PKS Kota Tegal Peringati Maulid Nabi di 4 Titik Kecamatan

PKS Kota Tegal Peringati Maulid Nabi di 4 Titik Kecamatan

PKS Kota Tegal Peringati Maulid Nabi di 4 Titik Kecamatan. Kegiatan ini diselenggarakan di masing-masing DPC Partai Keadilan Sejehtera. PKS Tegal Barat menggelar acara maulid nabi pada 8 Oktober 2022. Sementara PKS Tegal Timur dan Margadana agenda yang sama digelar pada 16 Oktober 2022. DPC PKS Tegal Selatan rencana akan dihelat pada Sabtu, 22 Oktober 2022.

Kegiatan peringatan maulid nabi ini dimeriahkan dengan lomba pembacaan kitab barzanji yang diikuti oleh anggota RKI (Rumah Keluarga Indonesia). Di Margadana sendiri untuk tausiyah diisi oleh KH. Ahmad Amrozi yang menyamaikan tentang pentingnya mempunyai sifat-sifat Nabi Muhammad Saw.

Sementara di DPC PKS Tegal Timur kegiatan pengajian Maulid Nabi juga diselingi dengan kegiatan peningkatan kapasitas anggota di bidang kepemimpinan dan kewirausahaan yang dikemas dalam bentuk outbound di Bumi Perkemahan PAI Kota Tegal.

Di Tegal Barat sendiri, kegiatan maulid nabi diawali dengan pembacaan Maulud Diba’ yang diikuti sekitar seratus lebih anggota DPC dan RKI. Pada kesempatan itu Ust. Tauchidin menyampaikan tausiyah. Ia menyampaikan bahawa para nabi yang lain ibarat ikat cincin, sementara Nabi Muhammad sebagai batu permata. Nabi yang lain itu mulia. Tetapi yang paling mulia nabi Muhammad Saw.

Ketua DPC PKS Tegal Barat, Tedi Kartino, S.P mengatakan dalam sambutannya, “Pelaksanaan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini adalah momentum sakral yang bisa dimanfaatkan, tidak hanya dalam perayaan saja tapi juga diaplikasikan dalam sikap sehari-hari,” ujarnya.

Perayaan Maulid yang diselenggarakan PKS ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas SDM anggota partai dengan meneladani kebaikan Nabi Muhammad Shallallah Alaihi Wasallam. Dalam momentum tersebut juga dilakukan pengukuhan lima kelompok RKI (Rumah Keluarga Indonesia) baru di wilayah binaan DPC Tegal Barat.

Kota Tegal Gagal Terima DID 2023, Begini Tanggapan Fraksi PKS

Kota Tegal Gagal Terima DID 2023, Begini Tanggapan Fraksi PKS

Kota Tegal Gagal Menerima Dana Insentif Daerah (DID) 2023. Karena itu Fraksi PKS Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal menyesalkannya, karena potensi sumber pendapatan daerah berkurang lantaran DID gagal diterima.

Diketahui, peluang alokasi DID untuk setiap daerah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) adalah sebesar Rp150 miliar lebih per tahun, dari 21 indikator yang dikriteriakan.

“Patut disesalkan atas tidak diterimanya alokasi Dana Insentif Daerah untuk Kota Tegal di 2023. DID itu seperti hadiah atau prestasi,” kata Sekretaris Fraksi PKS Zaenal Nurohman, Senin 17 Oktober 2022.

Zaenal mengatakan, ini menunjukkan kinerja atas indikator tujuan dan sasaran yang berkaitan dengan indikator kriteria DID menurun lebih buruk dari tahun sebelumnya.

Sehingga Kota Tegal gagal memperoleh insentif dari Pemerintah Pusat. Artinya, masih banyak indikator kriteria DID yang capaiannya belum memenuhi. Untuk bisa memperoleh DID, sambung Zaenal, ada empat kategori yang perlu dicapai pemerintah daerah, yakni Tata Kelola Keuangan Daerah, Pelayanan Dasar Publik, Pelayanan Umum Pemerintahan, dan Kesejahteraan Masyarakat.

Ke depan, pemerintah daerah harus fokus untuk memperbaiki kinerjanya dalam empat kategori tersebut.

“Jika salah salah satu kriteria tersebut bagus, maka akan mendapatkan DID,” ujar Zaenal.

Sebelumnya, isu ini disinggung Fraksi PKS dalam Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi terhadap Rancangan APBD 2023. Fraksi PKS mendorong Pemerintah Kota Tegal dapat menjelaskan apa penyebab Kota Tegal tidak mendapatkan DID di 2023.

 

Fraksi PKS Kota Tegal Soroti Berbagai Persoalan

Fraksi PKS Kota Tegal Soroti Berbagai Persoalan

Pandangan Umum (PU) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tegal yang disampaikan H. Amiruddin Lc pada Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal, Selasa (20/9) menyoroti sejumlah persoalan.

Amiruddin menyampaikan, dengan adanya kenaikan harga bbm subsidi dimana sejak awal Fraksi PKS DPR RI menolak keras kebijakan pemerintah ini, saat ini sudah sangat dirasakan oleh masyarakat, yaitu memicu kenaikan harga kebutuhan masyarakat yang lain. Hal yang tidak bisa dipungkiri, bahwa kenaikan harga BBM akan menaikan angka inflasi, hal ini bisa kita lihat dengan adanya kebijakan pemerintah pusat berupa kebijakan social and economic safety net.

Pada pembahasan KUPA PPAS perubahan beberapa waktu lalu, TAPD Pemerintah Kota Tegal telah menyampaikan hasil perhitungan untuk RAPBD 2022 ini, alokasi anggaran sebesar Rp 2 milyar lebih, untuk penanganan dampak kenaikan inflasi.

Fraksi PKS meminta dengan sangat, bahwa dalam pembahasan RAPBD 2022 nanti, pemerintah kota harus bisa menjabarkan alokasi anggaran tersebut secara rinci berupa kegiatan dan sub kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga benar benar tepat sasaran dan bisa dirasakan oleh masyarat untuk mengurangi beban pengeluaran masyarakat serta meningkatkan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin.

Pada PU Fraksi PKS juga menyinggung rencana Pemerintah Kota Tegal tentang pembangunan fly over diatas perlintasan kereta api di tirus. Fraksi PKS menerima aspirasi dari masyarakat yang tinggal di sekitar Tirus, sebagian besar warga justru menginginkan pembuatan jalan baru yang merupakan terusan Jalan Kapten Sudibyo kurang lebih 50-100 Meter.

Saat ini banyak sekali penggalian untuk jaringan fiber optic dan pemasangan tiang tiang baru untuk jaringan internet dari provider penyedia jasa internet. Jalan-jalan yang telah bagus dibangun harus digali baik itu sejajar maupun melintang jalan, tidak jarang juga mengenai saluran air dan akses masuk rumah masyarakat. Saat telah selesai tidak dilakukan perbaikan atau mengembalikan ke kondisi semula, terkesan dilakukan pembiaran dan pengurukan seadanya. Begitu juga dalam pemasangan tiang tiang jaringan baru, banyak yang dilakukan secara asal saja, tidak mempertimbangkan estetika dan kepentingan masyarakat, terjadi banyak benturan dengan masyarakat, membuat kabel kabel semakin semrawut dan mengganggu kenyamanan masyarakat.

“Kami minta pemerintah kota mengatur dan menertibkan pemasangan jalur fo dan tiang tiang tersebut,” ujar Amir.

Pembangunan tempat relokasi PKL Alun-alun dilahan milik CMJT yang sudah dilakukan sewa oleh Pemkot Tegal sejak 14 Desember 2021, sampai saat ini pantauan dari Fraksi PKS lahan tersebut belum ada perkembangn apa-apa? “Bagaimana janji dan kesungguhan Pemkot Tegal terkait penataan dan pemberdayaan PKL dampak dari pembangunan Alun- alun dan Taman Pancasila. Mohon tanggapanya,” pungkas Amir.

Bayu Arie Sasongko; “Souvenir Bisa Jadi Oleh-oleh Selain Kuliner.”

Bayu Arie Sasongko; “Souvenir Bisa Jadi Oleh-oleh Selain Kuliner.”

Souvenir sangat berpeluang bisa menjadi salah satu oleh-oleh paling dicari banyak orang ketika berkunjung suatu daerah atau tempat wisata. Tentu saja hal itu jika souvenir yang ditawarkan memiliki keunikan, kekhasan, dan orisinalitas. Butuh sentuhan-sentuhan tangan kreatif agar souvenir khas daerah bisa menjadi oleh-oleh yang paling diburu.

Hal ini disampaikan Anggota DPRD Bayu Arie Sasongko dalam kegiatan pelatihan pembuatan asesoris yang diselenggarakan di LKP Sekar, Randugunting, Kota Tegal, Rabu (13/7). Kegiatan ini merupakan pokok pikiran usulan Aleg PKS kota Tegal yang bekerjasama dengan DPPKBP2PA (Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak).

“Berkaca pada beberapa pedagang aksesoris dan souvenir yang ditemui ketika melakukan Kunjungan Kerja di beberapa daerah di Indonesia, kami melihat adanya peluang kerajinan serupa untuk dikembangkan di Kota Tegal. Aksesoris souvenir selalu menjadi pilihan produk yang dibeli sebagai oleh-oleh selain produk kuliner,” katanya.

Bayu berharap pelatihan aksesoris ini bisa menghasilkan produk selain kuliner yang menjadi daya tarik wisatawan ketika berkunjung ke tempat wisata di Kota Tegal. Oleh sebab itu ia berharap ke depannya peserta pelatihan aksesoris ini bisa menghasilkan produk kerajinan yang memiliki daya tarik wisatawan lokal ketika berkunjung ke tempat tempat wisata terutama pantai-pantai yang selama ini hanya didominasi warung makanan saja.

“Dukungan penuh akan terus diberikan melalui pendampingan berkelanjutan supaya peserta bisa menjadi UKM yang produktif & menghasilkan seiring dengan pembangunan fisik yang terus dilakukan Pemerintah Kota Tegal di beberapa titik dalam rangka Tegal bersolek,” ujarnya.

Bayu Arie Sasongko bersama para pesera pelatihan pembuatan asesoris (14/7)

Sementara itu Kepala dinas DPPKBP2PA Mohamad Afin, S.IP, M.Si yang juga turut hadir membuka acara, dan turut membenarkan serta mengatakan bahwa peluang meningkatkan perekonomian semakin terbuka lebar dengan penjualan secara offline dan online yang semakin marak. “Setiap akhir pekan juga banyak pasar tiban di beberapa titik di Kota Tegal, jadi bisa dimanfaatkan untuk berjualan secara langsung,” katanya.

Pelatihan aksesoris diikuti oleh 13 peserta yang berasal dari wilayah Tegal Selatan. Dalam kegiatan pelatihan itu para peserta diajarkan cara membuat gelang, konektor masker, bros dan gantungan kunci dari bahan manik-manik.

PKS Kota Tegal Latih Relawan Advokasi

PKS Kota Tegal Latih Relawan Advokasi

Fraksi PKS DPRD Kota Tegal berkolaborasi dengan DPD PKS Kota Tegal menyelenggarakan pelatihan relawan advokasi pada Ahad, 12 Juni 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 4 utusan DPC dan 2 utusan dari Aleg PKS, dengan total 24 peserta. Selain bertujuan untuk mempersiapkan relawan, kegiatan ini juga sekaligus sebagai sarana mengokohkan DNA PKS sebagai partai pelayan rakyat.

Agenda yang dikemas dalam Training for Trainer Relawan Advokasi ini dihadiri oleh 4 Aleg PKS diantaranya Amiruddin, Lc, Rachmat Rahardjo, Zaenal Nurrohman, dan Bayu Arie Sasongko.

Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin Lc mengatakan ada begitu banyak permasalahan sosial di masyarakat yang membutuhkan pelayanan dan perlu kita layani. “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya,” kata Amiruddin mengutip hadis yang diriwayatkan Muslim, At-Turmudziy, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad.

Sementara itu, inisiator program kegiatan ini Zaenal Nurrohman mengatakan, minimnya akses, lemahnya pengetahuan, rumitnya jalur birokrasi, dan keterbatasan peran membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan yang memang sudah menjadi haknya. “Yang jadi persoalan adalah banyaknya masyarakat yang membutuhkan layanan ini, tidak sebanding dengan jumlah relawan yang terlibat dalam melakukan advokasi pelayanan,” kata Zaenal.

Ia berharap melalui kegiatan pembekalan kerelawanan ini akan lahir relawan-relawan yang memiliki integritas dan jiwa sosial tinggi, siap mendampingi masyarakat baik secara fisik maupun secara akses, dan bisa menjembatani komunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang bershinggungan langsung dengan masyarakat.

Sementara itu Bayu Arie Sasongko menambahkan bahwa keterlibatan relawan advokasi yang dipersiapkan secara khusus ini menjadi penting sebab itu menjadi bagian dari sistem yang membantu kelancaran proses pendampingan dan pelayanan.

Kegiatan pembekalan itu, para peserta diberikan materi seputar kerelawanan seperti membangun mindset relawan tangguh, Regulasi Program Pelayanan Masyarakat, dan juga komunikasi efektif. []

F-PKS: Inkonsistensi Kebijakan Zonasi Sangat Mungkin Terjadi

F-PKS: Inkonsistensi Kebijakan Zonasi Sangat Mungkin Terjadi

Fraksi PKS DPRD Kota Tegal soroti kegiatan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2022/2023 yang kini sudah dimulai. F-PKS meminta pelaksanaan PPDB dapat terlaksana dengan baik, lancar, dan sesuai ketentuan. Kebijakan zonasi sangat mungkin terjadi inkonsistensi.

“Sejatinya kebijakan zonasi melandasi salah satu tujuannya adalah mendekatkan siswa ke sekolah terdekat. Maka alat yang valid dalam pengukur jarak adalah google map, namun karena belum mampu hadirkan aplikasi yang terkoneksi dengan google maps maka pendekatannya berbasis kelurahan,” kata Anggota DPRD Fraksi PKS Rachmat Rahardjo saat penyampaian Pemandangan Umum 4 Raperda belum lama ini.

Rachmat menambahkan kemungkinan adanya inkonsistensi terkait aturan zonasi. “Di wilayah perbatasan antar kelurahan akan terjadi, jarak calon siswa di kelurahan Pesurungan Kidul lebih dekat dengan SMP N 5 jika dibandingkan ke SMP N 13. Dalam kondisi seperti ini, terjadi inkonsistensi atas tujuan utama zonasi untuk mendekatkan jarak siswa dengan sekolah,” katanya.

Terlepas dari pro kontra yang ada, kata Rachmat, kebijakan sistem PPDB menggunakan zonasi dinilai banyak kelebihan seperti, dapat menghemat waktu, menghemat biaya transportasi karena sekolah dekat dengan tempat tinggal, serta mengurangi kemacetan. Adanya sistem zonasi ini diharapkan semua warga bisa mendapatkan pendidikan yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal serta menghilangkan anggapan masyarakat mengenai sekolah berlabel unggulan hanya bisa dijangkau oleh kalangan tertentu.

“Idealnya momentum PPDB menjadi titik balik lembaga pendidikan untuk terus meningkatkan mutunya, dengan terus meningkatkan pelayanan, perbaikan sarana, dan juga kualitas guru-guruna,” pungkasnya.[]

Rekrut Tim Kepanduan, PKS Kota Tegal Gelar Latihan Bersama

Rekrut Tim Kepanduan, PKS Kota Tegal Gelar Latihan Bersama

PKS Kota Tegal menggelar latihan bersama Kepanduan, Ahad (29/5). Acara ini bertujuan untuk menambah wawasan dan nilai-nilai kepanduan yang menjadi ujung tombak keamanan PKS saat bergerak memberikan pelayanan di masyarakat.

Kabid Kepanduan DPD PKS Kota Tegal Bahtiar Rifa’i mengatakan kegiatan ini bertujuan agar peserta siap mengemban amanah yang banyak melibatkan kerja-kerja fisik, seperti membantu korban bencana, Dan pengamanan kegiatan partai.

Tidak hanya wawasan kepanduan yang didapatkan, seluruh peserta juga dilatih fisiknya, ditempa mentalnya, dan dites kebugaran fisiknya.

Bahtiar Rifa’i berharap melaui agenda latihan bersama ini semua peserta benar-benar tahu apa itu kepanduan, fungsinya apa, kerjanya apa. “Dari sini semoga akan lahir the new kepanduan,” katanya.

Ia menambahkan agar setiap anggota kepanduan bisa upgrade terus kemampuan Dan keahlian diri serta siap untuk fast respon jika suatu waktu dibutuhkan dan siap jadi tameng saat ada ancaman dari luar. “Menjadi yang terdepan dalam memberikan pelayanan sudah menjadi DNA seorang kepanduan,” ungkap Bahtiar.

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc mengatakan Diantara yang sangat dibutuhkan adalah peran kepanduan. Ketika ada bencana, musibah, saat pemilu sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa aman.

Latihan Bersama kepanduan ini, merupakan ikhtiar sekaligus persiapan menghadapi pemilu 2024. “Persiapan fisik, ruhiyah, dan juga rupiah harus terus dikuatkan,” ungkapnya.

Amiruddin berharap seluruh kader PKS, terlebih khusus regu kepanduan, harus mampu menyeimbangkan fisik dan ruhiyahnya. Dengan dua modal itu maka ke depan PKS semakin kuat, solid, Dan kompak. ()

Kegiatan Dipusatkan di DPC, Halal Bihalal PKS Kota Tegal Digelar Maraton

Kegiatan Dipusatkan di DPC, Halal Bihalal PKS Kota Tegal Digelar Maraton

Saat ini pusat kegiatan PKS lebih banyak dipusatkan di level kecamatan. Penanggungjawab kegiatan diserahkan masing-masing DPC. Atas kebijakan ini, kegiatan PKS pun jadi lebih semarak dan padat. Seperti halal Bilhalal yang diselenggarakan paska lebaran belum lama ini. Selain pesan kemenangan menghadapi Ramadan, di halal bihalal tersebut terdapat juga pesan-pesan kemenangan PKS pada Pemilu 2024 mendatang.

Halal Bihalal DPC PKS Tegal Timur diselenggarakan dalam 2 gelombang. Sesi pagi khusus untuk pengurus 36 kelompok RKI (Rumah Keluarga Indonesia) Tegal Timur. Di sesi pertama ini dihadiri oleh 110 orang. Sementara di sesi kedua, ditujukan bagi kader muda, pratama, dan madya serta pengurus ranting PKS Tegal Timur yang dihadiri 90 orang. “Jadi total peserta yang hadir, seluruhnya 200 orang,” kata Faaqihul Ulum, Ketua DPC PKS Tegal Timur, Sabtu (14/5).

Selang sehari, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Kota Tegal juga menyelenggarakan agenda Halal Bihalal, dengan sasaran peserta pengurus BPKK yang didominasi perempuan. Selanjutnya, giliran RKI Tegal Selatan yang menyelenggarakan kegiatan serupa, sebagai bagian dari membangun kedekatan dengan pengurus dan anggota RKI. Sebelumnya, Aleg Tegal Selatan Bayu Arie Sasongko juga menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal yang dihadiri pengurus DPC dan juga relawan PKS.

Momen Halal Bihal ini selain sebagai sarana menjalin silaturahim juga dijadikan sebagai sarana soliditas  sekaligus membangun kebersamaan antar kader pengurus dan simpatisan PKS yang tersebar di 4 Kecamatan. “Soliditas ini  bisa menjadi amunisi untuk meraih kemenangan PKS pada Pemilu 2024,” kata Ketua DPC PKS Faaqihul Ulum.

Sementara itu Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc turut memberikan motivasi dan arahan kepada para peserta Halal Bihalal. Diawal ia bahkan memberikan apresiasi kepada peserta yang datang paling awal, peserta yang bisa khatam 3 kali tilawah selama Ramadan, serta bagi peserta yang sudah melaksanakan puasa Syawal selama 6 hari.

Usai bagi-bagi hadiah, Anggota Legislatif Dapil Timur ini menyampaikan satu pesan bahwa pemilu 2024 PKS Kota Tegal menargetkan perolehan 8 kursi atau 2 kursi untuk masing-masing dapil.

“Kalau PKS Tegal Timur dapat 2 kursi, apakah layak?”

“Layak!” serentak semua peserta menjawab

Menurut Amiruddin, salah satu untuk bisa mendapatkan kelayakan 2 kursi itu adalah dengan terus memperbanyak orang untuk bergabung bersama PKS. “Kelayakan itu bisa kita siapkan dari sekarang, dengan memantaskan diri menjadi pemenang pemilu 2024,” katanya.

Kewenangan Diambil Alih Provinsi, Pemkot Tegal Diminta Serahkan Aset SLB

Kewenangan Diambil Alih Provinsi, Pemkot Tegal Diminta Serahkan Aset SLB

Usai berkonsultasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Kelompok Kerja (Pokja) I Pembahasan LKPJ Walikota Tegal 2021 meminta agar Pemkot Tegal menyerahkan aset tanah SLB yang sudah diambil alih Provinsi Jawa Tengah.

“Saat ini kewenangan pengelolaan SLB ada di Provinsi,” ungkap Rachmat Rahardjo, Anggota Pokja I.” Penyerahkan asset tanah kepada provinsi ini akan mempercepat proses pengembangan SLB di Kota Tegal, baik dari segi pengembangan sarana maupun dari peningkatan kualitas pembelajarna,” kata Rachmat.

Menurut Rachmat, SLB Negeri Kota Tegal dinilai memerlukan perluasan dan perbaikan sarana dan prasarana. Karena status pengelolaan telah menjadi kewenangan provinsi, hanya saja asset tanahnya masih tercatat sebagai asset Pemkot Tegal. Ini jadi kendala administratif dalam melakukan perluasan dan pengembangan sarana dan prasarana.

Maka, dukungan pemkot untuk melimpahkan pencatatan asset ke Pemerintah Provinsi bisa dilakukan dalam waktu dekat. Rachmat menjelaskan bahwa dukungan anggaran Provinsi kepada daerah dalam bentuk Bantuan Keuangan Gubernur Jawa Tengah dapat dimanfaatkan melalui ajuan proposal. “Karenanya keaktifan Dinas di daerah menjadi sangat penting dalam penyiapan proposal Bantuan Keuangan Gubernur Jawa Tengah,” ungkapnya.

Sementara itu Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal Amiruddin, Lc menyampaikan, SLB di Kota Tegal, terhitung sudah cukup lama keberadaannya, jumlah anak didik yang belajar di SLB Kota Tegal juga semakin banyak, hanya saja pengembangannya sampai saat ini terasa belum maksimal.

“Sarpras yang masih ala kadarnya dan tidak memadai akan berdampak pada mutu pendidikan di SLB. Jika memang kewenangan pengelolaan SLB sudah diambil alih provinsi, saya kira Pemkot bisa mengurus peralihan pencatatan administratif aset tanah SLB ke provinsi,” katanya.[]

78 Jabatan Struktural Pemkot Kosong. Rachmat; Kekosongan Tak Boleh Terjadi

78 Jabatan Struktural Pemkot Kosong. Rachmat; Kekosongan Tak Boleh Terjadi

Formasi jabatan struktural di Kota Tegal sebanyak 568. Namun per 31 Desember 2021, diketahui hanya terisi 490 jabatan. Sehingga, 78 jabatan kosong. Fakta tersebut terungkap dalam Rapat Kelompok Kerja Komisi I dengan Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Tegal membahas LKPJ Wali Kota Tegal Akhir Tahun Anggaran 2021.

Menurut Anggota Komisi I Rachmat Rahardjo, seperti dilansir diswayjateng.id untuk mewujudkan good governance atau pemerintahan yang baik, keberadaan seorang pejabat sebagai pimpinan organisasi harus ada, baik berstatus definitif maupun pelaksana tugas. Karena itu, kekosongan pimpinan organisasi tidak boleh terjadi. Dan meskipun diisi oleh pelaksana tugas, langkah perangkapan jabatan bukanlah pilihan terbaik.

“Good governance bisa dicapai melalui struktur organisasi yang kuat, tentu salah satu unsurnya adalah jabatan dipegang oleh pejabat definitif,” kata Rachmat di Komplek Gedung Parlemen, Jalan Pemuda, Kamis (7/4). Rachmat mewanti-wanti, perekrutan pejabat baru untuk mengisi 78 formasi jabatan yang tersedia agar dapat dilakukan melalui proses seleksi yang transparan, profesional, dan berkeadilan.

“Dengan mengutamakan kompetensi dan kredibilitas,” imbuh Rachmat.

Dijelaskan Plt Kepala BKPPD Ilham Prasetyo, di 2021 formasi jabatan struktural baru terpenuhi sebesar 86,26 persen, atau melebihi target 2021 yakni 83 persen. Sedangkan capaian persentase ASN yang meningkat kompetensinya 38,6 persen dari target 28 persen. Meskipun masih pandemi, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan tetap berjalan melalui metode tatap muka, blended, dan daring.

“BKPPD mengolah data pengembangan ASN. Untuk menduduki jabatan struktural harus melalui talent scouting dan talent pool. Sehingga, diharapkan dapat memenuhi target pengisian jabatan,” ujar Ilham.[]

Copyright © 2026