Angkutan Sekolah Gratis Kota Tegal Dievaluasi DPRD Demi Efektivitas Rute

Angkutan Sekolah Gratis Kota Tegal Dievaluasi DPRD Demi Efektivitas Rute

Program Angkutan Sekolah Gratis yang digagas Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal telah merampungkan masa uji coba selama dua pekan. Hasil dan data dari masa percobaan yang berlangsung 18 hari penuh ini kini menjadi fokus utama Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang digelar di Gedung Parlemen pada Rabu (3/12).

Evaluasi ini bertujuan memastikan seberapa efektif dan efisien rute-rute angkutan perkotaan yang melayani pelajar secara cuma-cuma tersebut, sebelum ditetapkan sebagai kebijakan baku.

Anggota Komisi III DPRD, Mochammad Ali Mashuri, menekankan bahwa masa uji coba yang dimulai sejak 24 November 2025 itu berfungsi sebagai “tes ombak” untuk mengukur keberhasilan program. Menurut Ali, data yang terkumpul telah memberikan gambaran yang jelas mengenai titik-titik layanan.

“Uji coba ini seperti tes ombak. Dia akan menunjukkan seberapa efektif jalur-jalur yang sudah dibuat Dishub,” ujar Ali Mashuri seusai rapat.

Ali menjelaskan, data menunjukkan adanya titik-titik layanan yang tinggi permintaannya sehingga perlu didorong porsi layanannya. Sebaliknya, ada pula rute yang mungkin perlu dikurangi porsi pelayanannya karena kurang diminati.

“Sehingga, ketika nanti program ini resmi menjadi kebijakan baku untuk satu tahun penuh, dia bisa berjalan lebih efektif dan efisien. Anggaran yang dikeluarkan pun tepat sasaran,” imbuhnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Abdul Kadir, dalam paparannya menjelaskan bahwa angkutan gratis berpelat kuning ini mengemban misi yang melampaui sekadar memberikan tumpangan.

Program ini dirancang untuk mendukung layanan publik dengan menyediakan transportasi yang terfokus bagi pelajar, memberikan angin segar ekonomi bagi orang tua, dengan memangkas biaya transportasi harian, dan meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan remaja dan pelajar di jalanan.

Tak hanya itu, program ini juga merupakan upaya konkret Pemerintah Kota Tegal untuk mendukung eksistensi angkutan perkotaan agar tetap hidup dan melayani masyarakat di tengah gempuran transportasi daring (online).

Evaluasi mendalam ini akan menentukan nasib rute-rute yang diujicobakan di tiga jalur utama yang menyasar titik-titik padat pelajar. Setelah “disaring” dan “dibenahi,” harapannya Angkutan Sekolah Gratis benar-benar bisa menjadi solusi transportasi yang aman, nyaman, dan ramah kantong bagi seluruh pelajar Kota Tegal.

 

Komisi II DPRD Tegal: Mayoritas Pekerja Garmen Warga Lokal, Pelayanan Perizinan Memudahkan Investor

Komisi II DPRD Tegal: Mayoritas Pekerja Garmen Warga Lokal, Pelayanan Perizinan Memudahkan Investor

Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal menemukan angin segar dari lantai produksi PT Dongcai Garment Indonesia, perusahaan spesialis baju renang berorientasi ekspor. Dalam kunjungan lapangan pada Selasa (2/12), DPRD memastikan perusahaan tersebut tidak hanya berkomitmen terhadap investasi, tetapi juga signifikan menyerap tenaga kerja lokal.

Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi II Zaenal Nurohman ini merupakan perwujudan sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk memverifikasi denyut nadi investasi dan dampaknya terhadap masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, kami dapati mayoritas pekerjanya adalah warga Kota Tegal,” ujar Zaenal Nurohman dengan nada puas.

Temuan ini dinilai menjadi kabar baik di tengah upaya serius Pemerintah Kota Tegal untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan. Investasi yang masuk terbukti berbuah manfaat langsung dan konkret bagi masyarakat lokal.

Selain fokus pada penyerapan tenaga kerja, Komisi II juga berdialog dengan manajemen PT Dongcai mengenai iklim investasi dan proses perizinan di Kota Tegal. Manajemen perusahaan menyampaikan pandangan positif. Pelayanan perizinan di Kota Tegal dinilai sudah cukup baik dan memudahkan para investor. Hal ini menjadi “lampu hijau” dan sinyal positif bagi pelaku usaha lain untuk menanamkan modal di kota bahari ini.

Kekhawatiran akan hengkangnya perusahaan, yang sempat mengemuka, juga sirna. Komisi II menindaklanjuti informasi terkait akan berakhirnya kontrak sewa lokasi PT Dongcai saat ini. Pihak perusahaan memberikan kepastian bahwa mereka telah membebaskan lahan baru. Lokasi pabrik baru berada di Kelurahan Muarareja, tidak jauh dari lokasi yang sekarang.

Dengan demikian, PT Dongcai Garment Indonesia dipastikan akan tetap beroperasi dan berkomitmen berinvestasi jangka panjang di Kota Tegal. Komitmen ini patut diapresiasi oleh Pemerintah Kota. Meski demikian, terdapat satu sorotan tajam dari Zaenal Nurohman, yakni tingginya angka turn-over atau perpindahan karyawan yang cukup signifikan.

Manajemen menjelaskan, hal ini dipicu oleh karakteristik produk yang mereka hasilkan, yaitu baju renang. Memproduksi pakaian renang, yang merupakan produk ekspor, membutuhkan keahlian dan ketelitian tinggi. Sedikit saja meleset, kualitas ekspor terancam. Persyaratan kualitas ketat inilah yang menyebabkan beberapa pekerja lokal mungkin kesulitan bertahan.

Menyikapi hal ini, Komisi II memberikan dorongan keras kepada Pemerintah Kota dan pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Mereka berharap, tenaga kerja lokal dibekali tidak hanya dengan keterampilan teknis yang memadai, tetapi juga sikap (attitude) kerja yang baik.

“Bekerja di industri standar ekspor seperti ini adalah maraton, bukan lari sprint. Kami berharap agar tenaga kerja lokal mampu bersaing, bertahan, dan berkembang. Lokalitas harus beriringan dengan kualitas,” tegas politisi PKS ini. Ia menekankan pentingnya pelatihan dan pembinaan berkelanjutan agar warga Tegal mampu bersaing di industri garmen berstandar global

Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Apresiasi Lukisan Disabilitas

Fraksi PKS DPRD Kota Tegal Apresiasi Lukisan Disabilitas

Peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 di Pendopo Kota Tegal pada Selasa (2/12/2025) menjadi momentum yang sangat bermakna, khususnya melalui pameran dan lelang karya seni anak-anak penyandang disabilitas.

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kota  Tegal Mochamad Ali Mashuri hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Fraksi PKS menunjukkan kepeduliannya yang mendalam dengan berpartisipasi aktif dalam lelang dan memberikan apresiasi tinggi terhadap bakat luar biasa anak-anak berkebutuhan khusus.

Mewakili Fraksi PKS, Ali Mashuri berhasil memenangkan lelang salah satu dari enam lukisan yang dipamerkan dengan penawaran sebesar Rp1.050.000,-. Lukisan tersebut, bersama dengan karya seni dan UMKM disabilitas lainnya, menarik perhatian karena dinilai memiliki nilai seni yang tinggi, keunikan warna, tema, dan filosofi tersendiri.

Dalam kesempatan tersebut, Ali Mashuri menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para guru pendamping dan orang tua yang telah tanpa lelah membimbing anak-anak hingga meraih prestasi.

“Kegiatan ini merupakan ruang kepedulian kita bersama dan acara ini sangat bermakna. Semua perjuangan guru menjadi ladang ibadah,” ujar Ali Mashuri.

“Semoga kedepan peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) lebih besar dan meriah.”

Tidak hanya Fraksi PKS, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tegal, Agus Dwi Sulistyantono, juga turut memenangkan lelang lukisan dengan penawaran yang sama.

“Kami sampaikan rasa syukur yang mendalam kepada anak-anak hebat penyandang disabilitas, para guru pendamping, orang tua, lembaga sosial, serta seluruh pihak yang selama ini memberikan perhatian dan dukungan,” kata Sekda.

Ia menegaskan bahwa pembangunan inklusif di Kota Tegal tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga pada pembangunan infrastruktur sosial yang memberikan kesempatan setara bagi semua warga, termasuk penyandang disabilitas.

Plt. Kepala Dinas Sosial Kota Tegal, Dinar Marnoto, selaku penyelenggara kegiatan, menjelaskan bahwa peringatan HDI 2025 ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Daerah untuk menghadirkan ruang inklusif.

“Inklusif bukan sekadar menyediakan akses, tetapi juga memberikan kesempatan, memberdayakan, serta mengubah cara pandang kita terhadap keberagaman kemampuan. Anak-anak kita yang berkebutuhan khusus adalah bagian dari kita yang harus kita dukung sepenuhnya,” jelas Dinar.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Kota Tegal, Plt. Kepala Dinsos, Ketua Komunitas Disabilitas, serta ratusan anak-anak disabilitas se-Kota Tegal, guru pendamping, dan orang tua.

Erni Ratnani Desak Prioritas Anggaran Perbaikan SDN Panggung 5

Erni Ratnani Desak Prioritas Anggaran Perbaikan SDN Panggung 5

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal Hj. Erni Ratnani, SE, MM mendesak Pemerintah Kota Tegal untuk segera memberikan perhatian khusus dan menetapkan perbaikan SDN Panggung 5, Kecamatan Tegal Timur, sebagai prioritas utama. Sekolah yang juga berfungsi sebagai SD Inklusi ini menghadapi kondisi darurat infrastruktur setelah tiga ruang kelasnya dirobohkan karena rusak parah dan dikhawatirkan membahayakan keselamatan anak-anak.

Erni Ratnani yang hadir dalam kunjungan lapangan (Kunlap) ke lokasi, mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi yang dialami siswa. Saat ini, proses belajar mengajar harus dilakukan di ruangan seadanya.

“Kami melihat langsung, ada tiga ruang kelas yang rusak parah sehingga terpaksa dirobohkan. Akibatnya, siswa harus menempati ruang-ruang yang ada dan dimanfaatkan untuk proses belajar mengajar. Meskipun harus lesehan dan menggunakan meja lipat, semangat belajar mereka tetap tinggi,” jelas Erni.

Erni menekankan bahwa perhatian khusus Pemkot Tegal sangat diperlukan agar anak-anak, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu—yang merupakan mayoritas di sekolah tersebut—dapat memperoleh tempat belajar yang lebih representatif dan layak.

Menurut penjelasan Erni, sekolah tersebut sebenarnya sempat diusulkan untuk direhabilitasi. Namun, usulan tersebut terhambat akibat rasionalisasi anggaran. “Berkurangnya Transfer Keuangan Daerah (TKD) membuat semua pos anggaran terkena rasionalisasi. Bahkan, usulan perbaikan untuk anggaran 2026 juga sudah kecoret (tidak termasuk), yang berarti perbaikan harus menunggu hingga dua tahun ke depan,” tambahnya.

Sebagai solusi jangka pendek, Komisi I sempat menawarkan opsi sewa tempat untuk menjamin proses pembelajaran tetap berjalan optimal. Pihak Komisi I juga membuka kemungkinan solusi tersebut dapat dialokasikan melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

Selain itu, Komisi I DPRD Kota Tegal berencana mengambil langkah strategis dengan mengkomunikasikan masalah ini kepada mitra kerja di tingkat pusat. “Kami akan coba komunikasikan kondisi SDN Panggung 5 ini ke Komisi X DPR RI (Bidang Pendidikan) agar segera mendapat tindakan dan bantuan yang cepat dari pemerintah pusat,” tutup Erni, berharap agar kendala birokrasi dan anggaran tidak lagi menghalangi hak anak untuk mendapatkan pendidikan di fasilitas yang aman dan layak.

Abdul Ghoni Desak DLH Segera Optimalisasi Mesin Pengolah Sampah, Tekan Volume ke TPA

Abdul Ghoni Desak DLH Segera Optimalisasi Mesin Pengolah Sampah, Tekan Volume ke TPA

Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal untuk segera mengatasi berbagai kendala teknis dan sumber daya manusia (SDM) agar mesin pengolah sampah di sejumlah Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dapat beroperasi secara optimal.

Desakan ini muncul setelah Komisi III menemukan sejumlah persoalan saat melakukan kunjungan lapangan (Kunlap) di TPST Slerok, Tegal Timur, dan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bokongsemar.

Komisi III memberikan apresiasi atas upaya DLH melengkapi fasilitas di beberapa TPST. Namun, Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal, H. Abdul Ghoni, S.E., menekankan bahwa keberadaan mesin saja tidak cukup tanpa fungsi yang maksimal.

“Kami mengapresiasi langkah DLH yang sudah melengkapi beberapa TPST dengan mesin pengolah maupun pemilah sampah. Hanya saja, saat kunjungan ke TPST Slerok, kami temukan bahwa mesinnya belum berfungsi optimal,” ujar Ghoni, Rabu (2/12). “Masih ada kendala yang harus segera diselesaikan, baik dari sisi operatornya maupun kondisi mesinnya itu sendiri.”

Ghoni menyebutkan bahwa percepatan optimalisasi ini sangat penting dan mendesak untuk menyelesaikan masalah sampah di hulu. Kota Tegal saat ini memproduksi sampah harian sebanyak 197 ton. Dengan berfungsinya seluruh TPST, target utama adalah mengurangi secara drastis volume sampah yang masuk ke TPA Bokongsemar.

“Harapan kami, yang nanti masuk ke TPA hanya sekitar 100 ton, dan sisanya yang 97 ton bisa selesai di masing-masing TPST. Ini adalah target yang realistis jika semua fasilitas berjalan baik,” tegasnya.

“Jika semua TPST berjalan baik, maka separuh sampah bisa selesai di situ. Oleh karena itu, kami meminta agar DLH segera melengkapi semua TPST sesuai standar dan memastikan SDM yang mengoperasikan mesin benar-benar kompeten,” tutup Ghoni. Komisi III mendesak agar penataan dan perbaikan kendala di TPST Slerok maupun TPA Bokongsemar segera diselesaikan oleh DLH.[]

Fraksi PKS Kota Tegal Soroti Kemandirian Fiskal

Fraksi PKS Kota Tegal Soroti Kemandirian Fiskal

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Tegal menyoroti kondisi fiskal daerah yang menunjukkan ketergantungan serius terhadap Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat dalam APBD Tahun Anggaran 2026.

Kondisi ini menjadi tantangan serius bagi Pemerintah Daerah Kota Tegal agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) benar-benar menjadi tulang punggung pembiayaan daerah.

Data APBD 2026 menunjukkan Pendapatan Transfer dari Pemerintah Pusat mencapai Rp555.713.258.000. Fraksi PKS menegaskan, dengan kondisi ketergantungan yang tinggi ini, upaya pencapaian target PAD sebesar Rp470.804.735.000 harus dilakukan secara maksimal agar kemandirian fiskal daerah dapat diperkuat.

Juru bicara Fraksi PKS, H. Abdul Ghoni, S.E., menekankan bahwa potensi PAD di Kota Tegal masih sangat banyak yang belum dioptimalkan.

“Kami berharap agar capaian realisasi tidak hanya memenuhi, tetapi juga mampu melampaui target yang sudah ditetapkan, sebagai upaya untuk memperkuat kemandirian fiskal daerah,” ujar H. Abdul Ghoni, S.E..

PKS mendesak agar masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melakukan upaya nyata untuk peningkatan PAD. Pada sektor Pajak Daerah, Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) harus mengambil langkah ekstensifikasi nyata, termasuk pemasangan taping box di setiap restoran dan melakukan digitalisasi pendapatan sektor pajak untuk menyiasati kebocoran akibat human error.

Edukasi mengenai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) dan pajak restoran harus terus menerus disosialisasikan kepada masyarakat untuk membangun kesadaran bahwa pembangunan bersumber dari pajak.

Terkait penerimaan non-pajak, Pemkot Tegal didorong untuk aktif berkomunikasi dan berkolaborasi dengan daerah lain, khususnya di sektor perikanan, untuk membentuk Kelompok Kerja atau Panitia Khusus guna mendapatkan proporsi pendapatan yang adil dan proporsional.

“Langkah-langkah strategis untuk optimalisasi pendapatan daerah ini harus terus dikembangkan oleh semua OPD karena berdampak langsung pada perolehan Dana Insentif Fiskal di tahun berjalan maupun tahun berikutnya,” pungkas Ghoni.

Fokus Upgrade Skill, PKS Kota Tegal Gelar Pelatihan Dasar Kepemimpinan

Fokus Upgrade Skill, PKS Kota Tegal Gelar Pelatihan Dasar Kepemimpinan

Bidang Pelatihan dan Kepemimpinan Anggota Partai DPD PKS Kota Tegal langsung tancap gas setelah selesainya pengukuhan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRa) se-Kota Tegal. Bidang ini segera menyelenggarakan Pelatihan Dasar Kepemimpinan (Basic Leadership) sebagai upaya cepat untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan manajerial serta pelayanan publik para pengurus baru. Langkah ini menunjukkan komitmen DPD PKS Kota Tegal agar seluruh jajaran pengurus di tingkat bawah memiliki kompetensi yang mumpuni.

Sesi upgrade skill melalui Pelatihan Basic Leadership ini disampaikan oleh tim Bidang Pelatihan dan Kepemimpinan Anggota Partai, yang terdiri dari Ali Irfan dan Adityo Herlambang. Ali Irfan, selaku Ketua Bidang Pelatihan dan Kepemimpinan Anggota Partai DPD PKS Kota Tegal, menyampaikan materi kunci pelatihan. Ia secara khusus menekankan pentingnya peran pengurus ranting. “Menjadi pengurus ranting itu bukan amanah kecil, melainkan menyimpan tanggung jawab yang besar. Maka memiliki pengaruh dan kemampuan menggerakkan menjadi salah satu kunci efektif roda organisasi,” tegas Ali Irfan, seraya memberikan semangat kepada para pengurus baru.

Pengukuhan pengurus DPC dan ranting PKS dilaksanakan di Sekretariat DPD PKS Kota Tegal pada Ahad (23/11/2025) dan dibagi menjadi dua gelombang. Sesi I, yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, diikuti oleh peserta dari Kecamatan Tegal Barat dan Margadana. Sementara Sesi II, dimulai pukul 13.00 hingga 15.30 WIB, dikhususkan bagi pengurus dari Kecamatan Tegal Selatan dan Tegal Timur. Prosesi pembacaan ikrar dan pengukuhan dipimpin langsung oleh Sekretaris DPD PKS Kota Tegal, Ichsan Triyono.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, menegaskan bahwa momentum pengukuhan ini adalah ajang untuk menanamkan kembali komitmen dan mengokohkan kiprah kepemimpinan yang telah dirintis oleh para pendahulu PKS. Zaenal menekankan bahwa peran DPC dan DPRa sangat besar sebagai amanah yang harus dijalankan dengan baik untuk menguatkan pelayanan di masyarakat, membimbing, dan menebarkan kebaikan.

Zaenal memberikan empat pesan kunci kepada para pengurus baru: menjaga persaudaraan; memiliki bekal ruhiyah karena menebar kebaikan harus dibekali kekuatan spiritual; hadir di masyarakat; serta bersinergi dengan anggota Dewan dari PKS untuk memastikan program partai berjalan optimal. Selain itu, seluruh pengurus DPC dan DPRa juga diinstruksikan untuk mengoptimalkan program unggulan Kader, Kaderisasi, Pelayanan Publik (K2P2) sebagai strategi utama pemenangan Pemilu mendatang.

Melalui pelatihan kepemimpinan dasar ini, peserta dilatih untuk memiliki kompetensi penting di lapangan, mencakup kemampuan manajerial, komunikasi publik, resolusi konflik, dan pengambilan keputusan, yang diharapkan mampu mendukung optimalisasi peran mereka sebagai ujung tombak partai di tengah masyarakat.

DPD PKS Kota Tegal Kukuhkan DPC dan DPRa, Siap Tancap Gas Layani Warga

DPD PKS Kota Tegal Kukuhkan DPC dan DPRa, Siap Tancap Gas Layani Warga

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Tegal tidak mau berlama-lama. Setelah resmi mengukuhkan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Ranting (DPRa) se-Kota Tegal, PKS Kota Tegal langsung tancap gas dengan memberikan pelatihan kepemimpinan dasar untuk mengasah kemampuan manajerial dan pelayanan publik.

Pengukuhan pengurus DPC dan ranting PKS dilaksanakan di Sekretariat DPD PKS Kota Tegal pada Ahad (23/11/2025). Prosesi pembacaan ikrar dan pengukuhan dipimpin langsung oleh Sekretaris DPD PKS Kota Tegal, Ichsan Triyono.

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, menegaskan bahwa momentum pengukuhan ini adalah ajang untuk menanamkan kembali komitmen dan mengokohkan kiprah kepemimpinan yang telah dirintis oleh para pendahulu PKS.

“Kami menyadari peran DPC dan DPRa sangat besar. Ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan baik untuk menguatkan pelayanan di masyarakat, membimbing, dan menebarkan kebaikan,” ungkap Zaenal.

Zaenal memberikan empat (4) pesan kunci kepada para pengurus baru, yaitu: menjaga persaudaraan; memiliki bekal ruhiyah karena menebar kebaikan harus dibekali kekuatan spiritual; hadir di masyarakat; serta bersinergi dengan anggota Dewan dari PKS untuk memastikan program partai berjalan optimal.

Selain empat pesan tersebut, seluruh pengurus DPC dan DPRa juga diinstruksikan untuk mengoptimalkan program unggulan Kader, Kaderisasi, Pelayanan Publik (K2P2) sebagai strategi utama pemenangan Pemilu mendatang.

Tidak hanya seremonial, acara dilanjutkan dengan sesi upgrade skill melalui Pelatihan Basic Leadership. Materi ini disampaikan oleh tim Bidang Pelatihan dan Kepemimpinan Anggota Partai, Ali Irfan dan Adityo Herlambang. Peserta dilatih untuk memiliki kompetensi penting di lapangan, mencakup kemampuan manajerial, komunikasi publik, resolusi konflik, dan pengambilan keputusan.()

Rob Ancam Lapas Tegal: Ali Mashuri Desak Pemkot Segera Bertindak

Rob Ancam Lapas Tegal: Ali Mashuri Desak Pemkot Segera Bertindak

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS Mochamad Ali Mashuri S.A.P melakukan kunjungan lapangan ke Lapas Kelas IIB Tegal. Kunjungan ini mendasari laporan warga jika kondisi lapas yang memperhatikan karena dihantam rob dan masalah sanitasi kritis.

Saat ini, Lapas Tegal dihuni sekitar 270 narapidana yang menempati 35 kamar yang secara rutin tergenang air pasang. Keresahan terbesar bukan hanya pada genangan air rob, tetapi juga kondisi sanitasi yang memprihatinkan.

Menurut Eka Feri Widianto, salah satu petugas Lapas, mengatakan lokasi lapas yang berdekatan dengan instalasi pembuangan akhir atau septic tank membuat genangan yang terjadi bercampur dengan sumber penyakit, memicu munculnya masalah kesehatan serius bagi penghuni.

Ia melanjutkan bahwa Kepala Lapas (Kalapas) Tegal telah melayangkan surat resmi kepada Pemkot Tegal melalui Bagian Umum dengan mengajukan dua permohonan utama yang bersifat mendesak.

Pertama, Kalapas berharap Pemkot Tegal dapat menyediakan lahan baru agar Lapas dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan layak huni, jauh dari ancaman rob. Kedua, jika relokasi tidak memungkinkan, Lapas meminta Pemkot segera melakukan upaya pengerukan Kali Bacin.

“Pendangkalan sungai disinyalir menjadi penyebab utama rob yang semakin parah,” katanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, kondisi sungai sudah sangat dangkal, bahkan mencapai setinggi lutut manusia dewasa, yang memperparah masalah rob di Kota Tegal.

Menanggapi situasi darurat ini, Ali Mashuri menyatakan akan berupaya mengawal agar masalah ini segera ditindaklanjuti. Ia melakukan koordinasi dengan pihak Provinsi maupun Pemerintah Pusat.

Dalam komunikasinya dengan Hamid Noor Yasin, anggota Komisi XIII DPR RI, ia berharap permasalahan Lapas Tegal yang memprihatinkan ini bisa menjadi perhatian di tingkat pusat dan segera mendapat solusi permanen dari otoritas terkait, mengingat aspek kemanusiaan dan darurat kesehatan yang dihadapi oleh ratusan warga binaan di Tegal.

Fasilitasi Sekolah Pra Nikah, Amiruddin Dorong Generasi Muda Siap Berkeluarga

Fasilitasi Sekolah Pra Nikah, Amiruddin Dorong Generasi Muda Siap Berkeluarga

Pemerintah Kota Tegal memperkuat edukasi pra nikah bagi generasi muda dan calon pengantin. Inisiasi ini diwujudkan melalui program Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD H. Amiruddin Lc, yang menggelar Stadium Generale II Sekolah Pra Nikah berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA).

Kegiatan yang berlangsung pada 10 November 2025 di Hotel Premiere Kota Tegal ini melibatkan 60 peserta dari unsur Kantor Urusan Agama (KUA), Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), serta calon pengantin. Tujuan utamanya adalah memberikan penguatan materi mengenai kesiapan mental berkeluarga, pendidikan karakter, dan manajemen konflik dalam rumah tangga.

Sekretaris DPPKBP2PA Kota Tegal, Trysnawati, S.H., M.H., menegaskan bahwa kesiapan emosional, mental, dan pengetahuan komprehensif adalah faktor fundamental dalam membangun rumah tangga yang sehat dan berkualitas.

Untuk menambah bobot materi, Stadium Generale menghadirkan pakar ketahanan keluarga regional yang memberikan pendalaman mengenai kiat-kiat membangun komunikasi efektif dan membentuk fondasi keluarga yang kuat dari segala aspek.

Amiruddin menyampaikan bahwa program melalui Pokir ini merupakan wujud komitmennya untuk menghadirkan edukasi pra nikah yang terstruktur, modern, dan relevan dengan tantangan sosial saat ini.

“Edukasi pranikah yang baik adalah investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan generasi muda Tegal tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga memiliki bekal manajemen konflik dan ketahanan diri untuk mewujudkan keluarga yang harmonis,” ujar legislator PKS ini.

Sebagai tindak lanjut, 60 peserta akan mengikuti rangkaian kelas Sekolah Siaga (Siap Berkeluarga) selama empat hari penuh, yaitu pada 15–16 November dan 22–23 November 2025. Kelas pendalaman ini dirancang menggunakan metode pembelajaran aplikatif dan interaktif.

Melalui rangkaian pendidikan ini, Pemerintah Kota Tegal berharap dapat menciptakan generasi keluarga muda yang lebih siap, lebih kuat, dan memiliki pemahaman komprehensif, sehingga berkontribusi pada peningkatan indeks kesejahteraan dan pengurangan angka perceraian di tingkat daerah.

 

Copyright © 2026