Nasib Ribuan Honorer Harus Diperhatikan

Nasib Ribuan Honorer Harus Diperhatikan

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia mengumumkan seluurh tenaga honorer atau non ASN akan dihapus mulai 28 November 2023. Menyikapi itu, Pemerintah Kota Tegal harys memperhatikan nasib ribuan tenaga honorer yang terancam dirumahkan.

Keresahan itu sempat diutarakan salah satu peserta reses Anggota DPRD Kota TEgal dari Fraksi PKS H. Amiruddin, Lc. “Perlu dicarikan langkah-langkah terbaik untuk dicarikan solusinya,” katanya.

Sebagai informasi, kebijakan penghapusan tenaga honorer menurut Kemenpan RB merupakan bagian dari langkah strategis untuk membangu SDM professional dan sejahtera serta memperjelas aturan dalam rekrutmen. Tidak jelasnya sistem rekrutmen tenaga honorer berdampak pada pengupahan yang kerap kali dibawah UMR.

Selain mengenai honorer, Amiruddin juga menyampaikan betapa pentingnya perluasan lapangan pekerjaan untuk mengurangiangka pengangguran di Kota Tegal serta penangangan banjir rob yang sering terjadi di Kelurahan Mintaragen, Panggung, dan sekitarnya. Menurut Amiruddin, harus ada tindakan antisipastif yang tepat dan cepat oleh Pemkot.

“Dalam kondisi rob yang disertai hujan, air masuk rumah ketinggiannya bisa l ebih dari 50 cm,” jelas Amiruddin. Selain itu Amiruddin minta dilakukan perbaikan saluran di Jalan Mawar karena saluran yang ada sudah rusak dan tidak berfungsu dengan baik. :Kami siap meneruskan dan memperjuangan aspirasi tersebut dan mengharapkan agar masyrakat kota Tegal ikut berpartisipasi aktif dalam membenahi pembangunan di Kota Tegal,” pungkasnya.

 

Kami Seperti Kehilangan Seribu Pejuang

Kami Seperti Kehilangan Seribu Pejuang

Banyak yang merasa kehilangan dengan sosok Ustadz Rachmat Rahardjo, Anggota DPRD Kota Tegal dari PKS. Abdul Fikri Faqih menyampaikan bahwa PKS telah kehilangan salah satu kader terbaik. Ia menilai sosok Rachmat Rahardjo sebagai kader yang penuh totalitas dalam berjuang dalam barisan dakwah. “Apapun peran kita, entah sebagai anggota dewan, jadi pejabat, jadi rakyat, pastikan dekat dengan Allah,” ujarnya.

Ketua DPW PKS Jawa Tengah Muhammad Haris mengungkapkan, bahwa perjuangannya berdakwah dengan perannya sebagai anggota DPRD perlu kita apresiasi. Apa yang telah beliau tinggalkan semoga bisa menjadi wasilah kebaikan dan lading pahala yang akan terus mengalir. “Mari kita terus doakan beliau sehingga bekal yang sudah banyak beliau siapakan terus bertambah. Di akhirat ada orang yang terkejut dia merasa sudah dibalas amal kebaikan selama di dunia, pahala tersu bertambah, karena doa dari anak-anaknya yang soleh dan solehah,” ungkapnya.

Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin Lc, mengatakan bahwa beliau merupakan sosok teman, guru, dan rekan seperjuangan di DPRD Kota Tegal. “Kami kehilangan kader terbaik. Ustadz Rachmat telah meninggalkan banyak pelajaran buat kita agar meneruskan dakwah ini,” ungkapnya.

Zaenal Nurrohman mengatakan bahwa almarhum adalah sosok guru yang selalu mengajarkan jiwa sosial tinggi. “Beliau berpesan bahwa kerja politik itu kerja ikhlas. Pastikan kita benar-benar ikhlas dan totalitas membantu dan mendampingi masyarakat. Jangan mengharapkan sesuatu yang berlebih kepada manusia,” ungkapnya.

Bayu Arie Sasongko turut merasakan kehilangan sosok guru, ayah, maupun sahabat dari Ustadz Rachmat Rahardjo. “Saya banyak sekali belajar dari beliau, mulai dari masalah agama, politik, kemasyarakatan, bahkan urusan keluarga, mendidik anak dan lain-lain.  Beliau merupakan teman curhat yang asyik. Selalu mau mendengarkan sekaligus memberikan masukan-masukan positif dari pengalaman dan pengetahuan dia yang luas,” ungkap Bayu.

Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro mengungkapkan bahwa dirinya sudah kenal lama sejak 2009. Saya menyaksikan sendiri beliau orang baik, taat aturan, aktif memberikan saran dan masukan, dan selalu menyejahterakan masyarakat kota Tegal. “Mewakili keluarga besar menyampaikan belasungkawa. Ikut mendoakan. Kita kehilangan sosok beliau yang kritis konstruktif,” ungkapnya.

Adistya Prastiwi merasakan semangatnya, keceriaannya akan selalu kita kenang. Rasanya bagaikan kehilangan 1000 pejuang. Mari kita lanjutkan jalan perjuangan dakwah sebagai amal jariyah untuk beliau.

Utomo driver ambulance PKS juga sempat mengisahkan kenangan indah bersama beliau saat melayani masyarakat “Beliau pelayan masyarakat terbaik, tak sekalipun beliau mengeluh, padahal kadang saat melayani masyarakat, sering beliau tidak punya uang namun tetap tersenyum pada siapapun yg datang meminta bantuan,” ungkapnya.

Ribuan Pelayat Antarkan Ustadz Rachmat ke Pemakaman

Ribuan Pelayat Antarkan Ustadz Rachmat ke Pemakaman

Masjid Al Mudzakirin yang berada di Jl. Branjangan, Randugunting tak mampu menampung ribuan pelayat yang ingin menyolati Anggota DPRD Kota Tegal Rachmat Rahardjo, SE., M.Pd. Salat jenazah akhirnya dilakukan dalam 3 gelombang.

Selesai dishalatkan, jenazah dibawa ke rumah duka di Pesurungan Lor, untuk memberikan kesempatan keluarga besar dan tetangga memberikan penghormatan terakhir. Dua ambulan mengiringi jenazah almarhum. Tampak kendaraan di depan adalah ambulance DPD PKS Kota Tegal, disusul kemudian mobil ambulance dari sebuah lembaga sosial yang membawa jenazah. Jenazah beliau kembali disalatkan di masjid Baitul Iman Pesurungan Lor sebelum akhirnya dimakamkan di pemakaman keluarga.

Tampak hadir dalam pemakaman tersebut Ketua DPW PKS Jawa Tengah Muhammad Haris, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, Ketua DPRD Kota Tegal Kusnendro yang didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Habib Ali Zaenal Abidin, Wakil Walikota Tegal Muhammad Jumadi, Sekda Kota Tegal Sri Prima Indraswari, dan Budayawan Tegal Atmo Tan Sidik

Ketua F- PKS DPRD Kota Tegal H. Amiruddin, Lc saat momen pelepasan menyampaikan sehari sebelum musibah, Rachmat Rahardjo masih terlihat sehat, bahkan sempat ikut rapat di Komisi I, sorenya bahkan beliau menjadi imam salat ashar di Musola DPRD. Sabtu pagi masih salat subuh berjamaah di masjid, sekitar pukul 6 menginformasikan kepada anggota grup pengajian, bahwa sore ini siap ketempatan pengajian.

“Qadarullah, Ustadz Rachmat sempat terjatuh saat bermain tenis pada hari Sabtu, 6 Agustus 2022 lalu, dengan posisi kepala membentur lantai yang menyebabkan retak di kepala bagian belakang dan terjadi pendarahan. Hari itu juga beliau dilarikan di Rumah Sakit dan siangnya pada pukul 13.00 diambil tindakan operasi, dan koma selama 6 hari sebelum akhirnya beliau meninggal dunia,” ungkapnya.

Rachmat Rahardjo adalah anggota DPRD dari Fraksi PKS Kota Tegal. Beliau merupakan anggota DPRD tiga periode, sejak 2004. Meninggal pada usia 55 tahun, meninggalkan satu istri, 4 orang anak, dan 2 cucu.[]

Selamat Jalan Ustaz Rachmat

Selamat Jalan Ustaz Rachmat

Salah satu kader terbaik PKS di Kota Tegal telah berpulang ke rahmatullah. Setelah koma 6 hari pasca menjalani operasi di RSUD Kardinah Tegal, Kamis, 11 Agustus 2022 pada pukul 09.10 WIB, Ustadz Rachmat Rahardjo menghembuskan nafas terakhir.

Ustadz Rachmat sempat terjatuh saat bermain tenis pada hari Sabtu, 6 Agustus 2022 lalu, dengan posisi kepala bagian belakang membentur lantai dan menyebabkan retak di kepala bagian belakang dan terjadi pendarahan. Hari itu juga beliau dilarikan di Rumah Sakit dan siangnya pada pukul 13.00 diambil tindakan operasi.

Operasi berjalan lancar, hanya saja Ustadz Rachmat masih belum sadar sampai hari keenam. Selang sehari setelah operasi, dari yang seharusnya kondisinya sudah sadar, pihak dokter menyampaikan kondisinya makin parah, pendarahannya meluas, dan batang otaknya sudah malfungsi.

“Kalau yang terbaik sembuh. Mau separah apapun sakitnya ya bakal sembuh tetapi kalau hal lain yang terjadi, kita yakini itu yang terbaik buat Abi dan keluarga,” tulis Ismail Halim Ar’ Rasyid dilaman IGnya mengutip kata-kata ibunya.

Pada masa-masa tak sadarnya, beberapa relasi dan kolega turut menjenguk beliau. Terlihat beberapa diantaranya adalah Ketua DPW PKS Jawa Tengah Ust. Muhammad Kharis, Wakil Ketua Komsi X DPR RI Abdul Fikri Faqih, Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin, Lc, dan beberapa tokoh lain turut hadir membesuk.

Rachmat Rahardjo merupakan salah satu kader terbaik PKS Kota Tegal. Amanah dakwahnya di struktur PKS Jawa Tengah sebagai Ketua Bidang Pembinaan Wilayah Tegal, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Brebes.

Beliau merupakan Anggota DPRD Kota Tegal tiga periode. Dua periode menjadi Anggota DPRD Dapil Tegal Timur. Periode ketiga ini Ustadz Rachmat Rahardjo melanjutkan kipranya sebagai Anggota DPRD Dapil Tegal Barat. Terimakasih atas kiprah dan pelajarannya kepada kami Ustadz Rachmat. Insya Allah kami yang akan terus melanjutkan perjuanganmu.[]

Bayu Arie Sasongko; Penangangan Banjir di Kota Tegal Butuh 20-30 Milliar

Bayu Arie Sasongko; Penangangan Banjir di Kota Tegal Butuh 20-30 Milliar

Penanganan banjir di kawasan Jl. Cendrawasih, Merak, dan Jalak Timur menjadi saah satu pertanyaan yang disampaikan warga dalam kegiatan reses Masa Persidangan II 2022 yang diselenggarakan Anggota DPRD Kota Tegal Bayu Arie Sasongko, ST, MM di Dapil I Tegal Selatan (7/8).

Bayu menjelaskan, kawasan tersebut masuk dalam jalur Gajah Mada hilir. Menurut informasi dari DPUPR Kota Tegal untuk penangangan sampai tuntas diperlukan anggaran 20-30 miliar. “Saat ini Pemkot sedang mengajukan bantuan ke Pemerintah Provinsi. Semoga bisa masuk APBD provinsi tahun 2023,” katanya.

Bayu juga menambahkan bahwa saat ini DPRD dan Pemerintah Kota Tegal sepakat akan menganggarkan tahun 2023 berupa pengadaan 2 unit dumpitruck, satu unit mobil pick up, dan anggaran untuk 30 tenaga ulu-ulu yang akan bertugas secara fulltime melakukan pembersihkan sumbatan sampah di aliran sungai drainase Kota Tegal. “Upaya ini diharapkan data mengurangi dampak banjir dan mempercepat waktu surut,” jelas Bayu.

Selain persoalan banjir, masyarakat juga menyampaikan layanan untuk pasien PBI BPJS kesehatan baik layanan faskes maupun Rumah Sakit, kualitas obat, maupun layanan rawat inap. “Faskes dan RS wajib memberikan layanan prima kepada seluruh peserta BPJS tanpa membeda-bedakan apakah itu pasien umum, BPJS mandiri, maupun BPJS PBI,” ungkap Bayu.

Anggota DPRD dari Fraksi PKS ini menambahkan masyarakat memiliki hak dan dapat mengajukan keluhan ke Kantor BPJS Kesehatan. Misalnya pasien diminta membeli obat diluar dengan alasan stok kosong, maka nota pembelian dapat diklaim ke BPJS Kesehatan. Faskes dan RS juga bisa mendapat teguran maupun sanksi dari BPJS Kesehatan apabila terbukti melakukan penyimpangan layanan. “Kami siap melakukan pendampingan dan advokasi masyarakat jika diperlukan,” ujar Bayu.

Reses Bayu Arie Sasongko, Warga Usul Peninggian Jalan dan Pengerukan Endapan Drainase

Reses Bayu Arie Sasongko, Warga Usul Peninggian Jalan dan Pengerukan Endapan Drainase

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi PKS Bayu Arie Sasongko gelar reses masa persidangan II, Ahad (7/8) di Jl. Cendrawasih Lontrong 13, Randugunting- Tegal Selatan. Dalam pertemuan itu sebagian besar warga mengusulkan peninggian jalan dan pengerukan endapan saluran.

Fajar Budi, warga Jl. Perkutut termasuk salah satu warga yang mengusulkan peninggian jalan di beberapa titik. Menurutnya usulan ini sebagai solusi agar aliran air hujan saat hujan deras mengalir lancar.

Selain itu, warga juga mengusulkan agar penerangan jalan baik di jalan utama maupun gang-gang perlu ditambah. “Lampu-lampu yang tidak berfungsi segera diperbaiki dan titik-titik yang masih gelap perlu diadakan,” kata Fajar.

Usulan itu pun bak gayung bersambut dari warga lain yang mengusulkan pengadaan sarana 3 unit gerobak model kerangka besi untuk membersihkan endapan saluran, Kebersihan aliran air seperti sungai dan got juga mendapat sorotan dari warga. Banyak warga menyayangkan kondisi sungai yang seperti kurang terkontrol, masih ada warga yang buang sampah di sungai, terutama di sungai depan Pasar Karangdawa dan Aliran air got di Jl. AR Hakim.

Selain usulan yang sifatnya insfrastruktur, warga juga mengeluhkan aksi balapan liar di kawasan Jalan AR. Hakim yang tak kunjung ditertibkan. “Dulu sempat muncul ke media, tapi balapan liar masih belum berhenti juga,” kata Agus. Ia mengusulkan agar dilakukan pemasangan portal di setiap gang di sepanjang jl. AR. Hakim, sebab akses itu sering menjadi tempat untuk melarikan diri dari kejaran petugas saat ada razia.”

Menanggapi hal itu Bayu Arie Sasongko siap menampung aspirasi warga dan segera mengomunikasikannya dengan pihak terkait. Menurutnya reses memang menjadi sarana konstituen untuk bisa menyalurkan aspirasinya. “Dengan reses ini kita jadi mendengar langsung apa yang sebenarnya dirasakan warga dan apa yang dibutuhkan warga,” ungkapnya,[]

Peserta Pelatihan Menjahit, Disalurkan di Industri Garmen

Peserta Pelatihan Menjahit, Disalurkan di Industri Garmen

Anggota DPRD Kota Tegal dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Zaenal Nurrohman mengawal langsung penyaluran 28 tenaga kerja ke PT Dongcai Garment Indonesia. Tenaga kerja siap pakai ini merupakan peserta pelatihan menjahit garmen yang terselenggara atas usulan pokok pikiran Anggota DPRD. Pelaksanaan program ini dilaksanakan pada Juli lalu selama 10 hari dan melibatkan Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Tegal dan LPK Arum. Adapun tujuan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan skill sekaligus mengurangi angka pengangguran di Kota Tegal.

Prosesi penandatanganan MoU penyaluran peserta pelatihan ini dilaksanakan di Ruang Meeting PT Dongcai Garment Indonesia, Senin, (1/8). Hadir pada kesempatan Anggota DPRD Kota Tegal Zaenal Nurohman, Kepala Dinaskerin Kota Tegal Heru Setiawan, Factory Manager Kim Ki Hun, Coordinator HRD & Compliance Ria Wasiat, Compliance Manager Herdhiska Pradiarta, HRD Manager Seftian Akbar, dan Khusnah dari LPK Arum.

Zaenal Nurrohman mengatakan ide mendasar program ini adalah bagaimana agar para peserta setelah mengikuti pelatihan menjahit bisa siap memasuki dunia kerja di bidang garmen. Pihaknya bekerjasama dengan dunia industry, salah satunya adalah PT Dongcai Garment Indonesia. “Setelah dilatih selama 10 hari, semua peserta hari ini disalurkan untuk bekerja,” katanya.

Ia menyambut baik atas PT Dongcay Garment Indonesia karena langsung menyambut baik dengan menyerap peserta pelatihan untuk bekerja di perusahaan garmen tersebu. “Kami punya keyakinan dengan tumbuhnya industri di Kota Tegal, akan menurunkan tingkat pengangguran, dan meningkatkan perekonomian,” ujarnya.

Zaenal menambahkanagar peserta pelatihan yang sudah disalurkan bisa cepat beradaptasi di dunia kerja dan memiliki motivasi yang kuat untuk bisa maju, meningkatkan skill yang ada, menguasai ilmu, dan mudah-mudahan bisa meningkatkan jiwa wirausaha. “Kami berharap mereka bisa optimal karena dalam dunia industri itu perlu bekerja cepat, akurat dan kerja keras. Butuh mental pemenang untuk bisa menjadi pemenang dan bersaing di dunia industri

Sementara itu Kepala Dinaskerin Kota Tegal Heru Setiawan mengatakan bahwa progam pelatihan yang menyiapkan tenaga kerja siap ini relatif bisa mengurangi angka pengangguran di Kota Tegal. Ia juga menghimbau agar investor skala industri padat karya memprioritaskan tenaga kerja dari Kota Tegal, dengan demikian angka pengangguran di Kota Tegal bisa semakin berkurang.

Komisi II Desak Penataan PKL Perlu Segera Dituntaskan

Komisi II Desak Penataan PKL Perlu Segera Dituntaskan

Komisi II DPRD Kota Tegal menegaskan persoalan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Tegal harus segera diselesaikan. Salah satunya dengan merealisasikan rencana penataan di lahan Perusahaan Daerah (PD) Citra Mandiri Jawa Tengah (CMJT) yang telah disewa oleh Pemerintah Kota Tegal. Komisi II menilai yang paling urgen adalah pengaspalan yang dalam APBD 2022 dialokasikan 1,6 milyar.

Hal ini terungkap saat tinjauan Komisi II ke lahan PD CMJT sehuugan dengan diajukannya angaran pembangunan kanopi senilai 2 miliar oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan KotaTegal pada APBD 2023. Saat ini sedang dilakukan pembahasan kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUAPPAS) APBD 2023.

Sekretaris Komisi II Zaenal Nurrohman memandang konsep penataan PKL di lahan PD CMJT perlu dimatangkan agar bisa segera diselesaikan. Ia berpendapat diperlukan percepatan pengaspalan supaya bsasegera digunakan untuk PKL. “Jika lahan yang disediakan untuk relokasi PKL ini telah diasapr dan ditata dengan rapi, nantinya PKL yang sebelumya berada di sebelah timur di Rumah Makan Dewi bisa menempatinya,” ungkapnya.

Selain itu fasilitas umum seperti arus keluar masuk dan sanitasi juga perlu diperhatikan. Untuk perpanjangan masa sewa lahan di sebelah timur Rumah Makan DewiZaenal mengingaran agar dibarengi dengan perhitungan-perhitungan yang tepat sasaran. JIka nantinya kawasan tersebut dijadikan sebagai lahan parkir ketika lahan PD CMJT sudah ditata oleh Pemkot Tegal, juga harus dihitung nilai sewa dan pendapatan yahng dihasilkan.

Hasil observasi lapagan Dinkop UKM dan Perdagangan menyebut jumlah PKL di Kota TEgal yang tersebar di Jl. Pancasila, Alun-alun Kota Tegal, Jl. Kartini, Jl Ahmad Yani, Jl. AR. Hakim, Jl. Setia Budi, Jl. Hang Tuah, Jl Kapten Islamil, Jl. Kapten Sudibyo, Jl. Wisanggeni, Kantor Pos, dan Jl. Sumur Panggang berjumlah kurang lebih 1.113 PKL. Pemkot merencanakan penempatan PKL dengan membangun Pujasera di lahan CMJT di komplek Alun-alun Tegal.[]

F-PKS Desak Pemkot Tegal Setop Balap Liar; “Fasilitasi Arena Balap Resmi, Sediakan Pelatih”

F-PKS Desak Pemkot Tegal Setop Balap Liar; “Fasilitasi Arena Balap Resmi, Sediakan Pelatih”

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tegal mendesak Pemerintah Kota Tegal dan instansi terkait untuk menertibkan balap liar yang dilaporkan sering terjadi di Kota Tegal.

F-PKS menerima laporan dari warga setiap malam Minggu di Jl. AR Hakim yang membentang dari perempatan Yogya Mall sampai perlintas kereta api sering dijadikan sebagai arena balap liar ketika malam hari sampai menjelang subuh. Pihak masyarakat sudah melaporkan kejadian ini, namun belum ada penangangan serius untuk menindaklanjuti hal tersebut.

“Demi ketertiban dan menghadirkan rasa nyaman, kami meminta kepada Walikota Tegal melalui Polres Tegal untuk bisa menertibkan baapan liar tersebut, sebab keberadaannya sangat meresahkan dan mengganggu ketenteraman warga saat waktu istirahat,” kata Juru Bicara  PKS Bayu Arie Sasongko pada kesempatan rapat paripurna penyampaian Pemandangan Umum LP APBD 2021.

Sementara itu, Anggota F-PKS yang lain, Rachmat Rahardjo turut memberikan tanggapan mengenai balap liar. Ia mengatakan sesuatu yang tidak pada tempatnya jelas berpotensi menganggu ketertiban masyarakat. Jl, AR. Hakim Tegal adalah jalan utama, bukan jalan yang disediakan arena balapan, jelas menganggu kenyamanan masyarakat.

Meski balapan itu terjadi pada malam hari hingga menjelang subuh, dimana pada saat itu kawasan jalan sepi, tetapi hal itu tetap tidak dapat dibenarkan atau dijadikan alasan pembenaran.

“Pemkot Tegal bisa menertibkan dengan menyediakan arena balapan resmi dan juga pelatih agar hobi anak muda yang hobi balapan tidak lagi adu kecepatan di arena balap liar,” sarannya. Ia berharap melalui arena resmi yang difaislitasi Pemerintah Kota Tegal, siapa tahu akan lahir pebalap-pebalap yang bisa berlaga di Mandalika.

 

 

PKS Kota Tegal Latih Relawan Advokasi

PKS Kota Tegal Latih Relawan Advokasi

Fraksi PKS DPRD Kota Tegal berkolaborasi dengan DPD PKS Kota Tegal menyelenggarakan pelatihan relawan advokasi pada Ahad, 12 Juni 2022. Kegiatan ini diikuti oleh 4 utusan DPC dan 2 utusan dari Aleg PKS, dengan total 24 peserta. Selain bertujuan untuk mempersiapkan relawan, kegiatan ini juga sekaligus sebagai sarana mengokohkan DNA PKS sebagai partai pelayan rakyat.

Agenda yang dikemas dalam Training for Trainer Relawan Advokasi ini dihadiri oleh 4 Aleg PKS diantaranya Amiruddin, Lc, Rachmat Rahardjo, Zaenal Nurrohman, dan Bayu Arie Sasongko.

Ketua DPD PKS Kota Tegal Amiruddin Lc mengatakan ada begitu banyak permasalahan sosial di masyarakat yang membutuhkan pelayanan dan perlu kita layani. “Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya,” kata Amiruddin mengutip hadis yang diriwayatkan Muslim, At-Turmudziy, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad.

Sementara itu, inisiator program kegiatan ini Zaenal Nurrohman mengatakan, minimnya akses, lemahnya pengetahuan, rumitnya jalur birokrasi, dan keterbatasan peran membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pelayanan yang memang sudah menjadi haknya. “Yang jadi persoalan adalah banyaknya masyarakat yang membutuhkan layanan ini, tidak sebanding dengan jumlah relawan yang terlibat dalam melakukan advokasi pelayanan,” kata Zaenal.

Ia berharap melalui kegiatan pembekalan kerelawanan ini akan lahir relawan-relawan yang memiliki integritas dan jiwa sosial tinggi, siap mendampingi masyarakat baik secara fisik maupun secara akses, dan bisa menjembatani komunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait yang bershinggungan langsung dengan masyarakat.

Sementara itu Bayu Arie Sasongko menambahkan bahwa keterlibatan relawan advokasi yang dipersiapkan secara khusus ini menjadi penting sebab itu menjadi bagian dari sistem yang membantu kelancaran proses pendampingan dan pelayanan.

Kegiatan pembekalan itu, para peserta diberikan materi seputar kerelawanan seperti membangun mindset relawan tangguh, Regulasi Program Pelayanan Masyarakat, dan juga komunikasi efektif. []

Copyright © 2026