat. Masyarakat selanjutnya perlu diberi pernahaman tentang penyakit masyarakat yang apabila dibiarkan dapat menimbulkan dampak yang negatif.

“Berikan edukasi dan laku- kan sidak atau pemantauan langsung,” ungkap Amiruddin.[]

Erni Ratnani Soroti Kinerja ASN dalam Pelayanan Publik

Erni Ratnani Soroti Kinerja ASN dalam Pelayanan Publik

WAKIL Ketua Komisi I DPRD Kota Tegal, Erni Ratnani, menyampaikan pandangan kritisnya terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkot Tegal, terutama yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik.

Dalam Rapat Kerja Komisi I dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ko ta Tegal, Selasa (15/4), Erni menekankan perlunya peningkatan performance ASN secara menyeluruh.

Legislator PKS ini mengusulkan agar penilaian kinerja tidak hanya fokus pada kedisiplinan kehadiran, tetapi juga pada kualitas pelayanan dan pencapaian target pelatihan kompetensi. “Harus ada keseimbangan antara punishment dan re ward bagi ASN. Penilaian service excellent penting untuk mengukur profesionalisme dan manajemen talenta,” tegas Ermi.

la bahkan menyarankan agar BKPSDM melakukan studi tiru ke daerah lain yang memiliki sistem manajemen ASN yang lebih maju. Rapat kerja ini sendiri membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota Akhir Tahun Anggaran 2024.

Menanggapi masukan tersebut, Kepala BKPSDM Slamet Wahyono menjelaskan bahwa pihaknya telah memiliki strategi untuk meningkatkan kinerja ASN, salah satunya melalui penguatan aspek spiritual dan internalisasi nilai-nilai inti ASN, yaitu BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).

“Poin pertama, berorientasi pada pelayanan, menjadi fokus utama kami,” ujar Slamet.

Ia juga melaporkan data jumlah ASN di Kota Tegal per 2024 sebanyak 3.992 orang (2.825 PNS dan 1.167 PPPK). Terkait Indeks Sistem Merit, capaian tahun 2023 adalah 0,64, sama dengan capaian di tahun 2024 yang menargetkan 0,94 (tercapai 68,09%). Semen- tara itu, persentase formasi jabatan terisi menunjukkan peningkatan signifikan dari 81,97% di 2023 menjadi 92,22% di 2024.[]

Omset PKL Turun Drastis, Komisi II Minta Pemkot Tegal Bisa Ciptakan Keramaian Kawasan Pujasera

Omset PKL Turun Drastis, Komisi II Minta Pemkot Tegal Bisa Ciptakan Keramaian Kawasan Pujasera

Pedagang Kaki Lima Pujasera keluhkan omzet yang turun drastis sejak direlokasi dari Jalan RA Kartini, Jalan Menteri Supeno, dan Jalan KH Ahmad Dahlan.

“Sudah dua bulan lebih kami berjualan. Namun hasilnya tidak sesuai ekspektasi,” keluh PKL Jalan Melati Fanny Novalasari saat beraudiensi dengan Komisi II DPRD Kota Tegal, Rabu (26/3).

Fanny menceritakan, ada PKL yang perharinya hanya mendapatkan omzet Rp5.000. Ada PKL yang tidak laku sama sekali. Dulu, Ramadan omzet naik dua kali lipat, sekarang, justru turun berlipat-lipat.

Para PKL kebanyakan menerima keluhan pengunjung yang kesulitan mencari langganan, karena desain Pujasera mengharuskan mereka berputar. Lokasi berjualan juga sempit sehingga antar PKL berdesakan dan menimbulkan kesan kumuh.

Mereka juga mengeluhkan tarif parkir yang dipatok Rp2.000- Rp3.000. PKL juga dibebani banyaknya retribusi yang wajib dibayarkan setiap harinya. Baik yang dibayarkan untuk keamanan, listrik, maupun kebersihan. Jika dihitung, PKL harus mengeluarkan Rp11.000- Rp16.000 untuk membayar retribusi tersebut.

Menanggapi keluhan itu, Ketua Komisi II Zaenal Nurohman menyampaikan cukup prihatin dengan kondisi yang disampaikan PKL. Jauh-jauh hari Zaenal padahal sudah menghimbau Pemerintah Kota Tegal agar tidak hanya merelokasi, namun juga memastikan keramaian di Pujasera agar dapat meningkatkan omzet PKL.

Untuk itu, Komisi II sengaja memprioritaskan permohonan audiensi dari PKL yang sebelumnya dijadwalkan akan diterima April mendatang, dimajukan ke 26 Maret 2025 ini. Komisi II memandang Lebaran adalah momen yang tepat Pemerintah Kota Tegal memberikan perhatian dengan memberikan solusi untuk mengembalikan omzet PKL seperti sediakala.

Komisi II mendorong Pemerintah Kota Tegal meninjau kembali pungutan selain retribusi, memperbaiki fasilitas untuk memberikan kenyamanan PKL dan pengunjung, mengevaluasi oknum jual beli lapak, menggratiskan retribusi parkir selama enam bulan, menertibkan PKL di luar Pujasera, dan mengadakan event untuk menciptakan keramaian dalam waktu dekat.

“Kami meminta keseriusan Pemkot bertanggungjawab memastikan keramaian penjualan di Pujasera,” tegas Zaenal.[]

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Amiruddin Kunjungi Rumah Warga Korban Kebakaran

WAKIL Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal Amiruddin mengunjungi rumah warga korban kebakaran yang berlokasi di Jalan Werkudoro Nomor 85, RT 1 RW 5, Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, Senin (24/3). Rumah yang ditinggali keluarga Dzakirin tersebut terbakar pada Jumat (21/3) lalu.

Amiruddin melakukan kunjungan tersebut bersama sang istri Mamuroh dengan didampingi Ketua RT 1 RW 5 Kelurahan Slerok Muh Ridwan beserta keluarga Dzakirin. Kondisi rumah paska terbakar cukup parah. “Atas kejadian ini semoga ada bantuan dari semua pihak untuk meringankan beban keluarga,” kata Amiruddin.

Legislator PKS ini kemudian mendoakan agar keluarga Dzakirin yang sedang dirawat di rumah sakit diberi kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi musibah ini, serta kesehatan dan kesembuhan. “Kami juga mendoakan agar diberi kesehatan dan kesembuhan, serta bisa dimudahkan dalam segala urusannya oleh Allah,” ucap Amiruddin.

Dugaan sementara terjadinya kebakaran diaki-batkan oleh korsleting listrik. Pada pukul 13.30 petugas BPBD Kota Tegal sampai di lokasi kejadian dan langsung melakukan assesment serta membantu petugas Damkar melakukan pemadaman api. Pukul 14.30 api berhasil dipadamkan. Kebakaran tersebut menimbulkan kerusakan rumah dan kerugiannya dikisar mencapai Rp350 juta.[]

Upah Outsourcing Masih Dibawah UMK, Komisi II Desak Pemkot Tegal Lakukan Penyesuaian

Upah Outsourcing Masih Dibawah UMK, Komisi II Desak Pemkot Tegal Lakukan Penyesuaian

KOMISI II DPRD Kota Tegal mendesak penyesuaian gaji tenaga outsourcing yang bekerja di lingku-ngan Pemerintah Kota Tegal. Tahun ini, upah tenaga outsourcing masih di bawah besaran UMK Kota Tegal yang ditetapkan sebesar Rp2.376.684.

“Kami mendesak, jika mampu secara keuangan di 2025, lakukan penyesuaian sesuai UMK. Jadi utuh yang diterima mereka. Bisa dilakukan di ubahan (APBD),” kata Ketua Komisi II Zaenal Nurohman.

Desakan ini disampaikan sebagai respons atas aspirasi tenaga outsourcing yang diterima Komisi II. Tenaga outsourcing mengeluhkan penggajian yang didapat dari Pemkot.

Komisi II telah mengundang Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) dan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) untuk membahas persoalan tersebut dalam sebuah Rapat Kerja yang diadakan Kamis (20/3) lalu. Rapat Kerja dihadiri Kepala Bakeuda Siswoyo dan Plt Kepala Disnakerin Rita Marlianawati

Selanjutnya, Zaenal meminta Disnakerin yang menangani urusan penyelenggaraan ketenagakerjaan memantau dan memastikan pihak ketiga penyedia jasa outsourcing, memenuhi kriteria perusahaan yang kuat dan kredibel. “Diharapkan secara manajerial dapat memenuhi kewajiban memberikan upah minimal sesuai UMK, sesuai regulasi yang ada di bidang ketenagakerjaan,” ucap Zaenal.

“Apabila tenaga outsourcing memiliki keluhan, bisa menyampaikan pengaduan ke Disnakerin untuk dimediasi dengan pihak ketiga,” imbuh legislator PKS itu.

Adapun yang dimaksud tenaga outsourcing Pemkot adalah yang terdiri dari Tenaga Kebersihan Kantor, Tenaga Keamanan Kantor, Tenaga Kebersihan Lapangan, Supir, dan Tenaga Administrasi.

Pemkot sendiri telah menyusun formulasi penggajian untuk tenaga outsourcing di 2026, dan direncanakan mengalami kenaikan 6 persen, sehingga telah melewati UMK. Penggajian tenaga o-utsourcing disesuaikan dengan jenis dan spesifikasinya. Di dalam gaji, termasuk Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kesehatan, serta Tunjangan Hari Raya (THR). Khusus koordinator, ditambah Tunjangan Jabatan.[]

Reses Amiruddin, Lc: Banyak Usulan Program Non-Fisik di Tahun 2025

Reses Amiruddin, Lc: Banyak Usulan Program Non-Fisik di Tahun 2025

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Amiruddin, Lc, menyerap beragam usulan program pembangunan dari masyarakat dalam kegiatan reses yang berlangsung baru-baru ini. Menurutnya, pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang, usulan non-fisik dari masyarakat menjadi yang paling dominan.

Acara reses tersebut dihadiri oleh Ketua DPC Tegal Timur, Faaqihul Ulum, Ketua BPKK Tegal Timur, Husna Amalia, serta Ust. Ahmad Sajo, dan diikuti oleh sekitar 300 peserta. Dalam kesempatan itu, Faaqihul Ulum menyampaikan pesan penting, “Jangan bosan membantu orang baik. Berbuat baik tidak berhenti sampai di sini, tetapi selamanya. Dengan membantu Ustad Amir, kita turut mengawal program-program baik demi kemajuan Kota Tegal.”

Dalam paparannya, Amiruddin menjelaskan kinerjanya sebagai legislator, termasuk menyampaikan progres terkait Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang disusun oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota. “Program baik kita dukung, program yang kurang baik kita tegur,” tegas Amiruddin. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Amiruddin juga menekankan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan visi Kota Tegal sebagai Kota Idaman di bawah kepemimpinan Dedy Yon Supriyono dan Tazkiyatul Muthmainnah. Di antara sembilan misi yang diusung, salah satunya adalah pengentasan kemiskinan. Ia menekankan bahwa fungsi dewan sangat krusial dalam mewujudkan visi tersebut, termasuk dalam penentuan anggaran untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Tahun ini, Amiruddin mengusulkan pembangunan 23 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, yang menarik perhatian adalah banyaknya usulan yang berfokus pada program-program non-fisik. Di antara usulan tersebut terdapat pelatihan di berbagai bidang, seperti advokasi hukum, pengelolaan sampah, public speaking, dan pelatihan tanggap bencana.

Kegiatan reses ini tidak hanya menjadi ajang untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun sinergi antara pemerintah dan warga. Dengan semangat kolaborasi, Amiruddin berharap setiap program yang diusulkan dapat memberikan dampak positif bagi kemajuan Kota Tegal ke depan.

Copyright © 2026