Kegiatan Seminar Parenting yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional di Ruang Paripurna DPRD Kota Tegal, Sabtu, 15 November 2025, menjadi momentum bagi Forum Disabilitas Tegal Bahari (DTB) untuk menguatkan peran Menumbuhkan Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus.
Seminar yang bertajuk ”Dari Rumah ke Dunia: Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus” ini menghadirkan narasumber Dr. Benny Al Farizi, S.Pd., MM. dan Hesti Purwani, A.Md. O.T. Acara dibuka secara langsung oleh Anggota DPRD Kota Tegal Mochamad Ali Mashuri, S.A.P.
Benny Al Farisi, dalam materinya, menekankan peran orangtua sebagai guru pertama & utama” anak. Ia menggarisbawahi pentingnya orangtua yang cerdas dan sadar akan kebutuhan anak, mau terus belajar, mampu menjadi teladan, dan menggunakan teknologi dengan bijak. Tujuannya adalah melahirkan ABK Cerdas yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki life skill.
Anggota DPRD Kota Tegal, Mochamad Ali Mashuri, yang menjadi pengusul kegiatan ini, membuka acara dengan mengakui bahwa seminar tersebut adalah wujud kepedulian terhadap anak-anak yang tergabung dalam forum Disabilitas Tegal Bahari (DTB). Ia secara terbuka menjanjikan pengawalan terhadap kebutuhan fasilitas utama ABK di Kota Tegal.
”Kebutuhan mendesak yang fundamental adalah fasilitas untuk melanjutkan terapi bagi anak disabilitas di atas usia tujuh tahun. Saya berupaya mengawal agar kebutuhan rumah terapi ini dapat direalisasikan di Kota Tegal,” ujar Ali Mashuri. Ia juga berharap Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Sosial Kota Tegal dapat mengagendakan kegiatan serupa di tahun-tahun berikutnya.
Ketua Forum Disabilitas Tegal Bahari (DTB), Aris Aditya Resi, mengungkapkan bahwa upaya orang tua tidak akan maksimal tanpa dukungan infrastruktur yang memadai dari pemerintah daerah.
”Kami mengapresiasi edukasi ini, tetapi kebutuhan mendasar kami adalah fasilitas permanen yang dapat dijangkau. Setelah usia tertentu, banyak anak kami kesulitan melanjutkan terapi yang vital bagi tumbuh kembang mereka,” kata Aris Aditya Resi.








