Banjir yang melanda Kota Tegal akibat curah hujan yang tinggi memberikan dampak luar biasa bagi masyarakat, tidak hanya di Kota Tegal tetapi hampir merata khususnya di Jawa Tengah. Kota Tegal adalah salah satu daerah yang terkena dampaknya, terutama di sejumlah kelurahan di Kecamatan Margadana, Kota Tegal. BMKG memperkirakan cuaca ekstrem mulai Desember – Maret dimana puncaknya diprediksi terjadi pada bulan Februari.
Terlepas dari hal tersebut, hal ini seharusnya menjadi Pengingat (warning) bagi Pemerintah Kota Tegal, untuk benar-benar serius melakukan Program Kegiatan Penanggulangan Banjir.
“Sangat disayangkan usulan kami berupa Program penanggulangan banjir dalam Pembahasan APBD 2023 lalu akhirnya tidak dapat dianggarkan secara penuh,” ungkap Bayu.
Padahal, lanjut Bayu, masyarakat sangat menantikan program kongkret Pemerintah Kota agar dampak banjir di Kota Tegal tidak membebani masyarakat, yang secara sosial ekonomi sangat menyusahkan mereka.
Wakil Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Tegal ini menambahkan program penanganan banjir Kota Tegal yang secara kalkulasi membutuhkan anggaran lebih dari 150 Milyar, harus segera dimulai karena tidak mungkin dilaksanakan dalam 1 tahun anggaran.
“Saya berharap dalam penganggaran berikutnya hal ini dapat menjadi perhatian khusus walikota dan harus diupayakan anggaran alternatif baik itu bantuan APBD Propinsi maupun APBN dari Pemerintah Pusat.












Pengucapan sumpah janji Tauchidin sebagai Anggota DPRD Kota Tegal ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro. Atas dilantiknya Tauchidin dengan demikian kuota Anggota DPRD Kota Tegal menjadi genap 30 anggota.
Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah No 170/113 tahun 2022 tentang peresmian pemberhentian dan Peresmian Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota DPRD Kota Tegal 2019-2024 telah terbit. SK tersebut ditandatangani Gubernur pada 14 Oktober 2022.