Reses Bayu Arie Sasongko, Warga Usul Peninggian Jalan dan Pengerukan Endapan Drainase

Reses Bayu Arie Sasongko, Warga Usul Peninggian Jalan dan Pengerukan Endapan Drainase

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS Bayu Arie Sasongko gelar reses masa persidangan II, Ahad (7/8) di Jl. Cendrawasih Lontrong 13, Randugunting- Tegal Selatan. Dalam pertemuan itu sebagian besar warga mengusulkan peninggian jalan dan pengerukan endapan saluran.

Fajar Budi, warga Jl. Perkutut termasuk salah satu warga yang mengusulkan peninggian jalan di beberapa titik. Menurutnya usulan ini sebagai solusi agar aliran air hujan saat hujan deras mengalir lancar.

Selain itu, warga juga mengusulkan agar penerangan jalan baik di jalan utama maupun gang-gang perlu ditambah. “Lampu-lampu yang tidak berfungsi segera diperbaiki dan titik-titik yang masih gelap perlu diadakan,” kata Fajar.

Usulan itu pun bak gayung bersambut dari warga lain yang mengusulkan pengadaan sarana 3 unit gerobak model kerangka besi untuk membersihkan endapan saluran, Kebersihan aliran air seperti sungai dan got juga mendapat sorotan dari warga. Banyak warga menyayangkan kondisi sungai yang seperti kurang terkontrol, masih ada warga yang buang sampah di sungai, terutama di sungai depan Pasar Karangdawa dan Aliran air got di Jl. AR Hakim.

Selain usulan yang sifatnya insfrastruktur, warga juga mengeluhkan aksi balapan liar di kawasan Jalan AR. Hakim yang tak kunjung ditertibkan. “Dulu sempat muncul ke media, tapi balapan liar masih belum berhenti juga,” kata Agus. Ia mengusulkan agar dilakukan pemasangan portal di setiap gang di sepanjang jl. AR. Hakim, sebab akses itu sering menjadi tempat untuk melarikan diri dari kejaran petugas saat ada razia.”

Menanggapi hal itu Bayu Arie Sasongko siap menampung aspirasi warga dan segera mengomunikasikannya dengan pihak terkait. Menurutnya reses memang menjadi sarana konstituen untuk bisa menyalurkan aspirasinya. “Dengan reses ini kita jadi mendengar langsung apa yang sebenarnya dirasakan warga dan apa yang dibutuhkan warga,” ungkapnya,[]

Peserta Pelatihan Menjahit, Disalurkan di Industri Garmen

Peserta Pelatihan Menjahit, Disalurkan di Industri Garmen

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Zaenal Nurrohman mengawal langsung penyaluran 28 tenaga kerja ke PT Dongcai Garment Indonesia. Tenaga kerja siap pakai ini merupakan peserta pelatihan menjahit garmen yang terselenggara atas usulan pokok pikiran Anggota DPRD. Pelaksanaan program ini dilaksanakan pada Juli lalu selama 10 hari dan melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tegal dan LPK Arum. Adapun tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan skill sekaligus mengurangi angka pengangguran di Kota Tegal.

Prosesi penandatanganan MoU penyaluran peserta pelatihan ini dilaksanakan di Ruang Meeting PT Dongcai Garment Indonesia, Senin, (1/8). Hadir pada kesempatan Anggota DPRD Kota Tegal Zaenal Nurohman, Kepala Dinaskerin Kota Tegal Heru Setiawan, Factory Manager Kim Ki Hun, Coordinator HRD & Compliance Ria Wasiat, Compliance Manager Herdhiska Pradiarta, HRD Manager Seftian Akbar, dan Khusnah dari LPK Arum.

Zaenal Nurrohman mengatakan ide mendasar program ini adalah bagaimana agar para peserta setelah mengikuti pelatihan menjahit bisa siap memasuki dunia kerja di bidang garmen. Pihaknya bekerjasama dengan dunia industry, salah satunya adalah PT Dongcai Garment Indonesia. “Setelah dilatih selama 10 hari, semua peserta hari ini disalurkan untuk bekerja,” katanya.

Ia menyambut baik atas PT Dongcay Garment Indonesia karena langsung menyambut baik dengan menyerap peserta pelatihan untuk bekerja di perusahaan garmen tersebu. “Kami punya keyakinan dengan tumbuhnya industri di Kota Tegal, akan menurunkan tingkat pengangguran, dan meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

Zaenal menambahkanagar peserta pelatihan yang sudah disalurkan bisa cepat beradaptasi di dunia kerja dan memiliki motivasi yang kuat untuk bisa maju, meningkatkan skill yang ada, menguasai ilmu, dan mudah-mudahan bisa meningkatkan jiwa wirausaha. “Kami berharap mereka bisa optimal karena dalam dunia industri itu perlu bekerja cepat, akurat dan kerja keras. Butuh mental pemenang untuk bisa menjadi pemenang dan bersaing di dunia industri

Sementara itu Kepala Dinaskerin Kota Tegal Heru Setiawan mengatakan bahwa progam pelatihan yang menyiapkan tenaga kerja siap ini relatif bisa mengurangi angka pengangguran di Kota Tegal. Ia juga menghimbau agar investor skala industri padat karya memprioritaskan tenaga kerja dari Kota Tegal, dengan demikian angka pengangguran di Kota Tegal bisa semakin berkurang.

Komisi II Desak Penataan PKL Perlu Segera Dituntaskan

Komisi II Desak Penataan PKL Perlu Segera Dituntaskan

Komisi II DPRD Kota Tegal menegaskan persoalan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Tegal harus segera diselesaikan. Salah satunya dengan merealisasikan rencana penataan di lahan Perusahaan Daerah (PD) Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) yang telah disewa oleh Pemerintah Kota Tegal. Komisi II menilai yang paling urgen adalah pengaspalan yang dalam APBD 2022 dialokasikan 1,6 milyar.

Hal ini terungkap saat tinjauan Komisi II ke lahan PD CMJT sehuugan dengan diajukannya angaran pembangunan kanopi senilai 2 miliar oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan KotaTegal pada APBD 2023. Saat ini sedang dilakukan pembahasan kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) APBD 2023.

Sekretaris Komisi II Zaenal Nurrohman memandang konsep penataan PKL di lahan PD CMJT perlu dimatangkan agar bisa segera diselesaikan. Ia berpendapat diperlukan percepatan pengaspalan supaya bsasegera digunakan untuk PKL. “Jika lahan yang disediakan untuk relokasi PKL ini telah diasapr dan ditata dengan rapi, nantinya PKL yang sebelumya berada di sebelah timur di Rumah Makan Dewi bisa menempatinya,” ungkapnya.

Selain itu fasilitas umum seperti arus keluar masuk dan sanitasi juga perlu diperhatikan. Untuk perpanjangan masa sewa lahan di sebelah timur Rumah Makan DewiZaenal mengingaran agar dibarengi dengan perhitungan-perhitungan yang tepat sasaran. JIka nantinya kawasan tersebut dijadikan sebagai lahan parkir ketika lahan PD CMJT sudah ditata oleh Pemkot Tegal, juga harus dihitung nilai sewa dan pendapatan yahng dihasilkan.

Hasil observasi lapagan Dinkop UKM dan Perdagangan menyebut jumlah PKL di Kota TEgal yang tersebar di Jl. Pancasila, Alun-alun Kota Tegal, Jl. Kartini, Jl Ahmad Yani, Jl. AR. Hakim, Jl. Setia Budi, Jl. Hang Tuah, Jl Kapten Islamil, Jl. Kapten Sudibyo, Jl. Wisanggeni, Kantor Pos, dan Jl. Sumur Panggang berjumlah kurang lebih 1.113 PKL. Pemkot merencanakan penempatan PKL dengan membangun Pujasera di lahan CMJT di komplek Alun-alun Tegal.[]

Zaenal; “Pebisnis Perlu Adaptif terhadap Setiap Perubahan”

Zaenal; “Pebisnis Perlu Adaptif terhadap Setiap Perubahan”

Setelah digembleng dengan materi Radical Marketing bersama Abi Darwis dan Sam Ipoel, 30 peserta pelatihan Usaha Mikro Go Modern Go Digital ini ditempa dengan pelatihan lanjutan yang membahas tentang Financial Business Management dan SDM.

Program pelatihan ini digelar selama 4 hari mulai dari 27-30 Juli 2022. Pelatihan merupakan rangkaian kegiatan Pokir Anggota DPRD Kota Tegal Zaenal Nurrohman yang bermitra dengan Dinkop UKM dan Perdagangan Kota Tegal. Adapan sasaran kegiatan ini adalah para pelaku UMKM di Kota Tegal yang ingin meningkatkan skala usahanya.

Pada pelatihan manajemen keuangan ini menghadirkan CEO Truelogs Group Eddi Rukminto dari Jakarta. Di kelas ini peserta diajarkan tentang bagaimana mengelola keuangan.  Selain manajemen keuangan, para peserta juga akan dilatih bagaimana mengelola SDM bersama Ryan Martian dari Persoanality Institute.

Zaenal Nurrohman menyampaikan bahwa sebagai pebisnis hal paling dasar membangun bisnis adalah yang penting bisa jualan dan bisa mengelola uang.  Menurut Zaenal ada tiga langkah membangun bisnis atau usaha. Pertama, Pastikan produk yang kita tawarkan bisa menyelesaikan masalah. “JIka tahapan pertama ini bisa kita lalui Insya Allah bisnis akan berkelanjutan”, katanya. Selain itu, pelaku bisnis perlu adaptif terhadap perubahan. Pada tahapan ini kita bisa menentukan target penjualan dan menyusun bagaimana langkah untuk mencapaiannya.

Yang kedua kita perlu menjawab apa sebenarnya yang target market butuhkan. “Jadi kita bukan memaksanakan pasar,” jelas Zaenal. Ketiga, tambah Zaenal, adalah membangun tim SDM yang solid, “Sebab kita ini bukan superman yang bisa mengerjakan segala sesuatunya sendiri,” ujarnya.

Di kelas Coach Eddi Rukminto memaparkan bahwa tanggung jawab seorang pengusaha itu adalah menjaga aset, sales, profit, dan cash. Menurut Eddi, manajemen keuangan ini diperlukan untuk mengetahui kondisi keuangan usaha kita apakah sedang baik atau tidak, kenapa penjualan bisa lesu tidak punya uang lagi, terjadi kebocoran keuangan perusahaan, terjadi kecurangan, clashflow berat dan terjerat hutang, dan bisnis tidak seiambang berputar saja bahkan terancam bangkrut.[]

Zaenal Berharap, Gema Futsal Competition Berpotensi Lahirkan Pemain Futsal

Zaenal Berharap, Gema Futsal Competition Berpotensi Lahirkan Pemain Futsal

Gema Futsal Competition yang digelar Gema Keadilan Kota Tegal berpeluang bisa melahirkan bibit-bibit atlet futsalyang nantinya bisa membanggakan Kota Tegal. Hal ini disampaikan Anggota DPRD Zaenal Nurohman saat membuka Gema Futsal Competition 2022 di GOR Tegal Selatan Sabtu (16/7).

Dalam sambutannya, Sekretaris Fraksi PKS itu mengatakan sudah saatnya untuk membangkitkan semangat pemuda melalui olah raga. Karenanya, kegiatan seperti turnamen futsal kali ini perlu mendapatkan dukungan.

“Kegiatan semacam ini memiliki nilai yang sangat positif untuk menumbuhkembangkan potensi dunia olah raga di Kota Tegal,” katanya.

Zaenal berharap, kegiatan semacam itu bisa digelar secara rutin setiap tahunnya. Sehingga, nantinya bisa muncul bibit-bibit pemain yang berprestasi dan nantinya akan membanggakan nama Kota Tegal.

“Karenanya, kami berpesan agar semua bermain sportif. Sehingga kompetisi bisa berjalan dengan fair dan fun. Seperti slogan yang ada, fair play fun play,” ujarnya.

Zaenal menambahkan, Gema Keadilan Kota Tegal yang merupakan sayap pemuda PKS akan menjadi wadah bagi para pemuda pemudi.

Untuk berkreasi dan berinovasi serta bersiap menghadapi tantangan di masa mendatang.

Ketua Panitia Gema Futsal Competition 2022 Toshin Akbar mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan itu yakni tercapainya pembinaan usia muda yang sportif dan adaptabel, sebagai ajang mempererat kekeluargaan serta menjadi wadah pemuda untuk mengaplikasikan potensinya dalam bidang olah raga.

“Dalam kegiatan ini, diikuti 28 tim dari wilayah Kota Tegal, Kabupaten Tegal dan Brebes,” tandasnya.

Toshin menambahkan, dalam turnamen kali ini para tim akan memperebutkan juara 1, 2, 3 dan 4 dengan hadiah masing-masing tropi, sertifikat dan uang pembinaan. Selain itu, ada juga penghargaan untuk top scorer, best player dan tim fair play. []

Bayu Arie Sasongko; “Souvenir Bisa Jadi Oleh-oleh Selain Kuliner.”

Bayu Arie Sasongko; “Souvenir Bisa Jadi Oleh-oleh Selain Kuliner.”

Souvenir sangat berpeluang bisa menjadi salah satu oleh-oleh paling dicari banyak orang ketika berkunjung suatu daerah atau tempat wisata. Tentu saja hal itu jika souvenir yang ditawarkan memiliki keunikan, kekhasan, dan orisinalitas. Butuh sentuhan-sentuhan tangan kreatif agar souvenir khas daerah bisa menjadi oleh-oleh yang paling diburu.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Bayu Arie Sasongko dalam kegiatan pelatihan pembuatan asesoris yang diselenggarakan di LKP Sekar, Randugunting, Kota Tegal, Rabu (13/7). Kegiatan ini merupakan pokok pikiran usulan Aleg PKS kota Tegal yang bekerjasama dengan DPPKBP2PA (Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).

“Berkaca pada beberapa pedagang aksesoris dan souvenir yang ditemui ketika melakukan Kunjungan Kerja di beberapa daerah di Indonesia, kami melihat adanya peluang kerajinan serupa untuk dikembangkan di Kota Tegal. Aksesoris souvenir selalu menjadi pilihan produk yang dibeli sebagai oleh-oleh selain produk kuliner,” katanya.

Bayu berharap pelatihan aksesoris ini bisa menghasilkan produk selain kuliner yang menjadi daya tarik wisatawan ketika berkunjung ke tempat wisata di Kota Tegal. Oleh sebab itu ia berharap ke depannya peserta pelatihan aksesoris ini bisa menghasilkan produk kerajinan yang memiliki daya tarik wisatawan lokal ketika berkunjung ke tempat tempat wisata terutama pantai-pantai yang selama ini hanya didominasi warung makanan saja.

“Dukungan penuh akan terus diberikan melalui pendampingan berkelanjutan supaya peserta bisa menjadi UKM yang produktif & menghasilkan seiring dengan pembangunan fisik yang terus dilakukan Pemerintah Kota Tegal di beberapa titik dalam rangka Tegal bersolek,” ujarnya.

Bayu Arie Sasongko bersama para pesera pelatihan pembuatan asesoris (14/7)

Sementara itu Kepala dinas DPPKBP2PA Mohamad Afin, S.IP, M.Si yang juga turut hadir membuka acara, dan turut membenarkan serta mengatakan bahwa peluang meningkatkan perekonomian semakin terbuka lebar dengan penjualan secara offline dan online yang semakin marak. “Setiap akhir pekan juga banyak pasar tiban di beberapa titik di Kota Tegal, jadi bisa dimanfaatkan untuk berjualan secara langsung,” katanya.

Pelatihan aksesoris diikuti oleh 13 peserta yang berasal dari wilayah Tegal Selatan. Dalam kegiatan pelatihan itu para peserta diajarkan cara membuat gelang, konektor masker, bros dan gantungan kunci dari bahan manik-manik.

F-PKS Dorong Pemkot Tegal Selesaikan Piutang Macet 12,5 M

F-PKS Dorong Pemkot Tegal Selesaikan Piutang Macet 12,5 M

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tegal meminta Pemerintah Kota Tegal menyusun langkah strategis terkait penyelesaian piutang macet Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) sebesar Rp 12,5 M.

Hal tersebut disampaikan juru bicara Fraksi PKS DPRD Kota Tegal, Zaenal Nurrohman A. Md saat menyampaikan Pendapat Akhir (PA) Fraksi PKS terhadap akan ditetapkannya Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Tegal Tahun Anggaran 2021 pada Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal, Rabu (13/07).

Adapun langkah strategis yang disarankan FPKS adalah Pemerintah Kota Tegal perlu menyusun peraturan khusus yang mengatur penyelesaian piutang macet. “Dengan adanya peraturan ini maka penyelesaian piutang daerah akan memiliki pedoman yang pasti,” kata Zaenal.

Juru Bicara F-PKS Zaenal Nurrohman menyerahkan Pendapat Akhir F-PKS tentang LPP APBD 2021

Selain itu F-PKS juga mengungkapkan, temuan BPK pada kurun waktu 2017-2021 masih ada yang belum selesai ditindaklanjuti. “Jika hal ini dibiarkan maka hanya akan menumpuk pekerjaan dan rentan terbengkalai karena tak tersentuh. Oleh karena itu kami berharap agar semua catatan dan temuan dari BPK dalam Pelaksanaan APBD 2021 segera dilakukan tindak lanjut perbaikan serta dijadikan Pedoman dan Panduan sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan kita bersama dalam menyusun dan melaksanakan APBD pada tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, F-PKS juga mendorong Pemerintah Kota Tegal untuk berupaya keras dengan Bank Jateng dalam penambahan alat tapping box guna memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Data yang kami dapatkan sampai saat ini baru terpasang total 154 alat dari jumlah potensi 500 wajib pajak yang ada.

Pada kesempatan paripurna tersebut, Zaenal mengingatkan Pemkot Tegal agar rekomendasi, saran dan masukan yang disampaikan oleh DPRD Kota Tegal, baik melalui komisi-komisi ataupun Badan Anggaran agar menjadi perhatian untuk ditindaklanjuti secara serius oleh Pemerintah Kota Tegal.

Sementara itu Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Amiruddin, Lc meminta pelaksanaan kegiatan APBD pada tahun ini dan tahun-tahun mendatang telah melalui perencanaan matang, terukur baik dari segi pelaksanaannya maupun dari segi dampaknya. Setiap program yang direncanakan prinsipnya adalah pelayanan kepada masyarakat. Ketika ada program tidak berjalan artinya ada pelayanan masyarakat yang terdistori.

“Amanah rakyat terhadap Pengelolaan keuangan Pemerintah Daerah adalah untuk mensejahterakan masyarakat. Oleh karena itu persoalan pengentasan pengangguran dan kemiskinan agar menjadi prioritas dalam alokasi anggaran melalui berbagasi sektor pendekatan yang efektif dan substantive,” kata Amir.

 

PKS Kota Tegal Salurkan Kurban 9 Sapi dan 69 Kambing

PKS Kota Tegal Salurkan Kurban 9 Sapi dan 69 Kambing

DPD PKS Kota Tegal turut sukseskan gerakan 1,5 juta paket kurban yang digagas DPP PKS di tahun 2022. Di Tegal sendiri PKS berhasil menyalurkan hewan kurban 9 Ekor Sapi dan 69 Ekor Kambing. Pemotongan hewan kurban ini tersebar di 4 kecamatan yang dikelola Panitia kurban dari DPC PKS.

Adapun rincian kurban adalah 5 sapi dan 15 kambing di DPC PKS Tegal Timur, 2 sapi dan 17 kambing di DPC PKS Tegal Selatan, 1 sapi dan 20 kambing di DPC PKS Tegal Barat, dan 1 sapi dan 17 kambing di DPC PKS Margadana.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc. Pemotongan hewan kurban dilakukan selama 2 hari pada hari Ahad, 10 Juli 2022 dan Senin, 11 Juli 2022.  Menurutnya partisipasi peserta kurban rata-rata mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. “Di PKS Tegal Timur tahun kemarin 4 ekor sapi dan 10 kambing sedangkan di tahun ini 5 ekor sapi dan 15 ekor kambing,”  ungkapnya.

Pendistribusian daging kurban sendiri dibagikan kepada warga yang tersebar di 4 kecamatan baik dari kalangan kader PKS maupun masyarakat umum. “Di Tegal Barat sendiri, kami distribusikan sebanyak 487 bungkus kepada warga di sekitar wilayah Tegal Barat,” kata Ketua DPC PKS Tegal BaratTedi Kartino.

Tedi menyampaikan ucapan terima kasih kepada warga yang sudah menitipkan hewan kurbannya melalui PKS Tegal Barat. “Alhamdulillah tahun ini jumlah pequrban dan penerima manfaat semakin meningkat. Kami mendistribusikan kepada warga di sekitar wilayah Tegal Barat.” ujar Tedi.

Amiruddin berharap paket daging kurban yang dibagikan dapat bermanfaat. Semakin banyak hewan kurban, semakin banyak masyarakat yang tersentuh dengan pelayanan PKS. “Selain berkurban adalah perintah Allah SWT, PKS juga menginstruksikan untuk membagikan 1,5 juta paket hewan kurban pada masyarakat seluruh Indonesia pada tahun 2022 ini,” ujar H. Amirrudin, Lc.

Di Margadana sendiri proses pemotongan hewan kurban berlangsung guyub dan penuh kebersamaan. Pelaksanaan kurban melibatkan masyarakat sekitar. “Terima kasih kepada para kader dan Relawan PKS, serta masyarakat yang sudah percayakan kurbannya tahun ini melalui DPC PKS Margadana. Semoga menjadi tabungan akhirat kita bersama,” ungkap Ketua DPC PKS Margadana Ali Mubarok.

Hal yang sama juga dilakukan di Tegal Selatan. Ketua DPC PKS Tegal Selatan Firman Kurniawan bahkan langsung membuka pendaftaran yang akan berkurban pada tahun depan. Ia berharap, tahun depan pelaksanaan kurban bisa bertambah, sehingga akan semakin banyak penerima manfaat.[]

Amiruddin; “Setelah 6 Tahun Hidup Tanpa Identitas, Kini Ardan Sudah Tercatat di Disdukcapil.”

Amiruddin; “Setelah 6 Tahun Hidup Tanpa Identitas, Kini Ardan Sudah Tercatat di Disdukcapil.”

Aura bahagia terpancar di wajah Muhammad Ardan Isya Ramadan. Setelah tujuh tahun hidup tanpa memiliki identitas, anak berusia 6 tahun ini identitasnya kini tercatat di Disdukcapil. Dengan demikian dia tidak kesulitan lagi ketika diminta melampirkan akta kelahiran atau pun fotocopy kartu keluarga.

Sebelumnya ia sempat mengalami kesulitan ketika mendaftar sekolah karena tidak bisa melampirkan dokumen seperti akta kelahiran dan kartu keluarga. Beruntung ia mendapatkan advokasi dari Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Amiruddin Lc.

Melalui perannya sebagai anggota DPRD Kota Tegal, Amiruddin membantu mengomunikasikan permasalahan ini melalui Disdukcapil Kota Tegal agar Arsyan memiliki kartu identitas yang memang wajib dimiliki oleh setiap warga Negara Indonesia.

Setelah diproses, kini dokumen Ardan pun sudah jadi dan sudah diserahkan kepadanya. “Dokumen-dokumen ini sudah diserahkan kepada Ardan, di Jl. Kamboja Kelurahan Kejambon Tegal Timur Kota Tegal. Ardan saat ini tinggal bersama mbahnya,” kata Amiruddin, pada Rabu, (29/6).

Amir menjelaskan bahwa dokumen identitas diri seperti Kartu Identitias, Akta Kelahiran, dan Kartu Keluarga sebaiknya perlu segera diurus begitu anak baru lahir, sebab dokumen identitas diri ini sangat penting, karena biasanya menjadi kelengkapan persyaratan administratif seperti misalnya syarat pendaftaran sekolah.

Amir menjelaskan, anak ini istimewa karena saat ini ibunya sedang dalam menjalani masa tahanan, sementara ayahnya keberadaannya tidak jelas kabarnya. Amir menjelaskan awalnya anak ini tidak punya identitas apapun kecuali hanya ada surat keterangan lahir dari bidan, dan namanya  juga belum masuk dalam kartu keluarga. “Alhamdulilah dokumen identitas ananda Ardan sudah jadi. Tahun ini dia masuk SD. Kita doakan semoga ke depan anak ini jadi anak yang sukses,” kata Amir seraya mendoakan.[]

F-PKS Desak Pemkot Tegal Setop Balap Liar; “Fasilitasi Arena Balap Resmi, Sediakan Pelatih”

F-PKS Desak Pemkot Tegal Setop Balap Liar; “Fasilitasi Arena Balap Resmi, Sediakan Pelatih”

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal mendesak Pemerintah Kota Tegal dan instansi terkait untuk menertibkan balap liar yang dilaporkan sering terjadi di Kota Tegal.

F-PKS menerima laporan dari warga setiap malam Minggu di Jl. AR Hakim yang membentang dari perempatan Yogya Mall sampai perlintas kereta api sering dijadikan sebagai arena balap liar ketika malam hari sampai menjelang subuh. Pihak masyarakat sudah melaporkan kejadian ini, namun belum ada penangangan serius untuk menindaklanjuti hal tersebut.

“Demi ketertiban dan menghadirkan rasa nyaman, kami meminta kepada Walikota Tegal melalui Polres Tegal untuk bisa menertibkan baapan liar tersebut, sebab keberadaannya sangat meresahkan dan mengganggu ketenteraman warga saat waktu istirahat,” kata Juru Bicara  PKS Bayu Arie Sasongko pada kesempatan rapat paripurna penyampaian Pemandangan Umum LP APBD 2021.

Sementara itu, Anggota F-PKS yang lain, Rachmat Rahardjo turut memberikan tanggapan mengenai balap liar. Ia mengatakan sesuatu yang tidak pada tempatnya jelas berpotensi menganggu ketertiban masyarakat. Jl, AR. Hakim Tegal adalah jalan utama, bukan jalan yang disediakan arena balapan, jelas menganggu kenyamanan masyarakat.

Meski balapan itu terjadi pada malam hari hingga menjelang subuh, dimana pada saat itu kawasan jalan sepi, tetapi hal itu tetap tidak dapat dibenarkan atau dijadikan alasan pembenaran.

“Pemkot Tegal bisa menertibkan dengan menyediakan arena balapan resmi dan juga pelatih agar hobi anak muda yang hobi balapan tidak lagi adu kecepatan di arena balap liar,” sarannya. Ia berharap melalui arena resmi yang difaislitasi Pemerintah Kota Tegal, siapa tahu akan lahir pebalap-pebalap yang bisa berlaga di Mandalika.

 

 

Copyright © 2026