Kebakaran Kapal di Pelabuhan Tegal, Anggota Komisi III Soroti Pengelolaan Pelabuhan

Kebakaran Kapal di Pelabuhan Tegal, Anggota Komisi III Soroti Pengelolaan Pelabuhan

Kebakaran kapal nelayan yang kembali terjadi di Pelabuhan Tegal pada Minggu, 6 Juli 2025, mendapat sorotan dari Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, Mochamad Ali Mashuri. Ia menyebutkan, kejadian ini menyoroti masalah pengelolaan pelabuhan yang belum ditangani dengan baik, terutama dalam hal kapasitas dermaga dan pengawasan kapal.

Menurut laporan, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.00 WIB dari salah satu kapal yang sedang bersandar. Api dengan cepat merambat ke kapal-kapal lainnya. Meskipun petugas pemadam kebakaran berusaha memadamkan api, kobaran api baru dapat dipadamkan setelah lebih dari 12 jam. Kejadian ini mengakibatkan kerugian besar dan mempengaruhi sekitar 1.250 nelayan yang kehilangan mata pencaharian.

Legislator PKS ini menyatakan bahwa kebakaran ini bukan kejadian pertama, melainkan sudah sering terjadi. Ia menilai penumpukan kapal di dermaga menjadi salah satu penyebab utama. Dermaga yang awalnya hanya berfungsi sebagai tempat sandaran sementara kini sudah penuh dengan kapal yang bermalam. “Jumlah kapal yang terus meningkat menyebabkan dermaga yang seharusnya hanya untuk sandaran menjadi tempat kapal menginap. Ini jelas meningkatkan risiko kebakaran,” katanya.

Ia juga menyoroti keterbatasan fasilitas pemadam kebakaran. Mashuri mengingatkan bahwa kapasitas Damkar Kota Tegal terbatas, dengan tangki air yang tidak mencukupi untuk menangani kebakaran besar seperti ini. Ia juga mendesak Pelindo untuk memperketat perizinan dan pengawasan kapal yang bersandar di pelabuhan. Dermaga yang over capacity bisa memicu risiko keselamatan. Ia mengingatkan bahwa kapal seharusnya hanya diperbolehkan untuk parkir dan menurunkan muatan, bukan untuk bermalam.

Dalam pandangannya, kebakaran kapal bukan sekadar masalah teknis, tetapi juga mencerminkan masalah manajerial dan budaya keselamatan yang belum diprioritaskan. “Pemerintah Kota Tegal harus bergerak cepat dan kolaboratif dengan semua pemangku kepentingan agar pelabuhan menjadi tempat yang aman dan produktif,” tegasnya.

Terakhir, Ali Mashuri meminta Pemerintah Kota Tegal untuk segera meningkatkan anggaran untuk fasilitas pemadam kebakaran dan memperbaiki regulasi yang ada. “Penting bagi Pemkot Tegal untuk memperbaiki pengelolaan pelabuhan agar kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pengelolaan pelabuhan yang baik sangat penting untuk keselamatan nelayan dan masyarakat sekitar. Pemerintah Kota Tegal, Pelindo, dan KSOP diminta untuk bekerja sama agar pelabuhan menjadi tempat yang aman dan efisien bagi semua pihak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © 2026