Rob Ancam Lapas Tegal: Ali Mashuri Desak Pemkot Segera Bertindak

Rob Ancam Lapas Tegal: Ali Mashuri Desak Pemkot Segera Bertindak

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS Mochamad Ali Mashuri S.A.P melakukan kunjungan lapangan ke Lapas Kelas IIB Tegal. Kunjungan ini mendasari laporan warga jika kondisi lapas yang memperhatikan karena dihantam rob dan masalah sanitasi kritis.

Saat ini, Lapas Tegal dihuni sekitar 270 narapidana yang menempati 35 kamar yang secara rutin tergenang air pasang. Keresahan terbesar bukan hanya pada genangan air rob, tetapi juga kondisi sanitasi yang memprihatinkan.

Menurut Eka Feri Widianto, salah satu petugas Lapas, mengatakan lokasi lapas yang berdekatan dengan instalasi pembuangan akhir atau septic tank membuat genangan yang terjadi bercampur dengan sumber penyakit, memicu munculnya masalah kesehatan serius bagi penghuni.

Ia melanjutkan bahwa Kepala Lapas (Kalapas) Tegal telah melayangkan surat resmi kepada Pemkot Tegal melalui Bagian Umum dengan mengajukan dua permohonan utama yang bersifat mendesak.

Pertama, Kalapas berharap Pemkot Tegal dapat menyediakan lahan baru agar Lapas dapat dipindahkan ke lokasi yang lebih aman dan layak huni, jauh dari ancaman rob. Kedua, jika relokasi tidak memungkinkan, Lapas meminta Pemkot segera melakukan upaya pengerukan Kali Bacin.

“Pendangkalan sungai disinyalir menjadi penyebab utama rob yang semakin parah,” katanya.

Berdasarkan informasi di lapangan, kondisi sungai sudah sangat dangkal, bahkan mencapai setinggi lutut manusia dewasa, yang memperparah masalah rob di Kota Tegal.

Menanggapi situasi darurat ini, Ali Mashuri menyatakan akan berupaya mengawal agar masalah ini segera ditindaklanjuti. Ia melakukan koordinasi dengan pihak Provinsi maupun Pemerintah Pusat.

Dalam komunikasinya dengan Hamid Noor Yasin, anggota Komisi XIII DPR RI, ia berharap permasalahan Lapas Tegal yang memprihatinkan ini bisa menjadi perhatian di tingkat pusat dan segera mendapat solusi permanen dari otoritas terkait, mengingat aspek kemanusiaan dan darurat kesehatan yang dihadapi oleh ratusan warga binaan di Tegal.

Fasilitasi Sekolah Pra Nikah, Amiruddin Dorong Generasi Muda Siap Berkeluarga

Fasilitasi Sekolah Pra Nikah, Amiruddin Dorong Generasi Muda Siap Berkeluarga

Pemerintah Kota Tegal memperkuat edukasi pra nikah bagi generasi muda dan calon pengantin. Inisiasi ini diwujudkan melalui program Pokok-pokok Pikiran (Pokir) Wakil Ketua DPRD H. Amiruddin Lc, yang menggelar Stadium Generale II Sekolah Pra Nikah berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP2PA).

Kegiatan yang berlangsung pada 10 November 2025 di Hotel Premiere Kota Tegal ini melibatkan 60 peserta dari unsur Kantor Urusan Agama (KUA), Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA), serta calon pengantin. Tujuan utamanya adalah memberikan penguatan materi mengenai kesiapan mental berkeluarga, pendidikan karakter, dan manajemen konflik dalam rumah tangga.

Sekretaris DPPKBP2PA Kota Tegal, Trysnawati, S.H., M.H., menegaskan bahwa kesiapan emosional, mental, dan pengetahuan komprehensif adalah faktor fundamental dalam membangun rumah tangga yang sehat dan berkualitas.

Untuk menambah bobot materi, Stadium Generale menghadirkan pakar ketahanan keluarga regional yang memberikan pendalaman mengenai kiat-kiat membangun komunikasi efektif dan membentuk fondasi keluarga yang kuat dari segala aspek.

Amiruddin menyampaikan bahwa program melalui Pokir ini merupakan wujud komitmennya untuk menghadirkan edukasi pra nikah yang terstruktur, modern, dan relevan dengan tantangan sosial saat ini.

“Edukasi pranikah yang baik adalah investasi jangka panjang. Kami ingin memastikan generasi muda Tegal tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga memiliki bekal manajemen konflik dan ketahanan diri untuk mewujudkan keluarga yang harmonis,” ujar legislator PKS ini.

Sebagai tindak lanjut, 60 peserta akan mengikuti rangkaian kelas Sekolah Siaga (Siap Berkeluarga) selama empat hari penuh, yaitu pada 15–16 November dan 22–23 November 2025. Kelas pendalaman ini dirancang menggunakan metode pembelajaran aplikatif dan interaktif.

Melalui rangkaian pendidikan ini, Pemerintah Kota Tegal berharap dapat menciptakan generasi keluarga muda yang lebih siap, lebih kuat, dan memiliki pemahaman komprehensif, sehingga berkontribusi pada peningkatan indeks kesejahteraan dan pengurangan angka perceraian di tingkat daerah.

 

Amiruddin Realisasikan Pelatihan Hortikultura untuk Ketahanan Pangan Kota Tegal

Amiruddin Realisasikan Pelatihan Hortikultura untuk Ketahanan Pangan Kota Tegal

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin Lc., merealisasikan program Pokok-pokok Pikiran (Pokir) dengan memberikan stimulan berupa pelatihan budidaya intensif dan bantuan alat kepada 50 anggota kelompok hortikultura. Kegiatan ini berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan (BP3) Margadana, Kota Tegal, pada 12 November 2025.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara legislatif dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, Pertanian, dan Pangan (DKP3) setempat, dengan fokus utama menguatkan sektor pertanian perkotaan yang berkelanjutan.

Program stimulan ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari kelompok hortikultura, termasuk para penyuluh DKP3 Kota Tegal yang turut bertindak sebagai pendamping. Pelatihan yang diberikan mencakup pengenalan teknik budidaya hortikultura modern, manajemen kelembagaan kelompok, pengelolaan lahan yang efisien, hingga pemanfaatan alat pendukung produksi terkini.

Amiruddin dalam sambutannya menekankan bahwa dukungan melalui Pokir didorong untuk memastikan masyarakat memiliki akses yang memadai terhadap sarana produksi dan peningkatan kapasitas di tengah keterbatasan lahan.

“Kolaborasi dengan DKP3 menjadikan program ini lebih terukur dan tepat sasaran. Ini adalah upaya kami agar kelompok hortikultura mampu mengembangkan usaha secara mandiri dan memberikan kontribusi pada ketahanan pangan lokal,” ujar Wakil Ketua DPRD Kota Tegal tersebut.

Koordinator Penyuluh Pertanian Kota Tegal, Iswari Gunartiningsih S.P., menyatakan bahwa kolaborasi ini sangat membantu upaya DKP3 dalam menguatkan kapasitas masyarakat. “Inisiatif Pokir ini berdampak langsung pada penguatan teknik budidaya. Dalam konteks pertanian perkotaan, di mana lahan terbatas, inovasi dan teknik presisi adalah tuntutan utama,” jelasnya.

Melalui kegiatan pelatihan dan bantuan alat tersebut, diharapkan kelompok hortikultura di Kota Tegal menjadi lebih berdaya, produktif, dan mampu menciptakan inovasi pertanian yang tidak hanya meningkatkan kesejahteraan ekonomi, tetapi juga mendukung ketahanan pangan di tingkat kota secara berkelanjutan.

 

Ali Mashuri Soroti Keterbatasan Jaminan BPJS Kesehatan

Ali Mashuri Soroti Keterbatasan Jaminan BPJS Kesehatan

Hari Disabilitas Internasional tidak hanya dijadikan seremoni formal oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal. Lebih dari itu, anggota legislatif dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mochamad Ali Mashuri, mengambil langkah konkret dengan memprakarsai Seminar Parenting Disabilitas yang berhasil mengumpulkan ratusan orang tua hebat.

Kegiatan yang mengangkat tema “Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus” ini diadakan di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Tegal pada Sabtu (15/11).

Ali Mashuri, sebagai inisiator utama, menggalakkan acara ini melalui alokasi dana Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. Kolaborasi terjalin apik antara Ali Mashuri dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tegal dan Yayasan Disabilitas Tegal Bahari, mewujudkan aspirasi para orang tua anak berkebutuhan khusus (ABK) yang telah lama mendambakan event spesial.

“Seminar ini adalah wujud konkret penghargaan dan dukungan kita kepada anak-anak istimewa dan orang tua mereka,” ujar Ali dalam sambutannya, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai penyemangat.

Dalam sesi tersebut, Ali, legislator dari Daerah Pemilihan Tegal Timur, turut membagikan kisah-kisah yang menyentuh dan inspiratif. Ia mencontohkan rekan kerjanya, seorang pengusaha sukses dengan tiga anak disabilitas, yang berkat ketulusan dan penerimaan penuh, anak-anaknya berhasil menemukan potensi terbaik mereka.

“Anak disabilitas, dengan dukungan yang tulus, mereka bisa menjadi pemimpin, bisa menjadi inspirasi,” tegasnya. Ia bahkan mencontohkan keponakannya sendiri yang, meski memiliki keterbatasan pendengaran dan bicara, kini sukses besar menempati posisi supervisor di sebuah pabrik.

Namun, substansi acara ini tidak hanya berhenti pada motivasi. Ali Mashuri secara tegas mendesak Pemerintah Kota Tegal untuk segera memberikan dukungan kebijakan yang lebih konkret dan berkelanjutan, khususnya terkait persoalan krusial: terapi lanjutan.

Ia menyoroti adanya keterbatasan jaminan dari BPJS Kesehatan yang hanya meng-cover terapi anak disabilitas hingga usia tujuh tahun. Kebutuhan esensial untuk terapi, menurut Ali, tidak berhenti pada batas usia tersebut.

“Setelah usia tujuh tahun, anak-anak ini tetap butuh terapi. Karena itu, Pemkot harus hadir,” tandas Ali.

Anggota dewan ini mendesak agar Pemerintah Kota Tegal segera menyiapkan dan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan operasional rumah terapi lanjutan. “Saya juga siap mendukung dari anggaran Pokir,” tutupnya, menunjukkan komitmen kuatnya untuk memperjuangkan kebutuhan ini di ranah legislatif.

 

Zaenal Nurohman; Capaian I-Bangga Di Atas Rata-Rata, Kota Tegal Jadi Model Pengarusutamaan Keluarga

Zaenal Nurohman; Capaian I-Bangga Di Atas Rata-Rata, Kota Tegal Jadi Model Pengarusutamaan Keluarga

Kota Tegal kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan Indeks Pembangunan Keluarga (i-Bangga) yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata provinsi. Capaian ini menjadi salah satu dasar bagi Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jawa Tengah melalui Bidang Perempuan dan Keluarga (Bipeka) menjadikan Kota Tegal sebagai model implementasi program Pengarusutamaan Keluarga (PUK).

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Tengah pada 31 Oktober lalu mencatat, i-Bangga Kota Tegal mencapai 64,4, sedikit melampaui rata-rata Jawa Tengah yang berada di angka 63,9.

Capaian positif tersebut sejalan dengan upaya legislatif di Tegal yang telah mengesahkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Inilah yang kemudian mendorong Bidang Perempuan dan Keluarga (BIPEKA) DPW PKS Jawa Tengah menggelar studi tiru ke DPD PKS Kota Tegal, yang berlangsung di Hotel Kotta Tegal, Minggu (16/11/2025).

Ketua DPD PKS Kota Tegal, Zaenal Nurohman, menyatakan bahwa kehadiran Perda merupakan bukti komitmen eksekutif dan legislatif dalam menjadikan keluarga sebagai prioritas pembangunan.

”Kota Tegal adalah salah satu daerah yang sudah memiliki Perda Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Regulasi ini menjadi payung hukum yang sangat penting bagi setiap program yang berorientasi pada penguatan fungsi keluarga,” kata Zaenal Nurohman.

Ketua Bidang Perempuan dan Keluarga DPW PKS Jawa Tengah Titik Anggraini, S.Pd., menegaskan studi tiru ini merupakan wujud konkret konsentrasi politik PKS terhadap isu keluarga, yang diyakini sebagai kunci kekuatan nasional.

”Kekuatan suatu bangsa dimulai dari rumah. Dari rumah yang kuat, kita bisa melahirkan pemimpin-pemimpin kuat,” ujar Titik. Ia berharap, praktik terbaik pengelolaan Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Kota Tegal dapat direplikasi di daerah lain sebagai langkah nyata PKS dalam menjaga ketahanan keluarga.

Model RKI yang dikelola PKS Kota Tegal dianggap berhasil dan terukur. Ketua Bipeka DPD PKS Kota Tegal, Adistya Prastiwi menyampaikan secara program, tambah Adistya, RKI menjadi forum edukasi yang menyelenggarakan Sekolah Keluarga, Forum Ayah, Konsultan Keluarga, dan RKI Peduli.

RKI menjadi salah satu instrumen utama PKS dalam mengimplementasikan misi Pengarusutamaan Keluarga (PUK), yaitu mengintegrasikan perspektif keluarga dalam setiap aspek pembangunan dan kebijakan publik.

Ali Mashuri Siap Kawal Kebutuhan Fundamental Disabilitas

Ali Mashuri Siap Kawal Kebutuhan Fundamental Disabilitas

Kegiatan Seminar Parenting yang diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Disabilitas Internasional di Ruang Paripurna DPRD Kota Tegal, Sabtu, 15 November 2025, menjadi momentum bagi Forum Disabilitas Tegal Bahari (DTB) untuk menguatkan peran Menumbuhkan Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus.

Seminar yang bertajuk ”Dari Rumah ke Dunia: Peran Orang Tua dalam Menumbuhkan Kemandirian Anak Berkebutuhan Khusus” ini menghadirkan narasumber Dr. Benny Al Farizi, S.Pd., MM. dan Hesti Purwani, A.Md. O.T. Acara dibuka secara langsung oleh Anggota DPRD Kota Tegal Mochamad Ali Mashuri, S.A.P.

Benny Al Farisi, dalam materinya, menekankan peran orangtua sebagai guru pertama & utama” anak. Ia menggarisbawahi pentingnya orangtua yang cerdas dan sadar akan kebutuhan anak, mau terus belajar, mampu menjadi teladan, dan menggunakan teknologi dengan bijak. Tujuannya adalah melahirkan ABK Cerdas yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki life skill.

Anggota DPRD Kota Tegal, Mochamad Ali Mashuri, yang menjadi pengusul kegiatan ini, membuka acara dengan mengakui bahwa seminar tersebut adalah wujud kepedulian terhadap anak-anak yang tergabung dalam forum Disabilitas Tegal Bahari (DTB). Ia secara terbuka menjanjikan pengawalan terhadap kebutuhan fasilitas utama ABK di Kota Tegal.

”Kebutuhan mendesak yang fundamental adalah fasilitas untuk melanjutkan terapi bagi anak disabilitas di atas usia tujuh tahun. Saya berupaya mengawal agar kebutuhan rumah terapi ini dapat direalisasikan di Kota Tegal,” ujar Ali Mashuri. Ia juga berharap Pemerintah Kota Tegal melalui Dinas Sosial Kota Tegal dapat mengagendakan kegiatan serupa di tahun-tahun berikutnya.

Ketua Forum Disabilitas Tegal Bahari (DTB), Aris Aditya Resi, mengungkapkan bahwa upaya orang tua tidak akan maksimal tanpa dukungan infrastruktur yang memadai dari pemerintah daerah.

”Kami mengapresiasi edukasi ini, tetapi kebutuhan mendasar kami adalah fasilitas permanen yang dapat dijangkau. Setelah usia tertentu, banyak anak kami kesulitan melanjutkan terapi yang vital bagi tumbuh kembang mereka,” kata Aris Aditya Resi.

Komisi I DPRD Kota Tegal Dorong Penanganan Serius untuk SD Ma’mur Ni’mah

Komisi I DPRD Kota Tegal Dorong Penanganan Serius untuk SD Ma’mur Ni’mah

Anggota Komisi I DPRD Kota Tegal Hj. Erni Ratnani, SE, MM meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Tegal memberikan perhatian serius terhadap kondisi sarana dan prasarana SD Ma’mur Ni’mah. Permintaan itu disampaikan saat audiensi antara Komisi I dengan perwakilan guru dan yayasan sekolah, Kamis (7/11).

Para guru mengungkapkan berbagai kendala yang dihadapi sekolah, mulai dari keterbatasan fasilitas belajar hingga kondisi bangunan yang memprihatinkan. Dua ruang belajar di lantai dua belum memiliki plafon dan sering menjadi sarang kelelawar. Setiap pagi, sebelum kegiatan belajar, para siswa harus bergiliran membersihkan lantai dan dinding yang kotor akibat kotoran kelelawar.

Pada 2022, SD Ma’mur Ni’mah sempat memperoleh bantuan ruang kelas baru (RKB) senilai Rp342 juta. Namun, hingga kini bangunan tersebut belum memiliki atap dan plafon, dan pihak sekolah masih menunggu realisasi usulan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk perbaikan lanjutan.

“Kami prihatin melihat semangat guru dan siswa yang tetap bertahan dalam kondisi terbatas seperti ini. Komisi I merekomendasikan agar Disdikbud memberikan perhatian lebih,” ujar Erni Ratnani, anggota Komisi I DPRD Kota Tegal.

Erni menambahkan, motivasi guru juga perlu terus ditingkatkan. “Guru-guru di SD Ma’mur Ni’mah didorong melakukan studi tiru ke sekolah lain yang pernah mengalami situasi serupa namun berhasil bangkit dan mandiri,” tuturnya.

Selain persoalan fasilitas, Komisi I menekankan pentingnya penguatan manajemen dan kemandirian sekolah. Dengan pengelolaan yang baik, sekolah diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan orangtua terhadap kualitas pendidikan.

 

Amiruddin Dorong Generasi Muda Tegal Jadi Wirausaha Mandiri

Amiruddin Dorong Generasi Muda Tegal Jadi Wirausaha Mandiri

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal H. Amiruddin, Lc mendorong generasi muda Kota Tegal memanfaatkan bonus demografi melalui jalur wirausaha. Upaya tersebut diwujudkan lewat pelatihan Perencanaan Bisnis Sederhana yang digagas olehnya bekerja sama dengan Dinas Pemuda, Olahraga Dan Pariwisata Kota Tegal.

Kegiatan yang digelar di Holy Bowl Cafe, Jalan Kapten Ismail No. 76, Tegal Barat, (7/11) dan diikuti oleh 40 peserta dari kalangan Generasi Z. Pelatihan dibuka langsung Kepala Dispora Kota Tegal Dr. Drs. Irkar Yuswan Apendi, MM, dan turut menghadirkan para pelaku usaha muda sebagai narasumber.

Dalam sambutannya, Amiruddin menekankan bahwa wirausaha adalah kunci kemandirian ekonomi bangsa dan sarana pembentukan karakter generasi muda. Ia mencontohkan teladan Rasulullah SAW yang memulai aktivitas berdagang sejak usia 12 tahun.

“Jangan menunggu mapan untuk mulai bisnis. Nabi kita sudah belajar berdagang sejak usia muda, dan dari sanalah lahir mental tangguh serta sikap jujur yang menjadi fondasi pengusaha sejati,” ujar Amiruddin.

Politikus PKS tersebut menyebutkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inisiatif DPRD untuk memperkuat literasi ekonomi dan minat wirausaha di kalangan pemuda. “Bonus demografi hanya akan menjadi peluang bila anak muda siap mengambil peran sebagai pelaku ekonomi, bukan sekadar pencari kerja,” katanya.

Amiruddin menegaskan bahwa dirinya di legislatif berkomitmen mendukung kebijakan yang berpihak pada tumbuhnya ekosistem wirausaha muda. Menurutnya, sektor ini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah jika ditopang oleh pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

“Kita ingin melahirkan generasi muda Tegal yang berani mengambil risiko, mandiri secara ekonomi, dan punya semangat memberi manfaat bagi lingkungan,” ungkapnya.

Kepala Disporapar Kota Tegal Irkar Yuswan Apendi menyampaikan, pihaknya siap melanjutkan sinergi dengan DPRD untuk memperluas program pelatihan serupa di tahun-tahun berikutnya. “Kami melihat antusiasme peserta luar biasa. Ini sinyal positif bahwa semangat berwirausaha mulai tumbuh di kalangan muda Tegal,” kata Irkar.

Pelatihan menghadirkan narasumber Ahmad Syahid, wirausahawan asal Surabaya yang sukses membangun usaha Klinik Pancing dan Griya Umpan. Syahid berbagi pengalaman tentang bagaimana hobi dapat diubah menjadi bisnis bernilai ekonomi.

“Langkah pertama dalam bisnis bukan teori, tapi keberanian untuk mulai. Setelah itu baru belajar meningkatkan keterampilan dan jaringan,” tuturnya. Kini usaha Syahid telah berkembang melalui berbagai kanal e-commerce dan media sosial.

Pembicara kedua, Niila Syukrillah, ST, pemilik usaha kuliner Bom Dimsum, menekankan pentingnya pola pikir kewirausahaan dalam melihat peluang. Ia menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh modal, tetapi oleh mentalitas menghadapi tantangan dan kegagalan.

Sementara itu, penulis Joko Riyanto dalam sesi Bisnis dan Literasi mengingatkan pentingnya pengetahuan sebagai fondasi pengambilan keputusan bisnis. “Tanpa literasi, bisnis hanya akan berjalan dengan intuisi tanpa arah. Ilmu adalah navigasi agar usaha bisa tumbuh berkelanjutan,” ujarnya.

 

Kolaborasi dan Penguatan Sistem Krusial Hadapi TPA Bokong Semar

Jelang peresmian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bokong Semar sebagai pengganti TPA sementara di Muarareja, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal untuk memperkuat kolaborasi dan tata kelola sistem persampahan secara menyeluruh.

Dalam audiensi Komisi III DPRD Kota Tegal dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Persatuan Bank Sampah Nusantara (Perbanusa) Kota Tegal, Anggota Komisi III DPRD Kota Tegal Abdul Ghoni menekankan bahwa operasional TPA Bokong Semar harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola persampahan dari hulu hingga hilir.

Ghoni menilai, fokus penanganan sampah tidak boleh hanya terpusat di TPA. Ia mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tegal untuk melibatkan berbagai pihak, demi optimalisasi pengelolaan sampah di sumbernya.

“Kami mendorong DLH untuk tidak hanya fokus pada penanganan di TPA, tetapi juga mengkolaborasikan pengelolaan sampah dengan masyarakat melalui bank sampah, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta menggandeng pihak swasta melalui program CSR dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Ghoni.

Selain kolaborasi, politisi PKS ini juga menyoroti urgensi penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) penanganan sampah yang jelas dari hulu ke hilir.

“Dengan adanya SOP yang jelas, lalu lintas sampah mulai dari pengumpulan, pengangkutan, hingga pengolahan dapat berjalan lebih baik dan terukur,” tambahnya.

SOP ini diharapkan menjadi panduan baku yang memastikan efisiensi dan akuntabilitas seluruh proses pengelolaan sampah di Kota Tegal.

Terakhir, Ghoni mengingatkan pentingnya penguatan pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) tentang Persampahan yang sudah berlaku. Menurutnya, Perda tersebut harus dilaksanakan secara tegas dan konsisten agar pengelolaan sampah dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Perda sudah ada, tinggal bagaimana komitmen kita bersama untuk menegakkannya,” tegasnya. Ghoni optimistis, dengan adanya sinergi dan penegakan regulasi yang kuat, masalah sampah di Kota Tegal dapat diatasi secara signifikan.

Langkah strategis ini diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA, sekaligus mendorong ekonomi sirkular di Kota Tegal.

Amiruddin Inisiasi Kegiatan Pelatihan Guru Berbasis Akal Imitasi

Amiruddin Inisiasi Kegiatan Pelatihan Guru Berbasis Akal Imitasi

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin, Lc, meluncurkan program pelatihan Akal Imitasi untuk pembelajaran yang ditujukan bagi para tenaga pendidik di Kota Tegal. Inisiatif ini digelar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dalam pemanfaatan teknologi pendidikan.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, yakni 29-30 Oktober 2025, di Hotel Premier Kota Tegal, diikuti oleh sekitar 73 guru dari berbagai jenjang pendidikan. Melalui kegiatan ini, para guru diarahkan untuk mampu mengoperasikan dan mengintegrasikan teknologi dalam proses pembelajaran, khususnya dalam memanfaatkan fasilitas smart classroom yang telah disediakan.

Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, H. Amiruddin, mengungkapkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapan tenaga pendidik menghadapi tantangan era digital. Ia menegaskan bahwa penguasaan teknologi harus menjadi bagian dari kompetensi guru agar proses belajar mengajar menjadi lebih menarik dan efektif.

“Kami ingin para guru tidak hanya mampu menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam proses pembelajaran sehari-hari agar anak didik lebih antusias dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna,” ujar Amiruddin.

Kepala Bidang Pengembangan Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PPTK) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal, Trisari Novianto, menambahkan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kompetensi guru dalam penggunaan Akal Imitasi. Ia menyebut, inovasi ini diharapkan mampu memperkaya proses belajar mengajar dan menumbuhkan minat belajar siswa.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Tegal dalam mendorong kemajuan pendidikan berbasis teknologi. Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan proses pembelajaran dapat berjalan lebih modern, interaktif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Copyright © 2026